Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Kader dan Masyarakat Kesehatan dalam Pencegahan Diabetic Foot Ulcer di Desa Burai Sari, Fermata; Arafah, Masniati; Yanti, Lindesi; Hidayat, Aris Teguh; Paizer, Dindi; Syahfitri, Ria Dila
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i2.1780

Abstract

Peningkatan penyakit Diabetes Mellitus (DM), akan menyebabkan meningkat pula komplikasi dari DM salah satunya Diabetic Foot Ulcer di masyarakat. Peningkatan pengetahuan kader merupakan salah satu upaya mengurangi terjadinya Diabetic Foot Ulcer dimasyarakat, karena kader merupakan jembatan dari petugas kesehatan. Metode Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah deskripsi operasional dengan pendekatan cross sectional.Sampel pengabdian kepada masyarakat sebanyak 30 kader dan masyarakat di desa Burai , Kabupaten Ogan Ilir. Tehnik pengambilan data melalui kuisioner Persepsi Kader Tentang Pemeriksaan Kaki Perawatan Kaki Dalam Pencegahan Diabetic Foot Ulcer yang dilakukan pada 10 Februari 2022. Pemberian edukasi dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab pada kader dan masyarakat dengan media poster dan setelah dilakukan edukasi diberikan leaflet,dan dilakukan kegiatan evaluasi dengan kuisioner Persepsi Kader Tentang Pemeriksaan Kaki Perawatan Kaki Dalam Pencegahan Diabetic Foot Ulcer.Hasil menunjukkan nilai rata rata pengetahuan kader dan masyarakat tentang pencegahan Diabetic Foot Ulcer pada pasien DM sebelum diberikan edukasi 7,17 dan setelah diberikan edukasi 14,03 standar deviasi sebelum dilakukan edukasi 1.02 dan setelah dilakukan intervensi 1,42. Kesimpulan pemberian edukasi dalam Pencegahan Diabetic Foot Ulcer Di Desa Burai dapai meningkatkan pengetahuan kader dan masyarakat.
Hubungan Self Management dan Self Efficacy pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik on Hemodialisis Sari, Fermata; Yanti, Lindesi; Arafah, Masniati
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Supp Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.2045

Abstract

Pasien Penyakit ginjal kronik dengan hemodialisis menghadapi  kesulitan yang sangat komplek dalan adaptasi terhadap penatalaksanan masalah kesehatan yang sering kali sulit dipatuhi oleh pasien Pasien  harus berpartisipasi dalam proses pengobatan sehingga mengurangi komplikasi dan meningkatkan kualitas hidupnya. Salah satu metode efektif yaitu peningkatan manajemen diri, dan efikasi diri. Tujuan : Mengindentifikasi hubungan Efikasi diri dan Manajemen diri Pasien Penyakit Ginjal Kronik On Hemodialisis. Desain penelitian ini analisis deskriptif. Sampel penelitian ini adalah Pasien Penyakit Ginjal Kronik di RS Palembang Sumatera Selatan, yang ditentukan melalui tehnik purposive sampling,berjumlah 63 orang. Instrumen penelitian terdiri dari Hemodialysis self management Instrument  dan kuesioner  Chronic Kidney Disease Self Efficacy Instrument (PGK-SE), analisis data menggunakan uji Regresi linear sederhana korelasi pearson. Hasil karakteristik responden menunjukkan mayoritas responden  lansia awal (46%) ,berjenis kelamin laki laki (58,8%), berstatus menikah  (96,8%), dan berpendidikan SMA (52,4%),  sebagian besar tidak bekerja  (57,1%), lama hemodialisa >12 bulan (77,8%), dan penyakit penyerta Hipertensi (68,3%). Hubungan self efficacy dengan manajemen diri menunjukkan hubungan yang kuat (r=0,545). Nilai koefesien dengan determinasi 0,297, dan hasil uji statistik didapatkan ada hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan self management (P value=0,001). Peneliti menyimpulkan bahwa semakin tinggi efikasi diri pada pasien dengan hemodialis maka  akan semakin baik perilaku manajemen diri pasien PGK dengan hemodiliasis.
Peningkatan Pengetahuan Ibu tentang Gizi Seimbang pada Balita dalam Upaya Mencegah Stunting Yanti, Lindesi; Sari, Fermata; Hidayat, Aris Teguh; Arafah, Masniati
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Januari 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i1.5599

