This Author published in this journals
All Journal International Journal of Electrical and Computer Engineering Majalah Forum Teknik UGM INOTEKS : Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) Jurnal Buana Informatika TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Bulletin of Electrical Engineering and Informatics Jurnal Informatika Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik PROSIDING CSGTEIS 2013 JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Bulletin of Electrical Engineering and Informatics Jurnal technoscientia Prosiding SNATIF Prosiding SNATIKA Vol 01 (2011) Telematika : Jurnal Informatika dan Teknologi Informasi Rekayasa Sipil Prosiding Semnastek International Journal of Advances in Intelligent Informatics Scientific Journal of Informatics ODONTO Dental Journal Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Jurnal IPTEK-KOM (Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi) Indonesian Journal on Computing (Indo-JC) IJoICT (International Journal on Information and Communication Technology) Bulletin of Electrical Engineering and Informatics Proceeding of the Electrical Engineering Computer Science and Informatics Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi) Communications in Science and Technology Jiko (Jurnal Informatika dan komputer) Jurnal Informatika Jurnal Masyarakat dan Budaya IJIES (International Journal of Innovation in Enterprise System) JISKa (Jurnal Informatika Sunan Kalijaga) Refleksi Pembelajaran Inovatif IJITEE (International Journal of Information Technology and Electrical Engineering) JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) Odonto dental journal Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi)
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Jurnal Buana Informatika

Perancangan dan Pembuatan Business Logic Layer Pada Situs Social Networking Berbasis Penelitian (KoKKo) Damarjati, Cahya; Nugroho, Lukito Edi; Kusumawardani, Sri Suning
Jurnal Buana Informatika Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 1 Januari 2010
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.359 KB)

Abstract

Abstract. Business Logic Layer on Social Networking Sites Design and Development Based on Research. KoKKo, virtual community for science was born based on the belief that “no one knows everything, and everyone knows something” atau “none of us is as smart as all of us”. KoKKo is a web application that use three tier web architecture. The three tier of KoKKo are presentation layer, BLL, and DAL. This final prject will discuss everything about engineering and implementation of BLL in KoKKo Web Application. BLL implement object oriented programming concept. With that concept, BLL consists of methods definition that is packaged in class. BLL methods contain DAL functions to access database. Presentation layer use BLL methods to pick data, add data, change date, or delete data from database.Keyword: Three tier web architecture, BLL, Object Oriented Programming, Class, Methods.Abstrak. KoKKo sebagai komunitas virtual untuk berbagi pengetahuan, lahir dari adanya istilah “no one knows everything, and everyone knows something” atau “none of us is as smart as all of us”. Wujud KoKKo berupa aplikasi web yang menggunakan Arsitektur Web Tiga Tingkat. Tiga Tingkat dari KoKKo adalah tingkat presentasi, BLL, dan DAL. Penelitian ini akan membahas segala hal tentang perancangan dan implementasi BLL pada aplikasi web KoKKo. BLL menerapkan konsep Pemrograman Berorientasi Objek (OOP). Dengan konsep tersebut, BLL tersusun dari definisi Metode-Metode yang dikemas dalam Kelas. Metode BLL berisi fungsi-fungsi DAL untuk mengakses basis data. Tingkat presentasi menggunakan metode BLL untuk mengambil data, menambah data, mengubah data, atau menghapus data dari basis data.Kata kunci: Arsitektur Web Tiga Tingkat, BLL, Pemrograman Beorientasi Objek, Kelas, Metode.
Learning from the Case Studies, How Global Software Development Process is executed in an Agile Method Environment Ferdiana, Ridi; Nugroho, Lukito Edi; Santoso, Paulus Insap; Ashari, Ahmad
Jurnal Buana Informatika Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.91 KB)

