Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Reproductive Rights and Childfree Decisions in Islamic Law and Their Social Implications in Muslim Societies: Hak Reproduksi dan Keputusan Childfree dalam Perspektif Hukum Islam dan Implikasinya di Masyarakat Muslim Abdul Rahman Ramadhan
Al-Zaujiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2024): Desember
Publisher : Syamilah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendefinisikan konsep hak-hak reproduksi dalam hukum Islam, menganalisis pandangan hukum Islam tentang keputusan untuk tidak memiliki anak, dan memeriksa implikasi sosial dari keputusan untuk tidak memiliki anak. Hak-hak reproduksi merupakan bagian penting dari hak asasi manusia yang mencakup hak untuk membuat keputusan yang bebas dan bertanggung jawab mengenai jumlah, jarak, dan waktu memiliki anak. Namun, dalam konteks hukum Islam, keputusan untuk tidak memiliki anak dapat menimbulkan berbagai interpretasi hukum dan sosial yang kompleks. Tren untuk tidak memiliki anak semakin meningkat di banyak negara, termasuk di negara-negara mayoritas Muslim. Keputusan ini sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti ekonomi, kesehatan, dan preferensi pribadi. Namun, dalam masyarakat Muslim, keputusan ini dapat bertentangan dengan norma-norma tradisional yang mendorong pernikahan dan memiliki anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data studi literatur tinjauan pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hak-hak reproduksi diakui dalam hukum Islam, meskipun terdapat variasi penafsiran mengenai batasan dan penerapannya. Keputusan untuk tidak memiliki anak dapat diterima dalam kerangka hukum Islam jika didasarkan pada alasan yang sah dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Namun, persepsi sosial dan stigmatisasi atas keputusan ini masih menjadi tantangan di banyak komunitas Muslim. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi penting bagi pemahaman tentang hak-hak reproduksi dan keputusan untuk tidak memiliki anak dalam konteks hukum Islam. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu mengurangi stigma sosial terhadap individu yang memilih untuk tidak memiliki anak dan mendorong pengembangan kebijakan yang lebih inklusif dan berbasis bukti di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim, khususnya Indonesia.
Strategi Konseling Pra-nikah Islami Melaui Edukasi Pemahaman Fikih Munakahat pada Calon Pengantin Abdul Rahman Ramadhan
Al-Zaujiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 1 (2025): Juni
Publisher : Syamilah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan dalam Islam merupakan sebuah institusi penting yang bertujuan untuk menciptakan kehidupan yang harmonis antara pasangan, berdasarkan prinsip sakinah, mawaddah, dan rahmah. Namun, banyak calon pengantin yang kurang memahami fikih munakahat, yang mencakup aspek hukum pernikahan dalam Islam, sehingga dapat menghambat persiapan mereka untuk membangun rumah tangga yang sejahtera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi konseling pra-nikah Islami melalui edukasi pemahaman fikih munakahat dalam mempersiapkan calon pengantin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi pustaka, yang mengumpulkan dan menganalisis literatur terkait konseling pra-nikah Islami dan penerapan fikih munakahat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan fikih munakahat berperan penting dalam meningkatkan kesiapan calon pengantin dalam menjalani pernikahan, baik secara mental, emosional, maupun spiritual. Konseling pra-nikah yang efektif dapat membekali calon pengantin dengan pengetahuan tentang hak dan kewajiban pernikahan, serta meningkatkan pemahaman mereka tentang peran dan tanggung jawab masing-masing dalam pernikahan Islami. Penelitian ini menyarankan pentingnya integrasi pendidikan fikih munakahat dalam kebijakan pendidikan pra-nikah untuk mengurangi tingkat perceraian dan meningkatkan keharmonisan keluarga.
