Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Perencanaan Loading Frame Menggunakan Material Baja Wind Cathcer Gedung A, Institut Teknologi Kalimantan Hijriah, Hijriah; Akbar, Fachreza; Depari, Andi Sahputra; Gusti, Diony Septianugrah
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v8i2.5648

Abstract

 The function of the wind catcher structure located in building A of Kalimantan Institute of Technology is no longer felt by building users. The construction causes leakage because it is located in the hallway of building A and is not covered by anything. This research was conducted to utilize and create a design of a fixed loading frame tool where the Integrated Laboratory 2 of the Kalimantan Institute of Technology requires the tool to support the research activities of students and outsiders. The method used in the research is the laboratory experimental method to determine the mechanical properties of the wind catcher structure steel material and the numerical method, namely ASD (Allowable Strength Design) to process, design and model the fixed loading frame tool. The results of the material tensile test test obtained a value of fy of 398 Mpa and fu of 514 Mpa, the dimensions of the frame are 4.55 x 2.95 m, the load model applied is one point and two point load. Modeling is done by trial and error load values and obtained load values in accordance with the capacity of the available profile frame, namely WF 300 x 150 x 6 x 9 can withstand loads of 200 kN and modeling in accordance with the design criteria load (1000 kN) the profile on the beam can be changed to WF 588 x 300 x 18 x 20 and on the column profile changed to WF 450 x 300 x 11 x 18.  The results of modeling a loading frame made of wind catcher structural profiles have met the design criteria parameters made by adding beams vertically in the x-axis beam (longitudinal) located at the center of the frame (vertical double beam design). 
Perancangan Ruang Fisioterapi dan Rehabilitasi Stroke dengan Konsep Arsitektur Rustic Andi Sahputra Depari; Zaneta Immanuela Kang; Fairuz Insyirah
Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Vol. 2 No. 2 (2024): April : Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/mutiara.v2i2.1142

Abstract

An architectural approach is a method that can accommodate various societal issues. Such an approach takes into consideration these problems to resolve them architecturally. In the modern era, there are various approaches that can be implemented according to the issues at hand, including those for improving healthcare facilities, especially in densely populated areas. The healthcare facilities catering to stroke rehabilitation, particularly in Balikpapan city, are still insufficient considering the city's population, which reaches hundreds of thousands of people. In this study, the researcher examines the application of rustic architecture approach to address the needs of healthcare facilities in the study area. The research not only focuses on the rehabilitation spaces but also on the physiotherapist's residence. Literature review, data collection, analysis, and design processes have been conducted to produce design options for the rustic architectural approach for physiotherapy residential and rehabilitation workspace specifically for stroke healthcare facilities. The findings of this research serve as foundational study to aid stakeholders in formulating designs for healthcare facilities, particularly for stroke rehabilitation
Mengoptimalkan Media Fisik Untuk Meningkatkan Kunjungan Ke Kawasan Hendrawisata Pesona Mangrove Depari, Andi Sahputra; Hijriah, Hijriah; Mahardhika, Nadia Nur; Ilmia, Lilik Aslikhatun; Wulandari, Melvira; Rafi, Muhammad; Cahyani, Latifah Dwi; Hutama, Nanda Putra; Syahdani, Muhammad Habibi; Abdi, Muhammad Ramadhan Mulia
Madani: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Kewirausahaan Vol. 3 No. 1 (2024): Oktober 2024
Publisher : LPPM Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/madani.v3i1.9870

