Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Rancangan Intervensi Terapi psikologi Keluarga Bagi Pasien F20.0 Skizofrenia Paranoid Silvia, Annisa Sya’baniatus; Sholihah, Kholifah Umi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 20 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14257832

Abstract

Kriteria diagnosis PPDGJ III menetapkan skizofrenia paranoid dengan memenuhi kriteria skizofrenia serta gejala halusinasi dan atau waham yang menonjol. Gangguan ini memiliki efek yang dapat mengganggu fungsi kerja dan sosial. Pada kasus ini, pasien perempuan, 40 tahun, diantar keluarganya dengan keluhan marah. Awal keluhan dimulai tahun 2011 lalu setelah subjek melahirkan anak pertamanya. Subjek sempat terkena baby blues sehingga sampai sekarang subjek menjadi pribadi yang pemarah dan tak jarang memukul anggota keluarga lain. Dalam penelitian ini penulis menggunakan asesmen berupa observasi, wawancara dan tes kepribadian berupa tes grafis. Hasil yang didapat diketahui bahwa pasien didiagnosis skizofrenia paranoid dan akan diberikan intervensi berupa terapi keluarga.
Implementasi Teknologi Tepat Guna Daur Ulang Sampah Plastik sebagai Paving Block Ramah Lingkungan Halisa, Dwi Nor; Hidayah, Laili; Sutanto, Rendy Damar; Daenuri, Muhammad Anzwar; Sholihah, Kholifah Umi
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v7i2.15972

Abstract

This community service program aims to raise environmental awareness and empower the community of Karangampel Village in managing plastic waste through education, training, and mentoring in producing paving blocks made from recycled plastic waste. The activities were carried out through socialization, technical training, and direct mentoring for community members and the Karang Taruna youth organization. The results showed an increased public understanding of plastic waste management, the formation of new habits in waste segregation, and the emergence of local initiatives in developing recycled products. In addition, the active involvement of Karang Taruna served as an important indicator of social transformation through local leadership roles. This program is expected to become a model for sustainable community empowerment in the fields of environmental management and the creative economy. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan memberdayakan masyarakat Desa Karangampel dalam mengelola sampah plastik melalui edukasi, pelatihan, dan pendampingan pembuatan paving block berbahan daur ulang sampah plastik. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode sosialisasi, pelatihan teknis, serta pendampingan langsung kepada masyarakat dan Karang Taruna. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan sampah plastik, terbentuknya kebiasaan baru dalam pemilahan sampah, serta munculnya inisiatif lokal dalam mengembangkan produk daur ulang. Selain itu, keterlibatan aktif Karang Taruna menjadi indikator penting munculnya transformasi sosial melalui peran kepemimpinan lokal. Program ini diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan di bidang lingkungan dan ekonomi kreatif.
Optimism and Time Management in Undergraduate Students Faqihuddin, Ahmad; Chusna, Fat Chiya Nidaul; Sholihah, Kholifah Umi
ILMU PSIKOLOGI Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jip.v11i1.4933

Abstract

Mahasiswa yang memiliki banyak peran akademik maupun non akademik seringkali mengalami permasalahan manajemen waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh optimisme terhadap manajemen waktu mahasiswa S1 Universitas Muria Kudus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sebanyak 115 mahasiswa S1. Pengumpulan data menggunakan skala likert optimisme dan manajemen waktu. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier dengan program SPSS 25.0. Hasil analisis data menunjukkan nilai signifikansi (0,000<0,05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,401. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh optimisme terhadap manajemen waktu mahasiswa S1. Terdapat pengaruh positif yang artinya semakin tinggi optimisme maka semakin tinggi pula pengaruhnya terhadap manajemen waktu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa optimisme mempunyai pengaruh terhadap manajemen waktu dengan besar pengaruh sebesar 40,1%. Sisanya sebesar 59,9% dipengaruhi oleh variabel lain.
Implementasi Sharing Space sebagai Safe Place untuk Meningkatkan Keterbukaan Psikologis Anak Migran dalam Pendidikan Informal Fadiyah, Salamatun Nisrinal; Rofi’ati, Dhevi Sa’idatur; Sholihah, Kholifah Umi; Harisuci, Tinon Citraning
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4608

