Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Kader dan Masyarakat Kesehatan dalam Pencegahan Diabetic Foot Ulcer di Desa Burai Sari, Fermata; Arafah, Masniati; Yanti, Lindesi; Hidayat, Aris Teguh; Paizer, Dindi; Syahfitri, Ria Dila
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i2.1780

Abstract

Peningkatan penyakit Diabetes Mellitus (DM), akan menyebabkan meningkat pula komplikasi dari DM salah satunya Diabetic Foot Ulcer di masyarakat. Peningkatan pengetahuan kader merupakan salah satu upaya mengurangi terjadinya Diabetic Foot Ulcer dimasyarakat, karena kader merupakan jembatan dari petugas kesehatan. Metode Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah deskripsi operasional dengan pendekatan cross sectional.Sampel pengabdian kepada masyarakat sebanyak 30 kader dan masyarakat di desa Burai , Kabupaten Ogan Ilir. Tehnik pengambilan data melalui kuisioner Persepsi Kader Tentang Pemeriksaan Kaki Perawatan Kaki Dalam Pencegahan Diabetic Foot Ulcer yang dilakukan pada 10 Februari 2022. Pemberian edukasi dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab pada kader dan masyarakat dengan media poster dan setelah dilakukan edukasi diberikan leaflet,dan dilakukan kegiatan evaluasi dengan kuisioner Persepsi Kader Tentang Pemeriksaan Kaki Perawatan Kaki Dalam Pencegahan Diabetic Foot Ulcer.Hasil menunjukkan nilai rata rata pengetahuan kader dan masyarakat tentang pencegahan Diabetic Foot Ulcer pada pasien DM sebelum diberikan edukasi 7,17 dan setelah diberikan edukasi 14,03 standar deviasi sebelum dilakukan edukasi 1.02 dan setelah dilakukan intervensi 1,42. Kesimpulan pemberian edukasi dalam Pencegahan Diabetic Foot Ulcer Di Desa Burai dapai meningkatkan pengetahuan kader dan masyarakat.
Hubungan Self Management dan Self Efficacy pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik on Hemodialisis Sari, Fermata; Yanti, Lindesi; Arafah, Masniati
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Supp Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.2045

Abstract

Pasien Penyakit ginjal kronik dengan hemodialisis menghadapi  kesulitan yang sangat komplek dalan adaptasi terhadap penatalaksanan masalah kesehatan yang sering kali sulit dipatuhi oleh pasien Pasien  harus berpartisipasi dalam proses pengobatan sehingga mengurangi komplikasi dan meningkatkan kualitas hidupnya. Salah satu metode efektif yaitu peningkatan manajemen diri, dan efikasi diri. Tujuan : Mengindentifikasi hubungan Efikasi diri dan Manajemen diri Pasien Penyakit Ginjal Kronik On Hemodialisis. Desain penelitian ini analisis deskriptif. Sampel penelitian ini adalah Pasien Penyakit Ginjal Kronik di RS Palembang Sumatera Selatan, yang ditentukan melalui tehnik purposive sampling,berjumlah 63 orang. Instrumen penelitian terdiri dari Hemodialysis self management Instrument  dan kuesioner  Chronic Kidney Disease Self Efficacy Instrument (PGK-SE), analisis data menggunakan uji Regresi linear sederhana korelasi pearson. Hasil karakteristik responden menunjukkan mayoritas responden  lansia awal (46%) ,berjenis kelamin laki laki (58,8%), berstatus menikah  (96,8%), dan berpendidikan SMA (52,4%),  sebagian besar tidak bekerja  (57,1%), lama hemodialisa >12 bulan (77,8%), dan penyakit penyerta Hipertensi (68,3%). Hubungan self efficacy dengan manajemen diri menunjukkan hubungan yang kuat (r=0,545). Nilai koefesien dengan determinasi 0,297, dan hasil uji statistik didapatkan ada hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan self management (P value=0,001). Peneliti menyimpulkan bahwa semakin tinggi efikasi diri pada pasien dengan hemodialis maka  akan semakin baik perilaku manajemen diri pasien PGK dengan hemodiliasis.
Peningkatan Pengetahuan Ibu tentang Gizi Seimbang pada Balita dalam Upaya Mencegah Stunting Yanti, Lindesi; Sari, Fermata; Hidayat, Aris Teguh; Arafah, Masniati
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Januari 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i1.5599

