Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH SUHU DAN WAKTU PENYIMPANAN SERUM TERHADAP KADAR C-REACTIVE PROTEIN PADA PASIEN TUBERKULOSIS Desta, Sally; Khairinisa, Gina; Tantan, Acep; Gita Naully, Patricia
JURNAL KESEHATAN KARTIKA Vol. 19 No. 3 (2024): Jurnal Kesehatan Kartika
Publisher : Faculty of Health Science and Technology, University of Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jkkes.v19i3.319

Abstract

Background : Tuberculosis is a chronic infectious disease that can be spread through air exposed to Mycobacterium tuberculosis bacteria. This disease can generally attack the lung organ which will then cause inflammation. Inflammation is a mechanism process carried out by the body in defending itself against foreign objects that enter the body. C-Reactive Protein is an acute protein produced by the liver and can be found in normal serum with a small amount, but will increase when given a stimulus such as infection, burns, and postoperative. Objective : to test CRP levels and determine the effect of temperature and storage time on CRP levels in the serum of Tuberculosis patients. Method : using Pre-experimental design one group pretest postest design, then data analysis using dependent T test and Wilcoxon test. This study conducted qualitative and semi-quantitative CRP examination on serum stored at room temperature (20-25℃) and refrigerator temperature (2-8℃) for 24 and 48 hours. Results : The results obtained at refrigerator temperature showed that the p-value> 0.05 had no significant relationship with serum stored in 24 and 48 hours. At room temperature, the p-value <0.05 is known to have a significant relationship. Conclusion : In this study, there was no effect on sample storage temperature on CRP levels examined at 0, 24, and 48 hours in the serum of tuberculosis patients. There was an effect on the length of sample storage on CRP levels examined at 0, 24, and 48 hours in the serum of tuberculosis patients.
Gambaran Hematologi Pada Komponen PRC Buffy Coat Removed dan Washed Red Cell Ningrum, Nining Ratna; Khairinisa, Gina
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2022): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v8i1.796

Abstract

Transfusi darah saat ini memegang peran medis yang penting, baik dalam terapi kegawat daruratan (life savings) maupun pada penyakit khusus yang memerlukan terapi transfuse secara terus menerus. Komponen darah yang paling tinggi diminta pada unit pelayanan darah adalah Packed Red Cell (PRC), namun tidak sedikit yang dapat mengelami reaksi transfusi salah satunya adalah febrile non haemolytic transfusion reaction (FNHTR). Penyebab utama dari kejadian ter sebut dikaitkan dengan adanya allogenic leucocytes pada produk darah transfusi. Semakin seringtransfuse diberikan, semakin tinggi pula risiko reaksi yang dapat terjadi. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meninimalisir reaksi transfuse melalui modifikasi pembuatan komponen darah dan produk darah, yaitu PRC Buffy Coat Removed dan Washed Red Cell. Tujuan Penelitian ini adalah ingin mengetahui PRC Buffy Coat Removed dan Washed Red Cell untuk pasien multiransfusi. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 12 komponen PRC Buffy Coat Removed dan 12 Washed Red Cell. Pemeriksaan hematologidigunakan hematology analyzer Mindray BC-1800. Hasil penelitian rerata pada pemeriksaan hematologi diantaranya 12 sampel PRC Buffycoat Removed dan Washed Red Cell adalah jumlah leukosit 12.5 x103/µL dan 5.7x103/µL; Hemoglobin 27.2 g/dl dan 20.6 g/dL; jumlah eritrosit 8.81×10⁶/µL dan 7.1×10⁶/µL; Hematokrit 80.0% dan 61.6%. Disarankan pada komponen darah diupayakan dilakukan pengujiankualitas komponen darah agar pemberian komponen tepat guna pada pasien multitransfusi dan dapat meminimalisir terjadinya reaksi transfusi yang merugikan bagi pasien. Kata kunci : PRC Buffy Coat Removed, Washed Red Cell, Pemeriksaan Hematologi 
Hubungan HbA1c dengan C-Reactive Protein Pada Pasien Penderita Diabetes Melitus Tipe II yang Tidak Terkontrol Khairinisa, Gina; Alamanda, CNC; Herawati, Iis; Ali, Chaidir
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2022): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v8i2.1122