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dari rata-rata untuk usianya. Stunting dapat terjadi ketika anak tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang dalam waktu yang lama. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan memberikan pendidikan dan dukungan kepada ibu balita untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang gizi seimbang. Kegiatan pengabdian Masyarakat dilakukan pada tanggal 28 Februari 2024, di wilayah kerja Puskesmas Merdeka Palembang. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan melalui ceramah, menggunakan media power point dan leaflet, serta dievaluasi melalui kuesioner sebelum dan sesudah edukasi. Materi yang disampaikan meliputi stunting, penyebab, dampak stunting, pencegahan dan gisi seimbang. Hasil analisis menunjukkan nilai mean pengetahuan sebelum diberikan edukasi 7.30 dan 9.55 setelah diberikan edukasi, dengan selisih yang didapatkan 2.25, nilai standar deviasi sebelum diberikan edukasi adalah 0.865 dan 0.510 sesudah diberikan edukasi, dengan p-value 0,000. Diharapkan keberlanjutan program ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang stunting dan upaya pencegahan dengan makanan bergizi, selain itu penambahan keterampilan untuk berinovasi dalam membuat resep makanan untuk balita.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Buzz Group Terhadap Perilaku Ibu Tentang Pencegahan Pneumonia Pada Balita Yanti, Lindesi; Mahchmud, Rizanda; Fajriah, Lili
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 9 No 1 (2021): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.118 KB)

Abstract

Pneumonia is the second leading cause ofdeath after diarrhea in Indonesia. Health education is an effort toincrease knowledge, attitudes, and actions in the prevention ofpneumonia. Buzz group one method ofhealtheducation can stimulate the active role ofmothers in expressing opinions about pneumonia prevention. Thepurpose ofthe study was to determine the effect ofbuzz group health education on maternal behavior. Thistype of quantitative research with Non-Equivalent Control Group design. The number of samples was 76people, with the technique ofSimple Random Sampling. The Independent Samples T-test shows differencesin knowledge, attitudes, and actions in the intervention and control groups. The MANOVA test showed thatthe buzz group method was most influential in increasing knowledge, attitudes, and actions (p <α = 0.05).Conclusion The Health education method of the buzz group is more effective in increasing knowledge,attitudes, and actions of mothers regarding the prevention of pneumonia in infants compared to lecturemethods. Suggestions for Puskesmas to conduct health education using the buzz group method as an effectivemethod as a promotional and preventive effort.
Pengaruh Intervensi Edukasi terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu Mengenai Penatalaksanaan Diare pada Balita. Titin Supriatin; Nyimas Heny Purwati; Lindesi Yanti; Maya Sari; Yani Nurhayani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v5i1.7464

Abstract

Diarrhea remains a major cause of morbidity and mortality in children. It is crucial for mothers to have the right knowledge and attitudes in prevention efforts. One step that can be taken is to provide easy and relevant health education regarding early diarrhea prevention. The study aims to determine the effect of health education on the level of knowledge and attitudes of mothers about diarrhea in toddlers. The study used a quasi-experimental approach with a one-group pretest-posttest, with purposive sampling and a sample size of 34 people. The analysis test of this study was the dependent T-test for the level of maternal knowledge, and the Wilcoxon Signed-Rank Test for attitudes. Based on the analysis results, there was a difference in the average knowledge score between before and after the educational intervention. The average pre-test knowledge score was 4.76 (SD = 1.50) and increased to 8.41 (SD = 2.36) post-test. For the attitude variable, the average pre-test score was 7.71 (SD = 2.05) and the post-test score increased to 16.00 (SD = 0.82). The education was proven to be effective in improving mothers' knowledge and attitudes. Health workers continuously provide education to improve knowledge and attitudes.
Identification of Risk Factors Causing Stunting in Children Under Five Years of Age Yanti, Lindesi; Sari, Fermata; Hidayat, Aris Teguh; Arafah, Masniati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 2 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i2.5416

