Claim Missing Document
Check
Articles

Maintenance Maintenance preventive pump centrifugal Firmansyah, Fadli; Nadliroh, Kuni
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v11i1.1217

Abstract

Pompa sentrifugal KSB 40-200 merupakan pompa yang sangat penting di PT Z, perusahaan gula grup yang berfungsi menyuplai bahan gula sebagai akhir proses produksi. Perbaikan pencegahan pada pompa bertujuan untuk menjelaskan kerusakan yang terjadi dan mampu melakukan perawatan serta perbaikan pada pompa sentrifugal KSB 40-200 secara berkelanjutan. Oleh karenanya perlu ditinjau kembali kesesuaian metode yang digunakan sebagai alternatif perbaikan yang merekomendasikan perawatan pompa tersebut. Failure Mode Effect Analysis (FMEA) adalah salah satu metode analisa suatu komponen dengan teori kegagalan dan sebab akibat dari kinerja komponen. Penelitian yang dilakukan melingkupi pengamatan dan penyelesaian yang menggunakan tahapan identifikasi, penentuan nilai prioritas komponen yang didapatkan sebagai langkah pertama perawatan, dan perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan prioritas utama perbaikan pada bearing dengan kondisi macet (memperoleh angka nominal sebesar 400) disebabkan karena keausan yang lama sehingga membuat merambahnya ke bagian lainnya. Adapun perawatan dan perbaikan komponen selainnya yaitu pada casing, shaft, mechanical seal, dan packing dilakukan berurutan sesuai angka prioritas.  
Pelatihan Pengolahan Bawang Merah dengan Alat Pebmo Pada Kelompok Petani Bawang Merah Di Desa Sekoto Kabupaten Kediri Indrawati, Elsanda Merita; Munawi, Hisbullah Ahlis; Suwardono, Agus; Santoso, Rachmad; Manikta, M. Dewi; Mahdiyah, Umi; Nadliroh, Kuni; Nevita, Ary Permatadeny
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 3 No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v3i2.13823

Abstract

Sekoto Village is the largest onion producer center in Kediri Regency. The aim of this service activity is to provide training on processing low quality shallots into high quality fried onion products using an Automatic Shallot Processing Machine (PEBMO) that is practical, effective and efficient. The activity material provided was about the marketing of shallots and the processing of low quality shallots starting from stripping of shallots, chopping onions, and draining oil using an Automatic Shallot Processing Machine (PEBMO). Community service activities (PKM) which include (1) observation; (2) design and provision of tools (PEBMO) to shallot farmers; (3) socialization; (4) training and practice; (5) monitoring. This activity is useful to increase the income of shallot farmers, this is because low quality shallots are processed into high-quality fried onion products with a stable selling price, so that shallot farmers will not lose if the yields produced have low quality.
Bleaching Silika dari Bagase sebagai Bahan Semikonduktor Solar Sel Nadliroh, Kuni; Rhohman, Fatkur; Puspitasari, M Dewi Manikta
Nusantara of Engineering (NOE) Vol 8 No 02 (2025): Volume 8 Nomor 2 - 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/noe.v8i02.24756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat bahan semikonduktor untuk membuat solar sel, sebagaimana yang telah diketahui bahwa solar sel dibentuk oleh semikonduktor yang dirangkai sedemikian rupa sehingga mampu mengkonversi sinar matahari menjadi arus listrik. Dalam hal ini peneliti menyoroti bahan pembuatan semikonduktor tersebut bisa dibuat dari bahan alam yang merupakan salah satu bentuk limbah dari pembuatan gula pasir, yaitu bagase. Dimana keberadaan bagasse sering mengganggu dan kalaupun digunakan hanya sebatas bahan bakar pengolahan gula dan akan menjadi abu yang hanya terbuang. Melihat tersebut maka peneliti berinisiatif untuk memanfaatkan bagasse tersebut dengan cara mengolahnya menjadi silika yang dapat digunakan untuk pembuatan bahan semikonduktor untuk pembuatan solar sel.
Rancang Bangun Mesin Penggiling Kotoran Kambing dengan Sudu Berbentuk Martil nadliroh, kuni
Jurnal Mesin Nusantara Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v2i1.13345

