Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : PRISMA

Pengaruh Pembelajaran Group Investigation dan Motivasi Belajar terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Setiawan, Erwan; Jusniani, Nia; Komala, Elsa; Monariska, Erma
PRISMA Vol 11, No 1 (2022): PRISMA Volume 11, No 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v11i1.2087

Abstract

Pengetahuan awal merupakan faktor yang dapat membantu mahasiswa dalam memahami suatu konsep materi. Dapat diasumsikan, mahasiswa yang memiliki pengetahuan awal akan memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik pada konsep walaupun tanpa perlakuan khusus seperti penggunaan model pembelajaran tertentu ataupun pemberian motivasi belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara model pembelajaran Group Investigation terhadap kemampuan pemecahan masalah, pengaruh antara motivasi belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah, dan pengaruh pembelajaran Group Investigation dan motivasi belajar secara simultan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes uraian dan angket. Materi pembelajaran yang diujikan adalah aritmatika sosial dan perbandingan yang termasuk ke dalam mata kuliah Kapita Selekta Matematika SMP. Subjek penelitian yaitu mahasiswa pendidikan matematika tingkat 1 tahun ajaran 2019/2020 Universitas Suryakancana. Hasil penelitian menyatakan bahwa model-model regresi yang terbentuk merupakan model regresi yang baik karena memenuhi semua asumsi yang diperlukan. Dari model-model regresi yang terbentuk didapat kesimpulan bahwa tidak terdapat pengaruh secara signifikan dari pembelajaran Group Investigation terhadap kemampuan pemecahan masalah, tidak terdapat pengaruh secara signifikan dari motivasi belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis, dan tidak terdapat pengaruh signifikan dari pembelajaran Group Investigation dan  motivasi belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis.
KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIK DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGUNAKAN MODEL PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN GEOGEBRA DI SMP Septian, Ari; Komala, Elsa
PRISMA Vol 8, No 1 (2019): Jurnal PRISMA Volume 8, No 1 tahun 2019
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v8i1.438

Abstract

AbstrakPenelitian ini tentang penggunaan model Problem-Based Learning (PBL) berbantuan Geogebra dalam pembelajaran matematika yang dimaksudkan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematik dan motivasi belajar siswa. Subjek pada penelitian ini adalah sisw kelas IX-B SMP Negeri 1 Cianjur. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan koneksi matematik, angket, dan jurnal. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan dan satu tes siklus, setiap siklus terdiri dari 4 kegiatan utama, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Dari hasil penelitian diperoleh adanya peningkatan rata-rata kemampuan koneksi matematis siswadari pembelajaran sebelumnya. Ketuntasan belajar secara klasikal telah mencapai ketuntasan belajar yang ideal, yaitu 86,8% dari jumlah siswayang telah mencapai ketuntasan belajar. Sementara motivasi belajar siswapada umumnya positif model Problem-Based Learning (PBL) berbantuan Geogebra dalam pembelajaran matematika. Pembelajaran dengan pendekatan ini membuat siswa lebih mudah memahami materi yang diberikan dan siswa lebih termotivasi untuk belajar matematika. Kata Kunci :    Model Problem-Based Learning (PBL), Sofware Geogebra, Kemampuan Koneksi Matematik, Motivasi Belajar.
Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita pada Materi Trigonometri Ditinjau dari Langkah Polya Nurizlan, Ami; Komala, Elsa; Monariska, Erma
PRISMA Vol 11, No 2 (2022): PRISMA Volume 11, No 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v11i2.2530