Abstract

Abstrak. Belajar dari Studi Kasus, Bagaimana Proses Pengembangan Perangkat Lunak Global Dieksekusi Pada Lingkungan Metode Agile. Tantangan terbesar dalam Software Development Global (GSD) adalah efisiensi waktu untuk mengembangkan. GSD menyediakan panduan untuk menggunakan proses bersama dengan muka seperti proses metode analisis terpadu atau metode air terjun. Meskipun, itu memberikan manfaat melalui dokumentasi yang komprehensif dan kejelasan, ia memberikan menghambat organisasi yang ingin menggunakan GSD tetapi dalam terburu-buru. Metode Agile mengklaim efisien dan pendekatan yang efektif untuk pengembangan perangkat lunak. Makalah ini laporan tentang bagaimana organisasi menggabungkan proses GSD dengan metode tangkas seperti eXtreme Programming (XP), Scrum, Agile Unified Process (UP Agile), Pengembangan Fitur Driven (FDD), dan Microsoft Solusi Kerangka Agile (MSF Agile). Makalah ini menggunakan studi kasus untuk mendapatkan pengalaman organisasi dan menjelaskan praktek yang berguna untuk organisasi yang ingin menerapkan GSD dengan metode tangkas. Kata Kunci: Siklus Hidup Pengembangan Perangkat Lunak, Agile, GSD Abstract. The biggest challenge in Global Software Development (GSD) is the efficiency of time to develop. GSD provides a guidance to use the process along with up-front analysis method like unified process or waterfall method. Although, it gives a benefit through comprehensive documentation and its clearness, it gives inhibits the organization which wants use GSD but in a rush. Agile methods claim an efficient and the effective approach to software development. This paper reports on how organizations combine the GSD process with agile methods like eXtreme Programming (XP), Scrum, Agile Unified Process (Agile UP), Feature Driven Development (FDD), and Microsoft Solution Framework Agile (MSF Agile). The paper uses case study to get organization experiences and describe useful practices for the organization that want to implement GSD with an agile method. Keywords: Software Development Lifecycle, Agile, GSD
Pemampatan Intraframe pada Citra Sekuensial Menggunakan Gelombang Singkat Biorthogonal Joko Santoso, Albertus; Edi Nugroho, Lukito; Bayu Suparta, Gede; Hidayat, Risanuri
Jurnal Buana Informatika Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. In the sequential image compression process there are two compression processes known as intraframe and interframe compressions. This paper focuses on intraframe compression on an image sequence by using the 14 Biorthogonal wavelet. Intraframe compression utilizes spatial redundancy within a frame. This happens because there is a correlation between a pixel with its neighboring pixels. This research uses different changes between frames in sequential images by moving the camera, and shifting objects in the middle. Then each sequential image is tested by using the 14 Biorthogonal wavelet toward its PSNR and compression ratio (%). The results of  the research can be concluded that the Biorthogonal 2.4 has the highest PSNR. As for the compression ratio, they show that the Biorthogonal 3.1 produces the highest compression ratio (%).Keywords: Sequential image, intraframe compression, compression ratio, PSNR, wavelet Abstrak. Pada citra sekuensial dikenal dua proses pemampatan yaitu pemampatan intraframe dan pemampatan interframe. Pada makalah ini lebih difokuskan pada pemampatan intraframe dari suatu citra sekuensial yang menggunakan 14 wavelet Biorthogonal. Pemampatan intraframe memanfaatkan redundansi spasial yang terdapat dalam suatu bingkai. Hal ini disebabkan karena adanya korelasi antara sebuah piksel dengan piksel di sekitarnya. Penelitian ini menggunakan perubahan antar bingkai pada citra sekuensial, yaitu kamera yang bergerak dan obyek di tengah bergerak. Kemudian setiap citra sekuensial diuji dengan 14 wavelet biorthogonal terhadap PSNR dan prosentase rasio kompresinya. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu pada pemampatan intraframe wavelet Biorthogonal 2.4 menghasilkan PSNR tertinggi. Sedangkan untuk porsentase rasio kompresi terlihat bahwa Biorthogonal 3.1 menghasilkan rasio kompresi tertinggi.Kata Kunci: citra sekuensial, pemampatan intraframe, prosentase rasio kompresi, PSNR, gelombang singkat
Pemodelan Lingkungan Virtual untuk Interaksi Avatar Berbasis Context Pada Proyek Digital Life at Campus (DiL@C) Sajati, Haruno; Nugroho, Lukito Edi; Ferdiana, Ridi
Jurnal Buana Informatika Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Campus activities that use information technology increasing rapidly, these activities e.g. studying activity, access to information and so on. The increased activities forces instance has an "assistants" who can help the real user to complete their works and responsibilities. Virtual world allows the user to be in a different context so that it can follow a different activity at one time. Avatar requires a virtual Environment for the activity. This research build a model in virtual world (VES) that would bring together between avatars, virtual objects and context to work in a scenario in Digital Life at Campus (Dil@C). Design written in this paper to formulate a model of Context based communication, system architecture and implementation that can be applied in the virtual world.Keywords: DiL@C, avatar, context, Virtual Environment System (VES). Abstrak. Aktifitas kampus yang memanfaatkan teknologi informasi semakin banyak, Aktifitas ini contohnya perkuliahan, akses informasi dan lain-lain. Peningkatan aktifitas ini memaksa instance di dalam kampus memiliki ”asisten” yang dapat membantu real user untuk menyelesaikan pekerjaan dan tanggung jawabnya. Dunia virtual memungkinkan user dapat berada pada konteks yang berbeda sehingga dapat mengikuti aktifitas yang berbeda pada satu waktu. Pengembangan model avatar yang merepresentasikan user dalam dunia maya membutuhkan lingkungan virtual untuk beraktifitas. Penelitian ini memodelkan sebuah dunia virtual (VES) yang dapat mempertemukan antara avatar, obyek-obyek virtual dan konteks untuk bekerja dalam sebuah skenario dalam Digital Life at Campus (DiL@C). Perancangan yang ditulis dalam paper ini merumuskan model komunikasi berbasis konteks, arsitektur sistem dan implementasi yang bisa diterapkan dalam dunia virtual.Kata Kunci: DiL@C, avatar, konteks, Virtual Environment System (VES).
Learning from the Case Studies, How Global Software Development Process is executed in an Agile Method Environment Ferdiana, Ridi; Nugroho, Lukito Edi; Santoso, Paulus Insap; Ashari, Ahmad
Jurnal Buana Informatika Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.91 KB) | DOI: 10.24002/jbi.v1i2.297

