Claim Missing Document
Check
Articles

ABON BANDENG (CHANOS-EHANOS) UNTUK MENINGKATKAN INTAKE NUTRISI PROTEIN DAN KALSIUM PADA BALITA GIZL BURUK: milk fish; shredded; calcium and protein Diana Evawati
WAHANA Vol 62 No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.001 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v62i1.1322

Abstract

The main goal of this study is to descn'be the best composition in producing good shredded which has nutrient content, especiaUy acceptable protein and calcium. The pwpose and the benefit of this research are: to analyze the increase in the intake of protein and calcium for malnutrition children with •milk fish shredded. This study uses basic formula of milk shredded that is high in protein and calcium to improve the nutritional intake ofproteinand calcium of infant malnutrition. This research was conducted through quantitative methodology. The experimental approach is to provide threatment sample and perform laboratory tests to determine levels of protein, calcium and analyze the results of treatment trials through color, taste, texsture and level of preference. The results of this research are the effects of different heating times and the protein content of milk fish with a long shredded about 20 minutes is equal to 12.88% on longetheating25 minutes at 10,74 and at 30 minutes long warm of9,31 %. They are not affected significantly. The protein content in milk shredded with different heating times calcium levels were not significantly different by treatment with some degree of warming. From the test results to determine the effectiveness of the heating treatment performed best, shredded obtained by heating 30 minutes
PENERIMAAN KONSUMEN PADA KRUPUK FORTIFIKASI KALSIUM DARI KULIT KERANG SEBAGAI UPAYA PEMANFAATAN LIMBAH GUNA PENANGGULANGAN GIZI BURUK: konsumen, fortifikasi, kalsium, kulit kerang, gizi Diana Evawati
WAHANA Vol 55 No 2 (2010)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1059.645 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v55i2.1384

Abstract

Kerang merupakan salah satu komoditas dari kelompok shellfish yang sudah dikenal masyarakat, Kerang adalah salah satu hewan laut yang sudah lama dikenal sebagai sumber protein hewani yang murah, kaya akan asam amino esensial (arginin, leusin, lisin). Kerang mengandung daging sekitar 30% dari berat keseluruhan, yang mengandung mineral-mineral kalsium, fosfat, besi, yodium, dan tembaga.). Kegiatan pengolahan kerang menghasilkan limbah padat yang cukup tinggi. Besarnya jumlah limbah padat cangkang kerang yang dihasilkan yang mempunyai kandungan kalsium dan protein yang cukup tinggi, memerlukan upaya serius untuk menanganinya agar dapat bermanfaat dan mengurangi dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Maka diperlukan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diupayakan mengadakan penelitian fortifikasi kalsium pada produk krupuk untuk pemanfaatan limbah kulit kerang untuk peningkatan nilai gizi dan peluang usaha pasca panen hasil perikanan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Sedangkan rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan yaitu TO.T1,T2,T3,T4, dengan prosentase berdasarkan RDA jumlah ulangan untuk setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 20 satuan percobaan Penentuan kandungan kalsium (SNI,1992) dan penentuan nilai organoleptik yang dilakukan adalah dengan metode skala hedonik , yaitu penilai mutu bahan makanan oleh panelis ahli. Hasil penelitian warna, rasa, tekstur kerupuk yang ditambah kulit kerang tidak mempengaruhi tingkat penerimaan panelis ahli
GIZI KECANTIKAN PENGHAMBAT PROSES PENUAAN DINI: Gizi, kecantikan, Penuaan Dini Diana Evawati
WAHANA Vol 54 No 1 (2010)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1044.096 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v54i1.1396

