Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Efektivitas Kelompok Pada Kelompok Tani Reformasi 17 di Nagari Sumani, Kecamatan Koto Singkarak, Kabupaten Solok di Masa Pandemi Covid-19 Marlia Laisma; Vonny Indah Mutiara; Cipta Budiman
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 4, No 2 (2022): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i2.443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan yang dilakukan Kelompok Wanita Tani Reformasi 17 dan menganalisis efektivitas kelompok dalam mencapai tujuan kelompok yang dilihat dari aspek pendapatan anggota, pengetahuan dan keterampilan anggota serta kemampuan manajemen. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus dan perhitungan efektivitas menggunakan skala likert. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung dengan semua anggotaKelompok Tani Reformasi 17 serta literatur yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelompok Tani Reformasi 17 efektif dalam mencapai tujuan kelompok pada bulan Januari-Desember 2020 dengan skor 1.930 (Rentang skor efektif : 1.651- 2.250). Disarankan kepada Kelompok Tani Reformasi 17 agar lebih aktif lagi dalam melakukan penanaman agar produk yang dihasilkan lebih beragam dan juga bisa membuat produk olahan dari hasil panentersebut sehingga memiliki nilai yang lebih.
Penguatan Manajemen Produksi dengan Penerapan Konsep 3R (Recycle, Reduce and Reuse) pada Agroindustri Makanan Ringan di Kelurahan Lubuk Minturun, Kota Padang Rini Hakimi; Rika Hariance; Syahyana Raesi; Rusyja Rustam; Rina Sari; Vonny Indah Mutiara; Zednita Azriani; Widya Fitriana; Dian Hafizah; Ifdal Ifdal; Cipta Budiman; Yusmarni Yusmarni; Afrianingsih Afrianingsih; Daddy Budiman
Warta Pengabdian Andalas Vol 30 No 4 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.30.4.616-624.2023

Abstract

Snack food agro-industry is a potential agribusiness to be developed. Agro-industrial activities produce fresh waste that has yet to be utilized. This waste is in the form of organic solid and liquid waste. Waste left or disposed of will result in pollution. The solution to solve these problems is that waste can be recycled, reduced, and reused, named the 3R concept. This community activity involved advanced service methods, including education and demonstrations to apply the 3R concept for waste—further, the activity team also handovers decomposers and some useful equipment’s for making compost. About ten snack agro-industries attended this service activity. The extension service has provided an understanding to the snack agro-industry regarding implementing 3R and alternatives to reduce the amount of their fresh waste. Demonstrations were related to recycling solid waste into compost and assembling filtering equipment to purify liquid waste. This agro-industry counselling needs to be sustained to consistently apply the 3R concept in the production activities carried out.
ANALISIS IMPLEMENTASI GOOD GOVERNANCE PADA PENGELOLAAN ALOKASI DANA NAGARI (ADN) DI NAGARI TABEK PANJANG Afrilia, Fithrotulhana; Ifdal, Ifdal; Mutiara, Vonny Indah
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 6 No 2 (2022): Edisi Mei - Agustus 2022
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v6i2.2155

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yakni menganalisa penerapan good governance pada pengelolaan alokasi dana nagari (ADN) pada Kanaagarian Tabek Panjang, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat Tahun Anggaran 2018. Dari beberapa penelitianyang telah dilakukan terkait dengan pengelolaan keuangan oleh suatu organisasi apapun, jika implementaratornya tertib menggunakan pendekatan good governavce maka hasilnya berefek positif bagi tata kelola pemerintahan. Peneliti menerapkan deskriptif kualitatif sebagai bentuk jenis penelitian, dimana data primer dan sekunder dijadikan sebagai sumber data penelitian. Hasil wawancara akan diolah menjadi data primer, sementara dokumen tertulis seperti laporan dan peraturan perundang-undangan dijadikan sebagai data sekunder. Model analisis interaktif berbentuk tiga tahapan yakni reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan dijadikan sebagai teknik analisis data. Hasil dari penelitian ini mengidentifikasi bahwa pelaksanaan good governance pada pengelolaan APBNagari Tabek Panjang, telah dilaksanakan cukup baik oleh Pemerintah Nagari Tabek Panjang. Pemerintah Kanagarian mampu melakukan pengelolaan dan pengalokasian dana nagari, dimulai dari tahapan perencanaan anggaran, pelaksanaan, penata usahaan, serta pelaporan dan pertanggung jawaban dengan menggunakan azas partisipatif, transparansi, akuntabilitas.
Comparative Assessment of Robusta Coffee Marketing Channels in Solok City, West Sumatra Azzahra, Nadia; Mutiara, Vonny Indah; Hariance, Rika
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 7 No. 2 (2024): September
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jace.v7i2.780

