Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Es Krim Dadih Terhadap Perubahan Jumlah Lactobacillus Fermentum Pada Feses Anak Obesitas Wahyuni, Yosha Putri; Sulastri, Delmi; Eka Putra, Andani
Majalah Kedokteran Andalas Vol. 47 No. 3 (2024): MKA July 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v47.i3.p321-329.2024

Abstract

Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh pemberian es krim dadih terhadap jumlah Lactobacillus fermentum anak obesitas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental dengan desain pre-post test with control group. Responden penelitian adalah 24 orang anak obesitas yang masuk kriteria inklusi dan ekslusi yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan adalah yang diberikan es krim dadih dan kelompok kontrol adalah yang diberikan es krim tanpa dadih. Jumlah Lactobacillus fermentum diperiksa di laboratorium mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang dengan metode real- time PCR. Data dianalisis dengan menggunakan uji Dependent sample t-test. Hasil: Hasil penelitian didapatkan rata-rata jumlah Lactobacillus fermentum sebelum intervensi pada kelompok perlakuan 2,59 ± 1,18 log cfu/gr dan setelah intervensi 3,74 ± 0,75 log cfu/gr, pada kelompok kontrol sebelum intervensi 3,47 ± 1,27 log cfu/gr dan setelah intervensi 3,21 ± 0,41 log cfu/gr. Terdapat perbedaan yang signifikan jumlah Lactobacillus fermentum sebelum dan setelah diberikan intervensi pada kelompok perlakuan dan tidak terdapat perbedaan pada kelompok kontrol. Kesimpulan: Pada penelitian ini dapat disimpulkan terdapat pengaruh pemberian es krim dadih terhadap jumlah Lactobacillus fermentum pada feses anak obesitas.
Edukasi Pola Makan dan Perilaku Sehat untuk Pencegahan Diabetes Melitus (DM) secara Dini Pada Anak Sekolah Dasar (SD) Wahyuni, Yosha Putri; Fauziah, Cut; Irsyad, Nasihin Saud; Yusmaini, Hany
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.16252

Abstract

Ikatan Dokter Anak Indonesia mencatat lonjakan prevalensi diabetes pada populasi anak sebesar 70 kali lipat di tahun 2023. Faktor risiko utamanya mencakup pola makan yang buruk dan kurangnya aktivitas fisik. Kebiasaan yang tidak sehat ini, bila dilakukan terus-menerus berpotensi besar memicu obesitas, diabetes, penyakit kardiovaskular, dan gangguan kesehatan serius di kemudian hari. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman siswa-siswi mengenai pola makan dan gaya hidup sehat sebagai upaya pencegahan primer diabetes melitus sejak dini. Metode yang digunakan dengan mengumpulkan siswa/siswi yang ditempatkan pada kelas yang ada di SD N Meruyung, Limo.  Sebelum  dilakukan  edukasi  dilakukan  pengukuran  tinggi  badan, berat badan yang digunakan untuk mengetahui status gizinya, setelah dilakukan skrining dilanjutkan dengan pemberian  edukasi  terkait  pola makan, perilaku sehat  dan diabetes melitus.  Media  edukasi  yang  digunakan  adalah  canva, leaflet dan poster yang  digunakan  untuk  umpan  balik  terkait  dengan  edukasi  yang  diberikan.  Peningkatan pemahaman  dan  pengetahuan  terkait  dengan  materi  yang  telah  diberikan  pada  siswa/i  digunakan metode pretest dan posttest.  Berdasarkan   hasil   kegiatan   pengabdian   kepada   masyarakat   yang   telah   dilakukan   pada   60 siswa/siswi didapatkan peningkatan skor pengetahuan dengan rata-rata nilai pre-test adalah 48.50±.30, yang kemudian meningkat menjadi 62.50±19.71 pada post-test (p=0.000). Kesimpulannya, pemberian edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan siswa-siswi.
DAMPAK MULTIFAKTORIAL USIA, OBESITAS DAN MEROKOK TERHADAP KARAKTERISTIK MORFOLOGI DAN MOTILITAS SPERMA PADA PRIA INFERTIL Digmar Rachmat Ghiffary; Yosha Putri Wahyuni; Ayodya Heristyorini; Muttia Amalia
Menara Medika Vol 8, No 2 (2026): VOL 8 NO 2 MARET 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i2.7387