Abstract

Pupuk merupakan kebutuhan fundamental bagi para penduduk Indonesia dengan mayoritas pekerjaan penduduknya sebagai petani. Pupuk yang mereka gunakan biasanya berupa pupuk kimia dari pabrik atau pupuk kompos yang mereka olah sendiri maupun pupuk kandang. Penggunaan pupuk pabrik yang terus menerus bisa mengakibatkan rusaknya tanah akibat ketidak seimbangan pH tanah, sedangkan penggunaan pupuk kandang yang alami bisa menyeimbangkan pH sehingga tanah akan tetap terjaga kesuburannya. Pupuk kandang merupakan pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang biasanya hanya dibiarkan dalam beberapa waktu tertentu sehingga setelah kotoran tersebut berubah bentuk menjadi serbuk yang menyerupai tanah baru kemudian diaplikasikan kepada tanaman. Proses perubahan kotoran hewan menjadi serbuk membutuhkan waktu yang lama, terlebih lagi kotoran kambing yang mempunyai bentuk yang bulat dan keras, untuk berubah menjadi serbuk diperlukan waktu bertahun-tahun, maka dari itu diperlukan alat untuk mengolah kotoran kambing tersebut menjadi serbuk dengan bentuk sudu seperti martil sehingga proses penggilingan diasumsikan seperti pemukulan berulang-ulang terhadap kotoran kambing supaya bisa segera digunakan oleh para petani untuk proses pemupukan.
Analisa Pemilihan Bahan Baku Kertas Daur Ulang Jenis Test Liner Di PT X Nuruddin, Muchammad Ilham Ali; Nadliroh, Kuni
Jurnal Mesin Nusantara Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v5i1.17523

Abstract

Although the world's forest resources have decreased, paper production has increased. Utilization of recycled fiber Recycle Fiber as a substitute for new fiber Virgin Fiber in production has a significant influence in the world of paper industri. In 2011 the world paper industri reached 403 million tons and about (53%) was produced from recycled paper. production of recycled fiber is cost competitive because the production cost is lower than Virgin Fiber's new fiber. Approximately (80%) of this type of paper comes from three sources, namely OCC Old Corrugated Containers, ONP Old Newspaper, and Office waste paper. (20%) of the used paper is removed from the ink which will be used as raw material for newsprint, tissue, white liner, or other types of white paper. Some of the raw materials for paper are used for paperboard, mineral cardboard. In the manufacture of paperboard, there is a type of Test Liner paper which is widely used as surface coating paper on cardboard.
Analisis Kalor Bioetanol Berbahan Dasar Sabut Kelapa Nadliroh, Kuni; fauzi, Ah. Sulhan; Maulidina, Miftakhul
Jurnal Mesin Nusantara Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v5i2.19006

Abstract

Bioethanol is an alternative fuel that can be used as a substitute for fuel. Bioethanol can be produced from the fermentation of sugar from carbohydrates or sugar. The content of bioethanol that can be used as fuel has a minimum alcohol content of 10%. This research is a follow-up study from previous research regarding the manufacture of bioethanol made from young coconut ice seller waste, namely coconut fiber. Where the result of the result of the research is that the resulting bioethanol contains quite a lot of alkohol. The waste of young coconut ice sellers can produce bioethanol produced from the fermentation process. The aims of this research determine the calorific value of bioethanol from reflux distillation from coconut fiber. The methode is used a calorimeter bomb. Test were carried out on bioethanol derived from young coconut ice waste, namely coconut shell. The research was conducted on bioethanol from coconut fiber by going through a reflux distillation process. The results showed that the highest calorific value was produced by type C samples with 28 days of fermentation, the calorific value was 3940 cal/gram.
Analisa Pengaruh Proses Alkali Pada Komposit Serat Tebu Bermatrik Polimer Istiqlaliyah, Hesti; Fauzi, Ah. Sulhan; Nadliroh, Kuni; Mahmudi, Haris
Jurnal Mesin Nusantara Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v5i2.19413