Abstract

Kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan kecantikan mendudukkan porsi sepadan dengan upaya untuk kesehatan diri. Pemicu munculnya kesadaran akan perawatan kecantikan ditimbulkan oleb banyak hal, seperti kesadaran tampil cantik dan sehat, re1aksasi pergau1an, status, rekreasi, relasi dsb. You are whay you eat, adaIah pepatah yang mengeratkan hubungan antara makanan yang masuk kedalam tubuh kita dengan imbaIan kesehatan yang kita peroleb. Faktor-faktor yang berpengaruh pada tampiJan kecantikan seseorang adalah : l)Jnner beauty atau inner glow atau kecantikan yang muncul dari olah kepribadian seseorang. 2)Outer glow atau faktor luar adalah hal-hal yang berkaitan dengan upaya menuju cantik melalui perawatan dari luar dan tata rias atau make-up. Keberbasilan Outer glow didukung oleh kesebatan tubuh, kulit, rambut yang berkaitan dengan intake makanan kedalam tubuh. Mnausia tidak dapat menghindar dari proses penuaan. Penuaan pada dasamya diakibatkan oleh adanya radikal-radikal bebas yang merusak sel-sel atau epitel-epitel daiam tubuh. Pengendalian radikal-radikal bebas dapat dikurangi oleh antioksidan-antioksidan dalam sel-sel darah manusia. Salah satu cara untuk meningkatkan keberaadaan antioksidan daIam tubuh dengan cara mengkonsumsi bahan-bahan pangan kaya antioksidan (vitamin E, C, dan beta karoten yaitu sayuran dan buah-buahan. Berbagai hasil penelitian dan hasil studi menunjukkan bahwa terdapat 10 macam bahan pangan super antioksidan yaitu alpukat, brokoli, wortel, kubis, jeruk keprok, buah berry, anggur, bawang-bawangan, bayam dan tomat Mengkonsumsi baban-bahan pangan kaya antioksidan memberikan manfaat antara lain menghambat kanker, menjaga kemampuan mental dan fisik, menyelamatkan penglihatan mata, menghindarkan terjadinya penyakit jantung, kolesterol, pengumpu1an darah dsb Membahas intake makanan untuk kesehatan dan kecantikan yang selaras dengan booming perawatan kecantikan, Spa Cuisine atau bidangan Spa adaIah makanan yang memiliki keseimbangan kandungan dan untuk memudabkan pencemaan serta memasukkan energi yang optimum kedalam tubuh, menuju makanan yang sehat untuk bidup yang sehat pula. Hidangan Spa mengandung sejumlah protein, karbobidrat, lemak dan tercantum jumlah kalori yang dihasilkan, untuk memenubi kebutuhan diet, sehingga perawatan spa yang khususnya bertujuan untuk perawatan tubuh atau lebih khusus untuk menurunkan berat badan, harus diikuti dengan mengkonsumsi makanan yang menunjang program perawatan.
Pelatihan Pembuatan Roll Cake Batik Pada PKK Kelurahan Mojo Kecamatan Gubeng Surabaya Rina Asmaul; Susilowati; Diana Evawati

Publisher : LPPM Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.441 KB) | DOI: 10.35891/js.v4i1.2935

Abstract

Industrial growth in the food sector in Indonesia is quite good, especially in Surabaya. The training in cake making encourages the emergence of various kinds of cakes that are used as souvenirs for typical Surabaya cakes. The training on making batik roll cakes is expected to bring up creative ideas in cake making. The training method here uses lecture and demonstration methods, the target is PKK women where the implementation is in Urban village Mojo district Gubeng Surabaya. The result of the training on making batik roll cakes is that PKK women are very enthusiastic in making batik roll cakes. The results of making roll cakes can be developed as a business, especially as a cake icon located in Urban village Mojo district Gubeng Surabaya, so that the family's economy can increase.
Pelatihan Pembuatan Briket Arang dari Hasil Pembakaran Sampah TPST di Desa Grogol Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo Diana Evawati

Publisher : LPPM Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.151 KB) | DOI: 10.35891/js.v4i1.2957

Abstract

Community participation in reducing the quantity or volume of waste as well as managing waste is an important component in tackling solid waste problems, especially in big cities. This training begins with socializing to the community the importance of waste management and the impact of waste on the surrounding environment. Furthermore, training was carried out on the process of making charcoal briquettes from the combustion of TPST, the use of charcoal briquettes as fuel and a source of UMKM in Grogol Village. The raw material for making charcoal briquettes is the result of burning waste in the TPST. Garbage will be burned at a temperature of 800 – 1000oC with a temperature that will be said to be complete combustion, the ash produced will be stable.
PELATIHAN PEMBUATAN KALDU BUBUK DI MA NURUL HUDA SEDATI SIDOARJO Susilowati Susilowati; Rina Asmaul; Diana Evawati; Yunus Karyanto; Moch. Aldi Firmansyah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i2.5098