Abstract

Abstrak. Belajar dari Studi Kasus, Bagaimana Proses Pengembangan Perangkat Lunak Global Dieksekusi Pada Lingkungan Metode Agile. Tantangan terbesar dalam Software Development Global (GSD) adalah efisiensi waktu untuk mengembangkan. GSD menyediakan panduan untuk menggunakan proses bersama dengan muka seperti proses metode analisis terpadu atau metode air terjun. Meskipun, itu memberikan manfaat melalui dokumentasi yang komprehensif dan kejelasan, ia memberikan menghambat organisasi yang ingin menggunakan GSD tetapi dalam terburu-buru. Metode Agile mengklaim efisien dan pendekatan yang efektif untuk pengembangan perangkat lunak. Makalah ini laporan tentang bagaimana organisasi menggabungkan proses GSD dengan metode tangkas seperti eXtreme Programming (XP), Scrum, Agile Unified Process (UP Agile), Pengembangan Fitur Driven (FDD), dan Microsoft Solusi Kerangka Agile (MSF Agile). Makalah ini menggunakan studi kasus untuk mendapatkan pengalaman organisasi dan menjelaskan praktek yang berguna untuk organisasi yang ingin menerapkan GSD dengan metode tangkas. Kata Kunci: Siklus Hidup Pengembangan Perangkat Lunak, Agile, GSD Abstract. The biggest challenge in Global Software Development (GSD) is the efficiency of time to develop. GSD provides a guidance to use the process along with up-front analysis method like unified process or waterfall method. Although, it gives a benefit through comprehensive documentation and its clearness, it gives inhibits the organization which wants use GSD but in a rush. Agile methods claim an efficient and the effective approach to software development. This paper reports on how organizations combine the GSD process with agile methods like eXtreme Programming (XP), Scrum, Agile Unified Process (Agile UP), Feature Driven Development (FDD), and Microsoft Solution Framework Agile (MSF Agile). The paper uses case study to get organization experiences and describe useful practices for the organization that want to implement GSD with an agile method. Keywords: Software Development Lifecycle, Agile, GSD
Pemampatan Intraframe pada Citra Sekuensial Menggunakan Gelombang Singkat Biorthogonal Joko Santoso, Albertus; Edi Nugroho, Lukito; Bayu Suparta, Gede; Hidayat, Risanuri
Jurnal Buana Informatika Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v3i1.315

