Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Implementasi Program CSR "One Village One Product: Budidaya Ikan Air Tawar" dalam Membangun Reputasi Perusahaan Nabila Luthfiyah Basudewa; Permatasari, Andalusia Neneng
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.12776

Abstract

Abstract. Corporate Social Responsibility (CSR) programs such as "One Village One Product: Freshwater Fish Cultivation" are the main strategy for the company PT. Mifa Bersaudara in order to build a sustainable reputation. Companies do not only operate to make a profit, but also pay attention to the interests of society and preserve the environment. This is proven by one of PT's PPM (Community Development and Empowerment) programs. Mifa Brothers, the PPM Program is a form of CSR from the company PT. Mifa Brothers. This program is a form of responsibility towards consumers, employees, shareholders and the environment in all aspects of company operations such as issues that impact the environment such as pollution, waste, product and labor safety. The aim of this research is to obtain information regarding socialization and how to build interaction with the One Village One Product CSR program, as well as to find out the reasons for creating the reputation of the PT company. Mifa Bersaudara through the One Village One Product CSR program. The research method used is qualitative with a case study approach. The results of this research are PT. Mifa Brothers carries out a CSR program that focuses on cultivating freshwater fish in Ujong Drien Village. The company communicates and collaborates with local communities and several agencies. The company also listens to input from the community and provides practical training. This program not only strengthens relations but also paves the way for continued mutual progress. PT. Mifa Brothers shows a strong commitment to sustainability and corporate social responsibility, which is proven by their achievements in awards events. This helps enhance their reputation as agents of change who care about the well-being of society. Abstrak. Program Corporate Social Responsibility (CSR) seperti “One Village One Product: Budidaya Ikan Air Tawar” menjadi strategi utama bagi perusahaan PT. Mifa Bersaudara dalam membangun reputasi yang berkelanjutan. Perusahaan tidak hanya beroperasi untuk meraih keuntungan saja, tetapi juga memperhatikan kepentingan masyarakat dan melestarikan lingkungan. Dibuktikan dari salah satu program PPM (Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat) PT. Mifa Bersaudara, Program PPM merupakan bentuk CSR dari perusahaan PT. Mifa Bersaudara. Program ini adalah sebuah bentuk tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan seperti masalah-masalah yang berdampak pada lingkungan seperti polusi, limbah, keamanan produk dan tenaga kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai sosialisasi dan cara membangun interaksi program CSR One Village One Product, serta untuk mengetahui alasan terciptanya reputasi perusahaan PT. Mifa Bersaudara melalui program CSR One Village One Product. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini adalah PT. Mifa Bersaudara melakukan program CSR yang berfokus pada budidaya ikan air tawar di Desa Ujong Drien. Perusahaan berkomunikasi dan bekerjasama dengan masyarakat setempat dan beberapa instansi. Perusahaan juga mendengarkan masukan dari masyarakat dan memberikan pelatihan praktis. Program ini tidak hanya memperkuat hubungan tetapi juga membuka jalan bagi kemajuan bersama yang berkelanjutan. PT. Mifa Bersaudara menunjukkan komitmen kuat terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan, yang terbukti dengan prestasi mereka dalam ajang penghargaan. Ini membantu meningkatkan reputasi mereka sebagai agen perubahan yang peduli terhadap kesejahteraan Masyarakat.
Sosialisasi Kepala Desa terkait Program Pengembangan Desa kepada Masyarakat Desa Batulayang Enung Siti Halimatu Sadiah; Andalusia Neneng Permatasari
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.14012

Abstract

Abstract. Implementing development in a village is a form of success for a village head. One of the efforts to make the development of religious programs in villages a success is to establish effective communication between the village head and the community. Community participation in maintaining and supporting programs taking place in Batulayang village. This is something that needs to be improved by the village head so that he can understand his community through various approaches. One of the most important approaches is to communicate and interact with them personally so that people feel cared for and recognized. Harmony in communication must always be maintained because it can affect people's mental attitudes. The aim of this research is to find out how the Village Head and the community communicate in Batulayang Village, Cililin subdistrict, the driving factors for communication between the Village Head and the community in Batulayang Village, Cililin subdistrict, as well as the community in the Batulayang Village religious program. This research uses qualitative methods and researchers use a case study approach. The results of the researchers were that the socialization carried out by the Batulayang Village Head was very effective in building community participation. The socialization process is carried out through various communication channels, both formal and informal, involving village staff, hamlet heads, RT/RW, as well as going directly to the community. The "Saba Warga" program is one of the key strategies that allows direct interaction between the village head and the community, resulting in a reciprocal relationship that strengthens communication and understanding regarding the conditions and needs of the community. Abstrak. Terlaksananya pembangunan di desa adalah bentuk keberhasilan dari seorang kepala desa. Salah satu upaya dalam mensukseskan pembangunan program keagamaan didesa ialah terjalinnya komunikasi yang efektif antara kepala desa dan masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam menjaga dan mendukung program yang terjadi di desa Batulayang. Menjadi hal yang perlu untuk di tingkatkan oleh kepala desa agar dapat memahami masyarakatnya melalui berbagai pendekatan. Salah satu pendekatan yang paling penting adalah dengan berkomunikasi berinteraksi dengan mereka secara persona sehingga masyarakat merasa diperhatikan dan merasa diakui. Keharmonisan dalam berkomunikasi ini harus selalu dijaga karena dapat mempengaruhi sikap mental masyarakat. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana komunikasi Kepala Desa dan masyarakat di Desa Batulayang kecamatan Cililin, factor pendorong komunikasi Kepala Desa dan masyarakat di Desa Batulayang kecamatan Cililin, serta masyarakat dalam program keagamaan Desa Batulayang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan peneliti menggunakan pendekatan studi kasus. Hasil dari peneliti yaitu sosialisasi yang dilakukan oleh Kepala Desa Batulayang sangat efektif dalam membangun partisipasi masyarakat. Proses sosialisasi dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi, baik formal maupun informal, yang melibatkan staf desa, kepala Dusun, RT/RW, serta terjun langsung ke masyarakat yaitu "Saba Warga" menjadi salah satu kunci yang memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara kepala desa dan masyarakat, sehingga terjadi hubungan timbal balik yang memperkuat komunikasi dan pemahaman terkait kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Rubrik Review Pophariini sebagai Referensi Eksplorasi Perkembangan Musik Indonesia Hasbi Asdiqi; Andalusia Neneng Permatasari
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 4, No. 1, Juli 2024 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v4i1.3711