Privacy Ethics and Islamic Morals in the Era of Digital Surveillance: Etika Privasi dan Akhlak Islam dalam Era Digital Surveillance Abdul Rahman Ramadhan
Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Interdisiplin Vol. 1 No. 3 (2024): December
Publisher : Syamilah Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara privasi dan etika Islam dalam era digital surveillance dan mengidentifikasi isu-isu yang berkaitan dengan privasi dalam Islam, dan mengeksplorasi solusi yang sesuai dengan nilai-nilai Islam untuk menjaga privasi dalam dunia digital. Pada era digital, teknologi informasi telah memberikan kontribusi signifikan terhadap kehidupan setiap muslim, termasuk dalam hal penyimpanan, pengumpulan, dan pertukaran data pribadi. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi tersebut, muncul kekhawatiran mengenai privasi dan etika dalam Islam. Privasi merupakan nilai yang penting dalam Islam, karena melibatkan penghormatan terhadap integritas individu, pengendalian informasi pribadi, dan perlindungan terhadap intervensi yang tidak sah. Maka, penting untuk memahami implikasi etika privasi dalam konteks Islam dalam menghadapi tantangan digital surveillance. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi pustaka dan analisis konten sebagai teknik analisis data. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data sekunder seperti buku, jurnal penelitian, artikel ilmiah, dan situs web resmi yang berisi informasi yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam tentang privasi dan etika Islam dalam konteks digital surveillance, serta memberikan arahan praktis bagi individu Muslim dalam menjaga privasi dan menghadapi tantangan privasi dalam dunia digital.
Sharia Based Psychosocial Counselling Model for Single Mothers: Model Pendampingan Psikososial Berbasis Syariah untuk Ibu Tunggal Abdul Rahman Ramadhan
Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Interdisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): April
Publisher : Syamilah Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing number of single mothers in Indonesia has become a significant concern in family law studies, especially in the context of psychosocial issues they face. Single mothers often encounter various psychological stressors, including economic, social, and psychological stress. This study explores the effectiveness of a Sharia-based psychosocial counseling model for single mothers to address these challenges. The research employs a qualitative approach, involving a comprehensive review of relevant literature and secondary data to examine the role of Sharia principles in enhancing mental resilience, financial management, and social support. The results suggest that integrating Sharia principles in counseling provides not only psychological support but also spiritual guidance that empowers single mothers to overcome life's challenges. Programs that incorporate financial education, emotional resilience training, and community support can significantly reduce stress and improve their overall well-being. This study contributes to understanding how Sharia-based psychosocial counseling can be adapted to meet the needs of single mothers in contemporary society, promoting both mental health and social inclusion.
THE INFLUENCE OF UNDERSTANDING FAMILY FIQH ON MUSLIM FAMILY HARMONY IN THE AL-MUDATSIR STUDY GROUP Khoirul Ahsan; Muhammad Abu Riva'i; Ramadhan, Abdul Rahman
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 13 No 1 (2025): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-majaalis.v13i1.896