Abstract

Stunting is a global health problem in children that has an impact on increasing morbidity and mortality, developmental disorders (cognitive, motor, language), and increasing the economic burden for the costs of child care and treatment.The aim is to identify risk factors for stunting in children under five years of age. The research method uses a descriptive observational design and a cross-sectional approach, with a sample size of 94 respondents use cluster sampling. Measuring instruments used Questionnaire which contains a history of exclusive breastfeeding, history of infectious diseases, immunization status and 10 knowledge questions about stunting that have been tested for validity. Correlation data analysis using chi-square, and multiple logistic regression prediction modeling. The results of the study showed a significant relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in toddlers. Toddlers who do not receive exclusive breastfeeding have a 33.139 times greater chance of experiencing stunting compared to toddlers who receive exclusive breastfeeding with a wald value of 14.159. The conclusion is that the factor of exclusive breastfeeding is the factor that plays the most role in influencing the incidence of stunting in toddlers.An important role is needed for cadres, health promoters, and health services to support the government's program on providing exclusive breastfeeding, providing education and providing correct and accurate information regarding stunting and how to prevent it.
Relationship between Leadership Style and Characteristics of Room Head and Nurses' Performance Hidayat, Aris Teguh; Arafah, Masniati; Yanti, Lindesi; Sari, Fermata
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 1 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i1.5520

Abstract

Nursing services have a close relationship with nurse performance, which is influenced by various factors, including leadership style and characteristics of the head of the room. A good leadership style can create positive work effectiveness, while ineffective leadership often triggers complaints about health services. This study aims to determine the relationship between leadership style and characteristics of the head of the room with nurse performance at the dr. AK Gani Military Hospital, Palembang. This study used a correlational design with the Cross-Sectional method. The study sample consisted of 131 nurses taken using a purposive sampling technique. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between leadership style and nurse performance (p = 0.003) and between the characteristics of the head of the room and nurse performance (p = 0.004). In conclusion, leadership style and characteristics of the head of the room have an important role in influencing nurse performance. This study is expected to provide benefits for the development of nursing management, especially in improving the quality of leadership of the head of the room to support optimal nurse performance.
Analysis of Factors Related to Increased Interdyalitic Weight Gain (IDWG) in Patients with Chronic Kidney Diseases (CKD) in Hemodialysis Unit Sari, Fermata; Yanti, Lindesi; Hidayat, Aris Teguh; Arafah, Masniati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 2 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i2.5523

