Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Pelayanan Kesehatan Ibu Nifas Berbasis Digital sebagai Upaya Pengelolaan Kesehatan Psikologis Ibu Nifas Amalia, Rizki; Windarti, Yunik; Laili, Uliyatul; Nisa’, Fauziyatun; Sulistiyani, Endang; Twistiandayani, Retno
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.6292

Abstract

Pelayanan kesehatan ibu nifas memegang peranan penting dalam menjaga kesejahteraan fisik dan psikologis ibu pasca persalinan. Masa nifas kerap kali diiringi dengan tantangan psikologis seperti depresi postpartum. Penggunaan teknologi digital dalam pelayanan kesehatan ibu nifas berpotensi menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan keterjangkauan, efektivitas, dan dukungan psikososial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ibu nifas berbasis digital sebagai upaya pengelolaan kesehatan psikologis ibu nifas di RW 04 Kelurahan Wonokromo, Surabaya. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan penggunaan aplikasi digital pemantauan kesehatan ibu nifas, serta evaluasi penerimaan dan kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari 50 responden, mayoritas merespon secara positif terhadap intervensi digital ini, menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesediaan menggunakan layanan digital untuk memantau kondisi kesehatan fisik dan psikologis pasca persalinan. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan digital dapat menjadi alternatif efektif dalam mendukung pelayanan kesehatan ibu nifas secara berkelanjutan.
Sosialisasi Pelayanan Kesehatan Maternal dan Perinatal pada Masa Pandemi Covid-19 Rizki, Lailatul Khusnul; Windarti, Yunik
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v3i1.43

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran kader, pengunjung posyandu dan puskesmas dalam Pelayanan Kesehatan Maternal dan Perinatal di Era Pandemi Covid-19. Kegiatan ini dilakukan di Puskesmas Porong. Waktu pelaksanaan kegiatan dengan jangka waktu 3 bulan.Metode yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi pada kader, pengunjung posyandu dan puskesmas. Sebelum melakukan sosialisasi, sasaran mengerjakan pre test, selanjutnya diberikan penyuluhan tentang Pelayanan Kesehatan pada Persalinan dan Bayi Baru Lahir di Era Pandemi Covid-19. Langkah terakhir memberikan post test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan kader posyandu, pengunjung posyandu dan puskesmas. Hasil dari pre test dan post test di analisis menggunakan uji statistik paired T test.Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di UPTD Puskesmas Porong menunjukkan bahwa p value 0,001 (α<0,05) yang artinya terdapat perbedaan pengetahuan antara yang signifikan sebelum dan sesudah dilakukan sosialisasi.Berdasarkan hasil uji statistic dapat disimpulkan bahwa sosialisasi yang dilakukan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Pelayanan Kesehatan Maternal dan Perinatal di Era Pandemi Covid-19.Kata kunci: Pelayanan Kesehatan, Maternal, Perinatal, Covid-19.
PENGARUH SUMBER INFORMASI DAN PARITAS TERHADAP KEMAUAN IBU MELAKUKAN SENAM NIFAS DINI Windarti, Yunik; Dewi, Uke Maharani
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2 (2019): EDITION JULY 2019
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.671 KB) | DOI: 10.33366/jc.v7i2.1077

Abstract

Gymnastics is not new in the world of health. This activity is very useful to help restore the condition of the mother's body after childbirth to recover as before becoming pregnant. But there are still many postpartum mothers who don't do postnatal exercise. The research objective is to analyze the effectiveness of information sources and parity on the willingness to do early puerperal gymnastics. Design analytical cross-sectional, the sample of postpartum mothers in the Inpatient Primary Clinic of RBG RZ Surabaya for 2 months was taken using a total sampling of 31 respondents. Collecting primary data in the form of questionnaires, then analyzed using multiple logistic regression test. The results showed of the 16 respondents who did not get the information source most (56.3%) did not want to do early puerperal gymnastics and out of 23 multipara respondents, almost all (78.3%) wanted to do early puerperal gymnastics. Partially the source of information (p = 0.016) is effective in influencing the willingness to do puerperal exercise with an OR value of 24, 290 (95% CI: 1,811 - 325,759). Parity (p = 0.070) is not effective against the willingness to do postnatal exercise with a value of OR 9.159 (95% CI: 0.836 - 100.301). The Conclusion providing good information will affect mothers to do postpartum exercise early, but the number of maternal parity does not contribute to the willingness of mothers to do early puerperal gymnastics. .
PENGARUH KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19 TERHADAP KETERATURAN PEMERIKSAAN MASA NIFAS Windarti, Yunik; Rizki, Lailatul Khusnul
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 9, No 2 (2021): EDITION JULY 2021
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v9i2.2091

