Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI ISU TERKINI DENGAN EVIDENCE BASED MIDWIFERY TERHADAP PERILAKU PEMAKAIAN GURITA IBU NIFAS Hinda Novianti; Siska Nurul Abidah; Yunik Windarti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v12i2.1600

Abstract

ABSTRAK Wanita pada umumnya memiliki keinginan untuk memiliki tubuh langsing kembali setelah melahirkan, maka tidak sedikit mereka menggunakan stagen atau gurita yang cukup erat demi mendapatkan bentuk perut kembali seperti sebelum hamil. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh edukasi isu terkini kebidanan terhadap pemakaian gurita pada ibu post partum. Desain dalam penelitian ini adalah pra experiment, dengan pendekatan one group pre test dan post test design. Terdapat dua variable, yakni variable independent pemberian edukasi dengan EBM sedangkan variable dependennya pemakaian gurita. Populasinya seluruh ibu nifas di PMB Lastakningsih periode April sampai Mei 2022, dengan sampel sebagian ibu nifas di PMB Lastakningsih sebanyak 45 orang. Diambil dengan tehnik sampling purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan chekclist. Tehnik analisis data menggunakan SPSS dengan uji statistic Wilcoxon. Hasil Asimp.Sig 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak, artinya terdapat pengaruh pemberian edukasi isu terkini kebidanan dengan perilaku pemakaian gurita. Responden yang menggunakan gurita setelah pemberian edukasi 86,7% lebih besar dibanding sebelum diberikan edukasi. Untuk itu sangat diperlukan penyuluhan yang berkala kepada masyarakat luas akan pentingnya kesehatan ibu paska bersalin. Kata Kunci: Edukasi, Isu, Terkini, Gurita, Nifas
Pemberdayaan Kader Dalam Support System Kesehatan Psikologis Ibu Pasca Melahirkan Yunik Windarti; Rizki Amalia; Uliyatul Laili; Fauziyatun Nisa; Nur Azizah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6623

Abstract

Ibu saat masa nifas mengalami berbagai perubahan baik fisik maupun psikologis. Banyak ibu merasa gelisah, merasa tidak mampu merawat bayinya, merasa takut, bahkan sampai terjadi depresi. Tujuan kegiatan ini meningkatkan peran kader untuk mendukung system kesehatan psikologis ibu setelah melahirkan. Metode dengan pemberian edukasi dan pelatihan pijat relaksasi kepala. Hasil questioner pre dan post dari 39 peserta yang bersedia mengisi penuh dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pemahaman masalah psikologis masa nifas dari 48,72% menjadi 89,74%. Pemahaman tentang pijat relaksasi kepala dari  33,33% naik menjadi 84,62%. Pentingnya pemahaman tentang masalah psikologis saat nifas akan mengurangi resiko terjadinya depresi masa nifas.
OPTIMALISASI SELF LEADERSHIP IBU MENYUSUI DALAM MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF Fauziyatun Nisa; Yunik Windarti; Uliyatul Laili; Rizki Amalia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.17646

Abstract

Fenomena yang ada menunjukkan bahwa masih banyak ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif. Kemampuan ibu dalam memimpin dirinya sendiri (Self leadership) mempunyai peran penting terhadap paradigma dan modal psikis ibu (Psychologycal capital) dalam berperilaku. Pengabdian masyarakat yang dilajkan dengan melakukan edukasi guna mengoptimalkan self leadership ibu menyusui ini meningkatkan pengetahuan dan kekeuatan ibu dalam memberikan ASI eksklusif serta bagi kader kesehatan agar bisa selalu memotivasi ibu. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan penyuluhan Kesehatan tentang pentingnya self leadership ibu menyusui. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan dan diikuti oleh 22 ibu menyusui dan kader kesehatan. Sebelum diberikan edukasi, dilakukan pre test dan post test mengenai self leadership dan ASI eksklusif. Didapatkan sebagian besar 77% ibu menyusui dan kader memiliki tingkat pengetahuan dan self leadership yang baik setelah dilakukan edukasi. Seorang Ibu menyusui yang mampu memimpin dan memotivasi dirinya secara terus menerus untuk menyusui bayinya secara on demand sejak bayi lahir hingga usia 6 bulan tanpa memberikan makanan dan minuman tambahan apapun akan berhasil memberikan ASI eksklusif.
Penguatan Kelas Ibu pasca salin dan Menyusui sebagai upaya Pemenuhan Nutrisi Rizki Amalia; Achmad Syafiuddin; Fauziyatun Nisa’; Yunik Windarti; Ulliyatul Laili; Winawati Eka Putri
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.6911