Abstract

Abstract. In the sequential image compression process there are two compression processes known as intraframe and interframe compressions. This paper focuses on intraframe compression on an image sequence by using the 14 Biorthogonal wavelet. Intraframe compression utilizes spatial redundancy within a frame. This happens because there is a correlation between a pixel with its neighboring pixels. This research uses different changes between frames in sequential images by moving the camera, and shifting objects in the middle. Then each sequential image is tested by using the 14 Biorthogonal wavelet toward its PSNR and compression ratio (%). The results of  the research can be concluded that the Biorthogonal 2.4 has the highest PSNR. As for the compression ratio, they show that the Biorthogonal 3.1 produces the highest compression ratio (%).Keywords: Sequential image, intraframe compression, compression ratio, PSNR, wavelet Abstrak. Pada citra sekuensial dikenal dua proses pemampatan yaitu pemampatan intraframe dan pemampatan interframe. Pada makalah ini lebih difokuskan pada pemampatan intraframe dari suatu citra sekuensial yang menggunakan 14 wavelet Biorthogonal. Pemampatan intraframe memanfaatkan redundansi spasial yang terdapat dalam suatu bingkai. Hal ini disebabkan karena adanya korelasi antara sebuah piksel dengan piksel di sekitarnya. Penelitian ini menggunakan perubahan antar bingkai pada citra sekuensial, yaitu kamera yang bergerak dan obyek di tengah bergerak. Kemudian setiap citra sekuensial diuji dengan 14 wavelet biorthogonal terhadap PSNR dan prosentase rasio kompresinya. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu pada pemampatan intraframe wavelet Biorthogonal 2.4 menghasilkan PSNR tertinggi. Sedangkan untuk porsentase rasio kompresi terlihat bahwa Biorthogonal 3.1 menghasilkan rasio kompresi tertinggi.Kata Kunci: citra sekuensial, pemampatan intraframe, prosentase rasio kompresi, PSNR, gelombang singkat
Pemodelan Lingkungan Virtual untuk Interaksi Avatar Berbasis Context Pada Proyek Digital Life at Campus (DiL@C) Sajati, Haruno; Nugroho, Lukito Edi; Ferdiana, Ridi
Jurnal Buana Informatika Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v3i2.321

Abstract

Abstract. Campus activities that use information technology increasing rapidly, these activities e.g. studying activity, access to information and so on. The increased activities forces instance has an "assistants" who can help the real user to complete their works and responsibilities. Virtual world allows the user to be in a different context so that it can follow a different activity at one time. Avatar requires a virtual Environment for the activity. This research build a model in virtual world (VES) that would bring together between avatars, virtual objects and context to work in a scenario in Digital Life at Campus (Dil@C). Design written in this paper to formulate a model of Context based communication, system architecture and implementation that can be applied in the virtual world.Keywords: DiL@C, avatar, context, Virtual Environment System (VES). Abstrak. Aktifitas kampus yang memanfaatkan teknologi informasi semakin banyak, Aktifitas ini contohnya perkuliahan, akses informasi dan lain-lain. Peningkatan aktifitas ini memaksa instance di dalam kampus memiliki ”asisten” yang dapat membantu real user untuk menyelesaikan pekerjaan dan tanggung jawabnya. Dunia virtual memungkinkan user dapat berada pada konteks yang berbeda sehingga dapat mengikuti aktifitas yang berbeda pada satu waktu. Pengembangan model avatar yang merepresentasikan user dalam dunia maya membutuhkan lingkungan virtual untuk beraktifitas. Penelitian ini memodelkan sebuah dunia virtual (VES) yang dapat mempertemukan antara avatar, obyek-obyek virtual dan konteks untuk bekerja dalam sebuah skenario dalam Digital Life at Campus (DiL@C). Perancangan yang ditulis dalam paper ini merumuskan model komunikasi berbasis konteks, arsitektur sistem dan implementasi yang bisa diterapkan dalam dunia virtual.Kata Kunci: DiL@C, avatar, konteks, Virtual Environment System (VES).
Perancangan dan Pembuatan Business Logic Layer Pada Situs Social Networking Berbasis Penelitian (KoKKo) Damarjati, Cahya; Nugroho, Lukito Edi; Kusumawardani, Sri Suning
Jurnal Buana Informatika Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 1 Januari 2010
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v1i1.294

