Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PROSES DESAIN INTERIOR DI SAMMA STUDIO MENGENAI VILLA BABAKAN DALAM BENTUK 3D MODEL Saputri, Ni Made Diah Ayu; Maharani, Ida Ayu Dyah; Tiaga, I Nyoman Adi
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v4i1.3470

Abstract

Villa merupakan sebuah bangunan yang dibuat dengan tujuan sebagai tempat tinggal sementara ketika berlibur dan berekreasi (Gunawan, 2007). Salah satu villa yang dibangun dengan tujuan sebagai rumah berlibur yaitu Villa Babakan, yang berlokasi di Canggu, Bali, indonesia. Tujuan terebut membuat Villa Babakan didesain dengan menyesuaikan kebutuhan suatu rumah tinggal. Villa ini merupakan proyek garapan dari sebuah perusahaan konsultan desain interior dan arsitektur yang bernama PT Samma Seiya Sekata / Samma Studio. PT Samma Seiya Sekata / Samma Studio merupakan sebuah perusahaan yang fokus bergerak dibidang desain interior dan arsitektur khususnya proyek komersial dan perhotelan yang berlokasi di Jl. Bumbak No.117, Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data dokumentasi. Adapun ilmu yang didapat dari pengerjaan proyek ini yakni berupa alih pengetahuan, alih ketrampilan, dan alih teknologi. Alih pengetahuan yang dimaksud yaitu pengetahuan menejemen proyek, pengetahuan organisasi perusahaan, dan pengetahuan proses desain. Alih ketrampilan yang dimaksud yakni keterampilan perancangan dan manajemen waktu, sedangkan alih teknologi yang dimaksud yaitu teknologi sebagai sarana perancangan. Proses perancangan Villa Babakan memiliki beberapa tahapan dalam penyelesaian desainnya. Tahapan tersebut antara lain, tahap pengumpulan data, seperti site visit untuk mengetahui kondisi serta lokasi lahan, kebutuhan klien, dan preferensi desain yang dipilih klien; tahap perancangan layout dan moodboard yang sesuai dengan preferensi desain yang telah dipilih; tahap pengerjaan 3D; dan tahap 3D render. Setiap tahapan tersebut didiskusikan kepada klien untuk kemudian menjalani revisi sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Hasil akhir dari proses ini berupa 3D render dan layout Villa Babakan. Proses ini memberikan peningkatan dan mengasah kemampuan bagi designer di bidang teknologi seperti, ketrampilan menggunakan aplikasi AutoCad dalam pengerjaan layout, dan keahlian dalam pembuatan 3D modeling menggunakan aplikasi Sketchup, dan juga kemampuan rendering menggunakan aplikasi Enscape di Sketchup.
The Impact of Visual Design on Impulse Buying in Shopee's Instagram Ads Fricillia, Michelle; Julianto, I Nyoman Larry; Maharani, Ida Ayu Dyah
VCD: Journal of Visual Communication Design Vol. 10 No. 2 (2025): VCD: Journal of Visual Communication Design
Publisher : Universitas Ciputra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/vcd.v10i2.5975