Abstract

Perkembangan material teknik terutama komposit polimer yang meliputi bahan-bahan baru (high-tech materials), proses manufaktur dan aplikasi teknik dekade ini menunjukkan peningkatan yang cukup sinifikan. Masalah yang timbul seiring dengan perkembangan teknologi bahan komposit polimer tersebut adalah bagaimana memanfaatkan bahan-bahan yang sumber ketersediaannya cukup banyak yang mampu diregenerasikan untuk mengantisipasi krisis bahan terutama jenis plastik polimer, dimana tersedianya sumber bahan dipengaruhi oleh sumber minyak bumi yang tidak bisa diperbaharui. Dari sinilah timbul satu ide atau gagasan, bagaimana memanfaakan serat alam sebagai bahan penunjang atau bahan pengganti komposit yang terbuat dari polimer. Serat alam yang dipilih adalah serat bagasse, karena serat ini banyak ditemukan di sekitar kita sebagai salah satu jenis limbah. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah, untuk mengetahui seberapa besar kekuatan tarik serat setelah mendapat proses treatment berupa proses alkali menggunakan cairan NaOH 5% dengan waktu perendaman 0, 120, dan 180 menit. Setelah proses treatment, serat kemudian diuji kekuatan tariknya. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai temuan atau referensi dalam rekayasa material terutama komposit, serta dapat membantu mengurangi limbah.
Analisis Pengaruh Penambahan Katalis Feldspar 5% dan 10% Terhadap Suhu Leleh Limbah Kaca Setiawan, Ahmad Candra; Nadliroh, Kuni; Rhohman, Fatkur
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 4 No. 3 (2020): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-IV Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v4i3.95

Abstract

Kaca merupakan bahan yang dibuat dari silika (SiO2). Campuran batu pasir dengan fluks yang menghasilkan kekentalan dan titik leleh yang tidak terlalu tinggi, untuk kemudian dicampur lagi dengan bahan stabilisator supaya kuat. Limbah kaca yang terdapat pada industri kaca memiliki titik leleh yang sangat tinggi mencapai 1200°C sampai 1400°C. Dilihat dari unsur-unsurnya, feldspar mengandung bahan fluks (Na2O atau K2O), alumina (Al2O3) dan silika (SiO2) yang sangat penting dalam industri kimia seperti industri kaca atau industri keramikdan berguna sebagai pelebur yang baik. Oleh karena itu proses katalis feldspar dibutuhkan dalam pelelehan limbah kaca untuk membantu mempercepat laju reaksi dan menurunkan titik leleh pada limbah kaca. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti pengaruh katalis feldspar dengan persentase 5% dan 10% terhadap perubahan titik leleh limbah kaca. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode eksperimental (Experimental Research) dengan variabel bebasnya adalah feldspar. Metode ini dilaksanakan dengan pengujian untuk mengetahui katalis feldspar dalam menurunkan titik leleh pada kaca. Hasil penelitian menunjukan katalis feldspar 5% dan 10% dalam pelelehan limbah kaca tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap suhu leleh pada limbah kaca. Sehingga perlu ada penelitian lain yang bisa menemukan katalis yang lebih optimal untuk menurunkan titik leleh limbah kaca.
Mesin Penghancur Limbah Kaca dengan Kapasitas 30 kg/jam Dzulhaj, Agam Ibrahim; Rohman, Fatkur; Nadliroh, Kuni
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 4 No. 2 (2020): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-IV Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v4i2.134

Abstract

Saat ini permasalahan sampah, baik sampah organik maupun non-organik, telah menjadi permasalahan nasional yang berdampak buruk bagi kehidupan sosial, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan. Kaca merupakan komponen besar sampah rumah tangga dan limbah industri karena sifatnya yang berat dan padat. Komponen kaca di tempat sampah umum kebanyakan terdiri dari botol, gelas pecah, bola lampu dan barang-barang lainnya.Pendauran kacamembutuhkan energi yang lebih sedikit bila dibandingkan dengan manufaktur kaca dari pasir, kapur dan soda. Berdasarkan uraian di atas, penulis akan merancang mesin penghancur limbah botol kaca dengan harapan limbah yang telah dihancurkan dapat lebih mudah dimanfaatkan sehingga tidak terjadi lagi penumpukan limbah kaca. Prinsip kerja mesin penghancur limbah kaca ini adalah menghancurkan limbah kaca menjadi serpihan kaca. Dari hasil perancangan yang telah dilakukan, mesin penghancur limbah kaca dengan sistem crusher ini memiliki tinggi 88 cm, panjang 68 cm, lebar 58 cm. Pisau penghancur limbah kaca menggunakan dua buah mata pisau shredder tipe-2 yang berputar berlawanan arah di dalam ruang penghancur. Rancangan mesin yang telah dibuat mempunyai kapasitas 33 kg/jam dengan mesin penggerak berkecepatan 1800 rpm.
Analisa Pengaruh Penambahan Jumlah Kompor Terhadap Peningkatan Suhu Api Pada Pelelehan Kaca Zakaria, Tommy Fajar; Rohman, Fatkur; Nadliroh, Kuni
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 4 No. 2 (2020): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-IV Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v4i2.162