Abstract

Coffee stands as a cornerstone of agricultural economies and it has significant roles in the global beverage industry in Indonesia. However, robusta coffee marketing channels issue impacts the prices received by farmers. The price that consumers pay and the price that farmers receive differ significantly. This research offers a comparative analysis robusta coffee marketing channels in Solok City of West Sumatra. This study used a purposive sampling by a survey approach. The survey method involves interviewing and giving questionnaires to 35 farmers, 5 collectors in the village, and 3 wholesalers. The findings indicated the existence of three marketing channels. The first marketing channel shows that farmers received a price of 25,722.22 IDR/kg, with a farmer share of 86.70% and an efficiency of 4.30%. The second marketing channel shows that farmers received a price of 27,812.50 IDR/kg with a marketing efficiency of 3.92% and a farmer share of 94.82%. The third marketing channel shows that farmers received a price of 25,722.22 IDR/kg and a farmer share of  100%, while the marketing efficiency of 1.77%. These findings demonstrate that marketing channel three is the most efficient. To enhance productivity, it is suggested that farmers should consider rejuvenating coffee plants and prioritize the post-harvest process to ensure hygiene and produce high-quality coffee. By increasing coffee productivity and improving coffee quality, it is expected that farmers could gain higher prices and achieve greater profitability.
Integrasi Pasar Beras Di Sumatera Barat Rahmadina, Mia; Vonny Indah Mutiara; Muhammad Hendri
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Beras premium di Sumatera Barat memiliki harga yang tinggi sehinga berkontribusi terhadap inflasi. Sumatera Barat memiliki produksi beras yang tinggi diikuti dengan harga beras premium yang tinggi, hal ini disebabkan oleh preferensi konsumen yang tiggi terhadap beras premium Sumatera Barat sehingga di beberapa Kabupaten atau Kota di Sumatera Barat memasok beras premium ke daerah lain, baik dalam provinsi maupun luar provinsi Sumatera Barat dengan harga yang bebas HET. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan kausalitas, integrasi pasar, dan respon terhadap shock di 3 Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode analisa Vektor Error Correction Model (VECM) dengan alat analisis Eviews 10. Data yang digunakan adalah harga beras premium tingkat eceran sejak Januari 2017 hingga Agustus 2023. Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan kausalitas satu arah yang terjadi antara Kota Padang dengan Kabupaten Tanah Datar, dimana Kabupaten Tanah datar sebagai pasar acuan dan Kota Padang sebagai pasar pengikut dan hubungan kausalitas satu arah antara Kota Padang dengan Kabupaten Solok, dimana Kabupaten Solok sebagai pasar acuan dan Kota Padang sebagai pasar pengikut. Ketiga daerah terintegrasi secara jangka panjang dan jangka pendek. Respon Kota Padang terhadap shock di Kabupaten Solok mencapai keseimbangan pada periode ketujuh dan terhadap Kabupaten Tanah Datar pada periode kelima. Respon Kabupaten Tanah Datar terhadap shock di Kota Padang mencapai keseimbangan pada periode kesembilan dan terhadap Kabupaten Solok pada periode kesepuluh. Respon Kabupaten Solok terhadap shock di Kota Padang mencapai keseimbangan pada periode ketujuh dan terhadap Kabupaten Tanah Datar pada periode keeanam.
INCOME OPTIMIZATION OF SMALLHOLDER RUBBER FARMING Fitriana, Widya; Febriamansyah, Rudi; Mutiara, Vonny Indah
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3777

