Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

MODEL RANCANGAN APLIKASI PENDAFTARAN RAWAT JALAN BERBASIS WEB DI KLINIK DOKTER X Avid Wijaya; Mochammad Yusril Rizkyawan; Achmad Zani Pitoyo; Endang Sri Dewi Hastuti Suryandari; Hartaty Sarma Sangkot
Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (JUKANTI) Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (JUKANTI) Edisi April 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Informatika, Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/jukanti.v6i1.913

Abstract

Klinik dokter praktik adalah fasilitas perawatan kesehatan tingkat pertama yang menyediakan layanan medis dasar yang melayani kesehatan individu. Pasien yang akan berobat di klinik Dokter Praktek terlebih dahulu melakukan pendaftaran di loket pendaftaran dengan mengambil antrian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang sebuah web-berbasis sistem informasi pendaftaran rawat jalan yang dapat digunakan oleh petugas pendaftaran dan pasien. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan sistem Waterfall, dengan beberapa tahapan yaitu analisis, perancangan, pengkodean, dan pengujian fungsi aplikasi. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah model desain aplikasi Pendaftaran Rawat Jalan Berbasis Web Site di Klinik Praktek Dokter X. Data pertama yang dimasukkan adalah username dan password, namun jika pasien belum memiliki username dan password maka pasien dapat memilih opsi “Daftar Sekarang” dengan mengisi nama lengkap, tanggal lahir, alamat, email, nomor telepon, jenis kelamin , umur, agama, dan nomor BPJS (bila ada) maka pasien akan kembali ke halaman awal dan memasukkan username dan password yang telah dibuat. Kemudian pasien akan melihat jadwal dokter dan akan memilih jadwal sesuai keinginan pasien. Dengan sistem aplikasi pendaftaran online, pasien dapat menentukan kedatangannya untuk berobat secara online tanpa perlu mengantri langsung di klinik dokter. Petugas Pendaftaran akan mudah melakukan manajemen data pasien yang bekunjung ke klinik. Dampaknya akan memudahkan pasien dan petugas pendaftaran dalam bertransaksi secara online dan akan mempersingkat waktu dalam proses pelayanan.
ANALISIS INFORMASI DAN PENGEMBANGAN DALAM PENERAPAN APLIKASI CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT KLINIK SEBAGAI PENDUKUNG EDUKASI PENYAKIT TIDAK MENULAR Avid Wijaya; Prima Soultoni Akbar; Hartaty Sarma Sangkot; Endang Sri Dewi Hastuti Suryandari
Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (JUKANTI) Vol 6 No 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMASI (JUKANTI) EDISI NOPEMBER 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Informatika, Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/jukanti.v6i2.1044

Abstract

The rapid development of digital disruption has driven the healthcare sector to embrace technology as a vital tool in engaging patients as health consumers. In the pursuit of providing better services to patients, clinics now increasingly recognize the need for a system that can effectively connect clinics and patients with the ultimate goal of fostering loyalty in healthcare transactions. This research aims to implement a web-based Customer Relationship Management (CRM) application system in clinics. In the design of this research, a descriptive approach is employed, with a focus on the analysis of the requirements necessary for the implementation of CRM application systems in clinics. The research subjects involve primary care clinics located in the city of Malang, serving as samples that represent diverse clinic contexts. The research instrument used is an interview guide, enabling in-depth data collection regarding user needs and expectations. The proposed implementation of the CRM application also involves an analysis of the extent to which users respond to and accept the application. The initial stage of the research involves information analysis to comprehend the various system requirements in different clinics. Subsequently, the development of systems in these clinics is a key step in enhancing the patient experience and interactions between clinics and patients. It is crucial to closely monitor user feedback on this application, how the application affects interactions between patients and clinics, and how user responses can be interpreted into improvements in a new information system that is more user-friendly. This research will provide valuable insights into how technology and application systems can serve as effective tools in enhancing healthcare services and interactions between clinics and patients.).
Hubungan Efisiensi Bed Occupancy Rate Bor (BOR) Dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap RSUD Koesnadi Bondowoso Hartaty Sarma Sangkot; Elda Ogitalia; Endang Sri Dewi Hatuti Suryandari; Avid Wijaya
J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Vol 5 No 2 (2024): March
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-remi.v5i2.4216