Abstract

Abstract. The varied literacy medium is currently shifting to digital, and the articles available have become a medium of literacy as a reference for exploring the development of music. Pophariini provides various article sections, one of which is the review section. This research aims to find out how readers receive, interpret, and respond who are students of the Music Arts Study Program in Bandung. The review rubric is an article that contains a rubric for review writing about music, Pophariini provides a review of the latest music releases. Using qualitative methods - reception analysis, the review rubric is enough to provide a complete reference for anyone who wants to explore the development of Indonesian music, through the Pophariini review rubric as an exploration reference. researchers found that the audience's impression showed that four informants, two of whom were in the position that the informants were educated about the existence of music media, and one informant felt that social media and the Pophariini review rubric did not limit exploration of music development. One informant just knew and understood the existence of music media. Abstrak. Medium literasi yang variatif saat ini beralih ke digital, artikel yang tersedia menjadi medium literasi sebagai referensi eksplorasi perkembangan musik. Pophariini, menyediakan berbagai rubrik artikel, salahsatunya rubrik review. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembaca menerima, memaknai dan merespon yang merupakan mahasiswa Program Studi Seni Musik di Bandung. Rubrik review merupakan artikel yang berisi rubrik tulisan review seputar musik, Pophariini memberikan sebuah review terkait karya rilisan musik terbaru. Menggunakan metode kualitatif – analisis resepsi, rubrik review cukup memberikan referensi yang lengkap untuk siapapun yang ingin eksplorasi perkembangan musik Indonesia, melalui rubrik review Pophariini sebagai referensi eksplorasi. peneliti menemukan impresi khalayak menunjukkan bahwa empat informan, dua diantaranya berada pada posisi bahwa informan teredukasi dengan keberadaan media musik, satu informan merasa eksplorasi mengenai perkembangan musik tidak dibatasi dengan sosial media dan rubrik review Pophariini, dan satu informan baru mengetahui dan memahami keberadaan media musik.
Keintiman Komunikasi Keluarga saat Social Distancing Pandemi Covid-19 Permatasari, Andalusia Neneng; Inten, Dinar Nur; Wiliani, Wiliani; Widiyanto, Kelik Nursetiyo
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v5i1.577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan keintiman keluarga yang dibangun pada masa social and physical distancing akibat pandemi Covid-19. Penelitian ini juga memperlihatkan perbedaan keintiman ketika sebelum social and physical distancing dan ketika masa social and physical distancing akibat pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini adalah kuantitas waktu yang dimiliki untuk keluarga karena kebijakan social and physical distancing jadi lebih banyak dibanding sebelum social and physical distancing. Waktu belajar dan bermain dengan anak lebih banyak. Namun, sering juga terjadi bentrok dengan anak. Keintiman dibangun oleh durasi waktu yang panjang. Dari hasil penelitian diperoleh informasi bahwa keintiman keluarga dibangun dari kemampuan memahami peran masing-masing, memahami diri sendiri, dan menyampaikan serta menerjemahkan pesan dengan baik. Baik itu ayah atau suami, ibu atau istri, dan anak. Keintiman tidak berpatokan pada waktu yang banyak.
Keintiman Komunikasi Keluarga saat Social Distancing Pandemi Covid-19 Permatasari, Andalusia Neneng; Inten, Dinar Nur; Wiliani, Wiliani; Widiyanto, Kelik Nursetiyo
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v5i1.577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan keintiman keluarga yang dibangun pada masa social and physical distancing akibat pandemi Covid-19. Penelitian ini juga memperlihatkan perbedaan keintiman ketika sebelum social and physical distancing dan ketika masa social and physical distancing akibat pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini adalah kuantitas waktu yang dimiliki untuk keluarga karena kebijakan social and physical distancing jadi lebih banyak dibanding sebelum social and physical distancing. Waktu belajar dan bermain dengan anak lebih banyak. Namun, sering juga terjadi bentrok dengan anak. Keintiman dibangun oleh durasi waktu yang panjang. Dari hasil penelitian diperoleh informasi bahwa keintiman keluarga dibangun dari kemampuan memahami peran masing-masing, memahami diri sendiri, dan menyampaikan serta menerjemahkan pesan dengan baik. Baik itu ayah atau suami, ibu atau istri, dan anak. Keintiman tidak berpatokan pada waktu yang banyak.
Mitigasi Bencana di Madrasah Diniyah dengan Model Pembelajaran Katumbiri yang Terintegrasi Nilai-Nilai Islam Aziz, Helmi; Inten, Dinar Nur; Mulyani, Dewi; Permatasari, Andalusia Neneng
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.5676