Abstract

Hendrawisata Mangrove merupakan destinasi wisata alam yang menarik di Kelurahan Batu Ampar, dengan luas kawasan mencapai sekitar 4 hektar. Selain aspek wisatanya yang menarik, bagian lain dari ekosistem mangrove yang juga memiliki nilai ekonomis tinggi terletak pada buahnya. Masyarakat setempat telah melakukan inovasi dan pengembangan terhadap berbagai produk turunan buah mangrove ini. Namun, kendala utama yang dihadapi adalah terkait dengan biaya peralatan dan aksesibilitas yang sulit ke lokasi wisata ini. Masalah ini menyebabkan potensi ekonomis dan ekologis dari kawasan Hendrawisata Pesona Mangrove belum dapat sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat. Untuk mengatasi hal ini, salah satu solusi yang diusulkan adalah melalui pembuatan papan informasi berupa mading dan papan penunjuk arah di sekitar kawasan wisata. Dengan adanya upaya ini, diharapkan peningkatan kunjungan pada kawasan mangrove. Hal ini tidak hanya berdampak positif pada aspek ekonomi lokal, tetapi juga pada konservasi lingkungan dan keberlanjutan ekosistem mangrove di Kawasan Hendrawisata Pesona Mangrove.
PERANCANGAN SMART VERTICAL GARDEN SEBAGAI STRATEGI MENINGKATKAN RUANG HIJAU DAN KENYAMANAN TERMAL: DESIGNING SMART VERTICAL GARDENS AS A STRATEGY TO ENHANCE GREEN SPACES AND THERMAL COMFORT Andi Sahputra Depari; Hijriah; Umar Mustofa; Sisilia Faradita Rumengan; Donalia; Mallika Putri Santoso
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v7i3.21631

Abstract

Balikpapan, located in East Kalimantan Province, Indonesia, is experiencing rapid growth accompanied by increasingly complex environmental challenges, including the effects of climate change. Data shows a rise in air temperature, impacting not only the outdoor environment but also the indoor thermal conditions of public buildings such as offices, shopping centers, and educational institutions. At Institut Teknologi Kalimantan (ITK), the increasing demand for air conditioning systems reflects the direct impact of global temperature rise, resulting in heightened energy use and greenhouse gas emissions. In response to these issues, this research explores the design and implementation of smart vertical gardens as an innovative solution to enhance thermal comfort and energy efficiency. The smart vertical garden utilizes shading plants, sensor technology, and automation to reduce a building’s carbon footprint while improving thermal comfort. Building B at ITK is chosen as the case study due to its function as a hub of academic activities, making it a strategic location for implementing this green technology. The research adopts a comprehensive approach, including literature review, empirical data collection, thermal analysis, simulation, and design. The findings demonstrate the effectiveness of the smart vertical garden in reducing cooling energy demand, improving thermal comfort, and promoting campus greening. The implementation of this technology has the potential to serve as a sustainability model for public buildings. The results of this study provide valuable insights for academics, practitioners, and policymakers in developing green strategies and advancing sustainable development.
Sosialisasi dan Penanaman Mangrove sebagai Strategi Meningkatkan Kesadaran Masyarakat untuk Mendukung Keberlanjutan Kawasan Depari, Andi Sahputra; Cahyani, Latifah Dwi; Rafi, Muhammad
Madani: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Kewirausahaan Vol. 3 No. 2 (2025): Januari 2025
Publisher : LPPM Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/madani.v3i2.10193

Abstract

Kegiatan pelestarian di kawasan Mangrove dilakukan melalui pendekatan terpadu yang melibatkan observasi, sosialisasi, dan penanaman mangrove. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ekosistem mangrove sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam pelestarian untuk menudukung keberlanjutan kawasan. Observasi dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi kawasan, tantangan, dan potensi ekosistem mangrove, yang kemudian menjadi dasar perencanaan kegiatan. Sosialisasi dilakukan secara interaktif dengan melibatkan warga, pengelola kawasan, dan pihak kelurahan untuk memberikan edukasi mengenai manfaat ekologis, ekonomi, dan sosial dari ekosistem mangrove. Kegiatan penanaman mangrove langsung melibatkan masyarakat secara langsung, memberikan pengalaman menanam dan merawat mangrove. Hasil dari kegiatan pengabdian menunjukkan dampak positif berupa peningkatan tutupan vegetasi, kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat, serta terciptanya sinergi antara berbagai pihak yang terlibat. Selain memberikan manfaat ekologis, kegiatan ini juga memperkuat potensi kawasan sebagai destinasi ekowisata yang berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang solid, program ini diharapkan menjadi model pelestarian lingkungan berbasis komunitas yang dapat diadopsi di wilayah lain untuk mendukung keberlanjutan.
RETHINKING PARAMETRIC DESIGN (RPD) UNTUK VISUALISASI PERMODELAN 3D PERKOTAAN: STUDI KASUS KOTA BALIKPAPAN Depari, Andi Sahputra; Sherlia; Huldiansyah, Denny
Agora : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol. 21 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/agora.v21i2.18574

