Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Collaborative Strategies for Community Empowerment: A Narrative Study on Thematic Village Development in Malang, Indonesia Mujibur Rahman Khairul Muluk; Asti Amelia Novita; Wishnu Mahendra Wiswayana
Journal of Contemporary Governance and Public Policy Vol. 6 No. 1 (2025): (April 2025)
Publisher : Pusat Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Kontemporer, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46507/jcgpp.v6i1.649

Abstract

This study employs narrative analysis to examine collaborative initiatives supporting the development of thematic communities in Malang City, Indonesia. Drawing on the experiences of government officials, community members, and NGO representatives, the research highlights the importance of participatory governance, community engagement, and the unique features of thematic villages in advancing sustainable local development. Cases such as Kampung Sanan, known for tempeh production, and Kampung Heritage Kayutangan, valued for its cultural and historical significance, illustrate how local innovation and identity can empower communities and boost tourism. Thematic village development aligns with the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 1 (No Poverty), by fostering inclusive economic opportunities. However, challenges such as limited stakeholder engagement, power imbalances, and the marginalisation of vulnerable groups may hinder progress towards Goal 5 (Gender Equality) and Goal 10 (Reduced Inequalities). Ecological sustainability is also central to the approach, especially regarding Goal 11 (Sustainable Cities and Communities) and Goal 13 (Climate Action). The findings suggest that effective coordination, strong political support, and inclusive participation are vital to improving quality of life and local income. This study offers practical insights and policy recommendations for strengthening collaborative frameworks that promote sustainable and inclusive thematic village development.
Peningkatan Kualitas Nutrisi Pakan Sapi Potong Berbasis Bahan Lokal: Studi Kasus Pada Kelompok Tani di Blitar, Indonesia Mashudi; Kusmartono; Bisri, Mohammad; Muluk, Mujibur Rahman Khairul; Suprayitno, Eddy; Poespitasari Hazanah Ndaru; Kartika, Aprilia Dwi; Hidayat, Audiava Happy Kenthida Vanezza
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 9 No. 1 (2026): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis March
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2026.009.01.9

Abstract

Kelompok Tani “Sampurna” masih menghadapi kendala dalam penyediaan pakan sapi potong, terutama rendahnya kualitas nutrisi pakan, belum optimalnya pemanfaatan bahan pakan lokal, dan belum tersusunnya ransum sesuai kebutuhan ternak. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas nutrisi pakan sapi potong berbasis bahan lokal melalui formulasi produk pakan, pengolahan pakan, dan penguatan kapasitas peternak. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-deskriptif melalui observasi awal, penyuluhan, pelatihan, praktik formulasi dan pengolahan pakan, serta evaluasi hasil kegiatan. Produk pakan yang dihasilkan meliputi pakan steaming up, pakan flushing, konsentrat penggemukan, dan pakan lengkap. Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan protein kasar pakan steaming up, flushing, konsentrat penggemukan, dan pakan lengkap berturut-turut sebesar 16,43%; 15,34%; 14,40%; dan 12,20%. Pakan steaming up dan flushing memiliki kandungan protein lebih tinggi sehingga lebih sesuai untuk mendukung kebutuhan nutrisi ternak betina pada fase reproduksi, sedangkan pakan lengkap memiliki kandungan serat kasar tertinggi sebesar 21,41% sehingga lebih sesuai digunakan sebagai pakan harian. Kegiatan ini menunjukkan bahwa bahan pakan lokal dapat diolah menjadi beberapa produk pakan dengan kualitas nutrisi yang berbeda sesuai fungsi penggunaannya. Penerapan formulasi yang tepat, teknologi pengolahan pakan, dan dukungan sarana operasional mampu memperkuat sistem pengelolaan pakan yang lebih terencana, efisien, dan berkelanjutan pada tingkat kelompok peternak.