Abstract

The research objectives is to analyse the effect of understanding family fiqh on Muslim family harmony. Family harmony, as a cornerstone of societal well-being, has garnered significant attention across diverse cultural and religious contexts, with the Islamic perspective offering a comprehensive framework for understanding and achieving familial contentment and stability. This research uses a quantitative approach with data collection methods through questionnaires. Respondents in this research were the Al Mudatsir recitation group, Sumbersari District, Jember. The variables analysed included understanding of family fiqh as the independent variable and family harmony as the dependent variable. The data analysis technique used was simple regression to measure the effect of understanding family fiqh on family harmony using JASP software. The finding of this research indicate that the understanding of family fiqh has a significant effect on family harmony in the Al-Mudatsir Jember research group. The magnitude of the influence of the understanding of family fiqh has a significant effect on family harmony in the Al-Mudatsir Jember research group is 19.8%. The remaining 80.2% is influenced by other factors not discussed in this research.
Implications of Using Artificial Intelligence Chatbot in Fiqh Learning at Islamic Universities Abdul Rahman Ramadhan
Journal of Southeast Asian Islam and Society Vol. 4 No. 1 (2025): JSEAIS
Publisher : UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/qt61vr79

Abstract

The rapid advancement of artificial intelligence (AI) has transformed various sectors, including education. This research explores the implications of AI chatbot utilization in fiqh learning at Islamic universities, analyzing its benefits, challenges, and ethical considerations. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected through observations and closed-ended questionnaires distributed to lecturers and students from three Islamic universities: Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i Jember, Safwa University Egypt, and International Quran University Gambia. The findings indicate that AI chatbots, particularly ChatGPT, are widely adopted among students (59%), while lecturers' usage remains relatively low (14%). This research reveals that AI chatbots enhance accessibility, engagement, and understanding of fiqh concepts, with 74% of respondents considering the responses accurate. However, concerns arise regarding misinformation, ethical accountability, and the risk of diminishing human interaction in religious learning. Despite their advantages, AI chatbots require continuous improvement to align with Islamic teachings and maintain scholarly rigor. This research recommends a balanced integration of AI chatbot technology with traditional fiqh instruction to ensure the depth and accuracy of religious education while addressing ethical and pedagogical challenges.
Khidmatu Firanda Andirja li Tanmiyati Fahmi Al-Muslimīna bi Al-Tafsīr Aṣ-Ṣahīh li Al-Qur’ān Al-Karīm fī Indunisiyā: خدمة فيراندا أنديرجا لتنمية فهم المسلمين بالتفسير الصحيح للقرآن الكريم في إندونيسيا Ramadhan, Abdul Rahman; Nugroho, Kevin Zidane; Zainal, Muhammad; El Farabi, Muhammad Nadzif; Zain , Bayu Rizky Fachri
ZAD Al-Mufassirin Vol. 5 No. 2 (2023): ZAD Al-Mufassirin December 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) ZAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55759/zam.v5i2.144

Abstract

The research aims to analyze the contribution of Dr. Firanda Andirja in the development of the science of Quranic exegesis in Indonesia, especially in building a correct understanding of Quranic exegesis among the Muslim community. Dr. Firanda Andirja is one of the scholars who actively contribute to the development of Quranic exegesis in Indonesia through his contributions in building the Muslim community’s understanding of authentic Quranic exegesis through his lectures, writings, and utilization of digital platforms. This research is qualitative research. The data collection method used in this research is literature review. The results of this research show that Firanda's contribution in building a correct understanding of tafsir in Indonesia is by conducting lectures in Indonesian on Qur'anic tafsir, writing books on Qur'anic tafsir in Indonesian, and learning tafsir through digital platforms.
The Obligation of Hijab in the Perspective of Maqasidi Interpretation: A Critical Study of Gender Equality Perspectives: فريضة الحجاب من منظور التفسير المقاصدي: دراسة نقدية لوجهة نظر المساواة بين الجنسين Ramadhan, Abdul Rahman; Farabi, Muhammad Nadzif Zaky El; Zain, Bayu Rizky Fachri; Nugroho, Kevin Zidane; Kurniawan, Nabil Rasheed; Alkhalidi, Aminullah
ZAD Al-Mufassirin Vol. 7 No. 2 (2025): Zad Al-Mufassirin December 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) ZAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55759/zam.v7i2.256

Abstract

The debate over the hijab obligation for Muslim women has long been a pivotal issue in religious and social discussions. The hijab requirement is often seen as a gender restriction and is sometimes rejected in the context of gender equality. This study aims to examine the wisdom behind the hijab obligation from a maqasid sharia perspective, while critiquing common misconceptions related to gender equality. This qualitative research utilizes secondary data, gathered through literature reviews from books, journals, and scientific articles related to Qur'anic interpretation and maqasid sharia. Content analysis is employed to explore the meanings and wisdom of the hijab obligation. The results show that the hijab is not merely a religious command but also encompasses profound social and spiritual purposes. The study concludes that a maqasid sharia approach provides a broader understanding of the hijab’s function, portraying it as a form of protection and respect for Muslim women..