Abstract

Postpartum mothers really need nutrition because nutrition can affect breast milk production, postpartum recovery, and other influences on the postpartum mother's survival. If a postpartum mother experiences malnutrition, the postpartum mother can suffer from diseases such as anemia. This incident has an impact on the baby, namely that it can experience growth and development problems, young babies get sick and get infections. Recovery during the postpartum period can be accelerated by fulfilling nutrition for postpartum mothers which includes good nutrition, balanced nutrition, and increasing breast milk production. If nutritional disorders such as malnutrition, iron deficiency and anemia can inhibit wound healing. Community service activities were carried out for 1 month with 28 postpartum mothers participating in the Wonokromo subdistrict RW hall. This activity involves providing health education using power point media, LCD and leaflets about fulfilling nutrition during postpartum using the lecture and question and answer method. Measuring the level of knowledge by conducting a pre-test before providing education, followed by a post-test after providing education. The results of this community service activity showed that the level of knowledge during the pre-test was obtained with a score of 32.1%, while during the post-test the level of knowledge increased to 89.3%. The conclusion of this community service activity is that there is an increase in the knowledge of postpartum mothers in fulfilling nutrition.
THE USE OF GENETALIA CLEANING LIQUID AGAINST WHITENESS IN ADOLESCENT Pramesti Anggita Putri; Yunik Windarti
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v11i2.3051

Abstract

Vaginal discharge often occurs in many women. One of the influencing factors is personal hygiene habits. One of these personal hygiene behaviors is how to clean the genital organs that are less precise. The purpose of the study was to analyze the effect of using genital cleansing fluid on vaginal discharge in adolescents. Non-experimental research design: cross-sectional analytic, sample size 67 with simple random sampling technique, questionnaire instrument and tested with Chi-Square. The results of the study, most (62.7%) adolescents used genital cleaning fluid and most (64.2%) experienced pathological vaginal discharge. Adolescents who used genital cleansing fluid almost entirely (79%) experienced pathological vaginal discharge. The value of = 0.001 = o.o5 means that there is a significant effect. The risk of the occurrence of vaginal discharge will be even greater if you use genital cleaning fluid. It is expected that teenagers clean the genital organs properly and precisely without using genital cleaning fluids
INTENSIVE CARE OF THE PUERPERIUM (ICP) IMPACT ON THE POSTPARTUM SELF-CARE ABILITY IN WONOKROMO Yunik Windarti; Yunik Windarti; Uke Maharani Dewi; Uke Maharani Dewi
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v9i1.1489

Abstract

Health monitoring since pregnancy to puerperium is crucial to do to avoid complications. Monitoring during the puerperium period still lacked, especially when the mother has returned home. Many complications occur during the puerperium, such as healing of perineal tears, uterine subinvolution, psychological factors, breastfeeding problems (blocked duct, engorgement, mastitis), and not few found death due to bleeding and infection. Special attention and debriefing for postpartum mothers were needed to prepare mothers to be more independent in caring for themselves. The purpose of this study was to analyze intensive care of the puerperium (ICP) effect on postpartum self-care capability. Method of this study was Quasi-experimental research with a quantitative study combination approach (experimental group) on ICP and qualitative methods (interviews) on postpartum self-care. The population of this study were postpartum maternal taken as the sample using nonprobability sampling technique with incidental sampling for three months in Wonokromo Sub-district, Surabaya. The data were analyzed using the chi-square test. The results showed from 37 respondents who received ICP, 62.16% of respondents were able to carry out postpartum self-care properly. Furthermore, from 37 respondents who did not receive ICP, 70.27% of respondents found lacking to carry out postpartum self-care. The p-value = 0.005 p = 0.05 means that there was an influence of ICP on postpartum self-care ability.Keywords: Intensive care of the puerperium, Self-care
INTENSIVE CARE OF THE PUERPERIUM (ICP) IMPACT ON THE POSTPARTUM SELF-CARE ABILITY IN WONOKROMO Yunik Windarti; Yunik Windarti; Uke Maharani Dewi; Uke Maharani Dewi
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v9i1.1489

