Claim Missing Document
Check
Articles

“Perspektif”: Sebuah Komposisi Jazz untuk Band Kombo Kevin Valencio Suwandi; Ketut Sumerjana; I Wayan Suweca
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1806.674 KB)

Abstract

Purpose: In this modern jazz composition entitled “Perspektif”, composers were exploiting 3 major aspects of music, which is: rhythm, melody and harmony. The main purpose in this piece is to persuade other composers to not only think creatively but to maximize and research deeply all the basic aspects of music. Research Methods: Modern jazz music can’t be separated from the old school jazz and classical music. The key to be making innovative and creative composition was by learning the music from the previous era. Results and Discussion: By learning the history and research deeply into all the basic aspects of music, the composers can easily come up with something innovative and creative, which in this case is combining jazz music instruments with different kind of sports as non-musical instrument. However, not only it features the sound of the sport but also playing advanced rhythm and filling the space what the music instruments can’t do. Implication: In the process of making this composition from 3 major aspects in music, the composers got enlightened that all of each aspect has many different ways to be looked at or played at. Since the composers named this piece “Perspektif” with a format of 4 pieces jazz combo, 2 guys playing badminton, 1 guy playing basketball and the other 2 doing boxing.
ISSUES IN THE RELATIONSHIPS AMONG BALINESE POP MUSIC, TOURISTS, AND THE TOURISM INDUSTRY Ni Wayan Ardini; Ni Nyoman Sri Astuti; I Komang Darmayuda; Ni Luh Eka Armoni; Ketut Sumerjana
Jurnal Internasional Ilmu Pengetahuan Terapan bidang Pariwisata dan Events Vol 2 No 1 (2018): June 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.737 KB) | DOI: 10.31940/ijaste.v2i1.905

Abstract

Province of Bali, Indonesia, is growing very rapidly as a tourist destination in recent decades. Currently five to six million foreign tourists visit it every year. On the other hand, Balinese pop music has also grown quite intense in the local communities, especially since the 1990s. Nevertheless, so far, there has not been a significant relationship between Balinese pop music, tourists, and the tourism businesses in this province. Balinese pop music has not been a special product of Bali tourism. This research was conducted to explore and criticize a number of factors that led to the lack of acceptance of the music as part of tourism industry. This literature study was conducted with a descriptive-qualitative approach. The results of the study show that the similarity of Balinese pop music genres to modern music in general is one of the factors. Taste of the tourists, the destinations chosen, lack of promotion, theme of the songs/music, composition, and language used in the lyrics cause the fact that Balinese pop music is less accepted by tourists, especially foreign tourists. It takes certain efforts from artists (musicians), music industry and tourism industries, and also governments to make certain concerted efforts if Balinese pop music wants to be accepted in a tourism business parallel to traditional music products which are already consumed by tourists.
Semiotics Of Shape Of Block Notation As Icon Of Planetary Orbit Ketut Sumerjana; Ary Nugraha Wijayanto
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 31 No 3 (2016): September
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v31i3.53

Abstract

Block notation has a specific shape; however, its existence and the function of its shape are not recognized and are made to be intangible by its function as a symbol of tapping sound. In general, the basic shape of the block notation looks like an ellipse and is similar to the planetary orbit. Therefore, this present study focuses on the ellipse-shaped block notation as the icon of the planetary orbit.The phenomenological qualitative method was employed to interpret the meaning of the basic shape of the block notation as the icon of planetary orbit. The data were collected through guided interview and library research. The data were analyzed using the semiotic process, meaning that in the first phase the text was analyzed based on the shape structure and in the second phase the text was heuristically analyzed.The result of the study shows that the ellipse-shaped block notation is the planetary orbit whose function changes from the manifest function into the latent one, resulting from the function as the tapping sound value.Keywords: form, notation, icon, orbit, planet
Antinomi Sampah melalui Sublimasi Timbre dalam karya musik Copy Waste I Ketut Sumerjana
SELONDING Vol 19, No 1 (2023): : Maret 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sl.v19i1.9199

Abstract

Perilaku membuang sampah sembarangan merupakan kebiasaan yang memberikan dampak terhadap permasalahan ekosistem, baik biotik ataupun abiotik. Sampah sebagai bagian dari aktifitas masyarakat sebenarnya dapat dijadikan nilai guna bagi kepentingan lain, tetapi faktanya memang memerlukan penyadaran emosi, jiwa bagi pelaku. Wujud penyadaran yang paling menarik untuk kritik sosial permasalahan perilaku membuang sampah sembarangan adalah melalui musik, karena bunyi sebagai esensinya mempunyai nilai-nilai personifikasi. berdasarkan hal tersebut maka fokus penelitian penciptaan adalah mengkontruksi bunyi sebagai musik yang bernilai antinomi terhadap perilaku. Metode yang digunakan adalah Praktik Led Rsearch, dimana penciptaan karya musik didahului dengan penelitian terhadap fenomena membuang sampah sembarangan. teknik pengumpulan data mempergunakan observasi, wawancara sedangkan analisis data, interaksi menjadi pilihan. data-data yang sudah dianalisis terkontruksi melalui makna sehingga timbal baliknya memberikan input pada komposisi musik dengan metode sublimasi timbre. Hasil penelitian penciptaan memberikan sebuah pemahaman bahwa musik mampu digunakan sebagai salah satu media kritis untuk perilaku membuang sampah sembarangan melalui optimalisasi perilaku. 
PEMBUATAN MUSIK BUMPER DAN MUSIK ILUSTRASI PROGRAM DHARMA WACANA BALI TV Nyoman Satria Wira Dharma; Ketut Sumerjana; I Wayan Sudirana
MELODIOUS : JOURNAL OF MUSIC Vol. 1 No. 1 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/melodious.v1i1.1794