Abstract

Abstract. Business Logic Layer on Social Networking Sites Design and Development Based on Research. KoKKo, virtual community for science was born based on the belief that “no one knows everything, and everyone knows something” atau “none of us is as smart as all of us”. KoKKo is a web application that use three tier web architecture. The three tier of KoKKo are presentation layer, BLL, and DAL. This final prject will discuss everything about engineering and implementation of BLL in KoKKo Web Application. BLL implement object oriented programming concept. With that concept, BLL consists of methods definition that is packaged in class. BLL methods contain DAL functions to access database. Presentation layer use BLL methods to pick data, add data, change date, or delete data from database.Keyword: Three tier web architecture, BLL, Object Oriented Programming, Class, Methods.Abstrak. KoKKo sebagai komunitas virtual untuk berbagi pengetahuan, lahir dari adanya istilah “no one knows everything, and everyone knows something” atau “none of us is as smart as all of us”. Wujud KoKKo berupa aplikasi web yang menggunakan Arsitektur Web Tiga Tingkat. Tiga Tingkat dari KoKKo adalah tingkat presentasi, BLL, dan DAL. Penelitian ini akan membahas segala hal tentang perancangan dan implementasi BLL pada aplikasi web KoKKo. BLL menerapkan konsep Pemrograman Berorientasi Objek (OOP). Dengan konsep tersebut, BLL tersusun dari definisi Metode-Metode yang dikemas dalam Kelas. Metode BLL berisi fungsi-fungsi DAL untuk mengakses basis data. Tingkat presentasi menggunakan metode BLL untuk mengambil data, menambah data, mengubah data, atau menghapus data dari basis data.Kata kunci: Arsitektur Web Tiga Tingkat, BLL, Pemrograman Beorientasi Objek, Kelas, Metode.
Perancangan dan Pembuatan Business Logic Layer Pada Situs Social Networking Berbasis Penelitian (KoKKo) Cahya Damarjati; Lukito Edi Nugroho; Sri Suning Kusumawardani
Jurnal Buana Informatika Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 1 Januari 2010
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v1i1.294

Abstract

Abstract. Business Logic Layer on Social Networking Sites Design and Development Based on Research. KoKKo, virtual community for science was born based on the belief that “no one knows everything, and everyone knows something” atau “none of us is as smart as all of us”. KoKKo is a web application that use three tier web architecture. The three tier of KoKKo are presentation layer, BLL, and DAL. This final prject will discuss everything about engineering and implementation of BLL in KoKKo Web Application. BLL implement object oriented programming concept. With that concept, BLL consists of methods definition that is packaged in class. BLL methods contain DAL functions to access database. Presentation layer use BLL methods to pick data, add data, change date, or delete data from database.Keyword: Three tier web architecture, BLL, Object Oriented Programming, Class, Methods.Abstrak. KoKKo sebagai komunitas virtual untuk berbagi pengetahuan, lahir dari adanya istilah “no one knows everything, and everyone knows something” atau “none of us is as smart as all of us”. Wujud KoKKo berupa aplikasi web yang menggunakan Arsitektur Web Tiga Tingkat. Tiga Tingkat dari KoKKo adalah tingkat presentasi, BLL, dan DAL. Penelitian ini akan membahas segala hal tentang perancangan dan implementasi BLL pada aplikasi web KoKKo. BLL menerapkan konsep Pemrograman Berorientasi Objek (OOP). Dengan konsep tersebut, BLL tersusun dari definisi Metode-Metode yang dikemas dalam Kelas. Metode BLL berisi fungsi-fungsi DAL untuk mengakses basis data. Tingkat presentasi menggunakan metode BLL untuk mengambil data, menambah data, mengubah data, atau menghapus data dari basis data.Kata kunci: Arsitektur Web Tiga Tingkat, BLL, Pemrograman Beorientasi Objek, Kelas, Metode.
Learning from the Case Studies, How Global Software Development Process is executed in an Agile Method Environment Ridi Ferdiana; Lukito Edi Nugroho; Paulus Insap Santoso; Ahmad Ashari
Jurnal Buana Informatika Vol. 1 No. 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v1i2.297