Abstract

Health monitoring since pregnancy to puerperium is crucial to do to avoid complications. Monitoring during the puerperium period still lacked, especially when the mother has returned home. Many complications occur during the puerperium, such as healing of perineal tears, uterine subinvolution, psychological factors, breastfeeding problems (blocked duct, engorgement, mastitis), and not few found death due to bleeding and infection. Special attention and debriefing for postpartum mothers were needed to prepare mothers to be more independent in caring for themselves. The purpose of this study was to analyze intensive care of the puerperium (ICP) effect on postpartum self-care capability. Method of this study was Quasi-experimental research with a quantitative study combination approach (experimental group) on ICP and qualitative methods (interviews) on postpartum self-care. The population of this study were postpartum maternal taken as the sample using nonprobability sampling technique with incidental sampling for three months in Wonokromo Sub-district, Surabaya. The data were analyzed using the chi-square test. The results showed from 37 respondents who received ICP, 62.16% of respondents were able to carry out postpartum self-care properly. Furthermore, from 37 respondents who did not receive ICP, 70.27% of respondents found lacking to carry out postpartum self-care. The p-value = 0.005 p = 0.05 means that there was an influence of ICP on postpartum self-care ability.Keywords: Intensive care of the puerperium, Self-care
Pemberian Blended Aromaterapi Lemon dan Sereh Untuk Meningkatkan Kualitas Tidur Pada Ibu Hamil Trimester III Fritria Dwi Anggraini; Yunik Windarti; Nanik Handayani; Farida Umamah; Fariska Zata Amani
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3774

Abstract

Abstract During the pregnancy process there are changes in anatomical physiology which result in discomfort, especially in the third trimester of pregnancy, such as sleep disturbances and anxiety before delivery, especially during the current Covid 19 pandemic, where many policies have changed regarding family assistance during the birth process. The purpose of this community service activity is to reduce anxiety complaints and sleep disturbances in third trimester pregnant women. The method is to provide complementary midwifery care in the form of inhalation aromatherapy using a diffuser (Essential oil diffuser blend aromatherapy is given directly when the mother makes a visit and then is evaluated, if complaints decrease or the mother feels more relaxed assistance can be continued by the mother at home. Evaluation of the results of community service through The success of providing care will be measured by measuring the degree of morning sickness which will be measured before and after the administration of aromatherapy is carried out. The instrument that uses the sleep quality questionnaire is the Pittsburg Sleep Quality Index (PSQI). This community service activity found that aromatherapy can effectively improve the sleep quality of pregnant women. Evidenced by an increase in good sleep quality from 35.7% before giving aromatherapy to 78.6% after giving aromatherapy. This step is not only effective but also very practical, easy and can be done by pregnant women themselves or their families. Keywords: Aromatheraphy;Lemon and lemongrass;Sleep Quality Abstrak Proses kehamilan terjadi perubahan anatomi fisiologi yang mengakibatkan ketidaknyamanan terutama pada kehamilan trimester III, seperti gangguan istirahat tidur dan kecemasan menjelang persalinan, terlebih pada kondisi pandemi Covid 19 seperti yang terjadi saat ini, dimana banyak perubahan kebijakan terkait pendampingan keluarga saat proses persalinan. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini untuk mengurangi keluhan cemas dan gangguan tidur pada ibu hamil trimester III. Metode dengan memberikan asuhan kebidanan komplementer berupa pemberian aromaterapi inhalasi menggunakan diffuser (Essential oil diffuser blend aromatherapy diberikan secara langsung saat ibu melakukan kunjungan dan kemudian di evaluasi, jika keluhan berkurang atau ibu merasa lebih rileks asuhan dapat dilanjutkan oleh ibu di rumah. Evaluasi hasil pengabdian masyarakat melalui pemberian asuhan akan di ukur keberhasilannya melalui pengukuran derajat morning sickness yang akan di ukur sebelum dan setelah pemberian aromaterapi dilakukan. Instrumen menggunakan kuesioner kualitas tidur adalah Pittsburg Sleep Quality Index (PSQI). Kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan bahwa aromaterapi efektif dapat memperbaiki kualitas tidur ibu hamil. Dibuktikan dengan peningkatan kualitas tidur baik dari 35,7% saat sebelum pemberian aromatherapy menjadi 78,6% setelah pemberian aromatherapy. Langkah ini selain efektif juga sangat praktis, mudah dan dapat dilakukan oleh ibu hamil sendiri sendiri ataupun keluarga. Kata Kunci: Aromatheraphy;lemon dan sereh;kualitas tidur
RUMAH ASI DAN PENERAPAN BACK MASSAGE TREATMENT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI Hinda Novianti; Annif Munjidah; Rizki Amalia; Yunik Windarti; Ratna Ariesta Dwi Andriani; Nadya Gebrina; Evi tasya azaroh; Nur Azmiel; Yulida Revitasari
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5945

