Claim Missing Document
Check
Articles

Rangkaian Kelistrikan Pada Mesin Pembuat Tempe Kapasitas 30 Kg Reza Argo D.W; Nadliroh , Kuni
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 8 No. 2 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v8i2.5017

Abstract

Kedelai merupakan hasil dari tanaman biji - bijian yang kaya akan lemak nabati dan protein yang menjadi lauk pokok bagi masyarakat Indonesia. Di Indonesia, kedelai umumnya diubah hasil menjadi tempe. Dalam proses fermentasinya, tempe memanfaatkan unsur kapang Rhizopus oligosporus Dan seiring dengan perkembangan zaman proses produksi tempe juga pastinya mengalami kemajuan, dimana yang dulunya proses pembuatan tempe masih sangat manual hingga kini sudah mulai dibantu dengan menggunakan mesin, pada mesin pembuat tempe dengan kapasitas 30 kg. Keberhasilan pembuatan mesin ini sangat tergantung pada komponen pendukung mesin tersebut, yakni susunan rangkaian kelistrikan. Dibawah ini adalah beberapa komponen kelistrikan pada mesin pembuat tempe kapasitas 30 Kg: Pilot lam, Volt meter,Ampere meter, Timer Sepiner, Emergenc Stop , selektor, MCB, Relay . Komponen tersebut dirangkai menggunakan proteus sesuai dengan fungsinya. Dan pengaplikasian pada mesin pembuat tempe kapasitas 30 kg tersebut berfungsi sesuai dengan yang diharapkan. Tingkat keamanan kelistrikan juga meningkat .
Rancang Bangun Rangka Pemisah Kulit Ari Kedelai Kapasitas 30 Kg Darmawan, Maulana Reza; Nadliroh, Kuni
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 8 No. 3 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/fzps0g18

Abstract

indonesia merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia, Salah satu komoditas pangan penghasil protein nabati yang dikenal masyarakat adalah kedelai. Sari kedelai menjadi bahan dasar dalam pembuatan tempe.tetapi dalam pembuatan tempe pengusaha indusry rumahan masih mengelola kedalai dengan cara yang tradisional sehingga berdampak pada produk tempe. Metode yang digunakan pada peracangan ini metode yang digunakan meliputi 1. Obesvasi 2. Studi litelatur 3. Tahapan peracangan. Dalam peracangan rangka pemisah kulit ari kedelai kapasitas 30 Kg mendapatkan hasil bahwasanya material yang digunakan dalam peracangan ini menggunakan baja ASTM A36 dengan ketebalan 3mm yang mampu memopong komponen komponen seperti motor, pulley dan komponen lainya.
Rancang Bangun Pisau Pemecah Dan Pengupas Kulit Ari Kacang Kedelai Tempe Kapasitas 30 Kg Saputra, Zidan Maulana; Nadliroh, Kuni
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 8 No. 3 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/d32g3d27

Abstract

Kedelai membutuhkan mesin untuk mengolahnya secara efisien dan efektif untuk menghasilkan tempe sebagai bahan dasar. Mesin untuk memecahkan dan mengupas sekam biji kedelai memecahkan masalah dengan waktu produksi tempe dan efisiensi. Dalam pembuatan tempe, kedelai harus dalam kondisi bersih agar mesin ini dapat memecah biji dan mengupas cangkangnya. Motor listrik, bilah patah, dan katrol menggerakkan mesin ini. Metode desain eksperimental digunakan oleh penulis dalam metode desain ini untuk mengamati dan mengukur dimensi. Desain pisau pemecah dan pengupas kulit ari kacang kedelai tempe kapasitas 30 kg dibangun dengan motor listrik stainless steel, pisau penghancur, dan katrol, memastikan umur panjang komponen utamanya. Desain minimalis, yang memerlukan ruang minimal, menghasilkan penghematan waktu dan biaya dalam produksi, menawarkan bingkai yang lugas namun kuat, dan menyederhanakan perawatan
Rancang Bangun Rangka Pengering Kedelai Tempe Sistem Spinner Berkapasitas 30 Kg Ainul Mushoffa al a; Nadliroh , kuni
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 8 No. 3 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/phrnmq97