Abstract

MA Nurul Huda Sedati Sidoarjo merupakan sekolah umum dengan materi pembelajaran sesuai dengan peraturan Pendidikan Dasar dan Menengah. Pengembangan potensi peserta didik di Indonesia dapat diwujudkan melalui jalur non-formal yaitu pada kegiatan ekstrakulikuler, MA Nurul Huda Sedati Sidoarjo juga mengadakan kegiatan ini, Pasal 7 ayat (1) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 62 Tahun 2014 tentang kegiatan ekstrakrikuler pada satuan pendidikan memberikan penilaian terhadap kinerja peserta didik. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan 1). Memberi bekal keterampilan peserta didik agar memiliki wawasan untuk ide bisnis setelah lulus. Dengan melalih siswa untuk pembuatan kaldu bubuk instan dari ikan bandeng, 2). Mengetahui daya terima siswa pada masakan yang ditambah dengan kaldu bubuk instan berbahan dasar ikan bandeng. Metode yang dilakukan dalam Pengabdian Masyarakat pembuatan kaldu bubuk instan dari ikan bandeng yaitu: a). Pendidikan masyarakat dengan penyuluhan b). Kegiatan yang menghasilkan produk yaitu kaldu bubuk instan dari ikan bandeng. c). Pelatihan dilakukan dengan cara; (a) Ceramah, (b). Demonstrasi pembuatan kaldu bubuk instan dari ikan bandeng. d) Kegiatan PPM ini sebagai salah satu bentuk dari kegiatan Tri Dharma PT. Hasil yang didapat, 1). Siswa antusias mengikuti pelatihan membuat kaldu bubuk instan berbahan dasar ikan bandeng dan dapat dijadikan ide bisnis setelah lulus, 2). Siswa menyukai rasa masakan yang ditambah dengan kaldu bubuk instan ikan bandeng dibanding masakan yang tanpa menggunakan kaldu bubuk ini. Diperlukan keterampilan dan kerja ulet dalam pembuatan kaldu bubuk instan ini sebagai peluang bisnis yang belum banyak di tekuni oleh banyak orang.
Daya Terima Masyarakat Pada Bumbu Instan Gulai Kikil Sapi Hasil Praktek Mahasiswa PVKK Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Susilowati; Diana Evawati; Agus Ridwan
SNHRP Vol. 2 (2019): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 2 Tahun 2019
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.791 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu inovasi baru, dengan memanfaatkan bumbu segar sebagai bumbu instan kering dalam pemgolahan gulai kikil sapi, menjadi suatu bumbu yang bisa dijual dipasaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed methods. Sampel pada penelitian ini yaitu 30 masyarakat yang kemudian dilakukan uji organoleptik. Hasil praktik mahasiswa dalam membuat gulai kikil instan: (1) warna 3 tinggi, 18 sedang, 12 tinggi; (2) tekstur 9 tinggi, 21 sedang, 3 rendah; (3) aroma 15 tinggi, 18 sedang; (4) rasa 6 tinggi, 27 sedang. Hasil uji organoleptik ialah: (1) rasa, gurih sedikit pedas; (2) aroma sedap; (3) tekstur kering mengristal; (4) warna merah kekuningan. Disimpulkan bahwa secara hasil rasa memegang skor tertinggi pada pembuatan bumbu kikil, serta masyarakat dapat menerima hasil bumbu kikil. Kata kunci : Bumbu Gulai Kikil, Hasil Praktik, Daya Terima Masyarakat.
Pelatihan Manajemen Usaha Katering Siswa SMAN 4 Sidoarjo untuk meningkatkan kemampuan berwirausaha Jasa Boga Diana Evawati; Susilowati Susilowat; Yunus Karyanto; Rina Asmaul
SNHRP Vol. 3 (2021): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 3 Tahun 2021
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.11 KB)