Abstract

South Sumatra Province is the largest rubber producer in Indonesia, with a production share of 29 percent of the total national rubber production. However, since 2018, rubber production has tended to decline. This condition has an impact on the low contribution of rubber to GDP and reduces the income of rubber farmers. This study aims to (1) analyze the production and income of smallholder rubber farmers and (2) analyze the optimal income of smallholder rubber farmers. The study was conducted in Musi Rawas Utara District by interviewing 100 samples of smallholder rubber farmers using a simple random method. The variables observed include the amount of rubber production, rubber prices, rubber farming costs, total revenues, and total farm income, and then analyzed with optimization models. The results showed that the average production of smallholder rubber farming was 1,651 kg / Ha, lower than the optimal production of 4,840 kg / Ha. The income received by rubber farmers is Rp 14,164,390.2 /Ha/year, lower than the income of smallholder rubber farmers in Paser, East Kalimantan, but already higher than the income of rubber farmers in Simalungun, Sumatera Utara. To achieve an optimal income of IDR 24,784,438 / Ha/year, farmers are advised to rejuvenate because the rubber plants production is over 20 years. Farmers must use high-yielding rubber varieties and efficiently use other production inputs. The quality of processed rubber must also be improved to get a high selling price. Keywords : Rubber, Income, Optimization, Rubber, Smallholder farming, INTISARIProvinsi Sumatera Selatan merupakan produsen karet terbesar di Indonesia dengan pangsa produksi sebesar 29 persen dari total produksi karet nasional. Namun sejak tahun 2018, produksi karet cenderung menurun. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kontribusi karet terhadap PDB dan menurunkan pendapatan petani karet. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis produksi dan pendapatan petani karet rakyat dan (2) menganalisis pendapatan optimal petani karet rakyat. Penelitian dilakukan di Kabupaten Musi Rawas Utara dengan mewawancarai 100 sampel petani karet rakyat dengan menggunakan metode acak sederhana. Variabel yang diamati meliputi jumlah produksi karet, harga karet, biaya usahatani karet, total pendapatan, dan total pendapatan usahatani, kemudian dianalisis dengan model optimasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi usahatani karet rakyat sebesar 1.651 kg/Ha, lebih rendah dari produksi optimal sebesar 4.840 kg/Ha. Pendapatan yang diterima petani karet sebesar Rp 14.164.390,2 /Ha/tahun, lebih rendah dibandingkan pendapatan petani karet rakyat di Paser Kalimantan Timur, namun sudah lebih tinggi dibandingkan pendapatan petani karet di Simalungun, Sumatera Utara. Untuk mencapai pendapatan optimal sebesar Rp 24.784.438/Ha/tahun, petani disarankan melakukan peremajaan karena produksi tanaman karet sudah diatas 20 tahun. Petani harus menggunakan varietas karet yang mempunyai produktivitas tinggi dan menggunakan input produksi lainnya secara efisien. Kualitas karet olahan juga harus ditingkatkan agar mendapatkan harga jual yang tinggi. Kata Kunci : Karet, Pendapatan, Optimasi, Karet, Usahatani Rakyat
Analisis Efektivitas Kelompok Pada Kelompok Tani Reformasi 17 di Nagari Sumani, Kecamatan Koto Singkarak, Kabupaten Solok di Masa Pandemi Covid-19 Marlia Laisma; Vonny Indah Mutiara; Cipta Budiman
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 4 No. 2 (2022): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i2.443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan yang dilakukan Kelompok Wanita Tani Reformasi 17 dan menganalisis efektivitas kelompok dalam mencapai tujuan kelompok yang dilihat dari aspek pendapatan anggota, pengetahuan dan keterampilan anggota serta kemampuan manajemen. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus dan perhitungan efektivitas menggunakan skala likert. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung dengan semua anggotaKelompok Tani Reformasi 17 serta literatur yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelompok Tani Reformasi 17 efektif dalam mencapai tujuan kelompok pada bulan Januari-Desember 2020 dengan skor 1.930 (Rentang skor efektif : 1.651- 2.250). Disarankan kepada Kelompok Tani Reformasi 17 agar lebih aktif lagi dalam melakukan penanaman agar produk yang dihasilkan lebih beragam dan juga bisa membuat produk olahan dari hasil panentersebut sehingga memiliki nilai yang lebih.
Manajemen Risiko: Dampak Sosial Ekonomi dari Banjir pada Sawah di Kota Padang: Risk Management: Socio-economic Impact of Flooding on Rice Farming in Padang City Paloma, Cindy; Mutiara, Vonny Indah
Journal of Integrated Agribusiness Vol 7 No 1 (2025): Journal of Integrated Agribusiness
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jia.v7i1.6332

