Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMPULKAN ISI PANTUN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INQUIRI LEARNING PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI KARANG PANGGUNG Heriyanti
Linggau Jurnal Language Education and Literature Vol. 2 No. 2 (2022): Linggau Jurnal Language Education and Literature
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/-.v2i2.540

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan menyimpulkan isi pantun melalui model pembelajaran Inquiri Learning pada siswa kelas VII SMP Negeri Karang Panggung. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dari pratindakan sampai dengan Siklus II. Pengumpulan data dengan teknik tes. Pada hasil pratindakan diketahui hasil rata-rata nilai adalah 68,51 dengan ketuntasan klasikal 59,26%. Pada kegiatan siklus I diketahui rata-rata nilai adalah 72,77 Dengan ketuntasan klasikal 70,37%. Pada siklus II diketahui rata-rata nilai adalah 78,14 dengan ketuntasan klasikal 92,59%. Berdasarkan hasil rata-rata dikatahui peningkatan dari pratindakan ke siklus I adalah 4,26 sedangkan peningkatan ketuntasan klasikal dari pratindakan ke siklus I adalah 11,11%. Pada Siklus I ke siklus II diketahui peningkatan rata-rata nilai adalah 5,37 sedangkan ketuntasan mengalami peningkatan 22,22%. Selanjutnya peningkatan rata-rata nilai pratindakan ke siklus II adalah 9,63 Dengan ketuntasan klasikal dari pratindakan ke siklus II adalah 33,33%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui model inquiry learning dapat meningkatkan kemampuan menyimpulkan isi pantun pada siswa kelas VII SMP Negeri Karang Panggung
Implementasi Penggunaan Forensik Digital dalam Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana di Polres Wajo Ismail Ali; Yustiana; Kadir, Rusdi; Heriyanti; Besse Nur Fatimah
Legal Journal of Law Vol 4 No 2 (2025): Edisi: November 2025
Publisher : YP-SDI Lamaddukelleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital forensics is the use of analytical and investigative techniques to identify, collect, examine, and store evidence or information stored or encoded on a computer or digital storage media as part of valid evidence in a crime. Digital forensics can also be defined as the application of information science and technology aimed at proving a crime or proving a crime. This action is carried out by a computer device to obtain digital evidence that can be used to catch the perpetrator of the crime. To discuss this research, the problem is proposed: How is the implementation of the use of digital forensics in the investigation and investigation of criminal acts at the Wajo Police? What are the obstacles that occur in the application of digital forensic technology in the investigation and investigation of criminal acts at the Wajo Police and the efforts made to overcome these obstacles. This study uses a qualitative empirical data analysis technique method, meaning that the data analysis in this study is based on data that researchers have collected non-numerically to understand the phenomenon. The phenomena and facts obtained are based on concrete data obtained in empirical research. Research Results Based on the review of the development of human civilization above, it is known that along with the development of the era, technological science is developing rapidly. The development of computer and internet technology has an impact on the arrangement and regulation of cyber law as well as on the development of crime in cyberspace.
Kekuatan Eksekutorial Akta Grosse Notaris Dalam Penyelesaian Sengketa Perjanjian Kredit Antara Bank Dan Nasabah Ongko, Eric; Tanjaya, Willy; Heriyanti
Jurnal Ilmu Hukum Reusam Vol 13 No 2 (2025): REUSAM: Jurnal Ilmu Hukum - November 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan eksekutorial akta grosse notaris dalam penyelesaian sengketa perjanjian kredit antara bank dan nasabah. Akta grosse merupakan akta autentik yang memiliki kekuatan eksekutorial setara dengan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Namun, dalam praktiknya, pelaksanaan eksekusi atas akta grosse seringkali menimbulkan perdebatan hukum, terutama terkait validitas perjanjian pokok, pelaksanaan klausula wanprestasi, serta kewenangan pengadilan dalam menilai keabsahan akta tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus (case approach). Data diperoleh melalui studi kepustakaan, analisis terhadap putusan pengadilan, serta wawancara dengan notaris dan praktisi perbankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan eksekutorial akta grosse hanya berlaku apabila akta tersebut memuat perikatan yang nyata dan tidak bersifat fiktif, serta dibuat oleh pejabat umum yang berwenang sesuai ketentuan Pasal 224 HIR dan UU Jabatan Notaris. Dalam praktik, hambatan muncul karena beberapa grosse tidak memenuhi syarat formil, seperti tidak adanya perjanjian pokok yang sah atau adanya pelanggaran asas kehati-hatian dalam pemberian kredit. Kesimpulannya, akta grosse notaris memiliki kekuatan hukum mengikat dan memaksa (executorial power) selama dibuat sesuai ketentuan hukum dan tidak bertentangan dengan asas keadilan serta perlindungan hukum bagi debitur. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya peran notaris sebagai pejabat publik dalam menjamin kepastian hukum serta integritas perjanjian kredit.
LEGAL REVIEW OF THE ORIGIN OF CHILDREN FROM UNREGISTERED MARRIAGES (Study of Decision No. 483/Pdt.P/2023/PA.Krs) Khairan Nisa Mendrofa; Heriyanti; Elvira Fitriyani Pakpahan; Kartina Pakpahan
International Journal of Educational Review, Law And Social Sciences (IJERLAS) Vol. 5 No. 6 (2025)
Publisher : CV. RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijerlas.v5i6.4800