Abstract

Pendahuluan: Infertilitas didefinisikan sebagai ketidakmampuan pasangan untuk mencapai kehamilan setelah periode 12 bulan atau lebih, meskipun telah melakukan hubungan seksual secara rutin (sekurang-kurangnya dua hingga tiga kali per minggu) tanpa menggunakan metode kontrasepsi apa pun. Faktor-faktor tertentu yang dapat memperbesar kemungkinan risiko gangguan kesuburan pada pria yaitu kelainan genetik, kelainan anatomis, usia, paparan zat logam, penggunaan rokok, alkohol, penggunaan obat-obatan, intensitas olahraga, obesitas, dan gangguan hormonal. Tujuan:  Menganalisis dampak multifaktorial dari usia, obesitas dan kebiasaan merokok terhadap karakteristik morfologi dan motilitas sperma pada pria infertil yang menjalani pemeriksaan di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik berdesain cross-sectional. Data   diperoleh   secara sekunder dari Instalasi Andrologi dan rekam medis pasien yang menjalani pemeriksaan analisis sperma di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Seluruh populasi penelitian, berjumlah 37 orang, dijadikan sebagai responden melalui pendekatan total sampling. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak multifaktorial antara usia dengan morfologi (p = 0,07) dan motilitas (p = 0,163) tidak menunjukkan hasil yang signifikan. Sedangkan obesitas (p = 0,00) dan merokok (p = 0,00) menunjukkan dampak yang signifikan terhadap morfologi sperma. Selain itu, obesitas (p = 0,001) dan merokok (p = 0,001) juga memiliki dampak yang signifikan terhadap motilitas sperma. Diskusi: Obesitas dan merokok memiliki dampak signifikan terhadap morfologi dan motilitas sperma pada pasien pria infertil di RSPAD Gatot Soebroto
ANALISIS HOMA TERHADAP RESISTENSI INSULIN DAN FUNGSISEL β PANKREAS PADA TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) MODEL DIABETES ALOKSAN SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK BONGGOLNANAS (Ananas comosus (L.) Merr.) Muhammad Azka Azkiya Arif; Yosha Putri Wahyuni; Isniani Ramadhani; Cut Fauziah
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Ibnu Sina
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jiis.v11i1.2939

Abstract

Diabetes mellitus refers to a metabolic condition characterized by resistance to insulin and abnormalities in pancreatic β-cell function. Pineapple core (Ananas comosus (L.) Merr.) is known to contain bioactive compounds with potential effects on glucose also insulin metabolism. This research aimed to analyze insulin sensitivity using HOMA-IR also HOMA-β in alloxan-induced diabetic Wistar rats (Rattus norvegicus) following administration of pineapple core (Ananas comosus (L.) Merr.) extract. This study employed an experimental laboratory design with a posttest-only control group. Male Wistar rats were induced with alloxan and divided into a control groups and treatment groups receiving graded doses of pineapple core (Ananas comosus (L.) Merr.) extract. Fasting blood glucose levels were measured using a glucometer, while plasma insulin levels were determined using the ELISA method. HOMA-IR and HOMA-β values were calculated to asses insulin sensitivity also pancreatic β- cell function. The results showed a significant difference in HOMA-IR and HOMA- β values between the negative control group and the high dose treatment group (100%) (treatment 3), with a p-value of 0.034. Pineapple core (Ananas comosus (L.) Merr.) extract has the potential to enhance pancreatic β-cell function and significantly improve insulin resistance based on HOMA-IR also HOMA-β parameters in alloxan-induced diabetic Wistar rats.
Predictors of Cognitive Function in School Children: Screen Time, Nutritional Status and Pneumonia Melly Kristanti; Isniani Ramdhani; Yosha Putri Wahyuni; Faiz Isra Rizqie; Khairunnisa Khairunnisa; Baiq Devinta Putri Syafira; Nyimas Fathiya Muthmainnah; Dina Varisiya; Ayudya Anjani
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 8 No. 2 (2026): Volume 8 Issue 2 August 2026
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (Salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v8i2.1990

Abstract

Cognitive development and intelligence of children are shaped by multifactorial influences, including genetic predisposition, environmental conditions, nutritional status, cognitive stimulation, educational exposure, and overall health status. The average Intelligence Quotient (IQ) of the Indonesian population is 89.96, which is categorized within the average range at the global level. A cross-sectional analytical study was conducted involving 80 school-aged children selected through simple random sampling. IQ was measured using the CFIT administered by child psychologists, while nutritional status was assessed using the WHO BMI-for-age reference. Logistic regression modeling was used to identify significant determinants, followed by ROC curve analysis, Youden Index calculation, and risk score estimation, which was derived from the ratio of each significant predictor to the smallest significant coefficient. Significant associations were observed for screen time (PR = 5.23; 95% CI: 1.49–18.29), history of pneumonia (PR = 3.92; 95% CI: 1.13–13.68), and poor nutritional status (PR = 4.03; 95% CI: 1.34–12.11). The predictive model showed an area under the curve (AUC) of 0.794, with a youden index-derived cut-off of  ≥ 2 (95% CI: 0.630–0.882), indicating a threshold for increased risk of low cognitive function among children. Screen time, a history of pneumonia, and poor nutritional status were identified as key predictors of lower cognitive function, with a risk score of ≥ 2 as the threshold. Parental control over digital exposure and the reinforcement of preventive health behaviors are essential components in improving children’s cognitive outcomes.