Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PERBAIKAN PENANGANAN PASCA PANEN KAKAO BAGI PETANI DI DESA ASAHDUREN KECAMATAN PEKUTATAN KABUPATEN JEMBRANA, BALI Singapurwa, Ni Made Ayu Suardani; Nursini, Ni Wayan; Suariani, Luh; Sudewa, I Ketut Agung; Viani, Agata; Jiwantara, Gusti Ngurah Oka; Winduyasa, I Wayan; Djelantik, Sang Ayu Made Agung Prasetiawati
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i1.1129

Abstract

Cocoa is the main commodity produced in Asahduren Village, Pekutatan District, Jembrana Regency, Bali. The PM-UPUD program aims to increase the development of farmer groups and Micro, Small, and Medium Enterprises to increase the empowerment of community members based on cocoa plantations which include cocoa cultivation technology and post-harvest technology for cocoa plants. The farmer groups as PM-UPUD partners are the Mekar Nadi Farmer Group and the Tunas Jaya Farmer Group, both of which are located in Asahduren Village, Pekutatan District, Jembrana, Bali. Partner problems include the quality of the cocoa beans produced and the lack of skills in the cultivation and post-harvest handling of cocoa plants. The activity methods used are surveys, counseling, direct practice, monitoring, and evaluation. The results of the PM-UPUD activities are that the Mekar Nadi Farmer Group and the Tunas Jaya Farmer Group have the ability and skills in cocoa cultivation and post-harvest handling of cocoa plants in an integrated and integrated manner. The skills that have been implemented by the partner group from the PM-UPUD program in 2023 include the application of cocoa cultivation technology and the application of cocoa bean fermentation technology. Farmer groups have been able to produce fermented cocoa beans which have a higher selling value.
Optimalisasi Sumber Daya Alam Untuk Meningkatkan Produktivitas Perikanan di Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Buleleng Singapurwa, Ni Made Ayu Suardani; Suariani, Luh; Sudewa, Ketut Agung; Darmadi, Ni Made
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 11 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i11.10712

Abstract

Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng Propinsi Bali, merupakan daerah yang subur dengan potensi pertanian, peternakan dan perikanan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya alam dalam upaya meningkatkan produktivitas perikanan di Desa Bebetin. Kegiatan ini melibatkan pelatihan bagi kelompok mengenai praktik pemeliharaan ikan yang berkelanjutan, penggunaan teknologi modern, dan pengelolaan ekosistem, serta pengolahan hasil budidaya perikanan. Selain itu, dilakukan penyuluhan tentang pentingnya restorasi habitat dan diversifikasi sumber pendapatan untuk mengurangi ketergantungan pada pakan ikan instan yang harganya mahal. Melalui kolaborasi dengan pemerintah desa dan lembaga swadaya masyarakat, program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keberlanjutan sumber daya perikanan. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan produktivitas hasil budidaya perikanan sebesar 80%, perbaikan kualitas lingkungan dengan penerapan teknologi sebesar 60%, serta produkstivitas pengolahan hasil perikanan sebesar 20%. Inisiatif ini dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengelola sumber daya perikanan secara berkelanjutan.
Utilization of Local Resource Feed For Balinese Cattle Yudiastari, Ni Made; Rejeki, I Gusti Ayu Dewi Seri; Sanjaya, I Gusti Agus Maha Putra; Suariani, Luh; Kaca, I Nyoman; Rukmini, Ni Ketut Sri; Suwitari, Ni Ketut Etty; Mardewi, Ni Ketut; Sutapa, I Gede; Astiti, Ni Made Ayu Gemuh Rasa; Neni, Yuminsia; Sundari, Sri Wulan
International Journal of Community Service (IJCS) Vol. 5 No. 1 (2026): January-June
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijcs.v5i1.1586

Abstract

This community service activity is carried out as a form of academic contribution to enhance the knowledge and skills of the community, especially the Kelompok Ternak Amerta Sari in Kesiut Village, in processing and preserving local resources as alternatives for livestock feed, particularly for Bali cattle. The issues faced by farmers in this area include limited availability of fresh feed, especially during the dry season, and the suboptimal use of local feed materials such as straw, turi leaves, and other agricultural waste. Through this activity, the service team provides training and guidance in feed processing techniques such as fermentation, silage, and the production of complete feed based on local resources. The methods used include counseling, technical demonstrations, and hands-on practice together with the farmer group members. The results of this activity show an increase in the understanding and skills of the community in preserving and processing livestock feed.
PRODUKSI DAN KECERNAAN IN VITRO RUMPUT BEDE DENGAN PERLAKUAN PUPUK PADAT ORGANIK YANG BERBEDA: Production and In Vitro Digestibility of Bede Grass with Different Treatments of Solid Organic Fertilizer Kaca, I Nyoman; Suariani, Luh
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.2984

