Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Kebijakan Program Merdeka Belajar Pada SMA Negeri 1 Kualuh Hulu Kabupaten Labuhan Batu Utara Provinsi Sumatra Utara Hendrik Siahaan; Nina Angelia
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 7, No 4 (2025): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), May
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v7i4.2637

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Freedom of Learning policy at SMA Negeri 1 Kualuh Hulu, Labuhan Batu Utara Regency, using the George Edward III policy implementation theory approach, which includes communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The research method used is qualitative descriptive, with data collection techniques through in-depth interviews, observations, and documentation. The results of the study show that communication between principals, teachers, and students has been going well, supporting the understanding of this policy at the school level. Teachers are highly motivated to implement more flexible teaching methods, but challenges arise from students' readiness to learn independently. In addition, the main obstacles in the implementation of Merdeka Learning are limited technological facilities, internet access, and lack of an effective evaluation system. Therefore, further support is needed from the government in providing digital facilities, teacher training, and strengthening the evaluation mechanism so that this policy can be implemented optimally and sustainably.
Implementasi Kebijakan Pengembangan Daerah Wisata oleh Pemerintah Kabupaten Karo (Studi Deskriptif Terhadap Wisata Danau Lau Kawar) Okdamaiyanti, Yiska; Muda, Indra; Angelia, Nina
Jurnal Ilmu Pemerintahan, Administrasi Publik, dan Ilmu Komunikasi (JIPIKOM) Vol 7, No 2 (2025): JIPIKOM OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jipikom.v7i2.6070

Abstract

This study analyzes the implementation of the policy for the development of Lake Lau Kawar tourist attractions based on the Van Meter and Van Horn policy implementation theory. The focus of the research includes policy standards and objectives, resources, characteristics of implementing agents, communication between implementing agencies, environmental conditions, and implementing dispositions. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. Data is collected through in-depth interviews, direct observations, and analysis of policy documents. The data analysis technique used is the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The validity of the data is maintained through triangulation of sources and methods. The results of the study show that although the tourism development policy has been regulated in Regent Regulation No. 32 of 2019 concerning Tourism Villages, its implementation has not been optimal. Limited infrastructure, lack of tourism promotion, lack of coordination between stakeholders, and lack of human and financial resources are the main obstacles. To increase the effectiveness of implementation, a strategy is needed that includes improving infrastructure, optimizing the budget, and increasing community involvement in tourism management.
KEBIJAKAN PENANGGULANGAN PROSTITUSI LIAR DI KOTA MEDAN Muda, Indra; Deliana, Marlina; Angelia, Nina
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 7, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v7i2.2023.607-610

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji tentang bagaimana kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam menanggulangi terjadinya prostitusi liar di berbagai daerah di Kota Medan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yaitu menggabarkan suatu fenomena yang terjadi dan berkembang di masyarakat (fenomenologi). Untuk mendapatkan  data-data penelitian dilakukan tehnik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, studi literatur dan observasi, dengan harapan mendapatkan data yang akurat. Adapun alat yang digunakan adalah pedoman wawancara. Tehnik analisis data yang didapatkan dari lapangan kemudian diolah melalui tahapn reduksi data, verifikasi data dan mengambil kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa prostitusi di Kota Medan oleh pelaku Pekerja Seks Komersial (PSK) adalah perbuatan melakukan hubungan seksual dengan cara berganti-ganti pasangan yang bukan istri atau suaminya dan dilakukan ditempat-tempat tertentu atau disebut lokalisasi seperti di hotel, tempat rekreasi, perkampungan dan lain-lain. Para PSK secara finansial mendapatkan keuntungan dari kegiatan yang mereka lakukan, sehingga menjadi sebuah ketergantungan untuk bekerja seperti itu. Keuntungan yang didapatkan menurut mereka sangat praktis, sehingga membuat ketagihan. Dalam praktiknya pemerintah kota Medan menerapkan kebijakan berupa penertiban para PSK melalui Dinas Sosial Kota Medan dengan melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), pihak Kepolisian dari Polrestabes Medan. Pada prinsipnya setiap PSK yang sudah terjaring razia Pemerintah Kota Medan hanya melakukan pendataan dan pembinaan melalui siraman rohani, lalu dilepas kembali sehingga tidak memberikan efek jera. Data-data PSK yang tersebar di Kota Medan bukan hanya berasal dari wilayah Kota Medan, akan tetapi dari wilayah lain seperti Deli Serdang. Hambatan penanggulangan praktik prostitusi terutama disebabkan cakupan wilayah cukup luas terdiri dari 11 Kecamatan dan 144 Kelurahan, sehingga dalam penerapan kebijakannya belum efektif dikarenakan kegiatan razia dilaksanakan hanya bersifat insidentil dan para PSK merasa leluasa menjalankan aksinya. Ditambah lagi adanya informasi yang bocor ketika hendak dilakukan razia, sehingga para PSK bisa kabur terlebih dahulu.
Peran Pemerintah Desa Dalam Meningkatkan Potensi Pertanian Desa Di Desa Mampang Kecamatan Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan Tarigan, Imelda; Sembiring, Walid Musthafa; Angelia, Nina
Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pemerintahan (JIAPP) Vol 3, No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pemerintahan (JIAPP) - Februari
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jiaap.v3i1.2203