Abstract

Abstrak Diabetes mellitus tipe 2 berkaitan dengan adanya kondisi inflamasi ringan vaskuler. Kadar tumor necrosis factor-α (TNF-α) yang meningkat berhubungan dengan sitokin dan resiko komplikasi dari diabetes melitus tipe 2. Kadar TNF-α, metabolit dari nitric oxide (NO) yang meningkat menandakan adanya disfungsi endotel pada diabetes Melitus tipe 2. Hal ini akan mengakibatkan kadar CRP pada penderita diabetes melitus tipe 2 juga meningkat. CRP merupakan indikator adanya inflamasi yang berkaitan dengan kerusakan jaringan pada tubuh.Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif pada 30 orang pasien dengan kadar hemoglobin A1c (HbA1c) >6,5%. Alat yang digunakan adalah penganalisa Afinion 2 dengan metode imunoturbidimetri untuk melihat kadar CRP. Berdasarkan penelitian dilakukan menggunakan uji statistik yaitu dengan menggunakan uji Chi-square didapatkan untuk nilai p = 0,026 dan r = 0,406. Uji Chi-square digunakan untuk melihat hubungan dari dua variabel, untuk melihat ada hubungan atau tidak dari penelitian yang dilakukan.  Didapatkan hasil p < 0,05 (0,026) maka artinya penelitian yang dilakukan terjadi hubungan kolerasi, dengan kekuatan hubungan nilai r =0,406 (moderat). Terdapat hubungan hemoglobin A1c (HbA1c) yang tinggi dengan peningkatan kadar CRP pada penderita diabetes melitus tipe 2 sebagai indikator adanya proses inflamasi yang terjadi akibat komplikasi kronik penyakit diabetes melitus.Disarankan penderita DM tipe 2 melakukan pemeriksaan laboratorium yaitu kadar CRP kuantitatif sebagai penunjang diagnosis untuk pemeriksaan diabetes melitus tipe 2 bersama dengan pemeriksaan HbA1c. Kata Kunci : Diabetes Melitus  tipe 2, CRP, HbA1c
Skrining Talasemia Minor Pada Pendonor di Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia Kabupaten Majalengka Winengsih, Wiwin; Novilla, Arina; Ningrum, Nining Ratna; Khairinisa, Gina
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2024): ANAKES: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v10i2.2330

Abstract

Thalassemia is a hereditary hemolytic disease caused by a disorder in the synthesis of hemoglobin within red blood cells. Thalassemia prevention programs are beneficial for reducing or breaking the chain of thalassemia by preventing marriages between thalassemia carriers, which could result in thalassemia sufferers. One preventive measure is thalassemia screening. This study aims to identify the presence of thalassemia minor carriers among donors at the Indonesian Red Cross Blood Donation Unit in Majalengka Regency. The study is a descriptive quantitative research with a sample size of 92 donors who visited the Indonesian Red Cross Blood Donation Unit in Majalengka Regency. The thalassemia screening included hemoglobin tests, osmotic fragility tests, and erythrocyte indices. The results showed that all 92 donors had normal hemoglobin levels with an osmotic fragility test showing negative results using OTOF method. Therefore, further examination of the erythrocyte index was not conducted.. Based on these results, it can be concluded that there were no thalassemia minor carriers among the donors at the Indonesian Red Cross Blood Donation Unit in Majalengka Regency. Keywords  :Thalassemia, Donor,Osmotic Fragility, Hemoglobin
Pencegahan HIV/AIDS serta Penyakit Degeneratif melalui Edukasi dan Pemeriksaan Laboratorium pada Remaja di MAN 1 Cimahi Kania, Prina Puspa; Furqon, Ayi; Gunawan, Taufik; Khairinisa, Gina; Nursidika, Perdina; Naully, Patricia Gita; Friliansari, Lilis Puspa; Ningrum, Nining Ratna; Rachmawati, Firdha
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i3.726

Abstract

Remaja merupakan kelompok individu yang sedang mengalami berbagai perubahan penting, baik secara fisik maupun psikologis. Perubahan psikologis seringkali menimbulkan rasa ingin tahu yang tinggi, termasuk terhadap perilaku seks bebas yang berpotensi meningkatkan risiko penularan HIV/AIDS. Selain itu, pola makan yang kurang sehat akibat kebiasaan mengonsumsi makanan siap saji juga berdampak pada meningkatnya risiko penyakit degeneratif di kalangan remaja. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pencegahan HIV/AIDS serta Penyakit Degeneratif melalui Edukasi dan Pemeriksaan Laboratorium pada Remaja di MAN 1 Cimahi.” Kegiatan ini melibatkan siswa-siswi MAN 1 Cimahi dan dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, pelaksanaan, serta evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan memberikan pretest dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta terkait materi edukasi, serta pemeriksaan kesehatan melalui uji laboratorium. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan remaja setelah diberikan edukasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 50 siswa-siswi, seluruh peserta dinyatakan bebas HIV/AIDS dengan rata-rata kadar glukosa darah sewaktu sebesar 110,2 mg/dL. Dengan demikian, hasil skrining menunjukkan bahwa kondisi kesehatan siswa-siswi MAN 1 Cimahi berada dalam kategori normal.
Pengaruh Pemberian Jus Jambu Biji Merah (Psidium Guajava) Terhadap Tekanan Darah Pada Usia Dewasa dengan Hipertensi Primer Ismafiaty, Ismafiaty; Tampubolon, Rossa Natalia; Khairinisa, Gina; Pragholapati, Andria
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i9.15836

