Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR

GAMBARAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NANGALO KOTA PADANG Dian Febrida Sari; Reski Oktacia
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 1 No. 1 (2018): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.945 KB) | DOI: 10.36984/jkm.v1i1.10

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi yang banyak terjadi pada balita..Kejadian stunting di Indonesia masih tinggi yaitu 29%. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stuntingdiantaranya panjang badan lahir, berat badan lahir, riwayat ASI Eksklusif, riwayat Inisiasi Menyusui Dini (IMD), pendapatan keluarga, jumlah anggota keluarga, dan tinggi badan ibu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Nanggalo Kota Padang tahun 2018.Penelitian ini bersifat deskriptif di wilayah kerja Puskesmas Nanggalo Kota Padang tanggal 8-15 Juli 2018.Populasi adalah balita stunting yang terdata saat Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2017 yaitu 31 orang. Pengambilan sampel dengan caratotal sampling yaitu 31 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara dan studi dokumentasi.Pengolahan data berupa editing, coding, entry, dan cleaning.Analisa data dengan analisa univariat. Dari 31 responden menggambarkan bahwa 61,3% dengan panjang badan lahir normal, 100% respondendengan berat badan lahir cukup, 61,3% responden mendapat ASI eksklusif, 58,1% respondentidak mendapat IMD, 71,0% responden dengan pendapatan keluarga tinggi, 54,8% responden dengan jumlah anggota keluarga besar, dan 100% responden memiliki ibu dengan tinggi badan normal. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa yang menjadi faktor risiko terjadinya stunting adalah riwayat IMD dan jumlah anggota keluarga .Untuk itu diharapkan terjadinya penurunan prevalensi Balita pendek (stunting) di wilayah kerja Puskesmas Nanggalo Kota Padang.
A PERAN TENAGA KESEHATAN DAN KUALITAS KUNJUNGAN NIFAS PADA IBU YANG MEMILIKI BAYI USIA 2-12 BULAN Dian Febrida Sari
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 2 No. 1 (2019): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.693 KB) | DOI: 10.36984/jkm.v2i1.35

Abstract

Salah satu penyebab AKI di Indonesia adalah perdarahan pada masa nifas. Sebagian besar kematian tersebut dapat dicegah dengan melakukan pelayanan nifas. Secara nasional, Profinsi Sumatera Barat memiliki cakupan kunjungan nifas yang tergolong rendah dengan peringkat ke-20 dan data DKK kota Padang menunjukkan bahwa Puskesmas Nanggalo termasuk dengan pelayanan kunjungan nifas terendah urutan 9 dari 22 Puskesmas di kota Padang. Faktor yang mempengaruhi kunjungan nifas berupa peran tenaga kesehatan dan dukungan keluarga. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran peran tenaga kesehatan dan kualitas kunjungan nifas pada ibu yang memiliki bayi usia 2-12 bulan. Jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan tanggal 07-11 Juni 2018 di Kelurahan Kurao Pagang kota Padang. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 2-12 bulan yang berjumlah 60 orang, namun yang memenuhi kriteria sampel penelitian sebanyak 36 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan mengunjungi langsung responden kerumahnya, data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan melihat jenis pelayanan yang diperoleh ibu saat kunjungan nifas dengan tenaga kesehatan berdasarkan yang tertera pada buku KIA. Analisa data menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian diperoleh bahwa sebanyak 53 % responden mengatakan tenaga kesehatan tidak berperan dan semua (100%) responden mendapatkan kualitas kunjungan nifas yang tidak sesuai standar. Dapat disimpulkan bahwa tenaga kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Nanggalo kurang berperan dalam memberikan pelayanan pada kunjungan nifas dan kualitas kunjungan nifas belum sesuai dengan standar. Sebaiknya tenaga kesehatan dapat meningkatkan pelayanan dengan memberikan informasi, dukungan serta memfasilitasi ibu terkait kunjungan nifas serta memberikan pelayanan sesuai dengan standar. Kata kunci : kualitas, kunjungan nifas, peran tenaga kesehatan.
Penerapan Asuhan Perawatan Tali Pusat Terbuka Dan Kering Pada Bayi Baru Lahir Dian Febrida Sari; Putri Nelly Syofiah; Anisa Salsabilla
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 5 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v5i2.316

Abstract

Perawatan tali pusat adalah tindakan merawat tali pusat pada BBL agar tetap kering mencegah terjadinya infeksi. Perawatan yang tidak benar mengakibatkan infeksi. Tujuan penulisan mampu memberikan dan melaksanakan Asuhan melalui pendekatan pola pikir manajemen asuhan Kebidanan secara komprehensif dan mendokumentasikannya dalam bentuk SOAP. Pelaksanaan asuhan dilakukan pada By M usia 0-9 hari dengan frekuensi kunjungan sebanyak 3 kali. Fokus asuhan pada kunjungan pertama memberikan asuhan BBL normal dan pengetahuan tentang perawatan tali pusat kepada keluarga. Kunjungan kedua memberikan asuhan yang mengacu pada MTBM karena bayi mengalami infeksi lokal pada tali pusat, ikterus dan ruam popok. Kunjungan ketiga diberikan asuhan dasar bayi muda. Hasil asuhan kebidanan pada By M kunjungan pertama ibu mengerti dan berjanji akan melaksanakan semua suhan BBL normal yang telah diajarkan. Kunjungan kedua ibu dan keluarga mengerti tentang kondisi bayi dan bersedia bayi mendapatkan asuhan yang mengacu pada MTBM. Kunjungan ketiga ibu mengerti dan mampu memberikan asuhan dasar bayi muda. Kesimpulan asuhan dapat dilaksanakan oleh klien namun pada kunjungan kedua ditemukan infeksi lokal pada tali pusat karena kurangnya informasi kepada ibu terkait pemakaian popok disposable yang menutupi tali pusat. Saran untuk ibu dan keluarga agar memelihara kesehatan bayi terutama kebersihan bayi.