Claim Missing Document
Check
Articles

“Kelangensih”: Karya Musik Inovatif Perpaduan Alap Bali dan Alap Hindustani Desak Made Suarti Laksmi; I Ketut Sumerjana; I Komang Darmayuda; Jyothi Devi Krishnanandayani
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupose: Traditional Balinese vocal karawitan has a rich variety of types and variants. It also has a function and purpose that is deeply rooted as a treasure of musical art which is firmly bound by its standards. Many efforts have been made to develop it both in its integration with instrumental music and with Western musical instruments in various genres. Research methods: Several stages of creation methods such as exploration, improvisation, formation and evaluation are a creation process that produces an innovative musical work "Kelangensih". A fusion of traditional Balinese vocal style and Hindustani Classical vocal technique, combined with chamber music accompaniment as a medium of expression. By raising the theme of beauty and love, the type of Balinese hymn "Wilet Mayura" is the main work combined with Hindustani vocal technique with varied Raga processing. Raaga was chosen to enrich musical artwork in processing the melody, mood and rhythm as well as to provide wider space for the type of hymn as an aesthetic presentation for performances apart from being a religious ritual art. Result and discussion: This work provides new colors and nuances to enrich the musical treasures of Nusantara which can open up space for traditional-song singers to develop and improve their skills in working on musical works that can open new insights. Implication: This work is a new form of work using traditional material that developed creatively and innovatively. It is expected that this work will be able to reach its audience not only locally, but also regionally and transnationally. By developing this artwork into article, it has implications for the emergence of talented young creators who can encourage the growth and development of new works.
MEMAKNAI “CHOPIN LARUNG” Ardini, Ni Wayan; Sumerjana, Ketut; Darmayuda, I Komang
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 3 (2023): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

“Chopin Larung” merupakan salah satu mahakarya seniman legendaris Indonesia Guruh Soekarno Putra pada tahun 1975 yang dapat ditemukan dalam album Guruh Gipsy (1977). Komposisi musikal dengan lirik lagu sedih berbahasa Bali halus ini secara objektif sangat indah dinikmati hingga kini. Pada lagu ini Guruh mampu menangkap fenomena pariwisata Bali yang diwakili Kuta dengan pariwisata pantai, yang merupakan bagian dari pariwisata tirta/air (water tourism). Dari persoalan ini, literature review ini bertujuan menganalisis pesan-pesan bermakna yang terkandung dalam bentuk musical estetika lagu ini. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan teknik interaktif berupa reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan. Keindahan “Chopin Larung” ditemukan dari pencampuran musik tradisional Bali dan musik Barat begitu padu. Dimasukkannya sebagian karya Frederic Chopin “Fantasia Impromptu” tersebut menjelang akhir komposisi menyebabkan lagu terdengar menghentak tetapi tampak nyambung dengan tema duka lagu. Sebagai “lagu nasionalis”, “Chopin Larung” mengkritik besarnya karakter Barat westernisasi dalam pariwisata Bali, dalam hal ini Kuta yang bermodal pariwisata pantai, yang meminggirkan sakralitas budaya lokal. Dihubungkan dengan situasi masa kini, si komposer bahkan mampu meramal bakal terjadinya fenomena overtourism. Tidak mengherankan, dalam komposisi ini, ketika mati, Chopin pun dibayangkan dilarung di selatan, tepatnya di laut.
EKSPERIMENTAL KONSEPTUAL DI NUNGKALIK FESTIVAL PANTAI SEGARA AYU DAN ISI DENPASAR Sujana, I Wayan; Sumerjana, Ketut
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 3 (2023): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menuliskan eksperimental konseptual yang diterapkan pada Nungkalik Internasional Festival di Segara Ayu Sanur dan Institut Seni Indonesia Denpasar. Eksperimental konseptual model interaksi seni semacam ini, telah penulis kerjakan selama kurun waktu lima belas tahun pada site yang berbeda. Melalui eksperimental konseptual secara intens dan konsisten berkontibusi lahirnya konsep-konsep dan metoda yang dapat dikloning, dan berguna bagi dunia akedemis seni. Permasalahan penelitian yang timbul adalah apa yang dimagsudkan eksperimental konseptual di nungkalik internasional festival, kemudian bagaimana implementasi, dan mengasilkan konsep visual, gerak, musik seperti apa? Menggunakan pandangan teori Bertie Feldman pada bukunya “Curating Dramaturgies How Dramaturgy and Curating are Intersecting in the Contemporary Arts” dan metode MAL. Antara workshop dengan perform hampir tidak ada jarak, ketika masuk tahap perform semua mengikuti alur perform. Pengumpulan data melalui observasi lapangan, implementasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan eksperimen dengan dilandasi konsep yang rijid dapat menjembatani kultur, karakter, komonikasi yang beragam dalam proses interaksi seni. Ekspresi konsep seni yang dihasilkan berupa seni visual, gerak, dan musik ekspresive simbolik.
Identitas Visual Karakter Animasi Sebagai Representasi Multikultural Labuan Bajo Julianto, I Nyoman Larry; Mudana, I Gede; Putra Adnyana Yasa, Gede Pasek; Sustiawati, Ni Luh; Ardini, Ni Wayan; Sumerjana, Ketut; Andreani, Ni Putu Elvian
Visualita Jurnal Online Desain Komunikasi Visual Vol 12 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/visualita.v12i2.11406