Abstract

ABSTRACT The prevalence of hypertension in West Java in 2020 is 34.7%, while adults over the age of 18 have increased from 29.4 to 39.6%. Efforts to treat hypertension are by means of pharmacology, taking hypertension drugs such as amlodipine and other drugs. In addition, non-pharmacological methods such as herbal therapy for consuming fruits or vegetables can reduce blood pressure. One of the antihypertensive fruits is red guava fruit. This study aims to determine the effect of giving red guava juice (psidium guajava) on reducing blood pressure in adults. The research design used is Quasy Experiment with the Control Time Series Design with Control Group design method. Sampling using a consecutive sampling techniques with 2 groups each of 13 respondents. Data collection was carried out through observation and interviews for 7 consecutive days door to door from 17 – 23 July 2023. Statistical tests in this study used univariate mean analysis and bivariate analysis Repeated Measure ANOVA. The mean systolic blood pressure in the intervention group on day 4 was 135.77 mmHg and on day 7 123.77 mmHg with a decrease of 12 mmHg followed by pvalue = 0.001, while the average diastolic blood pressure on day 4 was 83.85 mmHg and on day 7 81.54 mmHg with a decrease of 2.31 mmHg followed by pvalue = 0.001. The mean systolic blood pressure for the control group on day 4 was 152.92 mmHg and on day 7 135.31 mmHg with a decrease of 17.61 mmHg followed by pvalue = 0.001, while the average diastolic blood pressure on day 4 was 84.77 mmHg and on day 7 82.54 mmHg with a decrease of 2.23 mmHg followed by pvalue = 0.003. Based on the results of the study, it was concluded that the intervention group consuming red guava juice could reduce high blood pressure. Besides, the control group also experienced a decrease in blood pressure due to good activity patterns, eating patterns and medication adherence. It is recommended that adult hypertensive patients for consume red guava juice. Keywords: Primatry Hypertension, Red Guava Juice, Adult Age ABSTRAK Prevalensi hipertensi di Jawa Barat pada tahun 2020 yaitu sebesar 34,7%, sedangkan pada orang dewasa di atas usia 18 tahun telah meningkat dari 29,4 menjadi 39,6%. Upaya untuk mengatasi hipertensi yaitu dengan cara farmakologi mengonsumsi obat hipertensi seperti amlodipine dan obat lainnya. Selain itu, dengan cara non farmakologi seperti terapi herbal dengan mengonsumsi buah atau sayur yang dapat menurunkan tekanan darah. Salah satu buah antihipertensi adalah buah jambu biji merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus jambu biji merah (psidium guajava) dalam menurunkan tekanan darah pada usia dewasa. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasy Experiment dengan metode desain Control Time Series Design with Control Group. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Consecutive Sampling dengan 2 kelompok masing-masing sebanyak 13 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara selama 7 hari berturut-turut dengan door to door dari tanggal 17 – 23 Juli 2023. Uji statistik pada penelitian ini menggunakan analisa univariat mean dan analisa bivariat Repeated Measure ANOVA. Hasil rerata tekanan darah sistole pada kelompok intervensi hari ke 4 135.77 mmHg dan hari ke 7 123.77 mmHg dengan penurunan sebesar 12 mmHg diikuti pvalue = 0.001, sedangkan rerata tekanan darah diastole hari ke 4 83.85 mmHg dan hari ke 7 81.54 mmHg dengan penurunan sebesar 2.31 mmHg diikuti pvalue = 0.001. Pada hasil rerata tekanan darah sistole kelompok kontrol hari ke 4 152.92 mmHg dan hari ke 7 135.31 mmHg dengan penurunan sebesar 17.61 mmHg diikuti pvalue = 0.001, sedangkan rerata tekanan darah diastole hari ke 4 84.77 mmHg dan hari ke 7 82.54 mmHg dengan penurunan sebesar 2.23 mmHg diikuti pvalue = 0.003. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa kelompok intervensi dengan mengonsumsi jus jambu biji merah dapat menurunkan tekanan darah tinggi, selain itu pada kelompok kontrol juga mengalami penurunan tekanan darah dikarenakan pola aktivitas, pola makan dan kepatuhan minum obat yang baik. Bagi penderita hipertensi dewasa disarankan untuk mengaplikasikan konsumsi jus jambu biji merah. Kata Kunci: Hipertensi Primer, Jus Jambu Biji Merah, Usia Dewasa