Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analysis of Factors Related to Increased Interdyalitic Weight Gain (IDWG) in Patients with Chronic Kidney Diseases (CKD) in Hemodialysis Unit Fermata Sari; Lindesi Yanti; Aris Teguh Hidayat; Masniati Arafah
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 2 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i2.5523

Abstract

Weight gain between dialysis times (Intradialytic Weight Gain (IDWG)). IDWG values > 6% of dry body weight can cause various complications. Increased IDWG is influenced by various factors both internal and external. It is important to know the factors that influence IDWG in increasing patient compliance with fluid intake. Objective to determine the factors that influence the increase in IDWG of Chronic Kidney Disease Patients in the Hemodialysis Unit Method: The design of this study is descriptive correlation analysis with a Cross Sectional design. The sample of this study was CKD patients with hemodialysis at Dr. AK Gani Hospital, Palembang, the sample was determined through a total sampling technique, totaling 41 respondents. The research instruments consist of demographic data instruments, namely age, gender, education and marital status, fluid intake questionnaires, stress, thirst using standard questionnaires, family support questionnaires have been tested for validity with r results> r table (0.361), and reliable with r Alpha value of 0.749, self-efficacy questionnaires have been tested for validity with r results> r table (0.361), and declared reliable with r Alpha 0.822, and Body Weight is measured using ISO weight scalesAnalysis to determine the relationship between IDWG and fluid intake, thirst, self-efficacy, stress, family support with the Spearman Sign Rank Rho correlation test. There is a significant relationship between IDWG values and fluid intake (p = 0.001 r = 0.603), there is a relationship between IDWG values and thirst (p = 0.001 r = 0.484). There is no relationship between IDWG values and self-efficacy (p = 0.186 r = 0.244). The relationship between IDWG values and stress showed no relationship (p = 0.206 r = 0.202). The relationship between IDWG values and family support had no relationship with IDWG values (p = 0.976 r = 0.005). The increase in IDWG values is influenced by fluid intake and thirst in hemodialysis patients, the higher the fluid intake and thirst, the greater the increase in IDWG values.
Sosialisasi Penanganan Kegawatdaruratan Psikososial pada Lansia di Masyarakat Lindesi Yanti; Alfunnafi’ Fahrul Rizzal; Ni Luh Putu Dian Yunita Sari; Aris Teguh Hidayat; Sri Ayu Rahayu Paneo; Anung Ahadi Pradana
Journal of Community Engagement in Health Vol. 5 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v5i1.289

Abstract

Proses menua yang dialami oleh lanjut usia (lansia) dapat meningkatkan angka kerentanan terhadap kondisi linkungan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kondisi fisik, psikologis, dan sosial. Kondisi pandemi COVID-19 yang terjadi mampu memperparah tingkat kerentanan lansia khususnya pada kondisi psikososial akibat adanya pembatasan mobilisasi serta akses ke pelayanan kesehatan. Beberapa studi terdahulu menunjukkan bahwa dukungan sosial yang didapat lansia secara signifikan berhubungan negatif dengan kejadian kesepian dan depresi di kelompok lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Akademi Keperawatan Kesdam II/Sriwijaya pada hari Sabtu, 16 Oktober 2021 bertujuan untuk mensosialisasikan bagaimana penanganan kegawatdaruratan psikososial pada lansia serta bagaimana ketahanan lansia dalam menghadapi kondisi pandemi. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan kepada 313 tenaga kesehatan yang berasal dari 9 provinsi (Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Bali, Jawa Timur, Gorontalo, DKI Jakarta, Jambi, dan Sulawesi Selatan) secara online menggunakan aplikasi Zoom. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan terdapat hasil perubahan nilai rata-rata yang positif antara test sesudah dan sebelum kegiatan sosialisasi yakni sebesar +0.30 (dari skala 10), selain itu Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi 0,004 (<0,05) yang berarti bahwa terdapat efek positif dalam perubahan pengetahuan peserta kegiatan sosialisasi penanganan kegawatdaruratan psikososial pada lansia di masa pandemi COVID-19. Lansia yang berada pada kondisi pandemi COVID-19 memiliki risiko lebih tinggi mengalami kegawatdaruratan psikososial akibat berbagai keadaan seperti pembatasan sosial, minimnya akses pelayanan umum yang dapat dijangkau dan penutupan pelayanan kesehatan bagi kelompok ini. beberapa hal yang dapat dilakukan dipertimbangkan untuk dilakukan ke depannya antara lain memperkuat kebijakan yang berorientasi pada lansia, meningkatkan modal sosial yang ada di masyarakat melalui keterlibatan langsung anggota masyarakat dalam membantu lansia yang ada di wilayah tersebut, pencegahan diskriminasi pemerataan kesehatan, serta edukasi dan sosialisasi secara berkelanjutan bagi anggota masyarakat.