Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Implementation of Cramer's rule assisted by the Sarrus method in solving the problem of 2-loop unidirectional electrical circuits Krisnawanto, Eryna Dwicahyaning; Supriadi, Bambang; Dewi, Nila Mutia; Abdillah, Ujang Fahmi
JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah) Vol. 8 No. 2 (2024): November Edition
Publisher : Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jipfri.v8i2.2921

Abstract

Cramer's rule is used by combining matrix determinant methods applied in the presentation of solving Systems of Linear Equations (SLE). The purpose of this study was to determine the differences in student learning outcomes when using the Cramer Rule assisted by the Sarrus Method using the elimination substitution method on two-loop electrical circuit material. The research method used is the Posttest-Only Control Design experimental method.  The results of this study are evidenced by the results of the hypothesis test which states that there is a significant difference between the learning outcomes of the control class and the learning outcomes of the experimental class. As well as the results of a very positive response from students to the implementation of Cramer's rule assisted by the Sarrus method. Thus, the conclusion of this study is that the implementation of Cramer's rule assisted by Sarrus method is proven to be effective as an alternative solution to solving two-loop electrical circuit problems.
IMPLEMENTASI STEM-6E LEARNING MODEL DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PADA MATERI PEMANASAN GLOBAL Nadiefa Nissaul Afni Na'ilufari; Djoko Lesmono, Albertus; Mutia Dewi , Nila
Indonesian Gender and Society Journal Vol. 5 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/igsj.v5i1.84179

Abstract

Masyarakat yang memiliki kemampuan berpikir kreatif berada dalam kategori rendah. Sebanyak 60% siswa kesulitan memahami materi pemanasan global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kreatif melalui penerapan model pembelajaran STEM-6E pada materi pemanasan global. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dan desain penelitian yang digunakan adalah One Group Pre-test Post- test Design. Metode pengumpulan data dengan metode non tes. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir lancar dengan persentase 41,7143% meningkat menjadi 62,8571%, berpikir luwes sebesar 40% menjadi 66,2857%, berpikir orisinil sebesar 35,4286% menjadi 54,2857%, dan keterampilan mengelaborasi sebesar 42,2857% menjadi 66,8571%. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata N-Gain secara keseluruhan sebesar 0,38457 atau peningkatan hasil belajar statistika berada pada peningkatan sedang. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa penerapan STEM-6E learning model efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa pada materi pemanasan global. Implikasi penelitian ini dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif melalui penerapan model pembelajaran STEM-6E pada materi pemanasan global.
Exploring Students’ Engineering Design Thinking in The Renewable Energy Topic: A Case of Problem Identification and Developing Ideas and Plans Handayani, Rif’ati Dina; Lesmono, Albertus Djoko; Prastowo, Srihandono Budi; Supriadi, Bambang; Dewi, Nila Mutia; Azis, Kharisma Rafian; Thohir, Mohammad Anas
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol. 20 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v20i2.12781

Abstract

Science learning provides an opportunity to prepare students with 21st-century Engineering Design Thinking skills (EDT). EDT is a means of looking at and addressing daily real-world problems that greatly need solutions. This study aims to explore students’ EDT skills on alternative energy issues, specifically problem identification and developing ideas and plans. This research is a qualitative exploratory study in a senior high school in the Jember district. The learning design in this study uses the Science Learning through Engineering Design (SLED) models. Research data was gathered through observation and students’ worksheet documents. Content analysis is used as an approach to analyzing data. The results indicated that EDT trains students’ thinking processes to become more critical through problem identification and creativity in developing new ideas and imagination. EDT provides opportunities for students to combine their creativity and critical thinking to produce innovative design solutions. It improves students' epistemic comprehension while studying and helps them acquire relevant knowledge. This research is expected to be supplementary information for teachers to integrate EDT into their learning so that students can achieve meaningfulness and epistemic understanding.                                                     
ANALISIS NILAI KECEPATAN TERHADAP VISKOSITAS PADA FLUIDA Putri, Meylan Kharisma; Asshaumi, Rahmatul Ula; Rahmadani, Novi Fitri; Kurnia, Saidah Intan; Mayasari, Sinta; Martatino, Ragil; Budi Prastowo, Sri Handono; Dewi, Nila Mutia
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 8 No. 1 (2024): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v8i1.3488