Abstract

This research examines how visual design elements in Shopee’s Instagram advertisements influence consumers’ impulsive buying behavior. With the growing prevalence of online shopping among users aged 18 to 34, brands increasingly rely on visual strategies such as bright colors, countdown timers, and expressive illustrations to attract immediate attention. The study applies a qualitative approach using content and semiotic analysis of Shopee’s “6.6 Campaign” advertisements. The analysis focuses on color schemes, typography, illustration style, layout, and motion effects. The findings reveal that warm orange tones, bold typography, and cheerful character illustrations effectively capture attention and create a sense of urgency, which encourages spontaneous purchases. Structured layouts and balanced visual rhythm further strengthen clarity and brand recall. The results suggest that combining emotional triggers with consistent visual identity enhances user engagement and purchase intention. This study underscores the role of visual communication design as a strategic tool in shaping consumer perception and behavior in digital commerce.
Faktor-faktor penentu dalam sejarah transformasi perwujudan Bangunan tinggal Bali aga Ida Ayu Dyah Maharani; Imam Santosa; Prabu Wardono; Widjaja Martokusumo
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 7 No. 2 (2017): BUDAYA EKONOMI BALI
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali Aga residential buildings which have a vernacular character believed to be built deliberately by humans as a shelter when they started to live settled in 8th to 13th century. The shape of Bali Aga residential buildings have a transformation in similarity and difference among Bali Aga villages, occur in each period of Bali Aga era in diachronic ways. This research traces the factors which influence that phenomenon. The Bali Aga era that rebranding attempted to an ancient, the new and the newest Bali Aga, show that transformation in the similarity and difference is not due to cultural overlapping only. The change of local environmental conditions and potential also affect it, in accordance with the vernacular concept. Both become the most important factors affecting the shape of Bali Aga residential buildings, which written in qualitative historiography method limited to the discussion about interior and façade of buildings.
Paradigma Resort Bali: Tradisi dan Modernisme dalam Hotel Tandjung Sari Sanur Ida Ayu Ratna Naya Kalyana; Made Mirah Agantari Dhana; Ida Ayu Dyah Maharani
REKAJIVA Jurnal Desain Interior Vol 3, No 2 (2025): Rekajiva Jurnal Desain Interior
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotel Tandjung Sari di Sanur, berdiri sejak 1960-an, menjadi tonggak awal paradigma resort di Bali. Sebagai boutique hotel pertama, ia memadukan tradisi lokal dengan modernisme, menawarkan arah baru bagi arsitektur tropis berbasis budaya. Identitas arsitekturalnya terwujud melalui atap tradisional, material alami seperti batu, kayu, bambu, serta tata ruang terbuka yang menyatu dengan lanskap. Penelitian ini menelaah bagaimana Tandjung Sari mengintegrasikan nilai-nilai harmoni Bali dengan estetika modern yang sederhana dan humanis. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, kajian ini menelusuri sejarah, strategi desain, serta hubungan emosional antara pemilik, tamu, dan lingkungan. Hasil studi menunjukkan bahwa keberhasilan hotel ini terletak pada kemampuannya merintis Bali Style—gaya resort tropis yang kontekstual, berkelanjutan, sekaligus relevan hingga kini. Lebih dari sekadar penginapan, Tandjung Sari tampil sebagai simbol resistensi terhadap homogenisasi desain global dan menjadi model penting dalam memahami transformasi arsitektur resort di Bali yang tetap berakar pada identitas budaya lokal
Penerapan Sistem Tanda Anti-Bullying Dalam Film Animasi 3D Small Steps Melalui Semiotika Umberto Eco Priya Regan Philandersani; Ida Ayu Dyah Maharani; Gede Pasek Putra Adnyana Yasa
Jurnal Bahasa Rupa Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Bahasa Rupa April 2026
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31598/bahasarupa.v8i2.2093

Abstract

Film animasi 3D sebagai media edukasi anti-bullying menghadapi tantangan mendasar dalam mengkodekan nilai moral abstrak ke dalam sistem tanda visual yang terbaca intuitif oleh anak usia sekolah dasar. Semiotika Umberto Eco, khususnya konsep sign-function, overcoding, dan undercoding, menawarkan kerangka yang tepat untuk mengevaluasi seberapa andal makna tanda visual tersampaikan kepada audiens tertentu. Secara praktis, kerangka ini mengidentifikasi kode visual mana yang langsung terbaca oleh anak tanpa penjelasan verbal dan kode mana yang membutuhkan interpretasi aktif dari penonton. Penelitian ini menganalisis sistem tanda dalam film animasi 3D Small Steps menggunakan kerangka semiotika Eco, dengan fokus pada tiga unit analisis: desain karakter, sistem warna, dan environment subak sebagai kode budaya. Metode deskriptif kualitatif digunakan dengan teknik analisis unit tanda pada 11 adegan kunci film. Hasil menunjukkan bahwa kontras ukuran antara karakter Luh dan Bara beroperasi sebagai sign-function yang mengkodekan ketidakseimbangan kekuatan tanpa penjelasan verbal. Environment subak yang diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia sejak 2012 berfungsi sebagai overcoding budaya yang berpotensi mengaktifkan nilai harmoni Tri Hita Karana bagi anak Bali yang memiliki pengetahuan budaya relevan. Penelitian ini menawarkan model sistem tanda tiga lapisan sebagai kontribusi praktis bagi bidang Desain Komunikasi Visual dan pengembangan multimedia edukatif berbasis kearifan lokal.
Analisis Estetika Visual Maskot Amaq Ceret dan Inaq Dulang Pada Pemilihan Umum KPU Kabupaten Lombok Utara Tahun 2024 I Gusti Lanang Mardika Rai Suputra; Anak Agung Gede Bagus Udayana; Ida Ayu Dyah Maharani
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 5 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Mei 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i5.2489

