Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Bahasa Figuratif dalam Dialog Romantis Film Dilan 1990: Kajian Stilistika Suhfi Albab; Dery Purnama Saefudin; Thea Umbarasari; Restoeningroem Restoeningroem
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1484

Abstract

Bahasa figuratif memainkan peran penting dalam membentuk komunikasi, terutama dalam interaksi romantis, di mana ia menambah kedalaman dan ekspresivitas dalam percakapan.. Penelitian ini menganalisis penggunaan bahasa figuratif dalam ujaran gombal Dilan dalam film Dilan 1990 untuk mengungkapkan perasaan dan membangun ketegangan romantis antara Dilan dan Milea. Fokus utama penelitian ini adalah jenis-jenis bahasa figuratif yang digunakan, seperti metafora, hiperbola, ironi, dan litotes, serta fungsi pragmatik yang terkandung di dalamnya. Melalui analisis pragmatik, penelitian ini menjelaskan bagaimana bahasa figuratif memperkaya komunikasi dalam film, menggambarkan karakter Dilan yang kompleks, dan menciptakan dinamika emosional yang mendalam dalam hubungan kedua tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa figuratif dalam gombalan Dilan tidak hanya berfungsi untuk mengungkapkan cinta secara kreatif, tetapi juga memperkuat hubungan emosional dan sosial antara karakter-karakter tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman penggunaan bahasa figuratif dalam komunikasi remaja, khususnya dalam konteks hubungan romantis. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji penggunaan bahasa figuratif dalam film Indonesia lainnya serta membandingkan penggunaannya antar genre film yang berbeda.
Exploring the Role of Parent–Child Emotional Bonding and Verbal Interaction in Early Speaking Development Saefudin, Dery Purnama; Wulandari, Wenny; Wahjuningtijas, Rindang
SALEE: Study of Applied Linguistics and English Education Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/salee.v6i2.2093

Abstract

Early language development is crucial for children’s cognitive and social growth. This study aims to investigate the relationship between parental linguistic stimulation, emotional support, and children’s speaking ability. The research involved 30 preschool and kindergarten children at KB-TK Amanah Qurani in the 2024/2025 academic year. Data were collected using questionnaires completed by teachers and parents. Due to non-normal distribution in two variables, Spearman Rank Correlation was used for analysis. Results show significant positive correlations among all variables. Parental linguistic stimulation and emotional support are strongly correlated (? = 0.735, p < 0.001). Children’s speaking ability has a moderate positive correlation with linguistic stimulation (? = 0.573, p = 0.001) and a strong positive correlation with emotional support (? = 0.640, p < 0.001). These findings indicate that higher parental involvement in language and emotional development is associated with better speaking skills in early childhood. This study emphasizes the vital role of both cognitive and emotional support in language acquisition and recommends greater focus on parent-child interaction in early education programs.
Social Media and Politeness in Adolescent Language Practices: A Sociolinguistic Perspective Saefudin, Dery; Santosa, Prima; Kartono, Kartono; Nurani, Siti; Pratama, Shadam
SALEE: Study of Applied Linguistics and English Education Vol. 7 No. 1 (2026): (In Progress)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/salee.v7i1.2488

Abstract

This study aims to analyze the relationship between social media use and language politeness among students at SMP N 222 East Jakarta, considering that social media serves as a socialization space that influences teenagers’ linguistic interactions. The study uses a quantitative approach with a correlational design and involves 180 students from grades 7 to 9. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using descriptive statistics and Spearman’s non-parametric correlation test because one of the variables was not normally distributed. The results show that students have a fairly high level of social media use (M = 3.5406) and a high level of language politeness (M = 4.2044). The Spearman correlation test revealed a weak but significant positive relationship between social media use and language politeness (r = 0.209, p = 0.005), indicating that the more students engage with social media, the more likely their language politeness increases, although the effect is small. These findings confirm that social media can function as a social space supporting polite linguistic behavior. The implication for education is the need for digital literacy and supervision of online interactions by schools and parents to guide teenagers’ language behavior in a positive way.
Pembentukan Karakter Survival Siswa melalui Media Film: Studi Eksperimen pada Film Drawing Closer dan 18x2 Beyond Youthful Days Siti Sarah Salsadita; Christine Masada Hirashita Tobing; Dery Purnama Saefudin
HANA: Humanities and Academic Narratives in Education Vol. 1 No. 2 (2026): HANA: Humanities and Academic Narratives in Education
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan (AAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/hana.v1i2.492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan karakter survival siswa melalui narasi tokoh film Drawing Closer dan 18x2 Beyond Youthful Days. Karakter survival dipahami sebagai kemampuan siswa dalam membangun ketahanan diri, refleksi makna hidup, serta sikap adaptif dalam menghadapi tantangan personal dan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain Pre-Experimental Pre-Test and Post-Test. Subjek penelitian meliputi peserta didik kelas X Perhotelan 2 dan X DPB 2 di SMKN 32 Jakarta Selatan dengan jumlah responden 59 siswa, serta didukung data dari guru bimbingan dan konseling, wali kelas, dan pihak kurikulum kesiswaan. Layanan penguasaan konten berbasis narasi tokoh film digunakan sebagai media pembelajaran reflektif yang mendorong pemaknaan nilai dan pengalaman kemanusiaan siswa. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Samples t-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test, dengan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan narasi tokoh film dalam layanan penguasaan konten berpengaruh secara signifikan terhadap pembentukan karakter survival siswa. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis narasi melalui media film dapat menjadi alternatif pedagogis yang efektif dalam mendukung pendidikan karakter dan pengembangan nilai kemanusiaan di lingkungan sekolah menengah kejuruan.
HUBUNGAN KEDEKATAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN PILIHAN STRATEGI KESANTUNAN BERBAHASA Saefudin, Dery Purnama; Sentosa, Prima Pantau Putri; Mulyadi, Mulyadi; Restoeningroem, Restoeningroem; Kasmanah, Kasmanah; Albab, Suhfi
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 10, No 1 (2026): JURNAL LITERASI APRIL 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v10i1.24002

Abstract

Interaksi remaja di lingkungan sekolah ditandai oleh dinamika relasi teman sebaya yang memengaruhi penggunaan bahasa dalam komunikasi sehari-hari, di mana kedekatan sosial menjadi faktor penting dalam menentukan pilihan strategi kesantunan berbahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kedekatan sosial teman sebaya dan penggunaan strategi kesantunan berbahasa pada siswa SMP. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 35 siswa kelas VIII di SMP Negeri 222 Jakarta Timur yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert dan dianalisis dengan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kedekatan sosial dan strategi kesantunan berbahasa (r = 0,634; p < 0,001), dengan kontribusi sebesar 40,2%. Strategi positive politeness lebih dominan pada tingkat kedekatan tinggi, sedangkan negative politeness dan off-record cenderung digunakan pada hubungan yang lebih berjarak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kedekatan sosial berperan penting dalam menentukan pilihan strategi kesantunan berbahasa remaja. Temuan ini berimplikasi pada pentingnya pengembangan pembelajaran bahasa yang mengintegrasikan kesantunan komunikatif berbasis relasi sosial untuk mendukung komunikasi yang efektif dan harmonis di lingkungan sekolah.