Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENINGKATAN MUTU BOLU CUKKE MELALUI INTRODUKSI PERALATAN DAN PERBAIKAN KEMASAN Abdullahi, Alima Bachtiar; Rusli, Arham; Malle, Sriwati; D M, Zulfitriany
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 1 OKTOBER 2019
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i1.8126

Abstract

ABSTRAKUsaha bolu cukke merupakan salah satu usaha yang mulai banyak digeluti oleh masyarakat Kabupaten Pinrang dalam tiga tahun terakhir. Meskipun telah banyak diusahakan, namun usaha ini masih memiliki banyak kendala dalam pengembangannya terutama dari sisi ketersediaan peralatan, pengetahuan kemasan dan pengelolaan usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk penerapan Iptek Bagi Masyarakat (IbM) pada usaha bolu cukke ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan produksi, memperbaiki mutu kemasan produk dan meningkatkan kemampuan pengelolaan Usaha Kecil Menengah (UKM) mitra. Metode pelaksanaan kegiatan IbM ini dilakukan melalui introduksi peralatan, pelatihan dan pendampingan dengan dengan beberapa tahapan kegiatan yaitu; 1) Sosialisasi program IbM untuk menyatukan persepsi tim pengusul dan mitra dalam pelaksanaan program, 2) Penyiapan sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan kegiatan, 3) Penyiapan peralatan dan introduksi peralatan yang dirancang dan dilaksanakan oleh tim pengusul, 4) Peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra melalui beberapa pelatihan, dan 5) Pendampingan pengelolaan usaha dan pemasaran. Hasil yang dicapai dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini antara lain; kegiatan yang dilaksanakan sangat direspon oleh kedua mitra maupun masyarakat sekitar mitra, kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan mitra dan kebutuhan masyarakat untuk mencapai kehidupan mandiri dan sejahtera, terjadi peningkatan semangat wirausaha bagi anggota mitra dan produk bolu cukke yang dihasilkan oleh mitra telah dipasarkan dengan variasi rasa dengan kemasan yang menarik.Kata kunci: mutu, bolu cukke, kemasan. ABSTRACTBolu Cukke business is one of the businesses that the Pinrang Regency community has begun to cultivate in the last three years. Although much effort has been made, this business still has many obstacles in its development, especially in terms of equipment availability, packaging knowledge and business management. Community service activities in the form of the application of Science and Technology for the Community (IbM) in the Bolu Cukke business aim to increase production capabilities, improve product packaging quality and improve management capabilities of Small and Medium Enterprises (UKM) partners. The method of implementing this IbM activity is carried out through the introduction of equipment, training and assistance with several stages of activities namely; 1) Socialization of the IbM program to unite the perception of the proposing team and partners in the implementation of the program, 2) Preparation of facilities and infrastructure that supports the implementation of activities, 3) Preparation of equipment and introduction of equipment designed and implemented by the proposing team, 4) Increasing partner's knowledge and skills through some training, and 5) Business management and marketing assistance. The results achieved from the implementation of community service activities include; the activities carried out were greatly responded by both partners and the community around the partners, activities carried out in accordance with the needs of partners and the needs of the community to achieve an independent and prosperous life, there was an increase in entrepreneurial spirit for partner members and the products produced by partners had been marketed with a variety of flavors with attractive packaging.Keywords: quality, bolu cukke, packaging.
IMPLEMENTASI PERTANIAN TERINTEGRASI BERBASIS SISTEM ZERO WASTE DI KABUPATEN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN Sriwati Malle; Alima Bachtiar Abdullahi; Ummul Matsir; Muhammad Suhael; Andika Febrianto
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 4 JULI 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i4.50873