Abstract

Penelitian ini membahas estetika visual karakter maskot Amaq Ceret dan Inaq Dulang pada Pilkada Kabupaten Lombok Utara tahun 2024. Maskot dirancang dengan mengadaptasi unsur budaya lokal masyarakat Sasak Bayan melalui transformasi benda tradisional seperti Ceret, Tembolak, dan Dulang ke dalam bentuk karakter antropomorfik. Penelitian bertujuan menganalisis unsur estetika visual maskot berdasarkan teori estetika Marcia Muelder Eaton. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis dilakukan terhadap unsur visual berupa garis, bentuk, warna, tekstur, proporsi, dan ruang pada kedua karakter maskot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visual karakter maskot berhasil menghadirkan pengalaman estetis melalui penggunaan garis ekspresif, bentuk antropomorfik, warna alami, tekstur visual, serta proporsi dan ruang yang komunikatif. Penggunaan busana adat Jong Bayan memperkuat representasi identitas budaya lokal dalam desain karakter maskot. Selain berfungsi sebagai media komunikasi visual Pilkada, maskot juga menjadi sarana representasi budaya masyarakat Sasak Bayan dalam bentuk visual yang persuasif, mudah dikenali, dan mampu membangun pengalaman estetis bagi masyarakat.
Keragaman Wujud Bangunan Tinggal Desa-desa Bali Aga dari Zaman Bali Kuno Ida Ayu Dyah Maharani
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 No 2 Oktober 2021
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2021.v11.i02.p14

Abstract

Some of ancient villages in Bali which to be known as Bali Aga villages, existed since Ancient Balinese era from 8th to 13th century. As a product which created from problem solving effort, Bali Aga's dwelling buildings still being learned today in generalized interpretation, as if it could represent dwelling building from all Bali Aga villages. This article aims to analyze the variation of the Bali Aga’dwelling buildings appearance and the factors behind. Through the synchronous and diachronic approach at several Bali Aga villages which are known from discoveries incription’s name from beginning to the end of Ancient Balinese era, it can be known, although it built from the same concept, there are some variation in its appearance which is determined by local believes, environmental and spirit of the era. At the beginning of the Ancient Balinese era, there was a home and house for residents as a place for all activities. The change from Ancient Bali to the Middle Bali periods showed the transition which brought about variations in the dwelling buildings.
Faktor-faktor penentu dalam sejarah transformasi perwujudan Bangunan tinggal Bali aga Ida Ayu Dyah Maharani; Imam Santosa; Prabu Wardono; Widjaja Martokusumo
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 7 No. 2 (2017): BUDAYA EKONOMI BALI
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali Aga residential buildings which have a vernacular character believed to be built deliberately by humans as a shelter when they started to live settled in 8th to 13th century. The shape of Bali Aga residential buildings have a transformation in similarity and difference among Bali Aga villages, occur in each period of Bali Aga era in diachronic ways. This research traces the factors which influence that phenomenon. The Bali Aga era that rebranding attempted to an ancient, the new and the newest Bali Aga, show that transformation in the similarity and difference is not due to cultural overlapping only. The change of local environmental conditions and potential also affect it, in accordance with the vernacular concept. Both become the most important factors affecting the shape of Bali Aga residential buildings, which written in qualitative historiography method limited to the discussion about interior and façade of buildings.