Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Konsep Manajemen Trans Batik Solo sebagai Pendukung Sektor Pariwisata di Kota Surakarta Rizky Arif Nugroho; Eko Budi Santoso; Cahyono Susetyo
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26151847.v3i1.5162

Abstract

Pariwisata sangat erat kaitannya dengan sektor transportasi. Bagi pariwisata, sektor transportasi berfungsi sebagai penyedia akses menuju suatu tempat tujuan. Fungsi utama transportasi sangat erat kaitannya dengan aksesibilitas. Dengan kata lain, sektor transportasi memudahkan penggunanya mengunjungi daerah tertentu, misalnya objek wisata. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep manajemen Batik Solo Trans sebagai pendukung sektor pariwisata di Kota Surakarta. Dalam merumuskan konsep agar Batik Solo Trans dapat mendukung sektor pariwisata di Kota Surakarta,  digunakan triangulasi antara hasil kajian yang dikombinasikan dengan kebijakan lokal terkait serta referensi literatur yang telah ada sebelumnya. Konsep yang diperoleh yakni (1) disediakan informasi yang cukup mengenai Batik Solo Trans, (2) disediakan kursi prioritas bagi perempuan atau ladies priority section, (3) menggunakan armada yang berkapasitas penumpang cukup besar atau menambah jumlah unit armadanya, (4) penerapan Park and Ride, (5) Batik Solo Trans ditingkatkan kinerjanya, (6) membentuk branding Batik Solo Trans untuk mendukung sektor pariwisata di Kota Surakarta, (7) dilakukan penambahan trayek agar seluruh objek wisata di Kota Surakarta dapat dijangkau oleh Batik Solo Trans, dan (8) menggunakan metode Bus Priority untuk mengurangi kemacetan.
PRIORITAS PENINGKATAN KAPASITAS PEMERINTAH DAERAH DALAM MEWUJUDKAN SMART GOVERNMENT Rizky Arif Nugroho; Andi Atikah Melinda Septiana
Jurnal Plano Buana Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Plano Buana (Edisi April 2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/jpb.v2i2.5308

Abstract

Kota Samarinda akan diarahkan menjadi Kota Samarinda yang berkelanjutan dengan pondasi smart city berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kota Samarinda 2005-2025. Hal ini didukung oleh terpilihnya Kota Samarinda dalam program Gerakan Menuju 100 Smart City di Indonesia. Kota Samarinda menyusun masterplan Samarinda Smart City Tahun 2017-2025 sebagai tindak lanjut program tersebut. Oleh karena itu, maka perlu diketahui aspek prioritas dalam upaya peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam mewujudkan smart government. Dalam menganalisis faktor prioritas yang perlu ditingkatkan dalam upaya peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam mendukung smart city digunakan metode analisis Analytical Hierarchy Process (AHP). Berdasarkan perhitungan analisis Analytical Hierarchy Process dari jawaban masing-masing responden yang menjadi sampel, diperoleh hasil variabel prioritas untuk dikembangkan dalam rangka peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam mendukung smart city adalah melalui reformasi peraturan.
Analisis Karakteristik Pengunjung Obyek Wisata Kebun Raya Balikpapan Rahmi Yorika; Rizky Arif Nugroho; Elin Diyah Syafitri
JSHP : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 5, No 2 (2021): JSHP (Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Balikpapan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jshp.v5i2.1079