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang mesin pengering kedelai untuk UMKM tempe, guna meningkatkan efisiensi produksi. Penelitian ini berfokus pada perancangan rangka mesin yang terbuat dari besi siku 40x40x4 mm (Astm A 36 Stell). Analisis kekuatan rangka dilakukan menggunakan simulasi Solidworks 2022, menunjukkan displacement tertinggi 0,26619,2mm dan stress maksimal 169 ksi/1165.213982547N/m2. Safety of Factor (SOF) berada dalam rentang aman 0.015mm untuk SOF maksimal, sedangkan untuk SOF minimal yaitu pada 0.00018mm. Validasi oleh akademisi dan praktisi mengonfirmasi kualitas desain, namun menyarankan perawatan intensif dan penambahan peredam getaran untuk kinerja mesin yang optimal.
Perancangan Sistem Transmisi Pada Mesin-Mesin Pembuat Tempe Kapasitas 30 kg Monicha Sari; Nadliroh , Kuni
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 8 No. 3 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jn78kw09

Abstract

Pembuatan tempe di Kabupaten Jombang masih menggunakan cara manual sehingga perlu dirancang mesin-mesin pembuat tempe yaitu mesin pengupas kulit ari kedelai, mesin pengering kedelai, dan mesin peragian kedelai. Sistem transmisi mesin pengupas kulit ari kedelai dirancang menggunakan puli motor diameter 63 mm, puli penggerak 150 mm, sabuk-V tipe A41, dan poros berdiameter 25 mm panjang 500 mm. Sistem transmisi mesin pengering kedelai menggunakan puli motor berdiameter 79.2 mm, puli penggerak 198 mm, sabuk-V tipe A32, dan poros berdiameter 20 mm panjang 613.4 mm. Sedangkan mesin peragian menggunakan puli motor berdiameter 80 mm, puli penggerak 240 mm, sabuk-V tipe A30 dan A40, poros berdiameter 30 mm panjang 700 mm, serta gearbox rasio 1:50. Dari hasil uji coba didapatkan waktu proses 30 kg/14 menit mulai dari pengupasan, pengeringan, dan peragian. Hasil pemrosesan dinilai memenuhi persyaratan pembuatan tempe dengan lebih efektif dan efisien dibandingkan cara-cara manual.
Sinkronisasi Sistem Mekanikal Dan Elektrikal Pada Dynotest Berbasis Momen Inersia Wiyono; Ali Akbar; Nadliroh , kuni
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 8 No. 3 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jfzy9m94

Abstract

Alat dynotest berbasis momen inersia adalah solusi uji performa kendaraan yang mengukur daya dan torsi pada kendaraan bermotor. Dengan menggunakan roller drum sebagai momen inersia, Type dynotest berbasis momen inersia menjadi pilihan yang praktis karena Cukup dengan memasang primemover dan menjalankannya, hasil bacaan dynamometer akan langsung muncul pada monitor secara real-time. Tujuan sinkronisasi sistem mekanikal dan elektrikal pada dynotest berbasis momen inersia adalah untuk mengetahui kondisi alat berjalan secara sinkron dan efektif atau sebaliknya, Hasil dari perancangan alat tersebut mempunyai dimensi P x L x T = 150 x 100 x 100 yang menggunakan bahan baku besi siku sebagai rangka utama. Alat tersebut menghasilkan momen inersia yang di dapat dari roller drum yang digerakkan dari engine Yamaha mio j 110 cc dengan rpm maksimal 10.000 yang dapat di atur menggunakan grip gas pada stang. Alat tersebut juga dilengkapi dengan microcontroller ARM cortex yang terdiri dari beberapa rangkaian sensor, yaitu sensor magnetic encoder pada kipas magnet mesin yamaha mio j yang berfungsi mengukur rpm motor penggerak dan sensor pada poros roller inersia.
PELATIHAN PENGEMASAN DAN PENYULUHAN PEMBUATAN PUPUK KOMPOS: DESA PUSHARANG Sucipto, Sucipto; Andriyanto, Teguh; Nadliroh, Kuni; Bhima P, Antowi; Indrajaya, Dimas; Mustofa, M. Ary
Jurnal Terapan Abdimas Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.346 KB) | DOI: 10.25273/jta.v4i1.3801