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membahas proses pembuatan musik bumper dan musik ilustrasi program acara Dharma Wacana Bali TV. Pembuatan musik baru untuk program tersebut dikarenakan yang masih digunakan hingga saat ini sudah digunakan sejak tahun 2002. Itulah alasan mengapa Bali TV berkeinginan untuk memperbarui musiknya. Alasan lain pembuatan musik ini adalah untuk menunjukkan adanya perubahan dan pembaruan pada program acara Dharma Wacana. Pelaksanaan pembuatan musik ini melalui beberapa tahapan, yakni tahap pendahuluan, pengamatan, pembuatan musik, review, dan penyelesaian. Tahap pendahuluan mendiskusikan rencana pembuatan musik baru untuk program acara. Tahap pengamatan dilakukan dengan mengamati musik bumper lama sebagai acuan pembuatan musik baru. Pembuatan musik dikerjakan menggunakan software produksi musik. Tahap review memberikan penilaian dan masukan. Pada tahap penyelesaian, musik diunggah ke Google Drive dan dikirim ke mitra. Pengumpulan informasi tentang gambaran umum program Dharma Wacana dilakukan bersama produser program tersebut. Hasil dari pembuatan musik ini adalah musik bumper menggunakan instrumen Bali dengan penambahan string section yang disesuaikan dengan video bumper lama. Musik ilustrasi dibuat menggunakan instrumen Bali saja dengan sedikit mengadopsi cara kerja gender wayang. Hasil dari wawancara dengan produser Dharma Wacana berupa gambaran umum, proses persiapan hingga produksi, serta jam tayang program tersebut. Musik pada program Dharma Wacana menonjolkan nuansa Bali agar dapat memperkuat suasana dalam tayangan.
PEMANFAATAN PROGRAM ACARA TALKSHOW DI BALI TV SEBAGAI MEDIA PROMOSI BAGI MUSISI DI BALI Nisa Elisabet Butar Butar; Wahyu Sri Wiyati; Ketut Sumerjana
MELODIOUS : JOURNAL OF MUSIC Vol. 1 No. 2 (2023): APRIL 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/melodious.v1i2.2167

Abstract

Artikel ini membahas tentang pemanfaatan acara Talk Show sebagai media publikasi dan promosi karya musisi di Bali. Talks Show adalah Gelar wicara antara Host/Mc dengan narasumber yang di undang dan dikemas secara ringan. Perlu diingat walaupun acara Talkshow adalah suatu kegiatan tanya jawab, bukan berarti kegiatan ini sama dengan wawacara, karena Talk show tidak selalu terpaku dengan satu pembahasan. Biasanya Talkshow sangat indentik untuk membahas hal-hal yang sedang trend yang banyak diperbincangkan oleh masyarakat, dan sangat beragam pula jenisnya. Talk Show adalah salah satu program acara Televisi yang saat ini banyak digemari oleh masyarakat. Program acara Sesuai dengan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka, penulis mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan program Magang/Praktik kerja yang dilaksanakan di Bali TV. Melalui program ini penulis berkesempatan untuk membuat program acara yaitu Talkshow. Dalam hal ini penulis ingin mengembangkan program acara Talkshow yang memang sudah ada di Bali TV, dan membuat program tersendiri untuk mengundang bintang tamu dari kalangan musisi di Bali. Pelaksanaan program acara ini melalui tiga tahapan, yaitu tahap Pra – produksi, tahap Produksi dan tahap Pasca Produksi. Tahap Pra – Produksi yaitu tahapan proses brainstorming ide produksi Talk Show, diantaranya: platform yang digunakan sebagai media penyalur Talk Show, nama Talk Show, tema yang diangkat, karakteristik, segementasi, konsep (Layout Studio), narasumber dan host/mc. Tahapan produksi yaitu host/mc dan narasumber hadir untuk menghasilkan suatu produksi. Tahap pasca produksi adalah tahap dimana video Talkshow memasuki tahap penyuntingan sebelum ditayangkan ke khalayak publik.
PROSES PEMBELAJARAN ALAT MUSIK PIANO PADA ANAK USIA DINI DI AMABILE MUSIK STUDIO Raden Roro Anggita Anggraini; Ni Wayan Ardini; Ketut Sumerjana
MELODIOUS : JOURNAL OF MUSIC Vol. 1 No. 2 (2023): APRIL 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/melodious.v1i2.2169