Abstract

In this study, the authors aims to analyze characteristics of visitor at the Balikpapan Botanical Gardens Tourism Object. This study aims to determine the characteristics of visitors based on demographic characteristics, physiological characteristics and characteristics of travel patterns. The method used is descriptive qualitative research method with a rationalistic approach based on data obtained through questionnaires. The research results obtained, the demographic characteristics of visitors to the Balikpapan Botanical Gardens are dominated by the unmarried young generation, aged 17-30 years and dominated by male gender. As many as 36% of visitor respondents are students and university students. Physiological characteristics of visitors show that 98% of visitor respondents are tourists who make short visits <12 hours, and the largest budget allocation is for transportation so it is not consumptive. Based on the characteristics of the travel pattern, it was found that the majority of visitors (97.2% of respondents) were group visitors who arranged their own trips without the help of a travel agency for vacation purposes and the dominant vehicle preferences were using cars and motorbikes.Keywords : Botanical Gardens, Tourism, Visitor, CharacteristicABSTRAKDalam penelitian ini penulis menganalisis karakteristik pengunjung Objek Wisata Kebun Raya Balikpapan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengunjung berdasarkan karakteristik demografis, karakteristik fisiologis dan karakteristik pola perjalanan. Metode yang digunakan yaitu, metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan rasionalistik berdasarkan data yang didapatkan melalui kuisioner. Hasil penelitian yang didapatkan, maka karakteristik demografis pengunjung Kebun Raya Balikpapan didominasi oleh generasi muda belum menikah, berusia 17-30 tahun dan didominasi oleh jenis kelamin laki-laki. Sebanyak 36% dari responden pengunjung merupakan pelajar dan mahasiswa. Karakteristik pengunjung secara fisiologis diperoleh hasil bahwa 98% responden pengunjung adalah wisatawan yang melakukan kunjungan singkat < 12 jam, dan alokasi anggaran terbesar adalah untuk transportasi sehingga tidak konsumtif. Berdasarkan karakteristik pola perjalanannya, diperoleh hasil bahwa mayoritas pengunjung (97,2% responden) merupakan pengunjung rombongan yang mengatur perjalanannya sendiri tanpa bantuan biro perjalanan dengan tujuan liburan dan preferensi kendaraan dominan adalah menggunakan mobil dan sepeda motor.Kata kunci :  Karakteristik, Kebun Raya, Pengunjung, Wisata
Analisis Kinerja Batik Solo Trans Menurut Wisatawan Lokal sebagai Pengguna Moda Di Kota Surakarta Rizky Arif Nugroho; Eko Budi Santoso; Cahyono Susetyo
JSHP : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2018): JSHP (Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Balikpapan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jshp.v2i2.475

Abstract

The transportation sector allows users to visit certain areas, such as tourist attractions. This study aims to determine the performance of Batik Solo Trans as a supporter of the tourism sector in the city of Surakarta.The paradigm in this research is rationalistic. The method used in this research is quantitative method by using ServQual analysis. Based on the analysis results, it is known that there are several main priorities in improving the performance of Batik Solo Trans according to local tourists related to tangibles, responsiveness, assurance, and empathy.The results obtained are (1) in general the performance of Batik Solo Trans has reached the level of compliance between importance and performance more than 80%, (2) there are some variables that need to be improved such as the presence of signal alarm lights, the presence of security officers, the density of roads, low crash rates, and tarifs corresponding to the economic conditions of the community.
Evaluasi Kinerja Pelayanan Angkutan Kota Samarinda (Studi Kasus Trayek B) Riska Anggraini Purnomo; Rizky Arif Nugroho; Rahmi Yorika
Ruang Vol 8, No 1 (2022): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.8.1.15-25

Abstract

Kota Samarinda memiliki kegiatan perkotaan yang kompleks dengan diarahkannya Kota Samarinda menjadi kawasan yang memiliki nilai strategis dari sudut kepentingan ekonomi, industri perdagangan jasa, sosial dan budaya, sehingga menyebabkan intensitas kegiatan perkotaan di Kota Samarinda menjadi tinggi dan berdampak pada peningkatan pergerakan. Oleh karena itu dibutuhkan sarana pergerakan berupa moda transportasi salah satunya angkutan kota. Saat ini, angkutan kota Samarinda kurang diminati oleh masyarakat. Hal tersebut dibuktikan dengan data pengguna jasa angkutan kota Samarinda yang terus menurun dari tahun 2016-2018 sebesar 74% dan pada tahun 2018 jumlah pengguna angkutan kota Samarinda hanya berjumlah 1.125 jiwa. Berkurangnya penggunaan angkutan umum disebabkan karena masyarakat Kota Samarinda masih merasa kurang puas dengan kualitas pelayanan yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan evaluasi terhadap kinerja pelayanan angkutan kota Samarinda trayek B berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 98 Tahun 2013 menggunakan metode analisis skoring. Adapun hasil evaluasi kinerja pelayanan angkutan trayek B sudah cukup baik. Beberapa variabel yang perlu dilakukan perbaikan guna menciptakan kinerja pelayanan yang optimal yaitu identitas kendaraan, identitas pengemudi, peralatan keselamatan, fasilitas kesehatan, informasi tanggap darurat, kebersihan, informasi pelayanan rute trayek, informasi tarif, informasi jadwal keberangkatan dan kedatangan. Kata kunci: Angkutan kota; Evaluasi; Kinerja Pelayanan
Konsep Pengembangan Kebun Raya Balikpapan Sebagai Destinasi Wisata Alam Unggulan Rizky Arif Nugroho; Elin Diyah Syafitri; Rahmi Yorika
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 17, No 3 (2021): JPWK Volume 17 No. 3 September 2021
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v17i3.33569