Abstract

 Abstract. Puhsarang Hamlet is a densely populated area. The majority of the work of the Puhsarang villagers work as farmers or farm laborers. Some communities, especially the younger generation who have just finished school, are still unemployed. The observation results show that there are business opportunities that can be offered by the local residents, namely livestock manure from residents, especially farmers. Most farmers have livestock. The animals that are owned are cows and goats. Waste of livestock manure can be optimized to be additional income to meet more needs for residents.Kata kunci : Waste, Fertilizer, Income Abstrak. Dusun Puhsarang merupakan kawasan wilayah yang padat peduduknya. Mayoritas pekerjaan masyarakat Desa Puhsarang bekerja sebagai petani ataupun buruh tani. Beberapa masyarakat khususnya generasi muda yang baru menyelesaikan sekolah masih menganggur. Hasil observasi terdapat peluang usaha yang bisa diberdaakan oleh warga sekitar yaitu kotoran ternak dari para warga terutama petani.  Sebagian besar petani memiliki hewan ternak. Hewan ternak yang dimiliki yaitu sapi dan kambing. Limbah kotoran hewan ternak warga dapat dioptimalkan menjadi tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan yang lebih bagi warga.Keywords: Limbah, Pupuk, Penghasilan
Aplikasi Screw Press Pada Mesin Pemarut Dan Pemeras Singkong Multifungsi Guna Meningkatkan Produktivitas UMKM Kerupuk Sadariyah Di Desa Puhjajar Nadliroh, Kuni; Nugroho, Wibowo Harso; Sugianto, Arif; Istiqlaliyah, Hesti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 4 No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v4i1.23979

Abstract

Kerupuk sadariyah merupakan salah satu produk yang dihasilkan dari bahan baku singkong atau ketela pohon, dimana dalam proses pengolahannya harus melalui beberapa tahapan. Mulai dari pengupasan kulit, pencucian, pemarutan, pemerasan, pemasakan, perajangan lontongan kerupuk hingga penggorengan. Dalam serangkaian kegiatan produksi tersebut, beberapa proses masih dikerjakan secara manual. Sehingga membutuhkan banyak waktu dan tenaga kerja yang pada akhirnya berimbas pada besarnya biaya dan kapasitas produksinya. Hal ini yang menjadikan sering terjadi keterlambatan pengiriman dan dapat mengakibatkan kekecewaan konsumen. Dari permasalahan tersebut, tim pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nusantara PGRI kediri mencoba membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi produsen dengan merancang satu mesin pemarut dan pemeras singkong multifungsi yang mengaplikasikan sistem srew press. Hasil yang diperoleh setelah menggunakan mesin ini adalah peningkatan kapasitas produksi yang awalnya hanya mencapai 300kg/hari menjadi sekitar 350kg/hari. Produsen tentunya sangat terbantu dengan adanya mesin perajang ini, mereka pada ahirnya mampu memenuhi permintaan pasar yang cukup tinggi.
The Comparison of Magpick Anomaly Contours toward Bouguer Anomaly Reduction Maulidina, Miftakhul; Nadliroh, Kuni; Fauzi, Ah. Sulhan
The Indonesian Journal of Computer Science Vol. 12 No. 5 (2023): The Indonesian Journal of Computer Science (IJCS)
Publisher : AI Society & STMIK Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33022/ijcs.v12i5.3447

Abstract

The subsurface structures model can be made by various methods, one of which is the gravity method. The basis of gravity modeling is the difference in density of materials. This can result in gravitational anomalies. Overall gravitational anomalies are known as bouguer anomalies. The gravity anomalies can be separated into local anomalies and regional anomalies. This research was in Mount Kelud, Kediri, Indonesia. The gravity data was processed using Surfer 9 software for the manufacture of two-dimensional contours. After that, researchers performed anomaly separation through MagPick software. In this study, researchers compared the two-dimensional contour results of MagPick gravitational anomalies toward the reduction of bouguer anomalies to regional anomalies. As a result, both show the same accurate contour.
Optimasi Waktu Fermentasi Produksi Bioetanol dari Sabut Kelapa Muda Melalui Distilator Refluks Nadliroh, Kuni; Fauzi, Ah Sulhan
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v9i2.39002

