Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : FORTE JOURNAL

STUDI KOPIGMENTASI CAMPURAN EKSTRAK BIJI KESUMBA KELING (Bixa orellana L.) DENGAN EKSTRAK ANGKAK MERAH Said Haikal Alfajar; Salman Salman; Nilsya Febrika Zebua; Nurmala Sari
FORTE JOURNAL Vol 3 No 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v3i1.509

Abstract

Pemakaian pewarna pada produk bertujuan untuk memperbaiki warna dan menarik minat konsumen. Penggunaan pewarna alami memiliki kelemahan antara lain warna tidak stabil dibandingkan dengan pewarna sintetis. Namun dibalik  keunggulan zat warna sintetis menyimpan dampak berbahaya bagi kesehatan manusia seperti pencetus kanker. Karena dampak yang berbahaya bagi kesehatan, masyarakat lebih memilih pewarna alami dibandingkan pewarna sintetis. Salah satu pewarna alami yang baik bagi kesehatan manusia adalah biji kesumba keling dan angkak merah yang mengandung zat warna alami yaitu karotenoid dan antosianin. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis zat warna  yang stabil dari campuran biji kesumba keling dengan angkak merah dengan metode kopigmentasi.  Dalam penelitian ini dilakukan proses maserasi untuk mendapatkan ekstrak dari biji kesumba keling dan angkak merah dengan perbandingan 1:10 (b/v). Lalu dicampurkan ekstrak kental dari biji kesumba keling dan angkak merah dengan perbandingan 1:0, 1:1, 1:2 dan 2:1 untuk dilakukan uji stabilitas terhadap pH, paparan sinar matahari, oksidator, penyimpanan, paparan sinar lampu dan suhu lalu diukur absorbansi dengan spektrofotometer visibel. Hasil penelitian menunjukan bahwa rendemen yang didapat dari maserasi biji kesumba keling dan angkak merah sebesar 8,65% dan 11,19%. Uji kestabilan 2:1 memiliki rata-rata kenaikan dan penurunan absorbansi sebesar 33,73%, 30,61% dan 15,06% pada uji pH, paparan sinar matahari dan paparan sinar lampu. Dari uji stabilitas didapatkan bahwa perbandingan 1:2 memiliki rata-rata kenaikan maupun penurunan absorbansi sebesar 2,24% dan 19,28% pada uji oksidator dan uji suhu. Dari uji stabilitas didapatkan bahwa perbandingan 1:1 memiliki rata-rata kenaikan maupun penurunan absorbansi sebesar 12,93% pada uji penyimpanan. Perbandingan 2:1 memiliki kestabilan yang paling baik dibandingkan dengan perbandingan yang lain.
STUDI KOPIGMENTASI CAMPURAN EKSTRAK BIJI KESUMBA KELING (Bixa orellana L.) DENGAN EKSTRAK ANGKAK MERAH Said Haikal Alfajar; Salman Salman; Nilsya Febrika Zebua; Nurmala Sari
FORTE JOURNAL Vol 3 No 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v3i1.509