Abstract

The covid-19 pandemic is still not over despite various efforts that have been made. Fear of contracting this virus caused some people to experience anxiety. These restrictions on movement space and health protocols narrow the space for postpartum mothers to check themselves in health services. The purpose of the study was to analyze the effect of anxiety during the covid 19 pandemic on the regularity of the postpartum examination. Non-experimental research design: cross sectional analytic, the independent variable is anxiety, the dependent variable is the regularity of the postpartum examination. The population and sample of postpartum mothers were 45 respondents, the sampling technique was incidental sampling in Wonokromo Village. The data were analyzed using Spearman's test. The results showed that of the 22 respondents with mild anxiety levels, almost all (90.9%) had regular postnatal check-ups. The value of p = 0.021 0.05 means that there is a significant effect. It can be concluded that the less anxious mothers are during the covid-19 pandemic, the more it will affect the regularity of postpartum mothers in checking themselves in health services. Postpartum mothers are expected to be able to control anxiety and continue to check themselves by complying with health protocols.
PENTINGNYA PERSIAPAN MENYUSUI DAN MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF SEJAK MASA KEHAMILAN Nisa, Fauziyatun; Windarti, Yunik; Laili, Uliyatul; Amalia, Rizki
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.33579

Abstract

Pemberian awal air susu ibu sangat dianjurkan karena banyak memberikan manfaat kesehatan untuk ibu dan bayi. Sejak lahir bayi dibekali reflex kehidupan untuk mempertahankan kehidupannya. Minggu pertama setelah persalinan merupakan periode kritis untuk menyusui. Produksi ASI biasanya sedikit dalam 1-2 hari pertama setelah bersalin, tetapi kemudian meningkat pada hari ke 2-3 sebagai respon dari penurunan hormone progesteron. Pada masa ini ibu dan bayinya belajar bagaimana menyusui. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan pembinaan dan pengawalan ibu hamil agar bisa memberikan ASI eksklusif dan bisa melanjutkan menyusui sampai anak berusia 2 tahun. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan penyuluhan Kesehatan tentang pentingnya onset laktasi dan ASI eksklusif. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan dan diikuti oleh 22 responden (Ibu hamil, Ibu yang mempunyai bayi, kader kesehatan). Sebelum diberikan edukasi, dilakukan pre test dan post test mengenai Onset laktasi dan ASI eksklusif. Setelah edukasi didapatkan sebagian besar 77% responden memiliki tingkat tingkat pemahaman yang baik tentang onset laktasi dan ASI eksklusif. Hasil dari pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat mengoptimalkan persiapan Ibu hamil agar siap secara fisik dan psikis dalam memberikan ASI eksklusif.
Pengaruh Mobilisasi Dini dan Pijat Oksitosin terhadap Involusi Uteri pada Ibu Post Partum Yunik Windarti; Nur Zuwariah
Journal of Ners and Midwifery Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v3i1.ART.p032-036

Abstract

One of the successful factors of uterine involution of postpartum mother is by doing early mobilization and oxytocin massage, but in fact, there are still a lot of reluctant postpartum mothers who did not do it. This research aims to analyze the influence of early mobilization and oxytocin massage on the uterine involution post partum mothers. Experimental analytical research was used with quasi experimental design “after only with control quasi-experimental design”. The population was all 30 people of 2 hour to 7 day postpartum mothers in BPM Kusmawati, the large sample was divided into two groups: 15 treatment and 15 control groups taken with “purposive sampling” technique. The independent variable was early mobilization and oxytocin massage, while the dependent variable was uterine involution. Data were analyzed by using multiple logistic regression and wald test. The result showed that most of the postpartum mothers who did not do the early mobilization (70.6%) had abnormal uterine involution with OR = 13,200 (95% CI: 2.112 - 82.500), and most of them who did oxytocin massage almost entirely (80%) had normal uterine involution with OR = 11,000 (95% CI: 1.998 to 60.572). The conclusion of this research was the postpartum mother did not do early mobilization and oxytocin massage would cause in the uterine involution process running more and more badly. Health employees were expected to be more focus on monitoring the condition of postpartum mother and do oxytocin massage to assist uterine involution process.
STIMULATING POSTPARTUM MASSAGE AS AN EFFORT TO OVERCOME POSTPARTUM DEPRESSION Laili, Uliyatul; Nisa', Fauziyatun; Windarti, Yunik; Amalia, Rizki; Tipwareerom, Worawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27464