Abstract

Es kelapa muda merupakan salah satu minuman legendaris yang berasal dari Indonesia, pada produksi es kelapa muda tentunya akan banyak sabut kelapa yang dihasilkan, biasanya penujual es kelapa muda menumpuknya ditepi jalan tempat mereka berjualan, setelah terkumpul banyak biasanya mereka menggunakannya untuk bahan bakar memasak atau dibiarkan begitu saja dan pada akhirnya dibakar. Salah satu cara untuk menanggulangi sampah yang berasal dari produksi es degan ini adalah mengolahnya menjadi suatu hal yang berdaya guna dan dapat meningkatkan daya jual sabut kelapa yang berasal dari limbah penjualan es kelapa muda. Salah satu solusinya adalah dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pembuatan bioethanol. Pembuatan bioethanol pada penelitian ini adalah dengan memanfaatkan sabut kelapa yang dihaluskan dan difermentasi melalui beberapa fariabel untuk waktu menggunakan fariabel 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari sedangkan untuk fariabel campuran bahan fermentasinya terdapat 3 fariabel yaitu fariabel A,B, dan C, untuk selanjutnya dilakukan produksi bioethanol melalui distilasi refluks, dalam hal ini dilakukan dua kali pengulangan distilasi pada setiap sampelnya, setelah bioethanol dihasilkan maka akan dicari pengaruh lama fermentasi terhadap kandungan alkohol.Kata kunci: Alkohol; Bioetanol; Distilasi; FermentasiYoung coconut ice is one of the legendary drinks originating from Indonesia, in the production from this ofcourse there will be a lot of coconut coir produced, usually the sellers of young coconut ice pile it on the side of the road where they sell, after collecting a lot, they usually ise it for cooking fuel or leave it alone and eventually burn it. One way to deal with waste originating from ice production is to process it into something that is efficient and can increase the selling power of coconut coir from the sale of young coconut ice. One solution is to use it as raw material for the manufacture of bioethanol. The manufacture of bioethanol in this study is by utilizing mashed and fermented coconut coir through several variables for the time of using the variables 7 day, 14 days, 21 days  and 28 days while for the variable mixture of fermented materials there are 3 variables, namely variable A, B, and C. Bioethanol production is carried out through reflux distillation, in this case, two repetitions of distillation are carried out on each sample, after bioethanol is produced it will look for the effect of fermentation time on alcohol content.  Keywords : Alcohol; Bioethanol; distillation; Fermentation.DAFTAR RUJUKANAnisah, D. (2014). Pemanfaatan Sampah Sayuran Sebagai Bahan Baku Pembuatan Bioetanol.. Koncersi. 3;113-18Akanksha K, Sukumaran, R., K, Pandey A, Rao S.S., Binod, P.(2016). Material balance studies for the conversion of sorghum stover to bioethanol. Biomass dan Bioenergy. 85: 48-52Arif, A.B., Budiyanto, A., Diyono, W., Hayuningtyas, M., Marwati, T., & Richana, N. (2016). Pengaruh konsentrasi NaOH dan enzim selulase:xilanase terhadap produksi bioetanol dari tongkol jagung. J. Penelit. Pascapanen Pertan. 13(3): 107-114.Arif, A. B., Diyono, W., Budiyanto, A., & Richana, N. (2016). Analisis rancangan faktorial tiga faktor untuk optimalisasi produksi bioetanol dari molases tebu. J. Informatika Pertan. ; 25(1):145-154Arif, B. A. (2017). Optimasi Waktu Fermentasi Produksi Bioetanol Dari Dedak Sorghum Manis (Sorghum Bicolor L) Melalui Proses Enzimatis. Jurnal PenelitianPasca Panen Pertanian. 14;2;67-78Arnata, I.W., Setyaningsih, D., & Richana, N., (2015). Produksi bioetanol dari hidrolisat asam tepung ubi kayu dengan kultur campuran Trichoderma viride dan Saccharomyces cereviceae. Agritech. 35(4): 396-405Derriyansyah, I. (2018). Analisa Kualitas Bioetanol Sampah Buah Dan Sayur Menggunakan Distilator Model Refluk Sebagai Bahan Bakar. Skripsi. UNP Kediri.Endah, R.D., Sperisa, D., Adrian, N., & Paryanto. (2007). Pengaruh Kondisi Fermentasi Terhadap Yield Etanol Pada Pembuatan Bioetanol Dari Pati Garut.gema teknik, No. 2Fattimura, M. (2014). Tinjauan Teoritis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Operasi Pada Kolom Destilasi. Jurnal Media Teknik. 