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita ditinjau dari langkah penyelesaian polya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMK Kesehatan Bhakti Medika Cianjur (BMC) sebanyak 20 orang yang diberikan soal tes dan 6 orang diambil dengan  purposive untuk diwawancara. Instrumen yang digunakan adalah soal tes uraian dan wawancara. Teknik analisis data dalam bentuk kata-kata dan menggunakan persentase untuk jawaban siswa yang kemudian di deskripsikan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa: 1) 25% siswa mengalami kesulitan pada tahap memahami masalah yaitu berupa kesulitan dalam mengubah bentuk cerita ke bentuk matematika, membuat model matematika dan kurang paham maksud dari soal tersebut; 2) 16% siswa mengalami kesulitan pada tahap membuat rencana penyelesaian masalah dikarenakan lupa rumus yang digunakan, kurangnya pemahaman konsep siswa, dan kesulitan dalam mengubah langkah penyelesaian ke bentuk matematikanya; 3) 24% siswa mengalami kesulitan pada tahap melaksanakan rencana penyelesaian masalah dikarenakan  siswa tidak mengetahui langkah solusi yang tepat untuk menyelesaikan soal tersebut; 4) 19% siswa mengalami kesulitan pada tahap menyimpulkan jawaban dan mengaitkan sesuatu yang diperoleh dengan yang ada dalam soal siswa disebabkan siswa kurang teliti dalam membuat kesimpulan dan enggan memeriksanya kembali.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Formulate Share Listen Create (FSLC) terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis dan Motivasi Belajar Siswa Bulan, Suci Mulyani Cahya; Komala, Elsa; Monariska, Erma; Septian, Ari
PRISMA Vol 12, No 1 (2023): PRISMA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v12i1.3105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis dan motivasi belajar siswa dengan model pembelajaran kooperatif Formulate Share Listen Create (FSLC), serta pengaruh model pembelajaran kooperatif FSLC terhadap kemampuan komunikasi matematis dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah one-shot case study, desain penelitian ini tidak memiliki kelompok kontrol dan tidak diberi pretes. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di salah satu MTs swasta di Cianjur semester genap tahun ajaran 2021/2022. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive yaitu satu kelas VIIIH yang terdiri dari 25 orang. Instrumen yang digunakan yaitu tes kemamuan komunikasi matematis dan angket untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran kooperatif FSLC dan angket motivasi belajar siswa. Analisis data menggunakan statstik deskriptif yang dibuat ke dalam kategorisasi. Sedangkan untuk melihat pengaruh model pembelajaran kooperatif FSLC terhadap kemampuan komunikasi matematis dan motivasi belajar siswa menggunakan uji regresi linear dan koefisien determinasi. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa kemampuan komunikasi matematis dan motivasi belajar siswa dengan model pembelajaran kooperatif FSLC didominasi oleh kategori tinggi, ada pengaruh model pembelajaran kooperatif FSLC terhadap kemampuan komunikasi matematis dengan kategori sedang dan ada pengaruh terhadap motivasi belajar dengan kategori kuat.
PEMBELAJARAN DENGAN MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA Septian, Ari; Komala, Elsa; Komara, Kurniawan Aji
PRISMA Vol 8, No 2 (2019): Jurnal PRISMA Volume 8, No 2 tahun 2019
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v8i2.376

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menelaah pengaruh pembelajaran dengan model Creative Problem Solving (CPS) terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Metode Penelitian adalah kuasi eksperimen dengan Nonequivalent control group design. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran dengan model Creative Problem Solving (CPS) dan kelompok kontrol memperoleh pembelajaran biasa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Al-Mizab. Adapun yang dijadikan sampel dalam penelitian ini dipilih sebanyak 2 kelas dari 4  kelas yang ada dipilih dengan teknik sampling purposive. Instrumen yang digunakan berupa soal tes kemampuan berpikir kreatif matematis dan angket sikap siswa. Pengolahan data capaian kemampuan berpikir kreatif matematis siswa menggunakan analisis deskriptif persentase skor postes, peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa menggunakan uji-t dan angket sikap siswa dengan melihat persentase jawaban pernyataan angket siswa. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian menunjukan bahwa capaian kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yag menggunakan model Creative Problem Solving (CPS) adalah tinggi sedangkan pembelajaran dengan mengguanakan model pembebelajaran biasa adalah sangat rendah. Peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model Creative Problem Solving (CPS) lebih baik daripada peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang memperoleh pembelajaran biasa, dengan kategori tinggi. Sikap siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model Creative Problem Solving (CPS) sebagian besar positif. Kata kunci: Model Cretive Problem Solving (CPS), Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis.
Kemampuan Representasi Simbolik Matematik Siswa SMP Menggunakan Blended Learning Komala, Elsa; Sarmini, Sarmini
PRISMA Vol 9, No 2 (2020): PRISMA Volume 9, No 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v9i2.1078

Abstract

Tujuan artikel ini membahas tentang kemampuan representasi simbolik matematik siswa dalam menyelesaikan soal, dan melihat respon siswa pada pembelajaran matematika menggunakan blended learning. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif, dengan memberikan enam soal kemampuan representasi simbolik matematik terhadap 30 siswa kelas IX-6 di SMP Negeri 3 Cianjur tahun ajaran 2019/ 2020. Data dalam penelitian ini berupa soal tes kemampuan representasi simbolik matematik dan angket. Hasil angket dihitung berdasarkan persentase respon terbesar yang kemudian dideskripskan dengan kata-kata. Hasil yang diperoleh bahwa kemampuan representasi simbolik matematik dengan menggunakan blended learning rata-ratanya 75, artinya lebih dari 80% siswa yang menggunakan blended learning hasil pembelajarannya tuntas. Respon siswa pada pembelajaran matematika menggunakan blended learning sebagian besar memberikan respon positif.
Misconception Reduction: 4-Tier Diagnostic Test Based on Education for Sustainable Development & Arduino tools Muhaimin, M Himni; Yaniawati, R Poppy; Sari, Nenden Mutiara; Komala, Elsa; Kastrena, Ervan
PRISMA Vol 13, No 2 (2024): PRISMA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v13i2.4542