Abstract

The improvement of healthcare service quality has become the primary focus in maintaining the operational success of a hospital. Bed Occupancy Rate (BOR) serves as an indicator of the efficiency in utilizing inpatient facilities, while patient satisfaction reflects a positive response to the provided care. Although BOR has become a common benchmark, it is still unclear whether this efficiency directly impacts patient satisfaction. This study aims to evaluate the correlation between Bed Occupancy Rate (BOR) efficiency and patient satisfaction during inpatient care at RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso. The research method employed is analytical with a cross-sectional approach, involving the entire inpatient population from August to October 2023 (a total of 3,654 patients). A sample of 100 patients was selected using quota sampling based on the Slovin formula. The findings indicate that two pavilions, Dahlia (57.45%) and Mawar (40.94%), are inefficient in terms of BOR. In contrast, three pavilions, Teratai (92.47%), Melati (61.42%), and Bougenville (61.04%), exhibit efficient BOR. Patient satisfaction, measured among 100 respondents, reveals that 84% are very satisfied, while 16% are dissatisfied. Despite differences in BOR efficiency among pavilions, statistical analysis using the Chi-Square test shows no significant relationship (p = 0.054) between BOR efficiency and patient satisfaction at RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso. In conclusion, this study asserts that BOR values do not significantly impact patient satisfaction in the hospital. These findings suggest that other factors may play a role in influencing patient satisfaction during inpatient care at RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso, necessitating further research for a deeper understanding.
Hubungan Ketepatan Penulisan Diagnosis Penyakit dengan Keakuratan Kode Diagnosis pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Endang Sri Dewi Hastuti Suryandari; Regina Novi Rahmadhani; Acmad Zani Pitoyo; Hartaty Sarma Sangkot; Avid Wijaya
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 11, No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.11.3.2023.249-250

Abstract

The accuracy of the disease diagnoses code is determined by the accuracy of writing the diagnoses. The result of observation in 10 inpatient medical record documents at the TNI-AD 05.08.04 Hospital Lawang, 5 documents were found with inaccurate codes (50%) with 3 incorrectly written diagnoses. The purpose of this study was to analyze the effect of the accuracy in writing disease diagnoses to the accuracy of the diagnoses code for inpatients at the TNI-AD 05.08.04 Hospital, Lawang. This methode of research was an analytic observational with a cross-sectional approach. The number of sample analyze were 100 inpatient medical record documents which hospitalitaion from March to August 2022 and using simple random sampling technique by lottery. The accuracy of writing diseases diagnoses of inpatient was an independent variable and the accuracy of the diagnoses code for the inpatient at the TNI-AD 05.08.04 Hospital, Lawang was dependent variable in this study. The results showed the accuracy in writing disease diagnoses was 70% and the accuracy of the disease diagnoses code was 45%. The analytic test with Chi Square showed significantly the effect of accuracy in writing diseases diagnoses to the accuracy of diagnoses code for inpatient at the TNI-AD 05.08.04 Hospital Lawang with a p-value = 0.000 (<0.05). The accuracy in writing diseases diagnoses by doctor that refer to medical terminology of ICD-10 will producted an accurate diagnoses codes.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERUPA IMPLEMENTASI WEB PROFIL KESEHATAN & MANAJEMEN PANTI ASUHAN AL-IKHLAS: Community Empowerment through the Implementation of Health Profile Website & Management of Al-Ikhlas Orphanage Wijaya, Avid; Soultoni Akbar, Prima; Sarma Sangkot, Hartaty
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v1i3.41