Abstract

Mampang is one of the villages in Kotapinang, South Labuhanbatu Regency, North Sumatra which has considerable agricultural potential. The potential of Mampang Village is oil palm, rubber and rice. However, agriculture in Mampang Village has not progressed very rapidly. This is due to the lack of Human Resources and the lack of attention from the Village Government. Therefore, the authors conducted research on the role of the village government in increasing agricultural yields in Mampang Village. The theory used in this study is the role theory of Soekanto Sulistyowati (2017: 211), this study uses a qualitative descriptive method through interview, observation and documentation techniques. This study consisted of main informants, key informants and additional informants. The results of this study indicate that the role of the village government is not good enough in increasing the potential of village agriculture. increase the potential of rural agriculture.
Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan Plasa Telkom Rantauprapat, Labuhan Batu Fakhrozaldi, M. Nicky; Batubara, Beby Masitho; Angelia, Nina
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 7, No 4 (2025): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), May
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v7i4.2660

Abstract

This study aims to analyze the influence of service quality on customer satisfaction of PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk in the Labuhan Batu Regency area, with a case study on customers of Plasa Telkom Rantauprapat. In the modern era, technology has become a staple that encourages digital-based services to grow. This study uses a quantitative method with simple linear regression analysis through the SPSS version 25 application. The results of the study show that service quality has a positive and significant effect on customer satisfaction. The regression coefficient value of 0.042 shows that every one-unit increase in service quality will increase customer satisfaction by 4.2%. In addition, the calculated t-value of 14.283 is greater than the t-table of 1.662, and the significance value is 0.000 < 0.05, indicating that the hypothesis is accepted. This means that the higher the quality of the service provided, the higher the customer satisfaction felt. On the other hand, if the quality of service decreases, then the level of customer satisfaction will also decrease.
Community Economic Empowerment through Tourism Potential of Guru Singa Village, Tanah Karo Regency Indra, Indra muda; Nina Angelia; Waridah Pulungan
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i3.12962

Abstract

Background: Desa Guru Singa merupakan desa yang ada di Kabupaten Karo yang ditetapkan sebagai salah satu sentra pembangunan desa berbasis wisata. Tetapi sayangnya pemerintah desa dan masyarakat setempat belum menyadari betapa besar potensi desa wisata di desa mereka. Berdasarkan observasi lapangan tim pengabdian menemukan bahwa pengelolaan dan keterlibatan masyarakat sebagai pelaku wisata masih kurang ditambah lagi infrastruktur yang masih terbatas menuju objek wisata. Pengabdian ini bertujuan melatih masyarakat dan pemerintah desa dalam pengembangan dan pengelolaan desa wisata dengan membangun petunjuk-petunjuk menuju lokasi wisata dan promosi wisata melalui media sosial.  Metode: Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan persiapan, pemaparan materi, tutorial dan diskusi group (FGD) mengenai pegembangan, pengelolan dan promosi lokasi wisata serta pemberian bantuan penunjuk arah ke lokasi wisata. Hasil: Dampak langsung yang diperoleh masyarakat, pelaku wisata dan pemerintah desa adalah memperoleh bekal dalam pengembangan wisata, baik dari kerajinan industri, teknik foto dan editing yang kemudian dapat dikembangkan dalam mengelola desa wisata. Kesimpulan: Hasil dari PkM membuat masyarakat lebih tersedar dalam mengelola desanya sebagai  objek desa wisata guna untuk meningkatkan perekonomian mereka.