Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Meningkatkan Penguasaan Konsep Bilangan Bulat dengan Menggunakan Metode GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) pada Siswa Kelas III SD Negeri 1 Batulo Windani, Irawati; Samron, Samron; Arua, Afudin La; Safarudin, Safarudin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i2.14295

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah apakah prestasi belajar siswa pada operasi hitung bilangan bulat dapat ditingkatkan melalui metode GASING?. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada operasi hitung bilangan bulat dengan menggunakan metode GASING. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas III.2 SD Negeri 1 Batulo yang jumlahnya 40 orang. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan instrument penelitian berupa pedoman observasi dan hasil tes belajar matematika. Adapun hasil penelitian yang diperoleh adalah pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran GASING dapat meningkatkan prestasi belajar pada siswa kelas III.2 SD Negeri 1 Batulo. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan hasil tes dan besarnya persentase ketuntasan belajar siswa. Berdasarkan hasil tes awal dimana rata-rata hasil tes sebesar 18,75 meningkat menjadi 61,25 pada akhir siklus I dan besarnya persentase ketuntasan klasikal dari 5% menjadi 65% pada akhir siklus. Hasil ini meningkat lagi pada akhir siklus II dimana diperoleh rata-rata sebesar 74,125 dengan besarnya persentase ketuntasan klasikal siswa mencapai 82,5%
Profil Pemahaman Siswa Berkemampuan Tinggi dalam Pemecahan Masalah Kontekstual Berdasarkan Gaya Belajar Auditory-Sequential Arua, Afudin La; Samron, Samron; Windani, Irawati; Safarudin, Safarudin; Rinarti, Rinarti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana profil pemahaman siswa yang berkemampuan tinggi dalam pemecahan masalah kontekstual dengan gaya belajar auditory-sequential. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan profil pemahaman siswa siswa yang berkemampuan tinggi dalam pemecahan masalah kontekstual dengan gaya belajar auditory-sequential. Metode dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa pada tahap understanding the problem (memahami masalah), siswa menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan. Pada tahap make a plan (menyusun rencana) yaitu dengan membuat pemisalan dan siswa tersebut yakin bahwa apa yang telah dia masilkan. Pada tahap carry out our plan (Menyelesaikan Masalah Sesuai Rencana), yaitu siswa membuat rumus, mengganti atau mensubtitusikan nilai ke dalam rumus. Pada tahap looking back (memeriksa kembali), yaitu melihat soal kemudian mencocokannya dengan apa yang dimisalkan, disesuaikan dengan rumus sehingga sampai mendapatkan jawabannya dan siswa sangat yakin jawabannya sudah benar.
ANALISIS PENERAPAN PRINSIP 5R PADA BAGIAN STASIUN KERJA PACKER DI PT.SEMEN BATURAJA (PERSERO) Tbk. Anggraini, Sela; Safarudin, Safarudin; Octovindo, Mulyadi; Rohman, Bayu
JIMR : Journal Of International Multidisciplinary Research Vol 1 No 02 (2022): JIMR : Journal Of International Multidisciplinary Research
Publisher : Pusat Studi Ekonomi Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/jimr.v1i02.455

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah kepentingan pengusaha, pekerja dan pemerintah. Berdasarkandata Nasional Academy of Social Insurance tahun 2011, biaya perusahaan untuk menanggulangi kecelakaaandan penyakit akibat kerja mencapai $73,9 billion pada tahun 2009.Ketika kesehatan kerja di sector informalbelum terakses dengan baik maka akan menjadi penghambat terhadap aplikasi K3. 5R diartikan ke dalambahasa Indonesia menjadi 5R yaitu: Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin. Sistem Housekeeping diterapkankarena terjadi ketidak teraturan penempatan tools di tempat kerja, khususnya departemen produksi. MenurutJahja dalam Nusannas (2018) Metode 5R merupakan tahap untuk mengatur kondisi tempat kerja yangberdampak terhadap efektifitas kerja, efisiensi, produktifitas dan keselamatan kerja. Salah satu caramenciptakan suasana kerja yang nyaman adalah perusahaan menerapkan sikap kerja 5R. Berdasarkanpengamatan yang telah dilakukan pada bagian packer terdapat beberapa faktor yang mampu menghambatterciptanya budaya 5R, diantaranya yaitu masih buruknya pekerja dalam penerapan 5R, kurang nya kesadaranpekerja mengenai 5R, kurangnya kerjasama antar pekerja, kurangnya pengetahuan dan pemahaman mengenai5R. Berdasarkan permasalahan tersebut penulis berencana mengambil studi kasus mengenai “Analisispenerapan prinsip 5R pada bagian packer di PT.Semen Baturaja (Persero).”
ANALISIS KARAKTERISTIK PARKIR DI DAERAH RUMAH SAKIT BHAYANGKARA MATARAM: Analysis Of Parking Characteristics In The Area Of Bhayangkara Hospital, Mataram Safarudin, Safarudin; Dharma S., Bagus Widhi; Aminullah, Aminullah
Al-Qalbu: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Sains Vol. 3 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Yayasan Al-Amin Qalbu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59896/qalbu.v3i1.157

Abstract

The purpose of this study was to determine the characteristics of motorcycle parking in the Bhayangkara Mataram Hospital parking area, to determine the level of adequacy of the use of parking spaces that have been provided in the Bhayangkara Mataram Hospital parking area. The research method used in this study was a survey conducted in the Bhayangkara Mataram Hospital parking area. The survey was conducted by placing surveyors at the gate in order to find out which vehicles were entering and leaving. The results of the study showed that the characteristics of parking at the Bhayangkara Mataram Hospital showed fluctuating parking volume and accumulation values ​​for each time period and day of data collection, but had a tendency for maximum values ​​during the hospital's operating hours when serving specialist doctor practices at the hospital. The level of adequacy of the parking area at the Bhayangkara Hospital is categorized as still being able to accommodate the number of visiting vehicles. This can be seen from the parking index which is still below the maximum parking standard.
The Influence of Tourist Attractions and Facilities on the Decision to Visit Sipinsur Tourist Destinations, Humbang Hasundutan Regency, North Sumatra Simamora, Monica Saiuli; Safarudin, Safarudin
Journal of Economics and Social Sciences (JESS) Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Economics and Social Sciences (JESS)
Publisher : CV. Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/jess.v4i2.1131

Abstract

The declining interest of tourists in visiting the Sipinsur Geosite tourist destination in Humbang Hasundutan Regency has emerged as an issue requiring thorough investigation. Despite the area's considerable natural appeal—such as panoramic views of Lake Toba and the surrounding pine forest—several issues related to the availability and quality of supporting facilities remain, including unsanitary public restrooms, a lack of waste disposal infrastructure, and limited shelter amenities. This study aims to analyze the influence of tourist attractions and facilities on tourists’ visiting decisions to the Sipinsur destination. A quantitative approach was employed, utilizing a survey method with questionnaires distributed to 96 respondents who had visited or were currently visiting Sipinsur. Data were analyzed using multiple linear regression to assess both partial and simultaneous effects between variables. The findings reveal that both tourist attraction and facility variables have a positive and significant effect on visiting decisions, both individually and collectively. Tourist attraction was found to have a more dominant influence, though both factors significantly contribute to shaping tourists’ decisions. These findings offer strategic implications for destination managers and stakeholders in the effort to develop a tourism site that emphasizes the sustainable enhancement of visitor experiences.