Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Ibu Hamil Dengan Pengetahuan Perilaku Perawatan Payudara di Praktek Mandiri Bidan Dewi Ciselia Ciselia, Dewi; Ariyani, Yulinda
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 4 (2025): July 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.16731246

Abstract

The low knowledge of pregnant women about the importance of breast care during pregnancy will affect breast milk production and the behavior of exclusive breastfeeding in babies from birth to six months of age. One factor that influences the success of breast care is the knowledge of pregnant women. Problems that can arise in pregnant women who do not do breast care during pregnancy include nipple pain, breast engorgement, mastitis, breast abscesses, and breast milk flow problems. The purpose of this activity is to provide education for pregnant women with knowledge of breast care behavior. The method of implementing this Community Service Program is community education in the form of health counseling, evaluated by pre-test and post-test. The method of implementing the service is to provide education to pregnant women through discussions using ebooklet media about the importance of breast care behavior. The number of participants who attended was 50 people, 2 students, and 5 midwives. The activity started from the planning, implementation, evaluation, to the preparation of reports. The results of the activity showed changes in knowledge with an average of 58.3% of participants' knowledge being in the poor category and 58.3% of the results being in the good category. In terms of skills, all participants (100%) were able to understand the importance of breast care behavior. Conclusion: Educational activities on the importance of breast care behavior can be an effort to increase knowledge and promote health.
Edukasi Ibu Hamil Dengan Pengetahuan Perilaku Perawatan Payudara di Praktek Mandiri Bidan Dewi Ciselia Ciselia, Dewi; Ariyani, Yulinda
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 4 (2025): July 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.16731246

Abstract

The low knowledge of pregnant women about the importance of breast care during pregnancy will affect breast milk production and the behavior of exclusive breastfeeding in babies from birth to six months of age. One factor that influences the success of breast care is the knowledge of pregnant women. Problems that can arise in pregnant women who do not do breast care during pregnancy include nipple pain, breast engorgement, mastitis, breast abscesses, and breast milk flow problems. The purpose of this activity is to provide education for pregnant women with knowledge of breast care behavior. The method of implementing this Community Service Program is community education in the form of health counseling, evaluated by pre-test and post-test. The method of implementing the service is to provide education to pregnant women through discussions using ebooklet media about the importance of breast care behavior. The number of participants who attended was 50 people, 2 students, and 5 midwives. The activity started from the planning, implementation, evaluation, to the preparation of reports. The results of the activity showed changes in knowledge with an average of 58.3% of participants' knowledge being in the poor category and 58.3% of the results being in the good category. In terms of skills, all participants (100%) were able to understand the importance of breast care behavior. Conclusion: Educational activities on the importance of breast care behavior can be an effort to increase knowledge and promote health.
Pendidikan Kesehatan Tentang Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Puskesmas Srikaton Tahun 2023 Ciselia, Dewi; Saputra, Andre Utama; Afrika, Eka
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 10 (2024): Januari
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10497013

Abstract

Berdasarkan Data Yang Diperoleh Dari Profil Kesehatan Indonesia 2020, Dari 28.158 Kematian Balita, 72,0% (20.266 Kematian) Diantaranya Terjadi Pada Masa Neonatus. Dari Seluruh Kematian Neonatus Yang Dilaporkan, 72,0% (20.266 Kematian) Terjadi Pada Usia 0-28 Hari. Sementara, 19,1% (5.386 Kematian) Terjadi Pada Usia 29 Hari – 11 Bulan Dan 9,9% (2.506 Kematian) Terjadi Pada Usia 12 – 59 Bulan. Pada Tahun 2020, Penyebab Kematian Neonatal Terbanyak Adalah Kondisi Berat Badan Lahir Rendah (Bblr). Penyebab Kematian Lainnya Di Antaranya Asfiksia, Infeksi, Kelainan Kongenital, Tetanus Neonatorium, Dan Lainnya. Berdasarkan Hal Tersebut Tim Pengabdian Masyarakat Mengadakan Penyuluhan Tentang Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap Bagi Bayi. Metode Yang Digunakan Adalah Ceramah, Diskusi Dan Tanya Jawab. Pelaksanaan Penyuluhan Imunisasi Dasar Dilaksanakan di Puskesmas Srikaton Tahun 2023. Penyuluhan Ini Diikuti Oleh 50 Peserta Yang Terdiri Dari Ibu Balita, Kader, Bidan Desa. Seluruh Peserta Antusias Dalam Mengikuti Penyuluhan, Hal Ini Dibuktikan Dengan Banyaknya Peserta Yang Bertanya Saat Sesi Tanya Jawab. Pemberian Kuesioner Dilakukan Sebagai Bentuk Evaluasi Pengetahuan Ibu Bayi Tentang Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap, Di Peroleh Hasil Sebelum Pemberian Penyuluhan Rata-Rata Tingkat Pengetahuan Ibu Sebesar 40,96% Dan Setelah Diberikan Penyuluhan Menjadi 70,68%. Setelah Diadakan Penyuluhan Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Diharapkan Peserta Yang Mengikuti Benarbenar Mengerti Dan Menyebarluaskan Informasi Yang Diterima Kepada Warga Lain
Pengaruh Status Gizi Ibu Hamil Trimester III dalam Pengeluaran Kolostrum Ciselia, Dewi
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v10i1.584