Abstract

Pertanian terintegrasi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan mengintegrasikan beberapa komponen yaitu peternakan, perikanan dan pertanian. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas serta menjaga pelestarian lingkungan yang dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan petani peternak. Salah satu kelompok tani yang mengimplementasikan pertanian terintegrasi adalah Kelompok Tani Sipatuwo, yang terletak di Desa Bara Batu Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Berdasar dari hal tersebut maka dilaksanakan kegiatan pemberdayaan berbasis masyarakat pada Bulan Juli-Desember 2025 dengan tujuan sebagai salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk penanganan limbah yang terintegrasi antara peternakan, perikanan dan pertanian dalam satu kawasan. Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan pelatihan/penyuluhan dan pendampingan dalam mengatasi permasalahan produksi dan manajemen usaha serta pemasaran. Kegiatan yang dilaksanakan adalah pelatihan di bidang pertanian (penanaman tanaman hortikultura dan pelatihan pembuatan pupuk kompos), pelatihan di bidang peternakan (budidaya ayam broiler dan pemanfaatan feses broiler), pelatihan di bidang perikanan (budidaya ikan lele dan penggunaan pakan fermentasi dari feses ayam broiler). Hasil yang diperoleh adalah kelompok tani Sipatuwo membudidayakan ayam broiler 200 ekor, ikan lele di kolam terpal 500 ekor, serta budidaya tanaman cabai  tomat, dan kacang panjang. Berdasar dari hasil budidaya yang telah dilakukan, maka dampak dan manfaat program bagi kelompok tani Sipatuwo adalah jumlah dan kualitas produksi meningkat, pemanfaatan limbah, menciptakan ekonomi baru (pupuk organik dari kotoran ternak), lingkungan sehat dan bersih, efisiensi biaya pakan dengan memanfaatkan feses ayam broiler sebagai pakan ikan lele, mortalitas ayam dan ikan lele menurun, kualitas daging ayam dan ikan lele meningkat sesuai standar kandungan nutrisi, serta meningkatkan jumlah produksi dan kualitas produksi. Kata kunci: Implementasi, pertanian terintegrasi, kelompok tani. ABSTRACT Integrated farming is an activity carried out by integrating several components, namely livestock, fisheries, and agriculture. Its aim is to increase productivity as well as preserve the environment, which can improve the economy and the welfare of farmer-livestock raisers. One farmer group that implements integrated farming is the Sipatuwo Farmer Group, located in Bara Batu Village, Labakkang District, Pangkajene and Islands Regency. Community-based empowerment activities were carried out from July to December 2025 with the aim of being one of the efforts that can be undertaken for handling waste in an integrated manner between livestock, fisheries, and agriculture in one area. This activity is carried out by conducting training/education and assistance in addressing production, business management, and marketing issues. The activities implemented include training in agriculture, training in livestock, and training in fisheries. The results achieved are that the Sipatuwo farmer group cultivated 200 broiler chickens, 500 catfish in a tarpaulin pond, as well as growing chili, tomatoes, and long beans. Based on the results of the cultivation that has been carried out, the impacts and benefits of the program for the Sipatuwo farmer group are an increase in the quantity and quality of production, utilization of waste, creation of a new economy, a healthy and clean environment, cost efficiency in feed by using broiler chicken feces as catfish feed, a decrease in chicken and catfish mortality, improved quality of chicken meat and catfish according to nutritional content standards, as well as an increase in production quantity and quality. Keywords: Implementation, integrated agriculture, farmers' group.
KARAKTERISTIK SENSORI DAN KANDUNGAN GIZI PRODUK CEMILAN STIK BERBASIS IKAN BANDENG, IKAN GABUS, DAN EKSTRAK DAUN KELOR Rahmaniar; Sriwati Malle; Nurlaeli Fattah; Mita Gebriella Inthe; Mariani; St. Hartina Tahir
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/peq20f75

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan inovasi produk camilan stik ikan serta mengevaluasi karakteristik sensori dan kandungan gizinya dengan memanfaatkan bahan lokal, yaitu ikan bandeng, ikan gabus, dan ekstrak daun kelor. Rancangan penelitian terdiri atas dua faktor, yaitu perbandingan ikan bandeng dan ikan gabus (A1 = 70:30, A2 = 50:50, A3 = 30:70) serta penambahan ekstrak daun kelor (B0 = 0%, B1 = 5%, B2 = 10%). Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa seluruh perlakuan berpengaruh nyata terhadap aroma dan tekstur, sedangkan komposisi ikan secara tunggal berpengaruh nyata terhadap aroma, tekstur, dan warna produk. Formulasi terbaik diperoleh pada perbandingan 30% ikan bandeng dan 70% ikan gabus dengan penambahan 5% ekstrak daun kelor. Uji sensori menunjukkan bahwa produk dapat diterima panelis berdasarkan atribut rasa, aroma, tekstur, dan warna. Produk terpilih memiliki kadar air 8,22%, kadar abu 2,67%, kadar lemak 15,49%, kadar protein 9,41%, dan kadar karbohidrat 64,21%, serta aktivitas antioksidan dengan nilai IC₅₀ sebesar 134,83 ppm. Pemanfaatan bahan lokal tersebut berpotensi menghasilkan produk camilan dengan nilai gizi dan penerimaan sensori yang baik.