Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PELATIHAN BUDIDAYA MAGGOT UNTUK MENGURANGI LIMBAH BUDIDAYA BAWANG MERAH Pratiwi, Destyana Ellingga; Nugroho, Condro Puspo; Permanasari, Paramyta Nila; Utomo, Medea Rahmadhani; Dani, Muhammad Aufaa; Amilia, Nurdiana
Abdi Panca Marga Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Abdi Panca Marga Edisi Mei 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Panca Marga Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51747/abdipancamarga.v5i1.1744

Abstract

Improper handling of organic waste can have a negative impact on human health and pollute the environment. One solution for utilizing organic waste is through maggot cultivation. Through maggot cultivation, negative impacts and the amount of organic waste can be minimized. Apart from that, maggot cultivation can increase the added value of organic waste, especially as poultry feed so that it can increase the weight of poultry. This community service activity aims to introduce the shallot farming community in Gending District, Probolinggo Regency about how to raise maggots by utilizing shallot skin waste which is always abundant every shallot season. This activity is expected to increase farmers' income, reduce waste (zero waste) remaining from shallot production, and reduce the negative impact of organic waste on the environment. References Fauzi, R.U. & Sari, E.R. (2018). Analisis usaha budidaya maggot sebagai alternatif pakan lele. Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri, 7(1), 39−46. Fonseca, K., Dicke, M., & Van, L. J. (2017). Nutritional value of the Black Soldier Fly (Hermetia illucens L.) and its suitability as animal feed. Journal of Insects as Food and Feed, 3(2), 105−120. Sastro, Y. (2016). Teknologi pengomposan limbah organik kota menggunakan Black Soldier Fly. Jakarta: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP). Tomberlin, J. K., Adler, P. H., & Myers, H. M. (2018). Development of the Black Soldier Fly (Diptera: Strationmyidae) relation to temperature. Environmental Entamol, 38, 930−934
Survey dan Pendokumentasian Sayuran Lokal di Pasar Tradisional Kabupaten dan Kota Kediri, Jawa Timur Yurlisa, Kartika; Maghfoer, Moch. Dawam; Aini, Nurul; D.Y., Wiwin Sumiya; Permanasari, Paramyta Nila
Jurnal Biodjati Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Biodjati, Vol II, Nomor 1, Mei 2017
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v2i1.1287

Abstract

Upaya pendokumentasian sayuran lokal sangatlah penting untuk dilakukan. Hal ini disebabkan keragaman sayuran lokal yang terancam punah oleh perubahan zaman, alih fungsi lahan, dan pola konsumsi masyarakat. Paper ini mendiskusikan keragaman sayuran lokal di Kabupaten dan Kota Kediri, Jawa Timur. Metode penelitian menggunakan survey eksplorasi melalui teknik wawancara terstruktur. Daerah survey mencangkup 15 pasar tradisional yaitu Gurah, Pare, Induk Pare, Pagu, Plemahan, Ngadiluwih, Grogol, Wates, Gempengrejo, Papar, Mojo, Pahing, Setono Betek, Grosir Ngronggo dan Bandar. Responden yang diwawancarai pada saat survey adalah pedagang sayur yang menjual sayuran lokal. Total jumlah responden di 15 pasar tradisional adalah 40 orang. Data yang didapatkan dianalisis secara deskriptif menggunakan software excel. Paper ini mendokumentasikan 28 spesies dari 16 famili tanaman. Sayuran lokal yang banyak diperjualbelikan adalah kenikir, kacang panjang, kangkung dan kemangi. Sedangkan sayuran yang dijumpai sedikit diperjualbelikan adalah kucai, selada air, nangka, dan terung pokak. Sayuran lokal khas daerah tersebut adalah sintrong dan sembukan. 61% sayuran lokal yang ditemui sudah dibudidayakan, 21% dibudidayakan tetapi masih dipungut dari alam, sisanya sebanyak 18% merupakan sayuran yang masih dipungut dari alam. Sayuran yang dipungut dari alam seperti pakis, sintrong, sembukan, bambu dan lamtoro mempunyai potensi untuk didomestikasi menjadi tanaman budidaya.