Abstract

Kompor yaitu alat penghasil api yang digunakan untuk memanaskan suatu benda, pada penelitian ini untuk mengetahui mana yang paling efisien untuk meningkatkan suhu api pada proses pelelehan limbah kaca menggunakan 1,2,3 kompor. Dengan cara menyalakan kompor 1,2 & 3 lalu membandingkan suhunya tersebut. Metode yang di gunakan yatu eksperimen, yang dilakukan dengan menyalakan satu persatu kompor blower keong. Data dari hasil penelitian dianalisis melalui cara mengamati secara langsung hasil eksperimen kemudian menyimpulkannya lalu menentukan hasil eksperimen dan menentukan hasil penelitian berdasarkan data yang diperoleh. Pada pengujian alat kompor blower keong menggunakan plat besi yang dibakar kemudian dilakukan pengecekan suhunya melalui thermometer. Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan suhu terhadap jumlah kompor 1, 2 & 3 yang dipakai pada uji coba tersebut. Kesimpulan yang diambil dari hasil penelitian ini yaitu dari data yang diperoleh menunjukkan perbedaan terhadap suhunya, maka untuk pelelehan limbah kaca menggunakan 1 kompor blower keong. Jadi kesimpulan dari penelitian ini adalah 1 kompor lebih efektif dari kompor 2 dan 3. Efektifitas terletak pada biaya bahan bakar lebih hemat . Pada penelitian ini peneliti mengambil judul analisa penambahan jumlah kompor terhadap peningkatan suhu api, karena peneliti ingin membuktikan bahwa penambahan kompor sangat berpengaruh pada pelelehan kaca.
Co-Authors Abidin, Mochammad Zainal Agus Suwardono Ahmad Daniel hanafi Aini Lostari Ainul Mushoffa al a Akhmad Afandi Ali Akbar Ali Akbar AM Mufarrih Amru Talenta, Yoga Anggra Fiveriati Anis Sufah Prastujati Anwar, Ariful Arif Sugianto Bhima P, Antowi Chomsin Sulistiya Widodo Darmawan, Maulana Reza Didik R. Santoso Dzulhaj, Agam Ibrahim Fatkhur Rohman Fatkur Rhohman, Fatkur Fauzi, Ah Sulhan fauzi, sulhan Firdauzy, Muhammad Hasby Nahdian Firmadiawan, Nofandra Viky Firmansyah, Fadli Gunawan, Hanif Widi Hariadi, Wahyudi Harianto, Wahyuda Haris Mahmudi Hesti Istiqlaliyah Hisbulloh Ahlis Munawi Ilham, M. Muslimin Illah, Ahmad Atok Indrajaya, Dimas Indrawati, Elsanda Merita Irawan, Andri Putra Krisna Firmanda Apririo Laurentius Hendri Yugianta Lio, Andito April M. Bahrur Rozi M. Dewi Manikta Puspitasari Mahdiyah, Umi Majid, Achmad Dhohirul Manumayasya, R. Syehha Agem Merita Indrawati, Elsanda Miftahul Huda Miftakhul Maulidina Monicha Sari Muhammad Najibulloh Muzaki Munawi, Hisbullah Ahlis Mustofa, M. Ary muttaqin, Alaudin zainul Nevita, Ary Permatadeny Nuruddin, Muchammad Ilham Ali Pambudi, Pramudya Teguh Piningit, Wahyu Prasetio, Yoga Yanuar Dwi Prasetyo, Adrian Dwi Prasetyo, Danang Bagus Prayogi, Wahyu Purnama, Yuni Aditya Puspitasari, Karisma Putra, Herdika Kurnia R Yudi Hartono Rafita Dewi Rahmat, Moh Ficky Nur Reza Argo D.W ROHMAN, FATKUR Santoso, Rachmad Saputra, Ferdyan Mey Saputra, Zidan Maulana Saputro, Moch. Taufiqk Hatta Satriawan, Moch. Enggie Setiawan, Ahmad Candra Shultoni Mahardika Sucipto Sucipto Supardi - Susanto, Deny Yuli Teguh Andriyanto, Teguh Wardana, Ribut Cahyana Putra Wibowo Harso Nugroho Wijayanto, Andri Wiyono Yani, Akhmad Yulfa, M. Iqbal Zakaria, Tommy Fajar