Abstract

Proses perancangan arsitektural telah berkembang dari proses manual hingga metode desain modern sampai dengan metode desain mengunakan algoritma. Metode parametric design merupakan salah satu metode perancangan modern yang banyak digunakan oleh para arsitek dan desainer terkemuka, seperti Zaha Hadid Architect (ZHA), dan Bjarke Ingels Group (BIG). Metode perancangan melalui pendekatan parametric merupakan suatu metode perancangan dengan mengunakan algoritma dalam memanipulasi sebuah objek menjadi objek lain. Secara umum metode ini lebih efisien jika dibandingkan dengan metode komputasi lainnya, keunggulannya terletak pada algoritma yg dibuat, hal ini akan memudahkan desainer dalam melakukan permodelan. Berdasarkan hal tersebut, peneliti mengimplementasikan metode parametric design dalam simulasi perkotaan khususnya bagian selatan Kota Balikpapan. Dipilihnya metode parametric ini kemampuannya untuk efisien memanipulasi objek secara kompleks sesuai dengan aturan dan parameter yang telah ditentukan. Luaran dari simulasi metode parametric design akan mendukung Kota Balikpapan sebagai kota yang telah menerapkan konsep smart city yang nantinya hasil permodelan ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk mendukung konsep tersebut. Tahapan dalam penelitian ini dimulai dari studi literatur, pengambilan data olahan, proses desain dan algoritma, hingga memproleh hasil simulasi atau permodelan. Berdasarkan hasil pemrograman algoritma hingga permodelan desain, telah menghasilkan permodelan desain Kota Balikpapan yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan konsep smart city. Hasil penelitian ini merupakan suatu temuan awal sehingga dapat ditindaklanjuti dengan pengembangan desain sampai pada analisis konteks teknis seperti urban comport termal, urban acustic hingga konteks kawasan.
Penerapan Augmented Reality (AR) Dalam Desain Arsitektur Sebagai Upaya Keberlanjutan di Dunia Konstruksi Depari, Andi Sahputra; Sitepu, Rasional; Hijriah, Hijriah; Fadia, Andi Faza; Putri, Annajwa Aulia
Widya Teknik Vol. 23 No. 2 (2024): November-Profesi Insinyur
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v23i2.5955

Abstract

Dalam perancangan arsitektural, kertas masih menjadi media utama untuk visualisasi desain, terutama melalui gambar teknis dan presentasi proyek. Namun, penggunaan kertas secara berlebihan berdampak negatif pada lingkungan akibat penebangan hutan dan limbah kertas, yang bertentangan dengan upaya global menuju keberlanjutan di sektor konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi Augmented Reality (AR) sebagai media visualisasi yang lebih ramah lingkungan. Metodologi penelitian yang di impelementasikan menggabungkan pendekatan kualitatif dan eksperimen, pengabungan dua pendekatan ini akan menghasilkan hasil yang lebih maksimal. Hasil analisis dan eksperimen menunjukkan bahwa penggunaan AR tidak hanya efektif dalam mengurangi limbah kertas, tetapi juga meningkatkan efisiensi proses desain dan komunikasi. Teknologi AR memungkinkan pengguna menelusuri desain bangunan dengan lebih rinci, mengidentifikasi potensi masalah lebih awal, dan melakukan penyesuaian desain secara cepat. Di samping dampak positif terhadap lingkungan, penggunaan AR juga mempercepat proses pengambilan keputusan dan kolaborasi antar-stakeholder melalui pengalaman visual yang realistis dan interaktif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendorong penerapan teknologi yang mendukung keberlanjutan dalam industri konstruksi, serta pelaku industri untuk mengadopsi metode visualisasi modern yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Strategi Green Kinetic Façade untuk Efisiensi Energi dan Kenyamanan Termal pada Bangunan Publik di Kota Penyangga IKN Depari, Andi Sahputra
BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING Vol 6 No 2 (2024): Bandar: Journal of Civil Engineering
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bjce.v6i2.4211