Abstract

Pregnancy causes the growth of energy and nutrients, this increase is needed for fetal growth anddevelopment, KEK deficiency of nutrients can cause fetal disorders. The nutritional status of pregnantwomen needs attention because it is very influential on the colostrum contest. The purpose of thisstudy was to determine the effect of maternal nutritional status in the third trimester of pregnancy oncolostrum expenditure. Methods this study used a quantitative research method with an analyticalsurvey research method with a cross sectional design. The sample in this study was 30 respondents.The results showed that there was a relationship between nutritional status based on LILA andcolostrum expenditure in third trimester pregnant women at the Sei Baung Health Center Palembangin 2021 with p value 0.032 (≤0.05) and there was a relationship between nutritional status based onbody weight and colostrum expenditure in third trimester pregnant women. at the Sei Baung HealthCenter Palembang in 2021 with a p value 0.037 (≤0.05). It is hoped that the Puskesmas can providecounseling by developing KIE and counseling regarding nutritional needs during pregnancy and canalso provide additional food for pregnant women who suffer from malnutrition and low body weight sothat the nutritional status of pregnant women can obtain good nutritional status during pregnancy andgood colostrum contests.
Determinan Faktor Risiko Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Minarti, Minarti; Nasution, Fitri Faridahtul Aulia Nasution; Dewi Ciselia; Rizki Amalia; Fika Minata
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35325/kebidanan.v13i2.401

Abstract

Balita pendek (stunting) kegagalan balita dalam mencapai pertumbuhan optimal. Pravelensi stunting di Kabupaten Banyuasin selama periode tahun 2020-2022, tahun 2020 sebanyak 5.419 dengan pravelensi 10,02 persen, tahun 2021 sebanyak 3.510 dengan pravelensi 6,31 persen, dan tahun 2022 sebanyak 2.167 dengan pravelensi 3,96. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey analitik yang bersifat kuantitatif Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah variabel dependen kejadian stunting pada balita dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan dengan pendekatan kohort reprospektif, yaitu suatu penelitian kohort yang berusaha melihat ke belakang (backward looking). Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Sukajadi Kabupaten Banyuasin dan dilaksanakan pada bulan Juni - Juli 2023. Sampel yang digunakan sebanyak 90 responden balita yang tercatat di Puskesmas Sukajadi Kelurahan Sukajadi Kabupaten Banyuasin. Analisis data univariat dan bivariat. Hasil penelitian pada kejadian stunting yang memiliki hubungan dengan sanitasi air bersih p-value = 0,000 dengan nilai OR 56,778. Prilaku orang tua perokok p-value = 0,001 dengan nilai OR 19,091. Ibu hamil dengan riwayat KEK p-value = 0,001 dengan nilai OR 17,857. Berdasarkan hasil penelitian ini masih terdapat hubungan bermakna antara sanitasi air bersih, Prilaku orang tua perokokdan Ibu hamil dengan riwayat KEK dengan kejadian stunting.
Penyuluhan Tentang Aroma Terapi Minyak Essesial jeruk lemon penurunan hiperemis Gravidarum Trimester I Dewi Ciselia; Miftah Apriani; Yulinda Ariyani
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Februari 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18691310