Abstract

The visual identity of the animated characters of the Bugis, Flores and Bima tribes in Labuan Bajo is a creative manifestation of the cultural diversity that characterizes the region. Through meticulous design, these characters become strong visual representations of the rich ethnic and cultural heritage that coexists. The use of local cultural symbols, colors, and motifs provide a deep introduction to the cultural identity of each tribe, while a modern twist on the design acknowledges the changing times without sacrificing respect for tradition. This abstract discusses how the visual identity of the animated characters creates a narrative of inclusiveness and acceptance of diversity, creating an image of Labuan Bajo as a place that blends in multicultural harmony. Overall, the animated characters become a window into the beauty and complexity of the region, and contribute positively to the image of Labuan Bajo as a fascinating multicultural destination.
NILAI ESTETIK MUSIK DALAM DRAMA TARI KESEMPATAN KEDUA Sumerjana, Ketut; Mudiasih, Ni Wayan; Pramanasari, Ni Kadek Diah
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik dan tarian telah lama menjadi bagian integral dari tradisi seni pertunjukan, di mana mereka saling mendukung dalam menciptakan pengalaman estetika yang imersif bagi penonton. Dalam drama tari Second Chance, musik tidak hanya berfungsi sebagai pengiring tetapi juga sebagai elemen yang memperkuat narasi dan emosi dalam cerita. Drama ini menggambarkan perjalanan seorang individu yang menghadapi tantangan hidup, mencari penebusan, dan meraih peluang baru. Musik memainkan peran penting dalam menggambarkan perubahan suasana hati karakter, serta dalam mengangkat tema pengampunan dan harapan. Nilai estetika musik dalam pertunjukan ini terletak pada harmoni antara melodi, ritme, dan dinamika suara, yang dipadukan dengan gerak tubuh para penari. Seni Pertunjukan Estetika, musik tidak hanya menjadi pengiring, tetapi juga membentuk makna dalam sebuah karya seni. Musik dapat membangkitkan perasaan dan menciptakan ikatan emosional yang mendalam antara penari, musik, dan penonton. Dalam konteks ini, musik memperkaya narasi dan pengalaman emosional dari drama tari Second Chance, memperkuat makna dan dampak emosional dari pertunjukan.
PEMBUATAN MUSIK BUMPER DAN MUSIK ILUSTRASI PROGRAM DHARMA WACANA BALI TV Dharma, Nyoman Satria Wira; Sumerjana, Ketut
MELODIOUS : JOURNAL OF MUSIC Vol 1 No 1 (2022): Melodious : Journal of Music
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/melodious.v1i1.1794