Abstract

Pencapaian ASI Eksklusif di Indonesia saat ini sudah cukup baik. WHO mencatat 74,5% ibu di Indonesia telah memberikan ASI eksklusif. Pada tahun 2015 kelurahan Wonokromo, Surabaya terpilih sebagai kelurahan siaga aktif terbaik di tingkat propinsi Jawa Timur. Keberhasilan Kampung ASI ini dikembangkan lagi dengan Program Rumah ASI. Dengan keberhasilan Rumah ASI tersebut, tim pengabdian masyarakat memberikan sosialisasi terkait manajemen Rumah ASI bagi mahasiswa dari negara dengan prevalensi ASI eksklusif yang lebih rendah dari Indonesia yaitu Thailand.Menurut WHO, data pencapaian ASI Eksklusif di Thailand hanya 14% pada 2020, ditargetkan mencapai 50% pada 2025 mendatang. Keberlanjutan dari kegiatan ini diharapkan mahasiswa dari Naresuan University Thailand dapat menginisiasi adanya program penunjang seperti Rumah ASI di negaranya sehingga dapat meningkatkan pemberian ASI eksklusif. Metode yang digunakan dalam kegiataan ini adalah sosialisasi tentang manajemen Rumah ASI dan praktik back massage treatment untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menysusui. Kegiatan bertempat di RW 3 Kelurahan Wonokromo, dan diikuti oleh 13 orang mahasiswa dan 3 orang dosen Naresuan University Thailand dan 10 kader kelurahan Wonokromo. Evaluasi untuk mengukur pengetahuan dinilai dengan menggunakan kuesioner pretest yang dibagikan sebelum materi diberikan dan kuesioner posttest yang dibagikan setelah materi diberikan. Keterampilan dinilai dengan menggunakan checklist standar prosedur operasional pelayanan dan penggunaan fasilitas Rumah ASI dan checklist standar prosedur operasional back massage treatment setelah simulasi diberikan.  Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan tentang manajemen Rumah ASI yaitu sebesar 84,25% mahasiswa  mempunyai pengetahuan yang baik sesudah diberikan materi manajemen rumah ASI dan 87,5% mahasiswa Thailand ini memiliki ketrampilan yang baik dalam melakukan back massage treatment
Pemberdayaan Kader Dalam Support System Kesehatan Psikologis Ibu Pasca Melahirkan Yunik Windarti; Rizki Amalia; Uliyatul Laili; Fauziyatun Nisa; Nur Azizah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6623

Abstract

Ibu saat masa nifas mengalami berbagai perubahan baik fisik maupun psikologis. Banyak ibu merasa gelisah, merasa tidak mampu merawat bayinya, merasa takut, bahkan sampai terjadi depresi. Tujuan kegiatan ini meningkatkan peran kader untuk mendukung system kesehatan psikologis ibu setelah melahirkan. Metode dengan pemberian edukasi dan pelatihan pijat relaksasi kepala. Hasil questioner pre dan post dari 39 peserta yang bersedia mengisi penuh dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pemahaman masalah psikologis masa nifas dari 48,72% menjadi 89,74%. Pemahaman tentang pijat relaksasi kepala dari  33,33% naik menjadi 84,62%. Pentingnya pemahaman tentang masalah psikologis saat nifas akan mengurangi resiko terjadinya depresi masa nifas.