Abstract

Viskositas merupakan kekentalan suatu fluida atau zat cair yang diakibatkan adanya gaya gesekan antar molekul yang menyusun fluida. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis kecepatan jatuh benda terhadap viskositas. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen sederhana serta menggunakan teknik pengukuran manual yang tidak terlalu rumit. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menghasilkan data yaitu pada air jernih kecepatan benda jatuh 0,242 m/s dan nilai viskositas sebesar 0,544 N.m/s2. Pada air keruh kecepatan benda jatuh 0,186 m/s dan nilai viskositas sebesar 0,708 N.m/s2. Pada minyak baru kecepatan benda jatuh 0,134 m/s dan nilai viskositas sebesar 0,984 N.m/s2. Sedangkan pada minyak curah kecepatan benda jatuh 0,197 m/s dan nilai viskositas sebesar 0,669 N.m/s2. Pada oli baru kecepatan benda jatuh 0,138 m/s dan nilai viskositas sebesar 0,955 N.m/s2. Dan pada oli bekas kecepatan benda jatuh 0,212 m/s dan nilai viskositas sebesar 0,622 N.m/s2. Sehingga diperoleh hubungan kecepatan dengan nilai viskositas adalah berbanding terbalik.
Efektifitas PhET Simulation sebagai Virtual Laboratory dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika Mahasiswa IPA Berbasis Pesantren Idiawati, Riris; Ferdiana, Ferdiana; Dewi, Nila Mutia; Hidayah, Elok; Tamami, Febby Rizka
SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA Vol 9, No 2 (2024): SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/saintifik.v9i2.9356

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan laboratorium virtual Physic Education and Technology (PhET) simulation sebagai media pembelajaran sebagai salah satu solusi inovatif yang dapat dilakukan dalam upaya  meningkatkan pemahaman konsep fisika mahasiswa. PhET menyediakan simulasi virtual interaktif yang dapat digunakan secara daring maupun luring, sehingga cocok untuk lingkungan dengan keterbatasan akses internet dan juga keterbatasan infrastruktur seperti fasilitas laboratorium. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen berbentuk one group pretest-posttest design. Sampel penelitian yaitu mahasiswa Program studi Pendidikan IPA Tahun Ajaran 2024/2025  sebanyak 14 orang. Pengambilan data dilakukan dua kali yaitu sebelum melakukan treatment (pretest) dan sesudah melakukan treatment (posttest), kemudian untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep fisika mahasiswa dilakukan uji N-gain. Hasil analisis data menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar mahasiswa memperoleh kriteria tinggi dengan skor N-gain sebesar 0,732. Oleh karena itu hasil studi menyatakan bahwa penggunaan laboratorium virtual PhET simulation sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep fisika mahasiswa.
How Do Physics Teachers Implement the Merdeka Curriculum in Learning Activities? Nila Mutia Dewi; Sutarto Sutarto; Ernasari Ernasari; Rangga Alif Faresta
Journal of Education and Teaching (JET) Vol 6 No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/jet.v6i1.530

Abstract

The implementation of the Merdeka Curriculum in Indonesia since 2022 has encountered various challenges, particularly in physics learning. This study aims to identify and address these challenges by examining how physics teachers implement the Merdeka Curriculum. Using a qualitative case study approach, data were collected over four months from 14 physics teachers in five high schools in Jember Regency. The study employed interviews, observations, and documentation, analyzed through the Miles and Huberman model: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal three key stages in the learning process: introduction, core, and closing. While teachers present objectives and problem orientation in the introductory phase, motivation and initial assessments are lacking. Core activities involve discussions and practicums but are mainly lecture-based, with minimal application of differentiated learning. The closing stage includes reflection, summary, and assignments. However, inconsistencies between observations and interviews indicate the suboptimal implementation of differentiated learning. To enhance curriculum effectiveness, teacher training in lesson planning and formative assessments is essential. This study's limitation is its small participant pool, suggesting future research should expand the sample size for broader validation.
Pelatihan pembelajaran berdiferensiasi bagi guru guru SMP Negeri 4 Sukowono Nila Mutia Dewi; Albertus Djoko Lesmono; Ernasari Ernasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25514