Abstract

The three objectives of this study are to: (1) ascertain the parentage of children in unregistered marriages; (2) ascertain the legal ramifications if children in a marriage are not registered under Indonesian law; and (3) ascertain the judge's legal considerations in decision Number 483/Pdt.P/2023/PA.Krs. Empirical and normative legal research are the types of research used in this study. The source and secondary legal materials employed in the data analysis were literary techniques, which were then examined using qualitative approaches. The study's findings indicate that the legal framework dictating how the parentage of children born to unregistered marriages is determined is routinely reviewed. This study makes reference to the laws governing marriage, No. 1 of 1974, and population management, No. 23 of 2006. Marriages that are both registered and unregistered are still regarded as legitimate but are subject to legal repercussions because the unregistered marriage. Marriages that aren't formally recorded with the Civil Registry office. Marriages that are not officially recognized by the Civil Registry Office have an effect on the children as well as the husband and wife legally.
Analisis Yuridis Terhadap Kekeliruan dalam Akta Autentik dan Implikasinya Terhadap Keabsahan Perjanjian Pasca Putusan Mahkamah Agung Nomor 628 K/Pdt/2020 Heriyanti; Tanjaya, Willy; Sari, Heni Permata
UNES Journal of Swara Justisia Vol 9 No 4 (2026): Unes Journal of Swara Justisia (Januari 2026)
Publisher : Program Magister Ilmu Hukum Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/ta7yjf27

Abstract

Akta sebagai alat bukti tertulis otentik memiliki peranan penting dalam pembuktian perjanjian dan pelaksanaan hak dan kewajiban para pihak. Namun, dalam praktiknya, sering kali terjadi kekeliruan (error) dalam pembuatan akta, baik terkait data, substansi, maupun kehendak para pihak, yang berakibat pada sengketa hukum. Salah satu contoh nyata ialah Putusan Mahkamah Agung Nomor 628 K/Pdt/2020, di mana terjadi kekeliruan dalam akta perjanjian yang berdampak terhadap keabsahan perikatan antara para pihak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara yuridis bagaimana kekeliruan dalam akta mempengaruhi keabsahan suatu perjanjian menurut hukum perdata Indonesia. Selain itu, penelitian ini mengkaji pertimbangan hukum Mahkamah Agung dalam memutus perkara tersebut serta dampaknya terhadap kepastian hukum dan perlindungan hukum bagi para pihak. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus (case approach), dan konseptual. Data diperoleh dari studi pustaka, peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, serta putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekeliruan dalam akta dapat menjadi dasar pembatalan perjanjian apabila menyangkut kesesatan kehendak (dwaling) atau cacat substansi yang mempengaruhi sahnya suatu perikatan sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 dan 1321 KUH Perdata. Putusan Mahkamah Agung Nomor 628 K/Pdt/2020 menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam pembuatan akta dan perlindungan hukum bagi pihak yang dirugikan akibat kekeliruan tersebut. Ke depan, diperlukan penguatan fungsi pengawasan notaris serta standar akurasi dalam pembuatan akta untuk meminimalisir sengketa sejenis.