Abstract

Abstrak. Belajar dari Studi Kasus, Bagaimana Proses Pengembangan Perangkat Lunak Global Dieksekusi Pada Lingkungan Metode Agile. Tantangan terbesar dalam Software Development Global (GSD) adalah efisiensi waktu untuk mengembangkan. GSD menyediakan panduan untuk menggunakan proses bersama dengan muka seperti proses metode analisis terpadu atau metode air terjun. Meskipun, itu memberikan manfaat melalui dokumentasi yang komprehensif dan kejelasan, ia memberikan menghambat organisasi yang ingin menggunakan GSD tetapi dalam terburu-buru. Metode Agile mengklaim efisien dan pendekatan yang efektif untuk pengembangan perangkat lunak. Makalah ini laporan tentang bagaimana organisasi menggabungkan proses GSD dengan metode tangkas seperti eXtreme Programming (XP), Scrum, Agile Unified Process (UP Agile), Pengembangan Fitur Driven (FDD), dan Microsoft Solusi Kerangka Agile (MSF Agile). Makalah ini menggunakan studi kasus untuk mendapatkan pengalaman organisasi dan menjelaskan praktek yang berguna untuk organisasi yang ingin menerapkan GSD dengan metode tangkas. Kata Kunci: Siklus Hidup Pengembangan Perangkat Lunak, Agile, GSD Abstract. The biggest challenge in Global Software Development (GSD) is the efficiency of time to develop. GSD provides a guidance to use the process along with up-front analysis method like unified process or waterfall method. Although, it gives a benefit through comprehensive documentation and its clearness, it gives inhibits the organization which wants use GSD but in a rush. Agile methods claim an efficient and the effective approach to software development. This paper reports on how organizations combine the GSD process with agile methods like eXtreme Programming (XP), Scrum, Agile Unified Process (Agile UP), Feature Driven Development (FDD), and Microsoft Solution Framework Agile (MSF Agile). The paper uses case study to get organization experiences and describe useful practices for the organization that want to implement GSD with an agile method. Keywords: Software Development Lifecycle, Agile, GSD
Co-Authors -, Wikankara Achmad Djunaedi Achmad Djunaedi Agung Darono Agung R Pamungkas Ahmad Ashari Ahmad Ashari Al. Supartinah Santoso Albertus Joko Santoso Alfrina Mewengkang Alif Subardono Alifiani Kurniati Amelia Kusuma Indriastuti Andhika Putra, Jeffry Andityo, Bimo Hario Andityo, Bimo Hario Andrew B. Osmond Anung Asmoro Anung Asmoro Ardi Pujiyanta Ari Hernawan Ari Hernawan Aris Irwanto Aris Rakhmadi Arkham Zahri Rakhman Ashari, Ahmad Auliya, Syafira Azty Acbarrifha Nour B. Osmond, Andrew Baptista Sousa Pinto, Carlos Alberta Billy Kadmiel Cahya Damarjati Carlos Alberta Baptista Sousa Pinto Carlos Sousa Pinto Dani Adhipta, Dani Darono, Agung Dearisma Arfinda Ma'ruf Desak Putu Juniati Dianastiti, Firstya Evi Eka Ismantohadi Eko Nugroho Eko Nugroho Eko Nugroho Eko Nugroho Eko Nugroho Eko Prasetyo Eko Prasetyo Erdianto Setya Wardhana F Soesianto F. Soesianto Fahmi Dhimas Irnawan Faradina Harumi Gede Bayu Suparta Hani Rubiani Hani Rubiani, Hani Hanif Jati Pambudi Haried Novriando Harnen Sulistio Haruno Sajati Herlina Jayadianti Hutagalung, Robertus Halomoan Ilham Suci Putra Indriana Hidayah Ismantohadi, Eka Iyon Sukma Wicaksana Jazi E Istiyanto Jazi E. Istiyanto Julita Hendrartini Juni Nurma Sari Juwairiah Juwairiah Kusuma Adi Achmad Kusuma Adi Achmad Liliek Handoko Lukas Chrisantyo Marcus Nurtiantara Aji Mardhani Riasetiawan Mingsep Rante Sampebua Mochammad Reza Ramadhan Muhammad Nur Rizal Noor Akhmad Setiawan Nur Hasanah Nurtiantara Aji, Marcus Nurul Kholisatul Ulya Oyas Wahyunggoro Pantjawati Sudarmaningtyas Pantjawati Sudarmaningtyas Paulus Insap Santosa Prajna Deshanta Ibnugraha Quroti A’yun Ratna Wardani Ridi Ferdiana Risanuri Hidayat Rizal, Muhammad Nur Robertus Halomoan Hutagalung Rudy Hartanto Sasongko Pramono Hadi Selo Sulistyo, Selo Silmi Fauziati Soesianto, F. Sri Suning Kusumawardani Sujoko Sumaryono Suryono Suryono Suryono Suryono Syifaun Nafisah Titien S. Sukamto Triana Puspita Ningrum Wahyu Widayat Wahyu Widayat Wahyu Widayat Wahyu Widayat Warsun Najib Wenny Afiati Novia Sari Wicaksana, Iyon Sukma Wicaksana, Iyon Sukma Widayat, Wahyu Widyawan Wiro Santoso Waas Wisudawan, Hasbi Nur Prasetyo