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dari rata-rata untuk usianya. Stunting dapat terjadi ketika anak tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang dalam waktu yang lama. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan memberikan pendidikan dan dukungan kepada ibu balita untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang gizi seimbang. Kegiatan pengabdian Masyarakat dilakukan pada tanggal 28 Februari 2024, di wilayah kerja Puskesmas Merdeka Palembang. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan melalui ceramah, menggunakan media power point dan leaflet, serta dievaluasi melalui kuesioner sebelum dan sesudah edukasi. Materi yang disampaikan meliputi stunting, penyebab, dampak stunting, pencegahan dan gisi seimbang. Hasil analisis menunjukkan nilai mean pengetahuan sebelum diberikan edukasi 7.30 dan 9.55 setelah diberikan edukasi, dengan selisih yang didapatkan 2.25, nilai standar deviasi sebelum diberikan edukasi adalah 0.865 dan 0.510 sesudah diberikan edukasi, dengan p-value 0,000. Diharapkan keberlanjutan program ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang stunting dan upaya pencegahan dengan makanan bergizi, selain itu penambahan keterampilan untuk berinovasi dalam membuat resep makanan untuk balita.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Buzz Group Terhadap Perilaku Ibu Tentang Pencegahan Pneumonia Pada Balita Yanti, Lindesi; Mahchmud, Rizanda; Fajriah, Lili
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 9 No 1 (2021): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.118 KB)

Abstract

Pneumonia is the second leading cause ofdeath after diarrhea in Indonesia. Health education is an effort toincrease knowledge, attitudes, and actions in the prevention ofpneumonia. Buzz group one method ofhealtheducation can stimulate the active role ofmothers in expressing opinions about pneumonia prevention. Thepurpose ofthe study was to determine the effect ofbuzz group health education on maternal behavior. Thistype of quantitative research with Non-Equivalent Control Group design. The number of samples was 76people, with the technique ofSimple Random Sampling. The Independent Samples T-test shows differencesin knowledge, attitudes, and actions in the intervention and control groups. The MANOVA test showed thatthe buzz group method was most influential in increasing knowledge, attitudes, and actions (p <α = 0.05).Conclusion The Health education method of the buzz group is more effective in increasing knowledge,attitudes, and actions of mothers regarding the prevention of pneumonia in infants compared to lecturemethods. Suggestions for Puskesmas to conduct health education using the buzz group method as an effectivemethod as a promotional and preventive effort.
Upaya meningkatkan tingkat pengetahuan ibu tentang diare melalui edukasi interaktif langsung Supriatin, Titin; Purwati, Nyimas Heny; Yanti, Lindesi; Sari, Maya
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/wr56jj66

Abstract

Latar Belakang: Diare adalah suatu  kondisi yang ditandai dengan buang air besar yang lebih sering dari biasanya, lebih dari tiga kali sehari, disertai perubahan bentuk tinja menjadi lebih cair. Diare masih menjadi salah satu penyebab utama anak-anak di Indonesia jatuh sakit bahkan kehilangan nyawa. Data menunjukkan bahwa sekitar 12 hingga 13 persen balita mengalami diare, menjadikannya masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Menurut data Kementerian Kesehatan tahun 2019. Tercatat sebanyak 9% anak berusia di bawah 1 tahun, 11,5% anak usia 1–4 tahun, dan 6,2% anak usia di atas 4 tahun mengalami diare. Angka ini menunjukkan pentingnya upaya pencegahan, salah satunya dengan memberikan edukasi kepada para ibu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu tentang diare melalui edukasi interaktif secara langsung di Posyandu.Metode: Edukatif partisipatif melalui ceramah tanya jawab, pemberian edukasi secara langsung dengan menggunakan media leaflet.Hasil: Ada peningkatan yang cukup berarti pada tingkat pengetahuan ibu tentang diare. Rata-rata skor tingkat pengetahuan ibu meningkat dari 5,06 menjadi 8,94. (Nilai p < 0,05).Kesimpulan: Hasil ini menunjukkan bahwa  edukasi yang diberikan memberi dampak positif ada peningkatan pengetahuan ibu tentang pencegahan diare. Sarah yang diberikan edukasi secara rutin pada ibu-ibu di Posyandu.
Gerakan ibu peduli pneumonia: edukasi kesehatan untuk mencegah pneumonia pada balita Yanti, Lindesi; Purwati, Nyimas Heny; Supriatin, Titin; Mayasari, Mayasari
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nmw0eh78