Abstract

Kota penyangga IKN dihadapkan pada tantangan seperti perubahan iklim, polusi udara, dan migrasi penduduk. Dengan adanya pembangunan IKN, diproyeksikan populasi serta bangunan publik di Balikpapan dan sekitarnya akan meningkat, yang berpotensi memperburuk kondisi lingkungan. Sebagai contoh, bangunan di Institut Teknologi Kalimantan yang merupakan pusat kegiatan akademik, menunjukkan ketergantungan terhadap pendingin ruangan. Penggunaan berkelanjutan dari sistem tersebut akan meningkatkan emisi gas rumah kaca dan secara umum bangunan publik cenderung bergantung pada pendingin ruangan. Berdasarkan data GBCI, sektor bangunan menyumbang 35% dari konsumsi energi, 12% dari konsumsi air global, serta bertanggung jawab atas 25% limbah dan 40% emisi gas rumah kaca. Untuk itu, investasi teknologi hijau diperlukan sebagai upaya mitigasi. Peneliti menganalisis penerapan green kinetic façade melalui pendekatan analisis data, simulasi, dan perancangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green kinetic façade berpotensi meningkatkan kenyamanan termal dan efisiensi energi. Temuan ini dapat menjadi referensi bagi pemerintah, peneliti, dan praktisi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Pengembangan dan Renovasi Sarana Prasarana Dalam Mendukung Pendidikan Bermutu Pada Anak Usia Dini Hijriah, Hijriah; Hesti Rosita Dwi Putri; Andi Sahputra Depari
Madani: Jurnal Pengabdian Ilmiah Vol. 8 No. 1 (2025): Madani: Jurnal Pengabdian Ilmiah
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/md.v8i1.6460

Abstract

Early childhood education at the kindergarten (TK) level is an important foundation for children's cognitive, social, and emotional development. The availability of adequate facilities and infrastructure and educational learning media greatly influence the quality of early childhood learning. This community service activity aims to support the improvement of the quality of education at TK Cempaka II through three main focuses, namely the provision of batik dip learning media as a means of artistic expression and cultural introduction; the provision of educational play tools such as puzzles and letter blocks for children's cognitive stimulation; and renovation of damaged school floorboards to create a safe and comfortable learning environment. The results of the activity showed an increase in children's participation and enthusiasm in learning activities, an increase in community understanding of the importance of educational facilities (from 47% to 53%), and the creation of a more appropriate learning space. This activity proves that simple but targeted interventions/focuses can have a real impact on supporting the quality education process for early childhood.
Structural Analysis and Design of Superstructure and Roof Systems for the Canteen Building at Kalimantan Institute of Technology Hijriah; Fachreza Akbar; Andi Sahputra Depari; Amanda Sabina Putri; Suardi
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol. 10 No. 3 (2025)
Publisher : Department of Marine Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v10i3

Abstract

Kalimantan Institute of Technology (ITK), established on October 6, 2014, in Balikpapan, East Kalimantan, currently lacks adequate canteen facilities, compelling the academic community to seek meals off-campus. This study aims to design a new canteen facility to be constructed above the campus reservoir, focusing specifically on the structural and roofing systems. The planned canteen is expected to fulfill the food and beverage needs of students, lecturers, and staff, while also serving as a hub for social interaction. Our research methodology incorporates both qualitative and quantitative approaches. The project phases encompass detailed load analysis, structural modeling, internal force analysis, and a thorough plumbing design. Structural design adheres to the relevant Indonesian National Standards (SNI) for reinforced concrete structures and earthquake resistance. The substructure utilizes deep foundations adapted to local soil conditions, while the superstructure comprises reinforced concrete elements and a steel roofing system. Structural analysis results indicate the use of beams B1 (500×300 mm) and B2 (400×200 mm), circular columns K1 (D600 mm), and slab thickness of 120 mm. The roof structure consists of IWF rafters (300×150×6.5×9 mm), HB columns (300×300×10×15 mm), and CNP 200–16. This integrated design demonstrates a feasible and sustainable approach to infrastructure development on water-saturated soils.