Abstract

Anak migran Indonesia non-dokumen merupakan kelompok yang berada dalam kondisi kerentanan sosial dan psikologis akibat keterbatasan akses terhadap pendidikan formal, layanan kesehatan, serta dukungan emosional dari keluarga. Orang tua yang bekerja dengan jam kerja panjang menyebabkan anak menghabiskan sebagian besar waktunya di lingkungan pendidikan nonformal, seperti sanggar bimbingan belajar, yang berperan tidak hanya sebagai ruang akademik, tetapi juga ruang sosial dan emosional bagi anak. Namun, fokus kegiatan sanggar yang dominan pada aspek akademik sering kali belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan emosional anak. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menghadirkan program sharing space sebagai ruang aman psikologis untuk mendukung keterbukaan emosional dan regulasi emosi anak migran non-dokumen. Kegiatan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain partisipatoris dan dilaksanakan selama tiga minggu di salah satu sanggar bimbingan belajar di bawah naungan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Subjek kegiatan adalah anak-anak migran Indonesia non-dokumen usia sekolah dasar. Program sharing space dilakukan secara konsisten setelah kegiatan pembelajaran dengan memberikan ruang bagi anak untuk berbagi pengalaman, mengekspresikan perasaan, serta membangun relasi yang aman dengan fasilitator. Evaluasi program dilakukan melalui observasi kualitatif terhadap perilaku anak selama kegiatan berlangsung. Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa sharing space berperan dalam meningkatkan keterbukaan psikologis anak, yang ditandai dengan meningkatnya keberanian anak dalam bercerita, keterlibatan selama kegiatan, serta berkurangnya konflik antaranak. Relasi yang empatik dan non-menghakimi antara fasilitator dan anak menjadi faktor penting dalam menciptakan rasa aman emosional. Dengan demikian, sharing space dapat dipahami sebagai intervensi psikososial ringan yang aplikatif dan relevan dalam konteks pendidikan nonformal bagi anak migran non-dokumen.
A Phenomenological Study of Parental Emotional Acceptance of Children with Hearing Disabilities in Indonesia Wilian, Yurisa Ilham; Paningit, Mahalia Putri; Fatira, Anggun Zahra; Mahadur, Grace Natasia; Sholihah, Kholifah Umi
Pedagogi : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/pedagogi.v5i2.3942

Abstract

This study aims to examine how parents of children with hearing disabilities in Indonesia experience and construct emotional acceptance, with particular attention to the subjective meanings and emotional dynamics following their child’s diagnosis, as interpreted through an Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) framework. This research employed a qualitative design using Interpretative Phenomenological Analysis. Data were collected through in-depth, semi-structured interviews and non-participant observations involving three parents of children with hearing disabilities enrolled at a public special education school (SLBN) in Central Java, Indonesia. The study focused on capturing parents’ lived experiences and meaning-making processes. Data analysis followed systematic IPA procedures, including idiographic analysis and cross-case interpretation, supported by triangulation and member checking to enhance credibility. The findings reveal that parents experience emotional acceptance through dynamic and fluctuating processes that resemble the stages of denial, anger, bargaining, depression, and acceptance as proposed by Kübler-Ross. However, these stages do not emerge in a linear sequence. Instead, parents’ emotional experiences shift depending on psychological conditions, interpersonal relationships, spiritual beliefs, and access to emotional support. Denial functions as an initial protective mechanism, anger reflects feelings of helplessness and loss of control, bargaining represents attempts to preserve hope, and depression manifests as emotional exhaustion and social withdrawal. Acceptance develops as parents reconstruct meanings of disability and parenthood, demonstrated through adaptive actions such as learning sign language and redefining expectations for their child’s development. This study contributes theoretically by demonstrating that emotional acceptance among parents of children with hearing disabilities is an ongoing, interpretative, and non-linear meaning-making process rather than a fixed emotional trajectory.
Eksplorasi Persepsi Orang Tua Generasi Z dalam Pola Pengasuhan Digital Mahalia Putri Paningit; Rafit Amanda Santiko; Anggria vesty Wulandari; Yurisa Ilham Wilian; Kholifah Umi Sholihah
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2831