Abstract

Kehamilan adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh semua wanita dalam fase kehidupan mereka. Mulai dari saat persalinan sampai bayi lahir, proses ini dimulai. Kehamilan adalah proses fisiologis yang terjadi pada wanita yang dimulai dari hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama 280 hari, atau 40 minggu, atau 9 bulan 7 hari. Tujuan Pengabdian Masyarakat : Untuk mengetahui Penyuluhan Tentang Aroma Terapi Minyak Essesial Jeruk Lemon Penurunan Hiperemis Gravidarum Trimester I. Metode  Quasi Experimental (Eksperimen Semu) dengan rancangan one Group Pre Post Design. Yaitu melibatkan kelompok perlakuan pretest dan posttest.sampel keseluruhan berjumlah 30 orang Tempat Pengabdian Masyaraka Pengabdian  ini dilaksanakan di PMB Erna Fitria Dewi Waktu   Pengabdian   Masyarakat   Pengabdian   kepada   masyarakat   akan dilaksanakan  tanggal  23 – 23 September 2025 .Sasaran  Pengabdian  Masyarakat  Sasaran Pengabdian kepada Masyarakat, yaitu  ibu hamil  yang  mengalami Emesis Gravidarum Di PMB Erna Fitria Dewi Pengabdian ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan. Hasil  Secara uji statistik diperoleh nilai p-value = 0,010 atau lebih kecil dari nilai α (0,05). Berdasarkan hasil statistik dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan anatar frekuensi mual muntah antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi  
Edukasi Dan Pendampingan Pemanfaatan Kompres Daun Kembang Sepatu (Hibiscus Rosa-Sinensis) Sebagai Upaya Non-Farmakologis Penurunan Suhu Tubuh Pada Bayi Demam Di TPMB Agustina Kabupaten Ogan Komering Ilir Dewi Ciselia; Marchatus Soleh; Titin Apriyani
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Juni 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21280875

Abstract

Demam merupakan gangguan kesehatan yang paling sering dialami bayi dan kerap menimbulkan kecemasan bagi ibu, sehingga tidak jarang ibu langsung memberikan terapi obat penurun panas tanpa mempertimbangkan alternatif non-farmakologis. Hasil kajian awal di TPMB Agustina Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menunjukkan sebagian besar ibu masih menangani demam bayinya dengan cara tradisional yang kurang tepat, seperti kompres dingin, penggunaan daun jarak, atau bawang merah yang dicampur minyak, akibat kebiasaan turun-temurun dalam keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam menangani demam bayi menggunakan kompres daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) sebagai intervensi non-farmakologis yang mudah, aman, dan murah. Kegiatan dilaksanakan melalui tahap persiapan, penyuluhan kesehatan, demonstrasi pembuatan dan cara pengaplikasian kompres, pendampingan penerapan pada bayi demam usia 1-12 bulan, serta evaluasi menggunakan lembar observasi dan pengukuran suhu tubuh pada 10 bayi yang terbagi menjadi kelompok yang mendapat kompres daun kembang sepatu dan kelompok pembanding. Hasil pendampingan menunjukkan rata-rata suhu tubuh bayi pada kelompok yang diberikan kompres daun kembang sepatu menurun dari 37,64°C menjadi 36,84°C, sedangkan pada kelompok pembanding suhu tubuh relatif tidak banyak berubah, dari 37,56°C menjadi 37,54°C, dengan selisih penurunan sebesar 0,7°C (p=0,002). Ibu peserta kegiatan menyatakan pemahaman dan kepercayaan diri yang meningkat dalam menangani demam bayi secara mandiri di rumah. Kegiatan ini menegaskan bahwa edukasi dan pendampingan pemanfaatan kompres daun kembang sepatu efektif sebagai bekal keterampilan keluarga dalam penanganan awal demam bayi dan berpotensi diintegrasikan sebagai materi edukasi rutin di tempat praktik mandiri bidan (TPMB).
Edukasi Dan Pendampingan Pemanfaatan Kompres Daun Kembang Sepatu (Hibiscus Rosa-Sinensis) Sebagai Upaya Non-Farmakologis Penurunan Suhu Tubuh Pada Bayi Demam Di TPMB Agustina Kabupaten Ogan Komering Ilir Dewi Ciselia; Marchatus Soleh; Titin Apriyani
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Juni 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21280875