Abstract

Bisnis kuliner saat ini menjadi salah satu bisnis paling menjanjikan untuk di jalankan, prospek usaha ini akan terus cemerlang mengingat kuliner atau makanan merupakan kebutuhan pokok bagi semua manusia. Salah satu bisnis bidang kuliner yang bisa dijalankan adalah bisnis katering. Selain itu dengan semakin berkembangnya teknologi dan pemanfaatan teknologi bisnis di media online merupakan opsi yang menguntungkan bagi usaha kecil dan menengah. bisnis online memiliki lahan pasar yang cukup besar, diperkirakan angka pengguna internet di Indonesia lebih dari 88 juta orang. Katering misalnya, bisnis penyedia makanan yang awalnya jarang melakukan promosi, sekarang banyak ditemukan iklan katering di social media instagram. Pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah Pendidikan yang menyiapkan lulusannya untuk melanjutkan ke jenjnag perguruan tingi belum siap bekerja. Sehingga memberikan sumbangan pengangguran pada anak lulusan SMA di usia produktif. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman siswa SMA bisnis kuliner manajemen katering di bidang Jasa Boga untuk memasuki dunia kerja. Mitra pengabdian ini adalah siswa SMAN 4 SIdoarjo. Pengabdian dilaksanakan di Aula Sekolah SMAN 4 Sidoarjo. Adapun metode kegiatan yang digunakan pada pengabdian ini adalah perencanaan, pengarahan, bimbingan dan pengajaran praktikum Manajemen katering. Melalui kegiatan pengabdian ini siswa SMAN 4 Sidoarjo meningkatkan pemahaman dan ketrampilannya di bidang boga sebagai bekal untuk berwirausaha.
Addition of Anadara Granosa Shell Chitosan in Production Bioplastics Rhenny Ratnawati; Sri Widyastuti; Yitno Utomo; Diana Evawati
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.13.2.175-185

Abstract

Bioplastics is a plastic composite material that can decompose quickly and is environmentally friendly when interacting with soil and microorganisms. The aims of the research are: to examine the optimal composition of bioplastics made from tapioca waste by adding blood clam shell chitosan and glycerol, to determine the quality of production bioplastics from tapioca waste with the addition of blood clam shell chitosan and glycerol, and to determine the chemical content of the clam shells. bioplastic function of tapioca with the addition of blood clam shell chitosan and glycerol. The method used is experimental. Production of bioplastic by mixing waste tapioca flour, chitosan, and glycerol with a composition of 65%:35%:5mL, 70%:30%:5mL, and 75%:25%:5mL and additional water. The sample was put into a water bath and stirred at a temperature of 80oC for 15 minutes. Bioplastics were printed in aluminum foil, dried at 100oC for 90 minutes and cooled at room temperature for 6 hours. Laboratory test samples with tensile strength, elongation at break, FTIR, and biodegradation tests according to SNI 7188.7:2016 in the category of bioplastic easily decomposed. The results of the tensile strength on PBA1 samples were 0.75 Mpa, PBA2 samples were 0.54 Mpa, and PBA3 samples were 0.34 Mpa. Test value for elongation at break the PBA1 sample is 23.68%, the PBA2 sample is 15.33%, and the PBA3 sample is 12.12%. The sample test results do not meet the quality standard value of SNI 7188.7:2016 for the bioplastic category. The optimal composition of bioplastics is found in the PBA2 sample using tapioca flour as raw material with chitosan and glycerol as much as 70%:30%:5mL with a tensile strength 0.54%, an elongation at break 15.33%, biodegradation of 43%, and has a bioplastic content with functional groups (C=C), (CO), (CH),(OH), (C=C), and (CH2)n in the FTIR test results.
Optimization of Nutrition Science Learning through Educational Technology at PGRI Adi Buana University Surabaya Diana Evawati; Susilowati
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v8i1.2734

Abstract

The field of nutrition science education at Universitas PGRI Adi Buana Surabaya is transforming, leveraging educational technology to enhance learning outcomes. This study delves into the innovative utilization of educational technology in optimizing nutrition science education. By employing an approach that melds technology and pedagogy, this research aims to elevate the professional development of students. By exploring cutting-edge educational technologies, the study underscores the potential of innovative approaches to reshaping the landscape of nutrition science education. This research contributes to the ongoing discourse on effective pedagogical practices and technology integration in academic settings, explicitly focusing on nutrition science education. The findings offer insights into fostering a dynamic learning environment that nurtures professional growth among students in the field of nutrition science. Keywords: Educational Technology, Professional Development, Innovative Approaches