Abstract

Generasi Z adalah generasi yang tumbuh beriringan dengan perkembangan teknologi yang pesat. Hal tersebut memengaruhi proses pengasuhan anak-anak dengan mengintegrasikan teknologi yang membuat mereka memiliki pola pengasuhan digital yang berfokus pada pemanfaatan gawai sebagai alat bantu dalam proses pengasuhan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengeksplorasi persepsi orang tua Generasi Z dalam pengasuhan digital dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Responden meliputi 5 partisipan dari purposive sampling yang telah menyetujui penggunaan informasi yang mereka berikan dalam proses wawancara terstruktur untuk dipublikasikan menjadi sebuah artikel jurnal. Proses analisis data dilakukan melalui pendekatan tematik. Dari analisis yang telah dilakukan, peneliti menemukan bahwa orang tua Generasi Z memiliki persepsi bahwa gawai memiliki banyak manfaat positif dalam proses pengasuhan. Akan tetapi, terdapat pula kekhawatiran dan tantangan terkait paparan konten yang tidak sesuai umur, ketergantungan anak terhadap gawai, dan waktu ekstensif yang diperlukan selama proses pendampingan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterlibatan aktif orang tua menjadi aspek penting dalam memitigasi dampak negatif dan memaksimalkan potensi positif penggunaan gawai dalam pola pengasuhan digital
Positive Mental Health among University Students: The Role of Social Support and Self-Efficacy Kholifah Umi Sholihah; Maulida Aulia Putri; Novia Ardha Maftuha; Zahrotul Izzah; Prapti Madyo Ratri
Golden Ratio of Social Science and Education Vol. 6 No. 2 (2026): June - November
Publisher : Manunggal Halim Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52970/grsse.v6i2.2330

Abstract

Student mental health has become an increasingly important issue because of the growing academic, social, and emotional demands experienced during university life. Positive mental health refers not only to the absence of psychological disorders but also to an individual's ability to function optimally in personal, academic, and social domains. Previous studies have identified social support and self-efficacy as important factors associated with mental well-being; however, research examining their simultaneous contributions to positive mental health among university students remains limited. This study aimed to examine the relationship between social support and self-efficacy and positive mental health among university students. A quantitative correlational design was employed, involving 103 university students selected through convenience sampling. Data were collected using the Positive Mental Health Scale, General Self-Efficacy Scale, and Social Support Scale, all of which demonstrated satisfactory reliability coefficients. Data were analyzed using multiple linear regression with the assistance of IBM SPSS Statistics (version 27). The results revealed that social support and self-efficacy simultaneously had a positive and significant relationship with positive mental health (R = 0.701, p < 0.001), contributing to 49.2% of the variance in positive mental health. Partial analyses further indicated that both social support and self-efficacy significantly predicted positive mental health outcomes. These findings suggest that strengthening social support systems and enhancing students’ self-efficacy may contribute to better mental health outcomes. Universities are encouraged to develop mental health promotion programs through counseling services, peer support initiatives, mentoring programs, and self-development training to enhance student well-being.
Pengaruh Tayangan Kartun Chibi Maruko Chan Terhadap Mood Positif Mahasiswa Psikologi Universitas Muria Kudus Leoni Maharani Dewi; Aprenda Mauludya; S. Wahidatut Tasmyyah; Kholifah Umi Sholihah
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 11 (2026): NJMS - Juni 2026
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa sering mengalami penurunan mood akibat tuntutan akademik yang padat. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan suasana hati adalah tayangan kartun komedi yang mampu menghadirkan emosi positif. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh tayangan kartun Chibi Maruko-chan terhadap mood positif mahasiswa Psikologi Universitas Muria Kudus. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest yang melibatkan 16 mahasiswa semester 4. Data dikumpulkan menggunakan skala Positive and Negative Affect Schedule (PANAS) dan dianalisis dengan Paired Samples t-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan afek positif setelah intervensi, ditandai dengan kenaikan skor rata-rata dari 35,31 menjadi 38,44 (p = 0,020). Selain itu, afek negatif mengalami penurunan dari 31,56 menjadi 22,56 (p = 0,003). Temuan ini menunjukkan bahwa tayangan kartun Chibi Maruko-chan yang dikombinasikan dengan refleksi kelompok melalui Pelatihan TAKACHAN efektif meningkatkan mood positif sekaligus menurunkan emosi negatif mahasiswa. Dengan demikian, intervensi ini berpotensi menjadi alternatif sederhana untuk mendukung kesejahteraan emosional mahasiswa.
Single Parenting and Childhood Visual Impairment: Coping, Caregiving Burden, and Implications for Family Support Systems An Interpretative Phenomenological Analysis Anggria Vesty Wulandari; Alfito Rizki Saputra; Krisna Maulana; Kholifah Umi Sholihah
Mindset : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/mindset.v5i2.3964