11;1;23-31Ferdaus, F. (2008). Pengaruh pH, Konsentrasi Substrat, Penambahan Kalsium Karbonat Dan Waktu Fermentasi Terhadap Perolehan Asam Laktat Dari Kulit Pisang. Widya Teknik. 7; 1; 1-14Kusumo, F., & Milano, J. (2017). Optimization of bioethanol production from sorghum grains using artificial neural networks integrated with ant colony. Industrial Crops and Products. 97 : 146-155Nkomba, E.Y., Resburg, E.V., Chimpango A. F. A., Gorgens, J. F. (2016). The influence of sorghum grain decortications on bioethanol production and quality of the distillers dried grain with soluble using cold and conventional warm starch processing. Bioresource Technology.203: 181-189.Phukoetphim, N., Salakkam, A., Laopaiboon, P., Laopaiboon, L.(2017) Improvement of ethanol production from sweet sorghum juice under batch and fed batch fermentations: effects of sugar levels, nitrogen supplementation and feeding regimes. Elektron. J. of Biotechnol.26: 84-92.Schlafle, S., Senn T, Gschwind, P,, Kohlus, R. (2017). Feasibility and energetic evaluation of air stripping for bioethanol production. Bioresource Technology.109-115.Sebayang, A. H., Masjuki, H. H., Ong, H. C., Dharma, S., Silitonga, A. S., Mahlia, T. M. I., Aditiya, H. B. (2016). A perspective on bioethanol production from biomass asalternative fuel for spark ignition engine. RSC Advances.6: 14964–14992.Siregar, M. (1988). Dasar-Dasar Kimia Organik. Jakarta : Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Jakarta.Wood, I. P., Cook,  N. M., Wilson, D. R., Ryden, P., Robertson, J. A., & Waldron, K. W. (2016). Ethanol from a biorefinery waste stream: saccharification of amylase, protease and xylanase treated wheat bran. Food Chemistry.198: 125-131Zabed, H., Sahu, J. N., Suely, H., Boyce, A. N., & Faruq, G. (2017). Bioethanol production from renewable sources: current perspefctives and technological progress. Renewable and Sustainable Energy Reviews. 71: 475-501Zhang, K., Zheng, G., Saul, K., Jiao, Y., & Xin, Z. (2017). Evaluation of the multi seeded (msd) mutant of sorghum for ethanol production. Industrial Crops and Product. 97 : 345- 353  
Co-Authors Abidin, Mochammad Zainal Agus Suwardono Ahmad Daniel hanafi Aini Lostari Ainul Mushoffa al a Akhmad Afandi Ali Akbar Ali Akbar AM Mufarrih Amru Talenta, Yoga Anggra Fiveriati Anis Sufah Prastujati Anwar, Ariful Arif Sugianto Bhima P, Antowi Chomsin Sulistiya Widodo Darmawan, Maulana Reza Didik R. Santoso Dzulhaj, Agam Ibrahim Fatkhur Rohman Fatkur Rhohman, Fatkur Fauzi, Ah Sulhan fauzi, sulhan Firdauzy, Muhammad Hasby Nahdian Firmadiawan, Nofandra Viky Firmansyah, Fadli Gunawan, Hanif Widi Hariadi, Wahyudi Harianto, Wahyuda Haris Mahmudi Hesti Istiqlaliyah Hisbulloh Ahlis Munawi Ilham, M. Muslimin Illah, Ahmad Atok Indrajaya, Dimas Indrawati, Elsanda Merita Irawan, Andri Putra Krisna Firmanda Apririo Laurentius Hendri Yugianta Lio, Andito April M. Bahrur Rozi M. Dewi Manikta Puspitasari Mahdiyah, Umi Majid, Achmad Dhohirul Manumayasya, R. Syehha Agem Merita Indrawati, Elsanda Miftahul Huda Miftakhul Maulidina Monicha Sari Muhammad Najibulloh Muzaki Munawi, Hisbullah Ahlis Mustofa, M. Ary muttaqin, Alaudin zainul Nevita, Ary Permatadeny Nuruddin, Muchammad Ilham Ali Pambudi, Pramudya Teguh Piningit, Wahyu Prasetio, Yoga Yanuar Dwi Prasetyo, Adrian Dwi Prasetyo, Danang Bagus Prayogi, Wahyu Purnama, Yuni Aditya Puspitasari, Karisma Putra, Herdika Kurnia R Yudi Hartono Rafita Dewi Rahmat, Moh Ficky Nur Reza Argo D.W ROHMAN, FATKUR Santoso, Rachmad Saputra, Ferdyan Mey Saputra, Zidan Maulana Saputro, Moch. Taufiqk Hatta Satriawan, Moch. Enggie Setiawan, Ahmad Candra Shultoni Mahardika Sucipto Sucipto Supardi - Susanto, Deny Yuli Teguh Andriyanto, Teguh Wardana, Ribut Cahyana Putra Wibowo Harso Nugroho Wijayanto, Andri Wiyono Yani, Akhmad Yulfa, M. Iqbal Zakaria, Tommy Fajar