Abstract

Penelitian ini membahas tentang observasi pembelajaran alat musik piano pada anak usia dini di Amabile Music Studio. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perencanaan, pelakasanaan serta pembelajaran melalui musik dalam proses pembelajaran antara pengajar dan murid di Amabile Music Studio. Dampak penelitian yang dilaksanakan di Amabile Music Studio adalah meningkatnya kualitas pembelajaran yang lebih memotivasi, inspirasi, dan meningkatkan minat dan bakat di bidang seni, khususnya di bidang musik.  
PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MATERI TEKNIK VOKAL CHEST VOICE DI AMABILE MUSIC STUDIO Reldegundis Yemina Mehan; Ketut Sumerjana; I Wayan Suweca
MELODIOUS : JOURNAL OF MUSIC Vol. 1 No. 2 (2023): APRIL 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/melodious.v1i2.2177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran vokal melalui pendekatan diferensiasi. Metode penelitian ini merupakan studi literatur berdasarkan buku dan jurnal ilmiah yang membahas penerapan diferensiasi pembelajaran. Data yang diperoleh dari studi literatur digunakan sebagai referensi yang bermakna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pembelajaran melalui pendekatan differentiated learning dan dampak pendekatan differentiated learning bagi guru dan siswa vokal dalam mata kuliah musik. Pembelajaran diferensiasi adalah pembelajaran yang dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa berdasarkan kesiapan belajar siswa, profil belajar siswa, gaya belajar siswa, minat dan bakat. Pembelajaran diferensiasi dilakukan dengan beberapa cara, yaitu diferensiasi isi atau materi yang dipahami, diferensiasi proses, dan diferensiasi hasil atau produk. Hasil analisis pendekatan differentiated learning pada materi teknik suara dada vokal untuk melihat hasil belajar siswa.
PENGARUH METODE SI SOLMI DALAM KEMAMPUAN SOLFEGGIO PADA MURID PIANO DI BALI VIOLIN SCHOOL AND ORCHESTRA Isra Mahendra; Wahyu Sri Wiyati; Ketut Sumerjana
MELODIOUS : JOURNAL OF MUSIC Vol. 2 No. 1 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/melodious.v2i1.2208

Abstract

Solfeggio sebenarnya istilah yang mengacu pada kegiatan menyanyikan nada-nada tangga nada, interval dan latihan-latihan melodi dengan Sillaby Zolmization, yaitu menyanyikan nada musik dengan menggunakan suku kata, menurut Stanly (dalam Puspita, 2016 : 154), karena dalam perkembangannya yang semula solfeggio hanya menyanyikan saja, sekarang berkembang menjadi mendengarkan nada. Ear training adalah latihan pendengaran secara sistematis, latihan vokal tanpa perkataan dengan suku kata terbuka Latifah Kodiyat (1983:68), sedangkan sight reading adalah membaca notasi tanpa persiapan Last (1980:135). Lalu, menurut Sumaryanto (dalam Prasetyo, 2015:56) sight singing memiliki tiga indikator, yakni (1) kemampuan menyanyikan melodi atau rangkaian nada, (2) kemampuan menyanyikan interval nada, dan (3) kemampuan menyanyikan tangga nada. Musik adalah serapan dari bahasa Yunani, yakni Mousikos. Mousikos dilambangkan sebagai dewa keindahan bangsa Yunani yang menguasai seni dan ilmu pengetahuan. Kata Mousikos melahirkan kata musik. Menurut metologi kuno Mousikos dimaksudkan dari kaum Muzen (Ensiklopedi Umum, 1988:16 dalam jurnal seni musik). Metode Si Solmi memiliki cara tersendiri, salah satunya yaitu menginstruksikan anak didik untuk bermain piano memainkan scale dan arpeggio dengan salah satu tangan, setelah dirasa lancar, baru berganti ke tangan selanjutnya, lalu jika sudah lancar semuanya, dilanjut dengan memainkan scale dan arpeggio dengan menggunakan kedua tangan. Ulangi cara diatas sebanyak tiga kali, lalu istirahat selama tiga menit.
PEMBELAJARAN ANSAMBEL MUSIK DENGAN LAGU TRADISIONAL BATAK TOBA “ALUSI AU” DI SMA NEGERI 1 LAGUBOTI Yosep Dermawan Harefa; Ketut Sumerjana; Putu Sandra Devindriati Kusuma
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 3 No 1 (2023): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v3i1.2207

Abstract

Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) adalah program yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan untuk bekal memasuki dunia kerja. Penulis tertarik mengangkat judul ini dikarenakan kurangnya pengetahuan peserta didik dalam bermain musik, selama ini peserta didik mempelajari seni budaya hanya teori tanpa adanya praktek bermain musik. Bagaimana konsep, tahapan pengajaran, capaian dan kontribusi pembelajaran ansambel musik dengan lagu tradisional batak toba “alusi au” di SMA Negeri 1 Laguboti. Tujuan dari pembelajaran yaitu untuk mendeskripsikan konsep, tahapan pengajaran, dan capaian dengan lagu tradisional batak toba “alusi au” di SMA Negeri 1 Laguboti.