Abstract

Single parents raising children with visual impairments face persistent caregiving demands involving emotional strain, economic vulnerability, and limited institutional support. Although parenting stress in disability contexts has been widely documented, limited attention has been given to how coping strategies are shaped by systemic caregiving conditions, particularly in single-parent households. This study employed an Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) approach to explore the lived experiences and coping strategies of single parents raising children with visual impairments in a resource-constrained context. Three single parents aged over 40 years were recruited through purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews and non-participant observations and analyzed thematically following IPA procedures. The findings indicate that caregiving stress is strongly influenced by structural factors, including financial pressure, limited access to specialized educational services, and the absence of a caregiving partner. Participants adopted problem-focused coping strategies such as restructuring the home environment, systematic daily caregiving planning, and consulting special education teachers when support was partially available. Emotion-focused coping strategies, including acceptance and positive reframing, were used to manage long-term stressors beyond individual control. Overall, coping among single parents emerged as contingent upon the interaction between individual capacities and systemic support availability. These findings highlight the need for integrating caregiver-focused support within special education services and strengthening community-based support networks to improve family well-being and educational outcomes for children with visual impairments.
Implementasi Teknologi Tepat Guna Daur Ulang Sampah Plastik sebagai Paving Block Ramah Lingkungan Dwi Nor Halisa; Laili Hidayah; Rendy Damar Sutanto; Muhammad Anzwar Daenuri; Kholifah Umi Sholihah
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v7i2.15972

Abstract

This community service program aims to raise environmental awareness and empower the community of Karangampel Village in managing plastic waste through education, training, and mentoring in producing paving blocks made from recycled plastic waste. The activities were carried out through socialization, technical training, and direct mentoring for community members and the Karang Taruna youth organization. The results showed an increased public understanding of plastic waste management, the formation of new habits in waste segregation, and the emergence of local initiatives in developing recycled products. In addition, the active involvement of Karang Taruna served as an important indicator of social transformation through local leadership roles. This program is expected to become a model for sustainable community empowerment in the fields of environmental management and the creative economy. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan memberdayakan masyarakat Desa Karangampel dalam mengelola sampah plastik melalui edukasi, pelatihan, dan pendampingan pembuatan paving block berbahan daur ulang sampah plastik. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode sosialisasi, pelatihan teknis, serta pendampingan langsung kepada masyarakat dan Karang Taruna. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan sampah plastik, terbentuknya kebiasaan baru dalam pemilahan sampah, serta munculnya inisiatif lokal dalam mengembangkan produk daur ulang. Selain itu, keterlibatan aktif Karang Taruna menjadi indikator penting munculnya transformasi sosial melalui peran kepemimpinan lokal. Program ini diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan di bidang lingkungan dan ekonomi kreatif.