Abstract

Pemberdayaan masyarakat, terutama melalui panti asuhan, merupakan elemen penting dalam meningkatkan kualitas hidup individu dan komunitas. Akses informasi yang memadai di bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial menjadi faktor penentu dalam upaya pemberdayaan ini. Implementasi teknologi informasi dapat menjadi sarana efektif untuk meningkatkan aksesibilitas informasi dalam konteks panti asuhan. Tujuan dalam kegiatan pengabdian Masyarakat ini adalah untuk memberdayakan masyarakat berupa implementasi web profil kesehatan & manajemen panti asuhan Al-Ikhlas. Metode yang digunakan dalam program pemberdayaan ini melibatkan beberapa tahap, mulai dari sosialisasi konsep web profil dan manajemen sebagai literasi digital di bidang kesehatan hingga pelatihan praktis dalam pembuatan dan pengoperasian web profil Manajemen Panti Asuhan. Tahap pertama adalah penyampaian konsep literasi digital kepada staf panti asuhan dengan fokus pada pengenalan domain, manfaat web profil, copywriting, dan peluang yang ada dalam era teknologi digital. Selanjutnya, setelah pelatihan, program melibatkan pendampingan dalam penggunaan aplikasi web profil panti asuhan serta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penggunaan aplikasi tersebut. Sosialisasi dan pelatihan berhasil meningkatkan pemahaman tentang web profil, literasi digital, dan potensi teknologi informasi bagi panti asuhan. Implementasi web profil kesehatan diharapkan meningkatkan akses informasi kesehatan anak-anak dan mendukung kesejahteraan mereka. Hasil program juga memberikan wawasan tentang peningkatan kemandirian panti asuhan dalam mengelola informasi kesehatan dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan masalah sosial di sekitarnya. Penerapan teknologi informasi melalui web profil kesehatan memberikan dampak positif, meningkatkan akses informasi, dan kreativitas di panti asuhan. Program ini memberikan kontribusi positif untuk perkembangan anak-anak dan panti asuhan di masa depan.
Analisis Kelengkapan dan Ketepatan Kodefikasi Penyakit Neoplasma Berdasarkan ICD-10 Suryandari, Endang Sri Dewi Hastuti; Muttaqien, Anis Nurul Fataya; Gunawan; Sangkot, Hartaty Sarma; Wijaya, Avid
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda (JIPIKI) Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Februari
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jipiki.v9i1.1530

Abstract

Diagnosis coding in neoplasm diseases should be complete and precise in accordance to ICD-10 by providing topography codes and morphology codes. Incompleteness and inaccuracy of codes could have an impact on inaccuracies of morbidity reports and inappropriate treatment, as well as increased medical costs. Preliminary studies at UOBK RSUD Dokter Mohamad Saleh Probolinggo showed the percentage of topography code accuracy in 5 medical record documents (MRDs) for neoplasm diseaes was 100%, and the completeness of the neoplasm diagnosis code was 0%. This study objective was to ascertain the completeness and precision of codes in neoplasm diseases based on ICD-10. The research’s design was a quantitative descriptive study with a retrospective strategy using the population of all MRDs of neoplasm diseases in September-November 2022. The sample of 112 MRDs which taken utilizing the technique of total sampling. The factors in the research was the completeness and accuracy of neoplasm diagnosis codes based on ICD-10. Data were collected through observation in the coding section and checklist sheets. The outcome presented the precision of the topography codes was 90.18%, the precision of the morphology codes was 0%, and the precision and thoroughness of the codes in neoplasm diseases was 0%. The incompleteness and inaccuracy of the codes was caused by the absence of morphological code in the patient's medical resume and errors in selecting the topography code block. Coders should complete the morphological code on the patient's medical resume to obtain the neoplasma diagnosis code’s accuracy and completeness.
PENILAIAN PENERIMAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DI PUSKESMAS WONOMERTO MELALUI PENDEKATAN METODE TAM Wijaya, Avid; Grisalda, Sonia; Rudi Sunindya, Bernadus
Sehati Abdimas Vol 6 No 1 (2023): Prosiding Sehati Abdimas 2023
Publisher : PPPM POLTESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47767/sehati_abdimas.v6i1.614