Abstract

Pemakaian pewarna pada produk bertujuan untuk memperbaiki warna dan menarik minat konsumen. Penggunaan pewarna alami memiliki kelemahan antara lain warna tidak stabil dibandingkan dengan pewarna sintetis. Namun dibalik  keunggulan zat warna sintetis menyimpan dampak berbahaya bagi kesehatan manusia seperti pencetus kanker. Karena dampak yang berbahaya bagi kesehatan, masyarakat lebih memilih pewarna alami dibandingkan pewarna sintetis. Salah satu pewarna alami yang baik bagi kesehatan manusia adalah biji kesumba keling dan angkak merah yang mengandung zat warna alami yaitu karotenoid dan antosianin. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis zat warna  yang stabil dari campuran biji kesumba keling dengan angkak merah dengan metode kopigmentasi.  Dalam penelitian ini dilakukan proses maserasi untuk mendapatkan ekstrak dari biji kesumba keling dan angkak merah dengan perbandingan 1:10 (b/v). Lalu dicampurkan ekstrak kental dari biji kesumba keling dan angkak merah dengan perbandingan 1:0, 1:1, 1:2 dan 2:1 untuk dilakukan uji stabilitas terhadap pH, paparan sinar matahari, oksidator, penyimpanan, paparan sinar lampu dan suhu lalu diukur absorbansi dengan spektrofotometer visibel. Hasil penelitian menunjukan bahwa rendemen yang didapat dari maserasi biji kesumba keling dan angkak merah sebesar 8,65% dan 11,19%. Uji kestabilan 2:1 memiliki rata-rata kenaikan dan penurunan absorbansi sebesar 33,73%, 30,61% dan 15,06% pada uji pH, paparan sinar matahari dan paparan sinar lampu. Dari uji stabilitas didapatkan bahwa perbandingan 1:2 memiliki rata-rata kenaikan maupun penurunan absorbansi sebesar 2,24% dan 19,28% pada uji oksidator dan uji suhu. Dari uji stabilitas didapatkan bahwa perbandingan 1:1 memiliki rata-rata kenaikan maupun penurunan absorbansi sebesar 12,93% pada uji penyimpanan. Perbandingan 2:1 memiliki kestabilan yang paling baik dibandingkan dengan perbandingan yang lain.
STUDI FORMULASI DAN EVALUASI KRIM POLIHERBAL EKSTRAK SELEDRI (Apium graveolens L.) DENGAN MINYAK ALPUKAT SEBAGAI PELEMBAB KULIT Priska Noveranni Zebua; Salman Salman; Yessi Febriani; Supran Hidayat Sihotang
FORTE JOURNAL Vol 4 No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i1.750

Abstract

Salah satu kosmetik yang banyak digunakan saat ini adalah kosmetik pelembab kulit dalam bentuk sediaan krim. Salah satu tanaman yang berkhasiat melembabkan kulit yaitu minyak alpukat (Persea americana) yang mengandung sterolin, vitamin A, D, E yang tinggi serta asam oleat dan tanaman seledri (Apium graveolens L.) mengandung flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan, sehingga bermanfaat bagi kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan minyak alpukat (Persea americana) dan ekstrak seledri (Apium graveolens L.) ke dalam sediaan krim sebagai pelembab dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dimana formula dibuat dalam konsentrasi 1,5%, 2%, 2,5%, 3%, krim pembanding (krim Hanasui) serta blanko. Pemeriksaan mutu fisik meliputi uji pH, uji homogenitas, uji tipe emulsi, uji iritasi, uji stabilitas, uji efektivitas kelembaban menggunakan Skin Analyzer, uji kesukaan serta uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak alpukat (Persea americana) dan ekstrak seledri (Apium graveolens L.) dapat di formulasikan dalam sediaan krim pelembab yang homogen, tidak berubah warna dengan tipe emulsi M/A dan pH 6,0-6,5 serta tidak menyebabkan iritasi kulit. Sediaan F4 (konsentrasi 3%) merupakan sediaan terbaik dengan efektivitas kelembaban sebesar 56,03% (kategori “angat lembab”) serta sediaan krim poliherbal memiliki aktivitas antioksidan (kategori “sedang”) dengan nilai IC50 143 ppm.
STUDI FORMULASI MASKER RAMBUT POLIHERBAL EKSTRAK SELEDRI (Apium graveolens L.) DAN MINYAK ALPUKAT Irene Maria Clarita Zebua; Salman Salman; Yessi Febriani; Syarifah Nadia
FORTE JOURNAL Vol 4 No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i1.751