Abstract

Misconceptions in mathematics education, particularly in numeracy, are a significant issue that needs to be addressed urgently to improve the quality of education in Indonesia. This research aims to reduce students' misconceptions by developing and implementing a 4-Tier diagnostic test based on Education for Sustainable Development (ESD) supported by Arduino tools in a Problem Based Learning (PBL) model. The method used is mixed methods with a population of 10th-grade high school students and a purposive sampling technique. The research instruments include a 4-Tier diagnostic test and observation sheets. Data were analyzed qualitatively and quantitatively using the concurrent embedded strategy model and the Ploomp research design. The results of the study show that the 4-Tier diagnostic test is effective in mapping students' conceptual understanding and significantly reducing numeracy misconceptions. The implementation of the ESD-based PBL model also proved to enhance students' numeracy skills. This research indicates that integrating diagnostic tests into the curriculum is crucial for improving the quality of learning and students' understanding. The use of Arduino in trigonometry learning increases students' motivation and engagement. Thus, this learning model can be a solution to enhance students' competencies in facing the challenges of globalization and technology in line with UNESCO's Agenda 2030
Analysis of Students' Mathematical Representation Ability in Solving Ethnomathematics-Based Story Problems Reviewed from Self-Efficacy Nisa, Dinda Zahrotun; Komala, Elsa; Monariska, Erma
PRISMA Vol 14, No 1 (2025): PRISMA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v14i1.5101

Abstract

This study aims to determine students' mathematical representation ability in solving ethnomathematics-based story problems, to determine students' self-efficacy in mathematics learning and to determine students' mathematical representation ability in solving ethnomathematics-based story problems in terms of self-efficacy. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. The subjects of the study were students at one of the State Junior High Schools in Cianjur, class VIII A with a total of 29 students selected by purposive sampling. The instruments were in the form of mathematical representation ability test questions, self-efficacy questionnaires, and interviews based on mathematical representation indicators. The data analysis technique used on the test results and questionnaires was carried out by adding up the scores then categorizing and describing them in words, while the interview results would be described as supporting the results of the students' answers. The results of the data analysis showed that more students had mathematical representation abilities, namely 25 students. In student self-efficacy, it was known that more students were in the moderate category, namely 22 students. In terms of students' mathematical representation ability, viewed from self-efficacy, there are more in the medium category because the self-efficacy of students in the medium category is the largest, as well as their mathematical representation ability, which is also the largest in the medium category, while in the high category of students' self-efficacy, there are still students who have medium mathematical representation ability and in the low category of students' self-efficacy, students have medium mathematical representation ability.
Students' Mathematical Investigation: A Review Based on Disposition and Self-Esteem Salsiah, Usi; Komala, Elsa; Sugiarni, Rani
PRISMA Vol 14, No 2 (2025): PRISMA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v14i2.5622

Abstract

Students’ mathematical investigation ability is influenced not only by cognitive knowledge but also by affective factors such as mathematical disposition and self-esteem. This study aims to examine the relationship between mathematical disposition and students’ mathematical investigation ability, investigate the predictive influence of self-esteem on investigation ability, and analyze the combined contribution of both variables. This quantitative study involved 49 eleventh-grade students from a private high school in Cianjur Regency in the 2024/2025 academic year, with class XI-1 selected through purposive sampling. Research instruments included mathematical disposition and self-esteem questionnaires, as well as a mathematical investigation test on circle material. Interviews with several students were conducted to support the test findings. Data were analyzed using simple and multiple linear regression after verifying classical assumptions. The results showed that mathematical disposition had a significant relationship with mathematical investigation ability (40.2%), while self-esteem demonstrated a non-significant predictive influence (18.7%). Together, mathematical disposition and self-esteem contributed 31.6% to students’ mathematical investigation ability. These findings highlight the importance of fostering mathematical disposition as a potential predictor of students’ investigation ability.
Development of Geometry Transformation E-Module Using Contextual Teaching and Learning on Ruang GTK with GeoGebra Aziz, Aliyah; Komala, Elsa; Inayah, Sarah
PRISMA Vol 14, No 2 (2025): PRISMA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v14i2.5687

Abstract

Mathematics is a basic science that is essential for mastering other sciences and continues to develop to meet the demands of the 21st century. Meaningful mathematics learning requires a contextual and technology-based approach. Kurikulum Merdeka is a government effort to address this challenge. However, obstacles remain in its implementation, such as teachers' lack of understanding of the learning modules and students' understanding of the material. Therefore, this study aims to develop a Geometry Transformation e-module using the Contextual Teaching and Learning (CTL) model in the Ruang GTK with the assistance of GeoGebra, which has been tested for its feasibility and practicality. This study uses a Research and Development (R&D) approach with the ADDIE model, through five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research subjects consisted of three experts in material, media, language, and mathematics learning for the feasibility test and three mathematics teachers for the practicality test. The instruments used included an observation sheet, a validation sheet, and a practicality sheet. The developed e-module consists of four sub-chapters: Translation, Reflection, Rotation, and Dilation. This e-module also includes flowcharts, prerequisite materials, learning activities, teaching materials, learning media, GeoGebra, Student Worksheets (LKPD), and assessments. The study results showed that this e-module was highly feasible with a score of 85.14% and very practical with a score of 89.33%. This module is easily accessible and supports contextual and technology-based learning