Abstract

Penelitian ini membahas evaluasi penerimaan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) di Puskesmas Wonomerto menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). SIMPUS, yang diperkenalkan pada tahun 2010 oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, bertujuan meningkatkan efisiensi pengelolaan puskesmas. Penelitian ini mengusulkan penilaian TAM untuk menggali persepsi dan sikap pengguna terhadap SIMPUS. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dengan menerapkan skala sikap pada variabel-variabel yang relevan. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang didistribusikan kepada seluruh pengguna SIMPUS di Puskesmas Wonomerto, dengan total responden sebanyak 24 orang. Hasil penelitian menunjukkan tingkat persetujuan yang tinggi terhadap kegunaan yang dirasakan (rata-rata skala 3,36), kemudahan penggunaan yang dirasakan (rata-rata skala 3,29), sikap terhadap penggunaan (rata-rata skala 3,19), niat perilaku untuk menggunakan (rata-rata skala 3,16), dan penggunaan aktual sistem (rata-rata skala 2,9). Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SIMPUS di Puskesmas Wonomerto diterima dengan baik oleh petugas puskesmas, memberikan pandangan yang berguna untuk perbaikan dan pengembangan lebih lanjut dalam mengoptimalkan pemanfaatan sistem informasi manajemen di konteks pelayanan kesehatan.
DESAIN SISTEM E-TRACER SEBAGAI SOLUSI PENCATATAN DAN PELACAKAN PASIEN DI PUSKESMAS KENDALSARI MALANG Wijaya, Avid; Mutiara Fandabella, Titania; Yudhi Prabowo, Rahmadyo; Sri Dewi Hastuti Suryandari, Endang; Sarma Sangkot, Hartaty
Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (JUKANTI) Vol 7 No 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMASI (JUKANTI) EDISI APRIL 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Informatika, Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/jukanti.v7i1.1186

Abstract

ABSTRAK Proses penyimpanan catatan medis di Puskesmas Kendalsari saat ini telah memanfaatkan sistem pelacakan (tracer), namun masih menghadapi beberapa hambatan, seperti kesalahan dalam mencatat nomor rekam medis atau nama pasien di sistem pelacakan, kurangnya jelasnya tulisan pada sistem pelacakan, dan kesalahan dalam penempatan sistem pelacakan pada rak penyimpanan. Beberapa masalah ini berpotensi menyebabkan kesalahan dalam penyimpanan dan mengurangi efisiensi dan efektivitas pelayanan catatan medis. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengembangkan desain aplikasi E-Tracer di Puskesmas Kendalsari. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan sistem dengan pendekatan prototyping untuk merancang aplikasi E-Tracer di Puskesmas Kendalsari. Analisis kebutuhan sistem dilakukan melalui wawancara mendalam. Prototipe yang dikembangkan diujicoba kepada pengguna sehingga sesuai dengan kebutuhan pengguna. Hasil dari penelitian ini mencakup desain aplikasi E-Tracer berbasis web. Selain itu, penelitian ini juga mencakup desain proses yang diperbarui dan perbaikan desain sistem basis data. Keseluruhan ini menyediakan solusi komprehensif untuk mengoptimalkan sistem manajemen catatan medis. Harapannya, desain aplikasi E-Tracer ini dapat diterapkan di Puskesmas Kendalsari untuk mengurangi risiko kesalahan penyimpanan dokumen medis. Abstract The storage process of medical records at the Kendalsari Health Center currently utilizes a tracking system (tracer), but still faces several obstacles, such as errors in recording medical record numbers or patient names in the tracking system, illegible writing on the tracking system, and misplacement of the tracking system on storage shelves. These issues have the potential to lead to storage errors and reduce the efficiency and effectiveness of medical record services. The objective of this study is to develop the design of an E-Tracer application at the Kendalsari Health Center. This research employs a system development method with a prototyping approach to design the E-Tracer application at the Kendalsari Health Center. System requirements analysis is conducted through in-depth interviews. The prototype developed is tested with users to ensure it aligns with their needs. The results of this study include the web-based E-Tracer application design. Additionally, the research also covers the redesigned process design and improvements in the system database design. Together, these provide a comprehensive solution for optimizing the medical record management system. It is anticipated that this E-Tracer application design can be implemented at the Kendalsari Health Center to reduce the risk of medical record storage errors.
PENGARUH PENGGUNAAN “SIM LANSIA” DALAM MENINGKATKAN CAKUPAN DATA SKRINING LANSIA Sangkot, Hartaty Sarma; Sri Dewi Hastuti Suryandari, Endang; Wijaya, Avid
Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (JUKANTI) Vol 7 No 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMASI (JUKANTI) EDISI APRIL 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Informatika, Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/jukanti.v7i1.1225