Abstract

Abstrak: Pijat pasca melahirkan memberikan banyak manfaat bagi ibu postpartum, antara lain membantu relaksasi dan meningkatkan kualitas tidur, serta kondisi psikologis ibu, apalagi jika digunakan bersamaan dengan minyak aroma terapi. Selain itu, juga dapat membantu mengurangi stres, mendukung keseimbangan hormonal dan kadar hormon prolaktin. Jadi tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang terjadi baik di Indonesia maupun di Thailand mengenai kesehatan psikologis ibu nifas dengan menggunakan metode pijat nifasmemberikan pelatihan kepada petugas Kesehatan untuk melakukan effleurage massage.Pijat ini bertujuan untuk mengatasi masalah psikologis yang dihadapi ibu pada masa nifas Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan dan pelatihan pijat pasca persalinan. Kemudian pada akhir kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan evaluasi dengan menggunakan posttest terhadap serangkaian kegiatan yang meliputi penilaian peningkatan pengetahuan responden atau rasa nyaman responden setelah diberikan perawatan pijat pasca melahirkan . Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Thailand dengan responden 21 ibu nifas pada tanggal 24 Juni 2024. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum di berikan penyuluhan sebagian besar termasuk kategori kurang (86%). Dan setelah diberikan penyuluhan sebagian besar responden pengetahuannya cukup (48%), Selain itu Sebagian besar responden sebesar (81%) bersedia untuk mengulang Kembali tehnik pijat tersebut di posyandu. Sehingga diharapkan tenaga Kesehatan dapat menerapkan dan mengajarkan tehnik pijat masa nifas (pijat effleurage) pada ibu nifas.Abstract: Postpartum massage provides many benefits for postpartum mothers, including helping relaxation and improving sleep quality, as well as the mother's psychological condition, especially if used together with aromatherapy oils. Apart from that, it can also help reduce stress, support hormonal balance and prolactin hormone levels. So the aim of this community service is to provide solutions to problems that occur both in Indonesia and in Thailand regarding the psychological health of postpartum mothers by using the postpartum massage method. The method for implementing this community service is postnatal massage counseling and training. Then, at the end of the community service activities, an evaluation was carried out on a series of activities which included assessing the increase in the respondent's knowledge or the respondent's sense of comfort after being given postnatal massage treatment. The activity was carried out at the Thai Posyandu with 21 postpartum mothers as respondents on June 24 2024. The results of this community service activity show that the level of knowledge of respondents before being given counseling was mostly in the poor category (86%). And after being given counseling, most of the respondents had sufficient knowledge (48%), apart from that, the majority of respondents (81%) were willing to repeat the massage techniques at the posyandu. So it is hoped that health workers can apply and teach postpartum massage techniques (effleurage and oxytocin massage) to postpartum mothers.
Self-Awareness as a Modality of Mental Illness Prevention in Teenagers at Zainul Hasan Islamic Boarding School, Genggong, Probolinggo Sari, Paramita; Ambarsari, Utami; Windarti, Yunik; Fajriatush Sholahah; Delivia Putri Manzelina; Rodhiyana, Rosda
Journal of Health Community Service Vol. 4 No. 3 (2024): Journal of Health Community Service: 2024 September Editor's Choice
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jhcs.v4i3.8644