Abstract

Weight gain between dialysis times (Intradialytic Weight Gain (IDWG)). IDWG values > 6% of dry body weight can cause various complications. Increased IDWG is influenced by various factors both internal and external. It is important to know the factors that influence IDWG in increasing patient compliance with fluid intake. Objective to determine the factors that influence the increase in IDWG of Chronic Kidney Disease Patients in the Hemodialysis Unit Method: The design of this study is descriptive correlation analysis with a Cross Sectional design. The sample of this study was CKD patients with hemodialysis at Dr. AK Gani Hospital, Palembang, the sample was determined through a total sampling technique, totaling 41 respondents. The research instruments consist of demographic data instruments, namely age, gender, education and marital status, fluid intake questionnaires, stress, thirst using standard questionnaires, family support questionnaires have been tested for validity with r results> r table (0.361), and reliable with r Alpha value of 0.749, self-efficacy questionnaires have been tested for validity with r results> r table (0.361), and declared reliable with r Alpha 0.822, and Body Weight is measured using ISO weight scalesAnalysis to determine the relationship between IDWG and fluid intake, thirst, self-efficacy, stress, family support with the Spearman Sign Rank Rho correlation test. There is a significant relationship between IDWG values and fluid intake (p = 0.001 r = 0.603), there is a relationship between IDWG values and thirst (p = 0.001 r = 0.484). There is no relationship between IDWG values and self-efficacy (p = 0.186 r = 0.244). The relationship between IDWG values and stress showed no relationship (p = 0.206 r = 0.202). The relationship between IDWG values and family support had no relationship with IDWG values (p = 0.976 r = 0.005). The increase in IDWG values is influenced by fluid intake and thirst in hemodialysis patients, the higher the fluid intake and thirst, the greater the increase in IDWG values.
Upaya meningkatkan tingkat pengetahuan ibu tentang diare melalui edukasi interaktif langsung Supriatin, Titin; Purwati, Nyimas Heny; Yanti, Lindesi; Sari, Maya
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/wr56jj66

Abstract

Latar Belakang: Diare adalah suatu  kondisi yang ditandai dengan buang air besar yang lebih sering dari biasanya, lebih dari tiga kali sehari, disertai perubahan bentuk tinja menjadi lebih cair. Diare masih menjadi salah satu penyebab utama anak-anak di Indonesia jatuh sakit bahkan kehilangan nyawa. Data menunjukkan bahwa sekitar 12 hingga 13 persen balita mengalami diare, menjadikannya masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Menurut data Kementerian Kesehatan tahun 2019. Tercatat sebanyak 9% anak berusia di bawah 1 tahun, 11,5% anak usia 1–4 tahun, dan 6,2% anak usia di atas 4 tahun mengalami diare. Angka ini menunjukkan pentingnya upaya pencegahan, salah satunya dengan memberikan edukasi kepada para ibu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu tentang diare melalui edukasi interaktif secara langsung di Posyandu.Metode: Edukatif partisipatif melalui ceramah tanya jawab, pemberian edukasi secara langsung dengan menggunakan media leaflet.Hasil: Ada peningkatan yang cukup berarti pada tingkat pengetahuan ibu tentang diare. Rata-rata skor tingkat pengetahuan ibu meningkat dari 5,06 menjadi 8,94. (Nilai p < 0,05).Kesimpulan: Hasil ini menunjukkan bahwa  edukasi yang diberikan memberi dampak positif ada peningkatan pengetahuan ibu tentang pencegahan diare. Sarah yang diberikan edukasi secara rutin pada ibu-ibu di Posyandu.
Gerakan ibu peduli pneumonia: edukasi kesehatan untuk mencegah pneumonia pada balita Yanti, Lindesi; Purwati, Nyimas Heny; Supriatin, Titin; Mayasari, Mayasari
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nmw0eh78

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian anak di Indonesia. Salah satu faktor resiko adalah rendahnya pengetahuan ibu tentang pencegahan dan penanganan pneumonia. Edukasi berperan penting untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu tentang cara mencegah pneumonia sejak dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita dalam pencegahan pneumonia.Metode: Edukasi diberikan kepada 38 ibu yang memiliki balita di RW 11 Cempaka Putih.  Pre-test dan post-test menggunakan kuesioner pilihan berganda sebanyak 12 pertanyaan.  Data dianalisis menggunakan uji statistik paired sample t-test untuk mengetahui perbedaan rata-rata pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi.Hasil: Rata-rata skor pengetahuan ibu meningkat dari 5,92 pada pre-test menjadi 11,00 pada post-test. Hasil uji statistik menunjukkan  (p-value <0,05) artinya  terdapat peningkatan pengetahuan ibu setelah diberikan edukasi kesehatan tentang pencegahan pneumonia.Kesimpulan: Edukasi terbukti efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pencegahan pneumonia pada balita.