Abstract

ABSTRAK Terdapat 3 Puskesmas di Kota Malang yang belum tercapai target cakupan data skrining lansianya, sehingga  banyak lansia yang belum terekam dalam data skrining lansia dan tidak dapat terpantau perkembangan kesehatannya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peningkatan cakupan data skrining lansia yang dilakukan menggunakan aplikasi SIM lansia di 3 wilayah kerja Puskesmas, Kedungkandang, Ciptomulyo dan Kendalsari, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimen. Target Populasi adalah 101 Rukun Warga (RW) di 3 Puskesmas Kota Malang dengan capaian terendah. Jumlah sampel menggunakan total sampling. Sebelum pengumpulan data dilakukan resosialisasi aplikasi SIM Lansia. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi terhadap aplikasi SIM Lansia. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon signed ranked test, dilakukan untuk mengetahui perbedaan capaian pengisian aplikasi SIM Lansia sebelum dan sesudah penggunaan SIM Lansia. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan rata-rata cakupan pengisian data skrining lansia sebelum (11,4%) dan sesudah (27%) adanya resosialisasi aplikasi SIM Lansia (p-value<0,05). Aplikasi SIM Lansia terbukti dapat meningkatkan cakupan pengisian data skrining lansia dibandingkan menggunakan metode manual (pencatatan di buku). ABSTRACT   Three Puskesmas in Malang City have failed to meet the target for the coverage of elderly screening data, making it impossible to track the health development of the elderly as many of them are not included in the elderly screening data. This study's goal was to examine how the elderly SIM application, which was used in three different working locations in Puskesmas Kedungkandang, Ciptomulyo, and Kendalsari, Malang City, increased the coverage of elderly screening data. A quasi-experimental research design was employed in this study. 101 Rukun Masyarakat (RW) in 3 Puskesmas Kota Malang are the target population; they have the lowest achievement. Total sampling is used for the number of samples. Prior to data collection, the “SIM Lansia” application underwent resocialization. The observation approach was used to collect data for the “SIM Lansia” application. To ascertain whether filling out the “SIM Lansia” application before and after utilizing “SIM Lansia” application, statistical analysis employing the Wilcoxon signed ranked test was performed. The findings indicated that, both before (11.4%) and after (27%) the resocialization of the Elderly SIM application, there was an increase in the average coverage of filling out elderly screening data (p-value<0.05). When compared to the manual way (recording in books), the Elderly SIM application has been shown to increase the coverage of filling out elderly screening data.
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK PETUGAS KODING DENGAN AKURASI KODE DIAGNOSIS Rahayu, Afridyahwati; Suryandari, Endang Sri Dewi Hastuti; Sangkot, Hartaty Sarma; Wijaya, Avid
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 13 No 2 (2024): November
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v13i2.384

