Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Faktor Pendukung Keberhasilan Pelaksanaan Program KOTAKU di Kabupaten Klaten (Studi Kasus: Kelurahan Bareng dan Desa Merbung) Wahyuni, Tri; Kusumastuti, Kusumastuti; Widodo, Candraningratri Ekaputri
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v5i2.72867.125-139

Abstract

Permukiman kumuh merupakan salah satu prioritas nasional menurut UU Nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2005-2025. Permukiman kumuh ditentukan dari kondisi bangunan gedung, jalan lingkungan, penyediaan air minum, drainase lingkungan, pengelolaan air limbah, pengelolaan persampahan, dan proteksi kebakaran. Pemerintah Indonesia menangani permukiman kumuh melalui program Kota Tanpa Kumuhatau KOTAKU. Keberhasilan dari program KOTAKU dilihat dari ketercapaian tujuan program yang terangkum dalam nilai pada Key Performance Indicators (KPI). Jawa Tengah merupakan provinsi dengan luasan kumuh terluas di Indonesia, dimana Kabupaten Klaten merupakan salah satu kabupaten di dalamnya yang paling berhasil mengurangi luas permukiman kumuh sebesar 88,7% hingga tahun 2021. Dua kelurahan/desa yang memiliki indeks tercepat dalam penanganan permukiman kumuh di Kabupaten ini ialah Kelurahan Bareng dan Desa Merbung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dalam pelaksanaan program KOTAKU di Kabupaten Klaten di kedua desa tersebut yang dilaksanakan dengan pola pemugaran. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dan tekniik analisis skoring. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa faktor-faktor pendukung keberhasilan program di Kelurahan Bareng adalah struktur kelembagaan, status legalitas lahan, ketersediaan lahan, karakteristik kebijakan, anggaran, tahapan pelaksanaan program, dan kinerja Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP). Di sisi lain, faktor-faktor pendukung di Desa Merbung adalah partisipasi masyarakat, struktur kelembagaan, ketersediaan lahan, status legalitas lahan, anggaran, semua tahapan pelaksanaan program, pemeliharaan prasarana, serta pelaksanaan kegiatan pembangunan kemandirian masyarakat.
The Development of Industrial Agglomeration in Industrial Designation Areas and its Impact on Land Use Change (Case Study: Pringsurat Subdistrict and Kranggan Subdistrict, Temanggung Regency) Laila, Fadhilla Nur; Rahayu, Paramita; Widodo, Candraningratri Ekaputri
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i2.87041.1-15

Abstract

Industrial agglomeration refers to the clustering of industries in a specific region, where they are in close proximity and have interconnections. This phenomenon not only stimulates the growth of industrial activities, but also influences the development of other economic sectors. As industrialization expands, it gradually extends into rural areas that usually have abundant undeveloped land primarily used for agriculture. Consequently, this trend prompts a transition from agricultural to industrial land use. Pringsurat subdistrict and Kranggan subdistrict are located in Temanggung Regency, Central Java Province. Both of these subdistricts are designated as Industrial Designation Areas (KPI) according to the Temanggung Regency Spatial Plan 2011-2031. The plan has implications for the rapid development of large and medium industries. The purpose of this study is to examine the growth of industrial agglomeration in Pringsurat subdistrict and Kranggan subdistrict and their impact on agricultural land conversion. This research was conducted from 2023 to 2024 and utilizing data from 2021 and 2022. The approach of this research is descriptive quantitative and utilizes spatial analysis with Geographic Information Systems (GIS) and descriptive analysis techniques. Based on the results of the analysis, there is an agglomeration of large and medium industries in Pringsurat subdistrict and Kranggan subdistrict. The growth of agglomeration encourages the establishment of new industries and industry linkages. Furthermore, agglomeration growth has led to changes in land use, an increase in the variety of land uses, and an increase in land prices. Results of the analysis also show that there are regulatory changes in the development of industrial agglomeration that will affect to local government decision in the future.
Faktor yang Memengaruhi Nilai Lahan KKOP Bandar Udara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang Nugraha, Septian Chandra Dwi; Permana, Chrisna Trie Hadi; Widodo, Candraningratri Ekaputri
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.77670.14-28

Abstract

Pengembangan Bandar Udara Internasional Kualanamu merupakan salah satu program percepatan pembangunan di Kabupaten Deli Serdang dalam mewujudkan Metropolitan Mebidangro (Medan-Binjai-Deli Serdang-Karo) sebagai Kawasan Strategis Nasional. Dengan adanya perencanaan tersebut, daya tarik terhadap Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) meningkat, menjadikannya lahan yang sangat potensial bagi investor. Peningkatan daya tarik lahan tersebut berdampak pada peningkatan nilai lahan secara signifikan. Nilai lahan sangat dipengaruhi oleh adanya hubungan antara lokasi, aksesibilitas, fasilitas, struktur fisik, dan wilayah sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi nilai lahan dari kondisi eksisting di KKOP Bandar Udara Internasional Kualanamu. Penelitian ini bersifat deduktif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Lokus yang menjadi perhatian penelitian adalah KKOP yang berada pada Kecamatan Pantai Labu dan Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, Sistem Informasi Geografis (SIG) serta analisis regresi linier berganda dengan metode Ordinary Least Squares (OLS). Temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat 9 faktor yang signifikan memengaruhi nilai lahan dengan tingkat signifikansi 5%. Faktor-faktor tersebut meliputi jarak ke pusat kota, jarak ke bandara, jarak ke pusat perbelanjaan, jarak ke peribadatan, jarak ke jalan utama, lebar jalan, perkerasan jalan, kepadatan penduduk, dan tingkat kebisingan bandara. Faktor yang paling dominan berkontribusi dalam memengaruhi nilai lahan adalah faktor jarak ke pusat kota, yang akan berpengaruh negatif terhadap nilai lahan sebesar 0,71% jika jaraknya meningkat 1%.