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian anak di Indonesia. Salah satu faktor resiko adalah rendahnya pengetahuan ibu tentang pencegahan dan penanganan pneumonia. Edukasi berperan penting untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu tentang cara mencegah pneumonia sejak dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita dalam pencegahan pneumonia.Metode: Edukasi diberikan kepada 38 ibu yang memiliki balita di RW 11 Cempaka Putih.  Pre-test dan post-test menggunakan kuesioner pilihan berganda sebanyak 12 pertanyaan.  Data dianalisis menggunakan uji statistik paired sample t-test untuk mengetahui perbedaan rata-rata pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi.Hasil: Rata-rata skor pengetahuan ibu meningkat dari 5,92 pada pre-test menjadi 11,00 pada post-test. Hasil uji statistik menunjukkan  (p-value <0,05) artinya  terdapat peningkatan pengetahuan ibu setelah diberikan edukasi kesehatan tentang pencegahan pneumonia.Kesimpulan: Edukasi terbukti efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pencegahan pneumonia pada balita.
Efektivitas edukasi kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi Purwati, Nyimas Heny; Sari, Maya; Yanti, Lindesi; Supriatin, Titin
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/j5s0rf87

Abstract

Latar Belakang: Penyakit menular seperti campak, difteri, dan pertusis masih menjadi tantangan kesehatan anak di Indonesia, meskipun dapat dicegah melalui imunisasi. Pengetahuan ibu yang rendah mengenai penyakit dan imunisasi menjadi kendala utama dalam peningkatan cakupan. Posyandu memiliki potensi strategis untuk edukasi yang efektif.Metode: Penelitian pra-eksperimental dengan desain one group pretest- posttest ini melibatkan 25 ibu balita di Posyandu Cempaka Putih. Edukasi dilakukan secara interaktif selama 30 menit. Instrumen berupa kuesioner pilihan ganda, dianalisis menggunakan uji paired t-test dan Shapiro-Wilk.Hasil: Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 6,72 menjadi 13,56 (p < 0,001), dengan distribusi normal (p = 0,067) dan efektivitas tinggi (Cohen’s d = 5,21).Kesimpulan: Edukasi kesehatan di posyandu efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Disarankan agar edukasi rutin dilaksanakan secara berkelanjutan
INGKAT KEJADIAN BURNOUT PADA MAHASISWA KEPERAWATAN DI MASA PANDEMI COVID-19: INGKAT KEJADIAN BURNOUT PADA MAHASISWA KEPERAWATAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Ari Athiutama, Indra Febriani, Imelda Erman, Lindesi Yanti, Fermata Sari
Jurnal Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan, Oktober 2023
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBurnout menjadi masalah yang mengakibatkan gangguan pada kognitif, emosional dan sikap dari mahasiswa keperawatan. Ditambah lagi pada masa pandemi covid-19 yang mengakibatkan perubahan metode pembelajaran sehingga beban belajar mahasiswa menjadi meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran kejadian burnout pada mahasiswa keperawatan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dan didapatkan sampel sebanyak 84 responden yang sesuai kriteria inklusi. Data dianalisis secara univariat dengan uji descriptive statistics. Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (91,7%), memiliki kesesuaian peminatan (83,3%) dan memiliki IPK dengan pujian (79,8%). Gambaran tingkat kejadian burnout didapatkan mayoritas pada tingkat sedang (71,4%).Kata kunci: burnout, mahasiswa keperawatan, covid-9ABSTRACTBurnout is a problem that causes cognitive, emotional and behavioral disturbances of nursing students. In addition, during the covid-19 pandemic, which resulted in changes in learning methods so that the learning load for students increased. The purpose of this study was to see an overview of burnout events in nursing students. This research is included in the quantitative research with descriptive method and cross sectional approach. Sampling used accidental sampling technique and obtained a sample of 84 respondents who fit the inclusion criteria. Data were analyzed univariately with descriptive statistics test. The majority of respondents were female (91.7%), had a suitability of interest (83.3%) and had a GPA with honors (79.8%). The description of the burnout incident level was obtained by the majority at a moderate level (71.4%).Keywords: burnout, nursing student, covid-9
INTERVENSI PERAWATAN METODE KANGGURU TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN BBLR PALEMBANG 2021: INTERVENSI PERAWATAN METODE KANGGURU TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN BBLR PALEMBANG 2021 Khairunnisa, Lindesi Yanti