Abstract

Abstrak Masalah yang dihadapi para guru ini adalah merancang pembelajaran yang mampu memenuhi kebutuhan karakterisik belajar siswa yang beragam, baik yang regular maupun anak berkebutuhan khusus. Salah satu strategi yang bisa dilakukan untuk mengupayakan hal tersebut di era Merdeka Belajar ini adalah dengan Pembelajaran Differensiasi. Pelaksanaan pembelajaran berdiferesnsiasi melibatkan unsur yang menjadi fokus pembelajaran abad 21. Tujuan kegiatan pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pembelajaran berdiferensiasi sehingga kualitas pembelajaran sesuai tuntutan abad 21 dapat terpenuhi dalam era merdeka belajar ini. Metode pelaksanaan meliputi pemberian materi oleh narasumber, diskusi serta tanya jawab antara peserta dengan narasumber, pendampingan, dan evaluasi. Pelatihan dilakukan pada 9 guru SMP Negeri 4 Sukowono pada Mei , Juni dan Juli 2024. Pada akhir pelatihan, peserta melakukan posttest  dan mengisi survei melalui angket respon yang hasilnya diukur menggunakan Skala Likert, dan diperoleh nilai rata-rata 80 dan skor 87% untuk komponen pengetahuan peserta. Berdasarkan data yang diperoleh dari isian posttest dan angket respon menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta pelatihan mengenai pembelajaran berdiferensiasi. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mengikuti keseluruhan kegiatan pelatihan. Kata kunci: pelatihan; guru; pembelajaran diferensiasi. Abstract The problem faced by these teachers is designing learning that is able to meet the needs of the diverse learning characteristics of students, both regular and children with special needs. One strategy that can be used to achieve this in this era of Independent Learning is Differentiated Learning. The implementation of differentiated learning involves elements that are the focus of 21st century learning. The aim of this training activity is to increase knowledge about differentiated learning so that the quality of learning according to the demands of the 21st century can be met in this era of independent learning. Implementation methods include providing material by resource persons, discussions and questions and answers between participants and resource persons, mentoring and evaluation. The training was conducted on 9 teachers at SMP Negeri 4 Sukowono in May and June 2024. At the end of the training, participants took a posttest and filled out a survey via a response questionnaire, the results of which were measured using a Likert Scale, and obtained an average score of 80 and a score of 87% for the participants' knowledge component. Based on data obtained from the posttest and response questionnaire, it shows that there has been an increase in the training participants' knowledge regarding differentiated learning. The enthusiasm of the participants can be seen from their active participation in all training activities. Keywords: training; teachers; differentiated learning.
Development of an Assessment Instrument for Understanding Physics Concepts and Nationalism Attitudes of Learners on Newton's Laws Material Ernasari; Nila Mutia Dewi; Ike Lusi Meilina; Rangga Alif Faresta
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 11 (2025): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i11.12735

Abstract

This study aimed to develop and validate an assessment instrument to measure students’ understanding of Newton’s laws and their nationalism attitudes. The instrument consisted of 15 essay questions on Newton’s laws and a 30-item Likert-scale questionnaire on nationalism attitudes. Content validity was evaluated by eight experts (lecturers, teachers, and peers) using Aiken’s V index, showing high validity. Empirical validation was conducted with 275 students from public senior high schools in Bima Regency, West Nusa Tenggara. Data were analyzed using Item Response Theory with the Partial Credit Model (PCM) via QUEST. Results indicated that all concept understanding items fit the PCM criteria, with acceptable reliability values ranging from 0.72 to 0.98. For the nationalism instrument, 29 items met the fit criteria, while one item was rejected. Overall, the developed instruments demonstrated strong validity and reliability, and are suitable for assessing both cognitive understanding of Newton’s laws and students’ nationalism attitudes.
Studi Survei Literasi Sains Siswa SMA pada Aspek Pengetahuan Ilmiah Materi Fluida Dinamis Ahmad Janukhi Bisyri; Nila Mutia Dewi; Bambang Supriadi
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i1.3789

Abstract

Kemajuan IPTEK berpengaruh besar terhadap peningkatan mutu pendidikan, termasuk pengembangan literasi sains yang penting untuk memahami dan menerapkan konsep ilmiah dalam kehidupan. Penelitian ini dilakukan di enam SMA di Kabupaten Jember dengan 300 siswa pada materi fluida dinamis. Instrumen berupa tes pilihan ganda dikembangkan berdasarkan aspek pengetahuan konten, prosedural, dan epistemik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan konten memperoleh rata-rata 84,77% (kategori baik), pengetahuan prosedural 71,07% (cukup baik), dan pengetahuan epistemik 80,17% (baik). Siswa memiliki penguasaan konsep yang kuat, namun masih lemah dalam penerapan prosedur ilmiah dan penalaran berbasis bukti. Kelemahan ini berkaitan dengan pembelajaran yang masih berfokus pada hafalan dan ujian tertulis. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih seimbang, seperti inkuiri terbimbing dan pendekatan konstruktivisme, agar siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir ilmiah, merancang eksperimen, dan menghubungkan konsep dengan fenomena nyata.