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membahas proses pembuatan musik bumper dan musik ilustrasi program acara Dharma Wacana Bali TV. Pembuatan musik baru untuk program tersebut dikarenakan yang masih digunakan hingga saat ini sudah digunakan sejak tahun 2002. Itulah alasan mengapa Bali TV berkeinginan untuk memperbarui musiknya. Alasan lain pembuatan musik ini adalah untuk menunjukkan adanya perubahan dan pembaruan pada program acara Dharma Wacana. Pelaksanaan pembuatan musik ini melalui beberapa tahapan, yakni tahap pendahuluan, pengamatan, pembuatan musik, review, dan penyelesaian. Tahap pendahuluan mendiskusikan rencana pembuatan musik baru untuk program acara. Tahap pengamatan dilakukan dengan mengamati musik bumper lama sebagai acuan pembuatan musik baru. Pembuatan musik dikerjakan menggunakan software produksi musik. Tahap review memberikan penilaian dan masukan. Pada tahap penyelesaian, musik diunggah ke Google Drive dan dikirim ke mitra. Pengumpulan informasi tentang gambaran umum program Dharma Wacana dilakukan bersama produser program tersebut. Hasil dari pembuatan musik ini adalah musik bumper menggunakan instrumen Bali dengan penambahan string section yang disesuaikan dengan video bumper lama. Musik ilustrasi dibuat menggunakan instrumen Bali saja dengan sedikit mengadopsi cara kerja gender wayang. Hasil dari wawancara dengan produser Dharma Wacana berupa gambaran umum, proses persiapan hingga produksi, serta jam tayang program tersebut. Musik pada program Dharma Wacana menonjolkan nuansa Bali agar dapat memperkuat suasana dalam tayangan.
PEMANFAATAN PROGRAM ACARA TALKSHOW DI BALI TV SEBAGAI MEDIA PROMOSI BAGI MUSISI DI BALI Butar Butar, Nisa Elisabet; Wiyati, Wahyu Sri; Sumerjana, Ketut
MELODIOUS : JOURNAL OF MUSIC Vol 2 No 1 (2023): Melodious : Journal of Music
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/melodious.v2i1.2167

Abstract

Artikel ini membahas tentang pemanfaatan acara Talk Show sebagai media publikasi dan promosi karya musisi di Bali. Talks Show adalah Gelar wicara antara Host/Mc dengan narasumber yang di undang dan dikemas secara ringan. Perlu diingat walaupun acara Talkshow adalah suatu kegiatan tanya jawab, bukan berarti kegiatan ini sama dengan wawacara, karena Talk show tidak selalu terpaku dengan satu pembahasan. Biasanya Talkshow sangat indentik untuk membahas hal-hal yang sedang trend yang banyak diperbincangkan oleh masyarakat, dan sangat beragam pula jenisnya. Talk Show adalah salah satu program acara Televisi yang saat ini banyak digemari oleh masyarakat. Program acara Sesuai dengan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka, penulis mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan program Magang/Praktik kerja yang dilaksanakan di Bali TV. Melalui program ini penulis berkesempatan untuk membuat program acara yaitu Talkshow. Dalam hal ini penulis ingin mengembangkan program acara Talkshow yang memang sudah ada di Bali TV, dan membuat program tersendiri untuk mengundang bintang tamu dari kalangan musisi di Bali. Pelaksanaan program acara ini melalui tiga tahapan, yaitu tahap Pra – produksi, tahap Produksi dan tahap Pasca Produksi. Tahap Pra – Produksi yaitu tahapan proses brainstorming ide produksi Talk Show, diantaranya: platform yang digunakan sebagai media penyalur Talk Show, nama Talk Show, tema yang diangkat, karakteristik, segementasi, konsep (Layout Studio), narasumber dan host/mc. Tahapan produksi yaitu host/mc dan narasumber hadir untuk menghasilkan suatu produksi. Tahap pasca produksi adalah tahap dimana video Talkshow memasuki tahap penyuntingan sebelum ditayangkan ke khalayak publik.
PROSES PEMBELAJARAN ALAT MUSIK PIANO PADA ANAK USIA DINI DI AMABILE MUSIK STUDIO Anggraini, Raden Roro Anggita; Ardini, Ni Wayan; Sumerjana, Ketut
MELODIOUS : JOURNAL OF MUSIC Vol 2 No 1 (2023): Melodious : Journal of Music
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/melodious.v2i1.2169