Abstract

Masker rambut merupakan bahan kimia ataupun tumbuhan yang berbentuk  krim dan mempunyai nutrisi yang diperlukan oleh rambut. Krim masker rambut banyak sekali jenisnya, bahkan ada yang dicampur dengan ekstrak buah-buahan atau sayur-sayuran yang memiliki manfaat untuk rambut. Alpukat mengandung asam lemak tak jenuh tunggal (asam oleat). Asam oleat berfungsi untuk memperlambat kerontokan dan mempercepat pertumbuhan rambut. Seledri memiliki berbagai khasiat diantaranya sebagai penyubur rambut dimana seledri mengandung flavonoid dan saponin yang berfungsi memacu pertumbuhan rambut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dimana formula sediaan dibuat dalam konsentrasi 1,5%, 2%, 2,5%, 3%. Pemeriksaan mutu fisik terhadap sediaan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, penentuan tipe emulsi, uj stabilitas sediaan dan uji iritasi dan pengujian aktivitas antioksidan dengan metode 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol seledri (Apium graveolens L.) dan minyak alpukat dapat diformulasikan sebagai sediaan masker rambut. Pada uji organoleptik tidak mengalami perubahan warna, bentuk dan bau, uji homogenitas bercampur secara homogen, pada pengujian pH yang didapatkan stabil yang berkisar antara 5,9-6,5, sesudah cycling test masih dikategorikan stabil maka sediaan masker rambut aman untuk rambut, uji viskositas memiliki nilai yang baik berkisar antara 12.100-21.500 mPa.s, uji tipe emulsi memiliki sifat minyak dalam air (M/A) dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Aktivitas antioksidan esktrak etanol seledri (Apium graveolens L) dan minyak  alpukat termasuk dalam kategori “Sedang” dengan nilai IC50 153,12 ppm. Nilai IC50 pada sediaan F0, F1, F2, F3 dan F4 secara berturut-turut yaitu 1373,26 ppm, 340,83 ppm, 336,16 ppm, 254,31 ppm  dan 183,62 ppm.
FORMULASI DAN UJI ANTIOKSIDAN SEDIAAN FACE MIST DARI EKSTRAK ETANOL BUAH MALAKA (Phyllanthus emblica L.) SEBAGAI PELEMBAB WAJAH Yessi Febriani; Quizha Axyvia; Salman Salman
FORTE JOURNAL Vol 4 No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i1.752

Abstract

Antioksidan sebagai penangkal radikal bebas sangat diperlukan oleh tubuh. Sumber antioksidan bisa diperoleh secara alami dan mudah dijumpai di sekitar kita. Salah satu sumber antioksidan alami adalah buah malaka (Phyllanthus emblica L.) karena mengandung flavonoid. Buah malaka diformulasikan pada sediaan face mist karena mudah dibawa dan mudah diserap pada kulit. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dimana buah malak diaplikasikan sebagai zat aktif pada sediaan face mist. Adapun uji yang dilakukan terhadap sediaan face mist yaitu uji mutu fisik sediaan, kelembaban dan nilai aktivitas antioksidan. Hasil mutu fisik sediaan menunjukkan keberhasilan karena telah memenuhi persyaratan. Sediaan face mist stabil dalam suhu yang diaplikasikan, pH yang diperoleh sesuai dengan pH kulit yaitu 5,1 – 5,6 dan tidak menimbulkan efek kemerahan pada kulit. Viskositas, daya sebar dan waktu kering sediaan face mist sebesar 4.00 – 8.00 mPa.s, 5 – 7 cm dan 3:05 – 4:02 menit. Persen kelembaban tertinggi dimiliki oleh Formulasi 3 yaitu sebesar 25,01% dan nilai aktivitas antioksidan tertinggi dimiliki oleh Formulasi 2 yaitu sebesar 18,84 μg/mL.
FORMULASI DAN UJI ANTIOKSIDAN SEDIAAN FACE MIST DARI EKSTRAK ETANOL BUAH BIT (Beta vulgaris L.) SEBAGAI PELEMBAP WAJAH Yessi Febriani; Salman Salman; Nurmala Sari; Pinte Peteri Melisa
FORTE JOURNAL Vol 5 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v5i1.1085