Abstract

Self-awareness has been identified as a key modality in efforts to prevent mental illness in adolescents, especially those in boarding school settings. Adolescents are highly vulnerable to mental health problems such as depression, anxiety, and stress due to biological changes, environmental pressures, and social stigma associated with mental disorders. Methods: This community service activity was conducted at Pondok Pesantren Zainul Hasan, Probolinggo, using the Community-Based Participatory Research (CBPR) method. The participants consisted of 28 santris who participated in a socialization on the importance of self-awareness in preventing mental illness. This activity involved filling out pretest and posttest questionnaires to measure changes in participants' knowledge levels before and after the socialization. Results: The results showed a significant increase in santri's understanding of the concepts of self-awareness and mental health. The pre-test results showed that 20 respondents (71.5%) had a poor assessment, 5 respondents (17.8%) had a sufficient assessment, and 3 respondents (10.7%) had a good assessment of knowledge about mental health in adolescence. As for the post-test results after counseling, where 21 respondents (75%) had a good assessment, in this case there was an increase from 3 respondents to 21 respondents, an increase of 18 respondents. Conclusion: This finding confirms the importance of self- awareness education as a preventive measure in addressing mental health problems in adolescents in pesantren, where access to formal mental health services tends to be limited.
Pemberdayaan Kader dan Edukasi Pasca Nifas Tentang Jahe Sebagai Terapi Nonfarmakologis Dispareunia Windarti, Yunik; Rizki Amalia; Uliyatul Laili; Fauziyatun Nisa; Asmaul Lutfauziah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.15747

Abstract

Kebutuhan ibu setelah masa nifas selesai salah satunya kebutuhan seksual. Saat akan melakukan aktivitas seksual ini, banyak ibu yang merasa khawatir dan merasa belum siap padahal secara fisik tubuh sudah pulih, akibatnya sebagian besar ibu mengalami nyeri saat berhubungan seksual (dispareunia). Salah satu alternatif nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri ini adalah dengan konsumsi minuman jahe. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan peran kader dan meningkatkan pengetahuan ibu pasca nifas tentang jahe sebagi salah satu terapi nonfarmakologis dalam mempersiapkan kebutuhan seksual agar tidak terjadi dispareunia. Metode yang digunakan dengan edukasi dan demonstrasi tentang jahe. Berdasarkan hasil quesioner dari 23 peserta yang mengisi penuh pre test dan post test diketahui terdapat peningkatan pemahaman yang signifikan dari 39,13% menjadi 95,65%. Pemahaman yang baik tentang manfaat jahe terhadap dispareunia akan meningkatkan derajat kesehatan ibu pasca nifas terutama dalah hal kebutuhan seksual sehingga keharmonisan rumah tangga tetap terjaga dengan baik.
Aromaterapi Lavender Dan Pijat Relaksasi Kepala Pereda Dyspareunia Yunik Windarti; Fitria Dwi Anggraini; Hinda Novianti; Diah Retno Kusumawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.2.2.2023.103-106

Abstract

Dyspareunia sering dialami oleh ibu saat berhubungan seksual pascabersalin. Nyeri yang dirasakan mengganggu kenyamanan ibu, bahkan banyak yang takut dan membutuhkan waktu yang lama sampai berbulan – bulan baru bersedia melakukan hubungan seksual dengan suami. Pemberian aromaterapi lavender dan pijat relaksasi kepala dapat meredakan atau mengurangi nyeri saat berhubungan seksual. Tujuan kegiatan ini untuk mensosialisasikan aromaterapi lavender dan memberi pelatihan tentang pijat relaksasi kepala sebagai upaya mengurangi terjadinya dyspareunia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di RW IV Kelurahan Wonokromo Surabaya Jawa Timur pada bulan Juni 2022. Peserta yang hadir sebanyak 24 orang yang terdiri dari kader dan ibu pascamelahirkan. Kegiatan diawali dengan pemberian pre test dengan questioner, kemudian sosialisasi aromaterapi lavender dan dilanjutkan dengan pelatihan pijat relaksasi kepala. Kegiatan diakhiri dengan post test menggunakan questioner. Hasil dari 16 peserta yang bersedia mengisi penuh dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu pemahaman tentang aromaterapi lavender dari 25% meningkat menjadi 81,2%. Pemahaman keterampilan tentang pijat relaksasi kepala dari 50% meningkat menjadi 93,75%. Aromaterapi lavender dapat memberi ketenangan, mengurangi rasa nyeri (sakit kepala, dysminorhea, dyspareunia), mengendorkan sitem kerja urat syarat dan otot yang tegang, membantu mengurangi insomnia, memperbaiki suasana hati, dan mengurangi tingkat kecemasan. Pijat relaksasi kepala dapat mengurangi ketegangan atau stress, membuat nyaman, dan merupakan salah satu stimulus hormone kebahagiaan. Penggunaan aromaterapi lavender pada ibu pasca melahirkan sebelum melakukan aktifitas seksual dapat mengurangi nyeri saat berhubungan seksual. Pijat relaksasi kepala yang dilakukan pada ibu nifas dapat memberi kenyamanan pada ibu.