Abstract

Demam merupakan gangguan kesehatan yang paling sering dialami bayi dan kerap menimbulkan kecemasan bagi ibu, sehingga tidak jarang ibu langsung memberikan terapi obat penurun panas tanpa mempertimbangkan alternatif non-farmakologis. Hasil kajian awal di TPMB Agustina Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menunjukkan sebagian besar ibu masih menangani demam bayinya dengan cara tradisional yang kurang tepat, seperti kompres dingin, penggunaan daun jarak, atau bawang merah yang dicampur minyak, akibat kebiasaan turun-temurun dalam keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam menangani demam bayi menggunakan kompres daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) sebagai intervensi non-farmakologis yang mudah, aman, dan murah. Kegiatan dilaksanakan melalui tahap persiapan, penyuluhan kesehatan, demonstrasi pembuatan dan cara pengaplikasian kompres, pendampingan penerapan pada bayi demam usia 1-12 bulan, serta evaluasi menggunakan lembar observasi dan pengukuran suhu tubuh pada 10 bayi yang terbagi menjadi kelompok yang mendapat kompres daun kembang sepatu dan kelompok pembanding. Hasil pendampingan menunjukkan rata-rata suhu tubuh bayi pada kelompok yang diberikan kompres daun kembang sepatu menurun dari 37,64°C menjadi 36,84°C, sedangkan pada kelompok pembanding suhu tubuh relatif tidak banyak berubah, dari 37,56°C menjadi 37,54°C, dengan selisih penurunan sebesar 0,7°C (p=0,002). Ibu peserta kegiatan menyatakan pemahaman dan kepercayaan diri yang meningkat dalam menangani demam bayi secara mandiri di rumah. Kegiatan ini menegaskan bahwa edukasi dan pendampingan pemanfaatan kompres daun kembang sepatu efektif sebagai bekal keterampilan keluarga dalam penanganan awal demam bayi dan berpotensi diintegrasikan sebagai materi edukasi rutin di tempat praktik mandiri bidan (TPMB).
LITERATURE REVIEW FAKTOR-FAKTOR YANG BERKETERKAITAN DENGAN KEJADIAN SCABIES PADA ANAK PUTRI SEPTIANI; Miftah Apriani; Dewi Ciselia
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Abudurahman
Publisher : STIKES Abdurahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55045/jkab.v15i1.300

Abstract

Scabies is a skin disease commonly found in tropical and subtropical climates and is contagious. Another word commonly used by Indonesians to describe scabies is "kudis," while in Javanese it is called "gudig," while in Sundanese it is called "budug." According to Kusuma (2021), this disease, caused by the parasite Sarcoptes scabiei variant hominis (a type of mite), is also commonly known as body lice, budukan, or gatas agogo. Symptoms of scabies are typically characterized by intense itching, a rash similar to acne, and scales or blisters on the skin. Generally, scabies can be transmitted through direct physical contact or the use of shared objects such as toiletries. A common complication of scabies is a secondary infection caused by bacteria entering through scratches. Excessive itching causes a person to scratch, creating wounds, which can become entry points for infection-causing bacteria.
The EFFECT OF GIVING MUNG BEAN EXTRACT TO POST-PRACTICE MOTHERS ON BREAST MILK PRODUCTION Vika Tri Zelharsandy; Dewi Ciselia; Tiara Fatrin
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Abudurahman
Publisher : STIKES Abdurahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55045/jkab.v15i1.309

Abstract

The postpartum period is a 40-day recovery period for the reproductive organs. Breast milk is the best food for babies because it contains so many benefits for babies. Breast milk (Mother's Milk) is the only natural, best food for babies. Breast milk contains various nutrients needed for growth and development. The benefits of breast milk are very large, including increasing the growth of brain nerve cells, reducing the risk of babies suffering from diseases, and providing a loving relationship between mother and baby. One way to increase breast milk production is by consuming mung bean juice. Mung beans contain 20-25% protein. Mothers need a lot of protein during breastfeeding because protein contains amino acids that can stimulate breast milk secretion. The purpose of this study was to determine the effect of giving mung bean juice to postpartum mothers on breast milk production. This study used a quasi-experimental design with a one-group pre-post design and a sampling technique using total sampling. In this study, there were 15 respondents. This study was conducted from December 2024 to January 2025. The results showed that the average breast milk production in postpartum mothers before being given mung bean juice was 1.47, and after being given mung bean juice, it increased by 2.47. Based on the results of the Wilcoxon rank test, the Asymp. Sign (2-tailed) value was 0.005 <α (0.05). Therefore, Ha was accepted, thus concluding that there was a significant difference between postpartum mothers' breast milk production before and after being given mung bean juice to postpartum mothers. Keywords: postpartum mothers, breast milk production, green bean extract