Abstract

Penelitian ini membahas tentang observasi pembelajaran alat musik piano pada anak usia dini di Amabile Music Studio. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perencanaan, pelakasanaan serta pembelajaran melalui musik dalam proses pembelajaran antara pengajar dan murid di Amabile Music Studio. Dampak penelitian yang dilaksanakan di Amabile Music Studio adalah meningkatnya kualitas pembelajaran yang lebih memotivasi, inspirasi, dan meningkatkan minat dan bakat di bidang seni, khususnya di bidang musik.  
PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MATERI TEKNIK VOKAL CHEST VOICE DI AMABILE MUSIC STUDIO Mehan, Reldegundis Yemina; Sumerjana, Ketut; Suweca, I Wayan
MELODIOUS : JOURNAL OF MUSIC Vol 2 No 1 (2023): Melodious : Journal of Music
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/melodious.v2i1.2177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran vokal melalui pendekatan diferensiasi. Metode penelitian ini merupakan studi literatur berdasarkan buku dan jurnal ilmiah yang membahas penerapan diferensiasi pembelajaran. Data yang diperoleh dari studi literatur digunakan sebagai referensi yang bermakna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pembelajaran melalui pendekatan differentiated learning dan dampak pendekatan differentiated learning bagi guru dan siswa vokal dalam mata kuliah musik. Pembelajaran diferensiasi adalah pembelajaran yang dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa berdasarkan kesiapan belajar siswa, profil belajar siswa, gaya belajar siswa, minat dan bakat. Pembelajaran diferensiasi dilakukan dengan beberapa cara, yaitu diferensiasi isi atau materi yang dipahami, diferensiasi proses, dan diferensiasi hasil atau produk. Hasil analisis pendekatan differentiated learning pada materi teknik suara dada vokal untuk melihat hasil belajar siswa.
PENGARUH METODE SI SOLMI DALAM KEMAMPUAN SOLFEGGIO PADA MURID PIANO DI BALI VIOLIN SCHOOL AND ORCHESTRA Mahendra, Isra; Wiyati, Wahyu Sri; Sumerjana, Ketut
MELODIOUS : JOURNAL OF MUSIC Vol 2 No 2 (2023): Melodious : Journal of Music
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/melodious.v2i2.2208

Abstract

Solfeggio sebenarnya istilah yang mengacu pada kegiatan menyanyikan nada-nada tangga nada, interval dan latihan-latihan melodi dengan Sillaby Zolmization, yaitu menyanyikan nada musik dengan menggunakan suku kata, menurut Stanly (dalam Puspita, 2016 : 154), karena dalam perkembangannya yang semula solfeggio hanya menyanyikan saja, sekarang berkembang menjadi mendengarkan nada. Ear training adalah latihan pendengaran secara sistematis, latihan vokal tanpa perkataan dengan suku kata terbuka Latifah Kodiyat (1983:68), sedangkan sight reading adalah membaca notasi tanpa persiapan Last (1980:135). Lalu, menurut Sumaryanto (dalam Prasetyo, 2015:56) sight singing memiliki tiga indikator, yakni (1) kemampuan menyanyikan melodi atau rangkaian nada, (2) kemampuan menyanyikan interval nada, dan (3) kemampuan menyanyikan tangga nada. Musik adalah serapan dari bahasa Yunani, yakni Mousikos. Mousikos dilambangkan sebagai dewa keindahan bangsa Yunani yang menguasai seni dan ilmu pengetahuan. Kata Mousikos melahirkan kata musik. Menurut metologi kuno Mousikos dimaksudkan dari kaum Muzen (Ensiklopedi Umum, 1988:16 dalam jurnal seni musik). Metode Si Solmi memiliki cara tersendiri, salah satunya yaitu menginstruksikan anak didik untuk bermain piano memainkan scale dan arpeggio dengan salah satu tangan, setelah dirasa lancar, baru berganti ke tangan selanjutnya, lalu jika sudah lancar semuanya, dilanjut dengan memainkan scale dan arpeggio dengan menggunakan kedua tangan. Ulangi cara diatas sebanyak tiga kali, lalu istirahat selama tiga menit.