Abstract

Flooding is a major natural disaster that substantially risks agricultural productivity, particularly rice cultivation. In Padang city, the severity of flood impacts has increased due to climate change. This study identifies and analyzes flood risk management strategies in paddy farming areas. The research used a descriptive approach supported by quantitative secondary data from government reports, insurance claim records, and climate-related publications. Data analysis involves risk mapping and descriptive statistics to assess patterns of flood impact and response strategies. The results indicate that effective flood risk management involves using flood-resistant rice varieties, constructing and maintaining irrigation and drainage systems, and participating in the Paddy Farming Insurance (AUTP). Risk Mapping shows that floods have the lowest impact compared to other floods or disasters. In Padang City, floods have not impacted 75% of AUTP insurance claims. Strategies that farmers and stakeholders can implement are preventive and mitigations. Preventive strategies include improving drainage systems and using flood-resistant crops, while mitigation involves early warning systems, weather forecasting, crop insurance, and post-flood management. However, barriers like insufficient funding, limited farmer awareness of technology, and poor infrastructure hinder adoption. Government support primarily benefit smallholder farmers-those most vulnerable to climate-related risk by offering technical assistance, financial subsidies, and encouraging AUTP participation. By implementing these strategies, agricultural resilience can be strengthened, contributing to national food security.
Arima Model for Forecasting Coffee Productivity in West Sumatra, Indonesia Mutiara, Vonny Indah; Putri, Dwi Nur'aini; Khairati, Rusda
Indonesian Journal of Applied Research (IJAR) Vol. 6 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Applied Research (IJAR)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ijar.v6i2.673

Abstract

As the 10th highest coffee-producing region in Indonesia, West Sumatra played a significant role in the country's coffee sector. Coffee productivity in West Sumatra had been fluctuating; therefore, accurate productivity forecasting was essential for effective coffee farm management, resource allocation, and market stability. This study aimed to identify the best forecasting model for predicting coffee productivity in West Sumatra from 2024 to 2028. The research method used was the descriptive analysis method, applying a time series forecasting approach. The data used in this study were historical records of coffee productivity in West Sumatra for the past 24 years. The data were annual figures from 2000 to 2023. The results showed that ARIMA (1,3,0) was the most suitable, with a Mean Absolute Percentage Error (MAPE) below 50%. This indicated a declining trend in coffee productivity over the forecast period. The projected productivity values (tons per hectare) were 1.000 in 2024, 0.6266 in 2025, 0.6125 in 2026, 0.0538 in 2027, and -0.1709 in 2028. The pattern of minor variations suggested that the ARIMA (1,3,0) model reflected an unstable and downward trend in coffee productivity.
Analisa Kelayakan Finansial Usahatani Karet (Hevea Brasiliensis) pada Perkebunan Rakyat di Kabupaten Pasaman Putri, Afrina Zhilla; Tanjung, Faidil; Mutiara, Vonny Indah
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 7 No. 2 (2025): August
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v7i2.633

Abstract

Karet merupakan tanaman perkebunan unggul di Pasaman yang memiliki peluang besar dalam perdagangan, namun produktivitasnya masih rendah.  Tujuan penelitian menilai kelayakan komoditas karet di Kabupaten Pasaman dilihat dari nilai Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), dan Internal Rate of Return (IRR). Penelitian ini menggunakan metode survai dan metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling pada 30 petani sampel. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Dari hasil penelitian diperoleh jumlah total produksi karet rakyat selama umur ekonomis sebesar 61.847 kg, dengan total pendapatan petani sebesar Rp 701.765.570/ha. Total biaya yang dikeluarkan selama umur ekonomis sebesar Rp 410.890.351/ha. Usahatani karet rakyat layak untuk diusahakan berdasarkan kriteria NPV, IRR, dan Net B/C dengan nilai NPV Rp 107.861.527,80, nilai Net B/C 1,5, dan nilai IRR 22%. Disarankan pada petani lebih memperhatikan teknik budidaya dan peningkatan produktivitas karet di Pasaman.