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Bayi berat lahir rendah ( BBLR ) adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran dari perawatan metode kangguru terhadap kenaikan berat badan bayi BBLR. Metode : Metode yang digunakan dalam pengumpulan jurnal studi literatur review ini menggunakan buku, artikel ilmiah, khususnya yang terpublikasi. Dengan melakukan pencarian melalui google scholar yang diterbitkan dari tahun 2016-2020. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan berat badan terhadap bayi BBLR. Dengan dilakukan perawatan metode kangguru bayi menjadi lebih sering menyusu kepada ibu sehingga dapat meningkatkan berat badan pada bayi BBLR. Kesimpulan : Adanya pengaruh perawatan metode kangguru terhadap kenaikan berat badan BBLR. Diharapkan studi literatur ini dapat menambah wawasan bagi orang tua dan perawat dalam upaya meningkatkan berat badan pada bayi BBLR.Kata Kunci : Metode Kangguru, Berat Badan, BBLRABSTRACTBackground : Low birth weight babies are babies born weighing less than 2.500 grams. Objective : This study aims to obtain an overview of the kangaroo method of care for the weight gain of LBW infants. Methods : The method used in collecting this literature review study journal uses books, scientific articles, especially those that are published. By doing a search through Google Scholar published from 2016-2020. Research Results : The results showed that there was an increase in body weight for LBW infants. With the kangaroo method, the baby will breastfeed more often to the mother so that it can increase body weight in LBW babies. Conclusion : There is an effect of kangaroo method treatment on LBW weight gain. It is hoped that this literature study can add insight for parents and nurses in an effort to increase body weight in LBW infants.Keywords : Kangaroo Method, weight, Low Birth Weight ( LBW
PEMBERIAN TERAPI KOMPRES TEPID SPONGE TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH PADA ANAK DENGAN DEMAM TIFOID : PEMBERIAN TERAPI KOMPRES TEPID SPONGE TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH PADA ANAK DENGAN DEMAM TIFOID Lindesi Yanti , Salmiah
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Demam tifoid merupakan penyakit saluran pencernaan dengan gejala hipertermia yang akan mengakibatkan terjadinya komplikasi seperti kejang, dehidrasi dan sinkope sehingga mengakibatkan tingginya angka kematian pada anak. Studi literatur ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pemberian kompres tepid sponge untuk menurunkan suhu tubuh pasien anak dengan demam tifoid. Metode yang digunakan dalam pengumpulan jurnal ini menggunakan google scholar, Researchgate, Garuda yang diterbitkan dari tahun 2018-2019. Kata kunci yang digunakan adalah “ tepid sponge”, “ hyperthermia ”, “ tifoid” sehingga diperoleh 5 artikel untuk di review. Berdasarkan 5 jurnal yang telah di review hasil yang didapat setelah melakukan identifikasi dan analisis pemberian terapi tepid sponge menunjukkan lebih efektif dalam penurunan suhu tubuh dikarenakan mekanisme vasolidatasi pembuluh darah perifer yang cepat karena kompres dilakukan di beberapa tempat yang memiliki pembuluh darah besar, seperti : pada frontalis, axila, abdomen, inguinalis. Dengan pemberian menambah wawasan pengetahuan bagi perawat dan orangtua bahwa dengan teknik tepid sponge dapat menurunkan suhu tubuh pada anak dengan demam tifoid.Kata Kunci : Tepid sponge, hyperthermia, Tifoid.ABSTRACTTyphoid fever is a digestive tract disease with symptoms of hyperthermia which will lead to complications such as seizures, dehydration and syncope so as to result in high mortality in children. This literature study aims to obtain a picture of tepid sponge compresses to reduce the body temperature of pediatric patients with typhoid fever. The method used in the collection of this journal uses Google Scholar, Researchgate, Garuda, published from 2018-2019. The keywords used are "tepid sponge", "hyperthermia", "typhoid" so that 5 articles are obtained for review. Based on 5 journals that have been reviewed the results obtained after identification and analysis of tepid sponge therapy showed more effective in decreasing body temperature due to the mechanism of peripheral vascular vasolidation which is fast because compresses are carried out in several places that have large blood vessels, such as: on the frontal , axilla, abdomen, inguinal. With tepid sponge therapy can reduce body temperature in children with typhoid fever. It is hoped that this literature study can add insight to knowledge for nurses and parents that with the tepid sponge technique can reduce body temperature in children with typhoid fever.Keywords: Tepid sponge, hyperthermia, typhoid.