Abstract

Balikpapan Botanical Garden, which was established in 1994, held potential to be developed more. It was possible since Balikpapan Botanical Garden had 300 hectare wide area. The development of Balikpapan Botanical Garden supported East Kalimantan Government plan to enhanced their tourism sector. Therefore, the concept of Balikpapan Botanical Garden development was necessary. By using descriptive qualitative analysis, the concept formulated as followed. Ensuring safety and security of tourist, creating special zone for interaction between tourist and nature, holding event, providing transportation mode, and deploying trained and professional staff.
Analisis Kerentanan Sosial Kabupaten Penajam Paser Utara Terhadap Bencana Kekeringan Umar Mustofa; Rizky Arif Nugroho; Noor Zam Zammi
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 19, No 2 (2022): Socia: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v19i2.50674

Abstract

Peristiwa berkurangnya curah hujan pada suatu wilayah dalam sebuah periode tertentu sehingga menyebabkan kekurangan air untuk berbagai kegiatan biasanya disebut sebagai kekeringan. Kekeringan merupakan bencana yang berdampak cukup serius di Indonesia sebab terjadi penurunan curah hujan dalam periode waktu yang lama akibat kejadian El Nino atau ENSO (El Nino Southern Oscillation). Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang mengalami penurunan curah hujan akibat perubahan iklim. Kabupaten Penajam Paser Utara merupakan kabupaten di wilayah Provinsi Kalimantan Timur yang mengalami penurunan curah hujan dari tahun 2013 hingga 2016 dengan jumlah curah hujan hanya mencapai 61,71mm/tahun dari tahun-tahun sebelumnya 716,9 mm/tahun. Maka dari itu, perlu diketahui tingkat kerentanan sosial Kabupaten Penajam Paser Utara terhadap bencana kekeringan. Analisis data kerentanan masyarakat dilakukan dengan memperhitungkan data sosial masyarakat sesuai dengan variabel penelitian yang telah ditentukan dan hasilnya adalah indek kerentanan sosial di Kabupaten Penajam Paser Utara berada pada angka 0,41 yang berati berada tingkat kerentanan menengah.
Evaluasi Kondisi Fasilitas Rusunawa (Studi Kasus: Rusunawa Wanyi, Bengkuring Raya, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda) Rizky Arif Nugroho; Asri Prasaningtyas; Indrik Netanel Kihin
COMPACT: Spatial Development Journal Vol 1 No 1 (2022): COMPACT
Publisher : Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2182.372 KB) | DOI: 10.35718/compact.v1i1.733