Abstract

The accuracy of the diagnosis codes obtained at RSU Wonolangan had not yet reached a code accuracy level of 100%. The work experience in coding and coding training of coders were still lacking. The research aims was to determine the relationship between the characteristics of coders and the accuracy of diagnosis codes at RSU Wonolanagan. This type of research was quantitative analysis with a cross sectional study. The population were 15 medical record officers and 4693 MRDs (Medical Record Documents). The sample were 5 coders and the MRDs sample was determined using a quota sampling technique, which were 150 MRDs samples taken from each coders, 30 MRDs. The research instrument used interview guides and questionnaires to collect data on the characteristics of coders, as well as checklist sheets for the accuracy of diagnosis codes. Data analysis used univariate and bivariate analysis with the chi square test. The results showed that most of coders (80%) were over 25 years old, most coders (80%) had work experience in coding for less than 6 years and most coders (60%) had never attended coding training. Based on the knowledge results, the majority (80%) of coders were in the good category. Code accuracy was 66.67% (100 MRDs). The chi square test showed the relationship between age (p=0.009), work experience (p=0.009), coding training (p=0.001), and knowledge (p=0.009) with the accuracy of diagnosis codes at RSU Wonolangan. Training of coding was needed for coders at RSU Wonolangan to improve the accuracy in coding diagnosis. Keakuratan kode diagnosis di RSU Wonolangan didapatkan belum tercapai tingkat keakuratan kode 100%. Masa kerja petugas dalam melakukan pengkodingan dan pelatihan tentang koding yang masih kurang. Penelitian ini bermaksud untuk melihat adanya hubungan antara karakteristik petugas koding dengan akurasi kode diagnosa di RSU Wonolanagan. Jenis penelitian ini merupakan analisis kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi sejumlah 15 petugas rekam medis dan 4693 DRM (Dokumen Rekam Medis). Sampel petugas sebanyak 5 petugas khusus koding dan penentuan sampel DRM menggunakan teknik quota sampling, dengan sampel DRM sebanyak 150 yang diambil masing-masing petugas koding sebanyak 30 DRM. Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara dan kuesioner untuk pengumpulan data karakteristik petugas koding, serta lembar checklist untuk keakuratan kode diagnosis. Analisis data yang digunakan yaitu analisa univariat juga analisa bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik petugas koding sebagian besar (80%) berusia lebih dari 25 tahun. Masa kerja petugas sebagian besar (80%) kurang dari 6 tahun dan sebagian besar (60%) belum pernah mengikuti pelatihan koding. Berdasarkan hasil pengetahuan sebagian besar (80%) berkategori baik. Keakuratan kode sebesar 66,67% (100 DRM) yang akurat. Hasil uji chi square didapatkan bahwa ada hubungan antara usia (p=0,009), masa kerja (p=0,009), pelatihan koding (p=0,001), dan pengetahuan (p=0,009) dengan keakuratan kode diagnosis di RSU Wonolangan. Perlu dilakukan pelatihan koding bagi petugas koding di RSU Wonolangan untuk meningkatkan keakuratan dalam melakukan kodefikasi diagnosis penyakit. Referensi Duha, T. (2018). Perilaku Organisasi. Deepublish. Eko, W. S. (2015). Manajemen Pengembangan Sumber Daya Manusia. Pustaka Pelajar. Janah, F. M. (2015). Hubungan Kualifikasi Coder Dengan Keakuratan Kode Diagnosis Rawat Jalan Berdasarkan ICD-10 Di RSPAU dr S Hardjolukito Yogyakarta 2015. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Kemenkes RI. (2022). Rekam Medis. Jakarta, 1-20. Maryati, W., Murti, B., & Indarto, D. (2016). Factors Affecting the Quality of Diagnosis Coding and Medical Record at Dr. Moewardi Hospital, Surakarta. Universitas Sebelas Maret. Maslikhah, Hapsyah, D. R., Jabbar, A. A., & Hidayat, D. R. (2019). Implementasi Teori Donald E. Super Pada Program Layanan BK Karir di SMK. Jurnal Ilmu Dan Budaya, 41(64), 7661–7680. Meilany, L., Sukawan, A., & Ramadani, I. (2021). Ketepatan Kode Diagnosa Kasus Fraktur Di RSUD dr. La Palaloi Maros Tahun 2021. Jurnal Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan, 1(2), 13–17. Ningtyas, N. K., Sugiarsi, S., & Wariyanti, A. S. (2019). Analisis Ketepatan Kode Diagnosis Utama Kasus Persalinan Sebelum dan Sesudah Verifikasi pada Pasien BPJS di Rsup Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Jurnal Kesehatan Vokasional, 4(1), 1. Nursalam. (2008). Pendidikan dalam Keperawatan. Salemba Medika. Siagian. (2019). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara. Sukaesih, F. (2008). Hubungan Karakteristik Petugas dengan Kinerja Petugas Rekam Medik di Rumah Sakit Umum Daerah Rokan Hulu. Universitas Sumatera Utara. Suryandari, E. (2019). Faktor-faktor yang Berpengaruh pada Akurasi Kode diagnosis di Puskesmas Rawat Jalan Kota Malang. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 30(3), 228–234. https://doi.org/10.21776/ub.jkb.2019.030.03.12 Utami, Y. (2015). Hubungan Pengetahuan Coder Dengan Keakuratan Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap Jaminan Kesehatan Masyarakat Berdasarkan ICD-10 Di Rsud Simo Boyolali. Jurnal Ilmiah Rekam Medis Dan Informatika Kesehatan, 5(1), 13–25. Widyawati. (2020). Buku Ajar Promosi Kesehatan Untuk Mahasiswa Keperawatan. Universitas Kristen Indonesia.