Abstract

Kulit yang kusam dan kering menjadi masalah yang umum terjadi di masyarakat. Polusi udara yang semakin meningkat menjadi penyebab utama permasalahan ini. Kondisi kulit yang buruk dapat menurunkan kepercayaan diri. Buah bit (Beta vulgaris L.) mengandung flavonoid yang mampu menjaga kesehatan kulit tetap segar. Face mist menjadi salah satu kosmetik yang diminati karena mudah diaplikasikan pada kulit. Bahan tambahan seperti gliserol bersifat humektan yang mampu menjaga kondisi kulit tetap lembap. Oleh karena itu, dibutuhkan formulasi face mist yang dikombinasikan dengan buah bit dan gliserol untuk meningkatkan efek melembapkan pada kulit dan diformulasikan juga tanpa menggunakan gliserol untuk melihat perbandingan efek melembapkan. Penelitian ini diawali dengan membuat ekstrak kental buah bit dengan cara memaserasikan dengan etanol 97% dan diuapkan dengan rotari evaporator. Kemudian dibuat formulasi face mist dan diuji mutu fisik sediaan. Adapun pengujian yang dilakukan adalah uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji stabilitas, uji daya sebar, uji waktu kering, uji iritasi dan uji kelembapan. Hasil menunjukkan bahwa formulasi yang menggunakan gliserol dan tanpa menggunakan gliserol telah memenuhi persyaratan uji mutu fisik. Formulasi yang ditambahkan gliserol memiliki nilai persen kelembapan yang tinggi dibandingkan tanpa menggunakan gliserol. Hal itu sesuai dengan sifat gliserol yaitu humektan.
PENGEMBANGAN EDIBLE FILM DARI GELATIN KEPALA IKAN KURISI (Nemipterus japonicus) DENGAN TEKNIK EKSTRAKSI ASAM DAN BASA Yessi Febriani; Rahma Yulia; Salman Salman; Nerdy Nerdy; Putri Febrianti Syakila; Jhesica Elsa Febriani Daeli
FORTE JOURNAL Vol 5 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v5i1.1166

Abstract

Ikan kurisi (Nemipterus japonicus) dikenal dengan cita rasa enaknya, menghasilkan limbah terutama dari kepala yang kaya akan gelatin. Gelatin ini diekstraksi menggunakan metode asam untuk membuat edible film. Proses ini tidak hanya mengurangi limbah ikan tetapi juga memanfaatkan potensi gelatin yang sebelumnya terbuang sia-sia. Tujuan penelitian ini adalah membuat edible film dari gelatin kepala ikan kurisi (Nemipterus japonicus). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan mengekstraksi gelatin dari kepala ikan kurisi menggunakan HCl 5% dan NaOH 0,3 M, yang kemudian diformulasikan menjadi edible film. Gelatin dan edible film diuji melalui uji pH, viskositas, dan titik leleh (gelatin), serta uji daya serap air, kelarutan dan ketebalan (edible film). FTIR digunakan untuk analisis lebih lanjut untuk menganalisis gugus fungsi. Hasil penelitian ini menunjukkan GKIKMA dan GKIKMB memiliki pH 5,28 dan 6,47, nilai viskositas 60 dan 15 mPa.s dan nilai titik leleh <35ºC. Adapun hasil pengujian terhadap EFKIKMA dan EFKIKMB yaitu nilai daya serap air 12,04% dan 52,58%, nilai kelarutan 94,19% dan 57,22% dan nilai ketebalan 0,20 mm dan 0,11 mm per lembar. Bilangan gelombang dari GKIKMA, GKIKMB, EFKIKMA dan EFKIKMB terbaca pada area sidik jari yaitu 500 cm-1-1500 cm-1.