Abstract

Permukiman menjadi permasalahan yang semakin kompleks untuk dihadapi pada kota-kota besar di Indonesia, terutama dengan tingginya angka kelahiran dan migrasi penduduk. Kepadatan penduduk yang semakin meningkat mendorong terciptanya permukiman kumuh dan rumah susun disediakan guna mengatasi masalah kawasan kumuh. Kondisi fasilitas di Rusunawa Wanyi perlu dievaluasi untuk mengetahui kondisi masing-masing fasilitas yang ada di sana. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif. Pada penelitian ini, populasi yang digunakan adalah seluruh fasilitas yang terdapat di Rusunawa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis kuantitatif dengan menggunakan metode analisis skoring dengan standar teknis pelaksanaan rusunawa, sehingga hasil observasi atau pengamatan pada penelitian ini dicatat secara kuantitatif, yang secara akurat memiliki nilai dari skor yang telah dilakukan, adapun metode skoring yang digunakan dengan menggunakan skala likert. Berdasarkan hasil analisis, Rusunawa Wanyi tidak memenuhi standar yaitu hanya senilai 3,3 yang masuk pada klasifikasi KURANG SESUAI DENGAN STANDAR. Hal ini disebabkan oleh masih banyaknya fasilitas yang belum sesuai standar pelaksanaan rumah susun sehingga diperlukan beberapa perbaikan dan peningkatan kinerja dari variabel tersebut.
Pelatihan Pengolahan Rumput Laut menjadi Permen Jelly untuk Meningkatkan Nilai bagi Masyarakat Kelurahan Teritip, Balikpapan Lovinta Happy Atrinawati; Dian Mart Shoodiqin; Rizky Arif Nugroho; Rahmat Ramadhan; Taufiq Zakly
Community : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 2 No 3 (2022): November : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.473 KB)

Abstract

Rumput laut secara ilmiah dikenal dengan istilah alga atau ganggang. Rumput laut termasuk salah satu anggota alga yang merupakan tumbuhan berklorofil. Budidaya rumput laut khususnya adalah jenis Eucheuma sp. yang melimpah di Kelurahan Teritip, Balikpapan. Masyarakat setempat masih memiliki kekurangan terkait pengelolaan potensi rumput laut itu sendiri dan kurangnya pengetahuan masyarakat sekitar dalam mengelola hasil rumput laut di daerah tersebut. Pada kegiatan ini dilakukan pelatihan pengolahan rumput laut menjadi permen jelly sebagai solusi permasalahan tersebut. Metode yang dilaksanakan melalui tahapan inisiasi, pelatihan pembuatan permen jelly, dan evaluasi keberlanjutan. Peserta pelatihan telah berhasil mengolah rumput laut menjadi permen jelly dan dikemas sehingga siap jual. Setelah dihitung, dengan mengolah menjadi permen jelly, dapat menaikkan harga jual dan keuntungan dibandingkan hanya menjual rumput laut mentah. Dalam bentuk permen jelly, nilai harga jual naik sebesar 225% dan keuntungan naik sebesar 118%. Berdasarkan hasil survey, keterampilan peserta dalam mengolah rumput laut juga telah meningkat dan peserta berkomitmen untuk terus melakukan pengolahan hasil rumput laut
Analisis Estimasi Tarif Electronic Road Pricing di Jalan MT. Haryono DAM Kota Balikpapan rois maytika; Rizky Arif Nugroho; Anggit Suko Rahajeng
Ruang Vol 9, No 1 (2023): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.9.1.34-41

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk akan berdampak pada penambahan jumlah kendaraan khususnya kendaraan pribadi. Jalan MT.Haryono pada segmen simpang beruang madu-jembatan DAM memiliki nilai Volume Capacity ratio sebesar 2,74 (ruas 1) dan 1,99 (ruas 2) atau tingkat pelayanan F, sehingga dalam mengatasi masalah tersebut ditawarkannya konsep Electronic Road Pricing (ERP). Penelitian bertujuan untuk memodelkan probabilitas perpindahan pengguna jalan terhadap adanya konsep ERP, dengan tahapan penelitian mengestimasi nilai ERP yang akan diterapkan melalui continent valuation method (CVM) dengan variabel yang digunakan adalah Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP) dari pengguna jalan. Setelah dilakukannya pengolahan data penawaran harga WTP kepada pengguna kendaraan pribadi yang selanjutnya akan dilakukan perhitungan estimasi harga ERP, sehingga didapatkan estimasi ERP dari WTP yaitu untuk kendaraan mobil pribadi sebesar Rp 17.746,- dan sepeda motor sebesar Rp 16.946,- untuk setiap kali melewati ERP dengan kecepatan tertentu