Abstract

Penerapan model pembelajaran katumbiri yang terintegrasi nilai-nilai Islam dilatar belakangi karena daerah lokasi penelitian merupakan daerah rawan bencana alam khususnya banjir dan longsor. Setiap bencana, korban yang paling banyak berjatuhan adalah anak. Tujuan dari penelitian ini untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan kepada para siswa Madrasah Diniyah terkait mitigasi bencana melalui model pembelajaran yang menyenangkan, menarik dan bermakna untuk anak yaitu model Katumbiri. Metode yang digunakan yaitu quasi experiment dengan desain penelitian one group design yang diujikan pada sampel sebanyak 20 orang siswa Madrasah Diniyah yang diambil dengan purposive sampling. Hasil penelitian membuktikan bahwa melalui model pembelajaran katumbiri yang terintegrasi nilai-nilai Islam, siswa dapat memiliki karakter peduli lingkungan untuk mitigasi bencana yang menyenangkan dan syarat dengan nilai-nilai keislaman.
Enhancing the Professionalism of Muslim Journalists in Handling Disinformation and Hoaxes During the COVID-19 Pandemic Satriani, Arba'iyah; Permatasari, Andalusia Neneng; Firmansyah, Firmansyah
ASEAN Journal of Community Engagement Vol. 6, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The term alternative media refers to media that serves as alternative sources of information in lieu of mainstream media. In contrast to social media, alternative media are mass media entities that carry out journalistic functions even though they are affiliated with community organizations. Thus, alternative media are expected to provide authentic news just like mainstream media in Muslim countries. Islamic alternative media are also required to produce quality news, and this was especially seen during the COVID-19 pandemic, when a flood of information resulted in confusion among the community. In response, training that aimed to enhance journalistic professionalism for practitioners of Islamic alternative journalism from four alternative media entities was conducted during the pandemic. Entitled Enhancing Professionalism of Muslim Journalists, the training was carried out in a measurable manner using the Assets-Based Community Development (ABCD) approach, which consists of five steps, namely discovery, dream, design, define, and destiny. With these five steps, the training resulted in significant changes in how journalist carried out their jobs. These include improvements in their understanding of professional ethics, news writing, and the use of journalistic language. This training also provided an overview of the pattern of reporting in Islamic alternative media, which are platforms that can provide news from a religious perspective.
Increasing Social Entrepreneurship in Digital Media for Individuals With Lupus and Low Vision Firmansyah, Firmansyah; Permatasari, Andalusia Neneng; Satriani, Arba'iyah; Kusumalestari, Ratri Rizki; Kurnia, Septiawan Santana
ASEAN Journal of Community Engagement Vol. 8, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper discusses the development of social entrepreneurship empowerment for individuals with lupus and limitations in vision through Asset-Based Community Development (ABCD), defined based on identifying their substantial aspects. After defining the characteristics of conditions of individuals with disadvantaged health, such as lupus and low vision, an ABCD approach is developed. The approach is planned within the framework of business development using digital media, carrying out five key steps—Discovery, Dream, Design, Define, and Destiny. It is argued that the ABCD concept can be effective in the continuity of the empowerment process, particularly in helping individuals with health inequalities. This study took place in collaboration with an NGO, Syamsi Dhuha Foundation, which aims to assist individuals with lupus and low vision to better participate in community life. The community program views social entrepreneurship as an entry point, where they are introduced to the concept of business strategy. Quantitative and qualitative studies are conducted to examine the program’s effectiveness. A descriptive statistic is employed to see the changes in the condition of the participants, which suggests that such programs have a significant contribution in providing insights. Meanwhile, the intensive discussion with the participants helps them identify potentials and strategies in entrepreneurship in digital marketing based on five key steps, i.e., looking for a strategy so that better user interface and experience in digital maneuvering for individuals with impaired health conditions, such as lupus and low-vision, can be developed. It is also demonstrated that continuous assistance can effectively strengthen the empowerment process, providing a more appropriate and meaningful strategy for individuals with disadvantaged health conditions.