Abstract

Penyediaan pakan berkualitas tinggi kepada ternak ruminansia sulit dipastikan kontinuitasnya sehingga mengakibatkan perubahan dalam produktivitas ternak. Kualitas pakan ditentukan oleh kandungan energi dan protein yang cukup, sedangkan daya guna pakan terhadap ternak ditentukan oleh palatabilitas dan kecernaan gizi yang tinggi. Pupuk organik dapat merangsang pertumbuhan mikroorganisme di dalam tanah yang berfungsi untuk mengikat unsur hara, memperbaiki struktur tanah dari yang awalnya padat menjadi lebih gembur, serta menciptakan ruang untuk air dan udara di dalam tanah. Dengan menggunakan pupuk organik, pH tanah dapat tetap netral, yang memungkinkan tanaman untuk bertahan hidup lebih baik dalam lingkungan yang tidak menguntungkan.  Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, sehingga totalnya 15 unit percobaan. Proses yang digunakan adalah sebagai berikut: rumput tidak diberi pupuk organik padat (P0), rumput diberi pupuk organik padat 10 ton/ha, rumput diberi pupuk organik padat 20 ton/ha, rumput diberi pupuk organik padat 30 ton/ha, dan rumput diberi pupuk organik padat 40 ton/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah produksi rumput bede (ton ha⁻¹), kecernaan bahan organik (%) dan kecernaan bahan kering (%). Pupuk organik padat menunjukkan hasil yang sangat nyata (P>0,01) terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik rumput bede. Dengan perlakuan P4 40 t/ha, hasil kecernaan bahan kering rumput bede adalah 61,61% dan kecernaan bahan organik rumput bede adalah 65,74%. Selain itu, produksi segar tanaman rumput bede tertinggi diperoleh pada perlakuan P4 40 t/ha, yaitu 79,48 t/ha.   Kata kunci: rumput Bede, pupuk, organik, kualitas
APLIKASI TEKNOLOGI TEPAT UNTUK PENGELOLAAN BUDIDAYA DAN PENANGANAN PASCA PANEN KAKAO DI DESA ASAH DUREN Suardani Singapurwa, Ni Made Ayu; Nursini, Ni Wayan; Suariani, Luh; Agung Sudewa, I Ketut; Budi Mulya, I Komang; Tara Wini Bira, Ela; Suartini, Ni Nyoman; Reinaldis Jebaut Subin, Maria
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.%p

Abstract

Pengembangan budidaya dan industri kakao sebagai penggerak pertumbuhan dan distribusi pendapatan masih sangat terbuka dan cukup besar. Penerapan teknologi tepat guna dilakukan untuk meningkatkan produktivitas budidaya kakao dan efisiensi penanganan pasca panen bagi petani kakao di desa Asah Duren, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana.  Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas teknologi yang diterapkan dalam proses tersebut. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pengamatan langsung, wawancara dengan petani, pelatihan, praktek langsung, dan analisis data hasil panen sebelum dan sesudah penerapan teknologi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam hasil panen kakao serta pengurangan kerugian pasca panen. Petani melaporkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaan teknologi yang diterapkan. Terdapat peningkatan keterampilan kelompok petani sebesar 70%, peningkatan produktivitas sebesar 85%, peningkatan pendapatan 75%. Aplikasi teknologi tepat guna dapat memberikan dampak positif bagi pengelolaan budidaya kakao, produk hasil olahan kakao menjadi coklat bubuk dan meningkatkan kesejahteraan petani kakao di Desa Asah Duren.
Pakan Fermentasi untuk Ternak Sapi Berbasis Sumber daya Lokal di Kelompok Tani Ternak “Lembah telaga” Desa Gumantar, Kabupaten Lombok Utara, Propinsi Nusa Tenggara Barat Yudiastari, Ni Made; Asnawi, Asnawi; Suariani, Luh; Kaca, I Nyoman; Tonga, Yan; Rukmini, Ni Ketut Sri; Suwitari, Ni Ketut Etty; Mardewi, Ni Ketut; Sutapa, I Gede; Rejeki, I Gusti Ayu Dewi Seri; Astiti, Ni Made Ayu Gemuh Rasa; Sanjaya, I Gusti Agus Maha Putra
PRIMA: Journal of Community Empowering and Services Vol 9, No 1 (2025): June
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/prima.v9i1.94104

Abstract

Fermented Feed for Cattle Based on Local Resources in the “Lembah telaga” Livestock Farmers Group, Gumantar Village, North Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. Gumantar is a village located in Kayangan District, North Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province, Indonesia. This village has agricultural and plantation potential with the main products being rice, corn, peanuts, cashews, coffee, cocoa, coconut, bananas, and other horticultural crops. The problem that is often encountered is the very limited availability of food in the dry season. This makes many breeders sell their livestock at low prices during the dry season. Another problem is farmers' low knowledge of storage and preservation technology for feed ingredients as feed in the dry season. In the rainy season, the available food is quite abundant. Therefore, it is necessary to provide training regarding animal feed storage and preservation technology. One method that is widely used and easy to do is making fermented feed. Fermentation is the process of changing  organic materials into other, more useful materials with the help of microorganisms in a controlled manner. The aim of fermentation is to reduce anti-nutritional substances, increase digestibility, increase shelf life and increase selling value. The final fermentation product contains compounds that are simpler and easier to digest than the source material. After the implementation team provided outreach to partners, knowledge of the types of forage waste for feed increased from 40% to 80%. Increase in forage nutrition (protein) from 6.7% to 16.45%. The results of the activity showed that there was an increase in farmers' ability to make fermented feed, the fermented feed produced could be stored for 6 months and there was an increase in the nutritional value of the feed.