Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi Kebijakan Pengelolaan Suku Cadang Pada Alat Berat Excavator Sk200 Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Spares (rcs) Dan Inventory (studi Kasus : Po Rajawali Project) Shabrina Fauzani; Judi Alhilman; Nurdinintya Athari
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PO Rajawali Project merupakan salah satu perusahaan jasa perseorangan yang bergerak di bidang sewa alat berat konstruksi. PO Rajawali Project memiliki beberapa alat berat untuk disewakan, diantaranya forclift, buldozer, tandem roller, excavator, dump truck, dan crane. Diantara alat berat tersebut, excavator merupakan alat berat yang paling sering disewa. Untuk mencapai kepuasan konsumen atas jasa yang ditawarkan, maka perusahaan harus menunjang alat excavator dengan performansi kinerja mesin yang baik. Terdapat enam subsistem penyusun excavator yaitu bucket, arm, boom, cabin, upper structure, dan under carriage. Masing-masing subsistem terdiri lagi dari beberapa komponen penyusun. Suku cadang komponen memiliki peran penting dalam peningkatan kinerja sebuah mesin. Saat ini perusahaan belum memiliki sparepart management, sehingga diperlukan manajemen spareparts yang optimal agar kegiatan pemeliharaan dan operasional alat berat tidak terhambat. Yang perlu dilakukan dalam pengelolaan suku cadang yaitu pemilihan subsistem kritis menggunakan risk matrix. Berdasarkan hasil perhitungan risk matrix, terpilih tiga subsistem kritis yaitu bucket, arm, dan upper structure. Selanjutnya ditentukan pula komponen kritisnya menggunakan reliability centered spares worksheet (RCS worksheet). Hasil yang didapat berdasarkan perhitungan RCS worksheet yaitu terpilih 3 komponen kritis diantaranya komponen tooth bucket, seal arm, dan v-belt. Setelah itu, dihitung kebutuhan komponennya selama satu tahun menggunakan poisson process. Dari setiap komponen selanjutnya dilakukan perhitungan kebijakan inventory yang optimal sehingga didapat total biaya inventory yang dikeluarkan selama satu tahun sebesar Rp 16.752.771. Kata kunci : Inventory, Risk Matrix, Reliability Centered Spares Abstract PO Rajawali project is one of the individual service companies engaged in the sale of construction equipment. The Rajawali PO project has several heavy equipment for rent, for forklifts, bulldozers, tandem rollers, excavators, dump trucks, and cranes. Among these heavy equipment, excavators are the most commonly hired heavy equipment. To achieve customer satisfaction on the services offered, the company must support the excavator with a good engine performance. There are six subsystem of the excavator that is bucket, arm, boom, cabin, top structure, and under carriage. Each subsystem consists of several constituent components. Spare parts have an important role in the machine. Currently the company does not have sparepart management, so the optimal spare part management is required in order that activities and equipment are not hampered. The initial stage that needs to be done in the management of spare parts is the selection of critical subsystems using risk matrix. Based on the calculation of risk matrix, three critical subsystems are bucket, arm, and upper structure. Also apply critically by using spares-centered worksheets (RCS worksheets). The results obtained from the calculation of the RCS worksheet include 3 crtitical components are tooth bucket, a seal arm, and a vbelt. After that, the calculation of component requirement for one year using poisson process. From each component then done the calculation of optimal inventory policy. Total inventories incurred during one year amounted to Rp 16,752,771. Keywords: Inventory, Risk Matrix, Reliability Centered Spares ISSN
Perancangan Aplikasi Analisis Rcm (reliability Centered Maintenance) Dan Rcs (reliability Centered Spares) Dalam Menentukan Kebijakan Maintenance Dan Persediaan Spare Part Fatwa Anggayana Basanta; Judi Alhilman; Ahmad musnansyah
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Reliability Centered Maintenance (RCM) proses untuk menentukan apa yang harus dilakukan agar setiap aset fisik dapat terus melakukan fungsinya. Tujuan utama dari RCM adalah untuk mempertahankan fungsi sistem dengan cara mengidentifikasi mode kegagalan (failure mode) dan memprioritaskan kepentingan dari mode kegagalan kemudian memilih tindakan perawatan pencegahan yang efektif dan dapat diterapkan. Dalam menunjang kegiatan perawatan, hal yang perlu diperhatikan adalah spare part. Ketika suatu sistem mengalami shut down karena komponen yang rusak, nilai down time dapat dikurangi jika semua spare part yang dibutuhkan untuk mengganti komponen yang rusak tersebut tersedia. Reliability Centered Spares (RCS) adalah suatu pendekatan untuk menentukan inventory level suatu spare part berdasarkan trough-life costing dan kebutuhan peralatan dan operasi maintenance dalam mendukung inventory. Proses dalam analisis RCM dan RCS sangatlah panjang dan kurang efisien jika dikerjakan menggunakan perhitungan manual terutama jika equipment yang diteliti berjumlah banyak. Seorang maintenance analyst perlu menggunakan berbagai macam software yang sudah ada untuk membantu proses pengerjaan. Oleh karena itu, dibangun sebuah software yang dapat digunakan untuk menganalisis RCM dan RCS dan mempunyai fitur yang lebih lengkap sehingga memudahkan maintenance analyst dalam melakukan tugasnya. Dengan adanya software yang dibuat, akan memudahkan proses perhitungan dan penyimpanan hasil output dari RCM dan RCS. Kata Kunci: Aplikasi, Reliability Centered Maintenance, Reliability Centered Spares, Manajemen Spare Part
Usulan Kebijakan Perawatan Optimal Pada Hydraulic Lubrication Pneumatic (hlp) System Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (rcm) Dan Risk Based Maintenance (rbm) Di Pt Krakatau Steel (persero), Tbk Nadia Ulfa; Judi Alhilman; Nopendri Nopendri
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri baja merupakan salah satu bagian dari industri strategis di Indonesia. PT Krakatau Steel (Persero) merupakan salah satu perusahaan penghasil baja terbesar di Indonesia. Hot Strip Mill merupakan fasilitas produksi perusahaan yang memiliki kapasitas produk tertinggi sebesar 1,55 juta ton, yang menghasilkan Hot Rolled Coil (HRC) dan Hot Rolled Plate (HRP). Hydraulic Lubrication Pneumatic (HLP) berfungsi dalam menghilangkan scale selama proses pembuatan HRC dan HRP, sehingga HLP harus mampu dioperasikan secara optimal guna mencegah terjadinya kerusakan yang menghambat proses produksi. Dari hasil perhitungan menggunakan metode Risk Priority Number, Water System terpilih sebagai subsistem kritis yang perlu ditentukan kebijakan perawatan yang sesuai dengan karakteristik kerusakan dengan menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) serta konsekuensi dan risiko yang ditimbulkan akibat kerusakan menggunakan metode Risk Based Maintenance (RBM). Hasil pengolahan didapatkan kegiatan preventive maintenance yang tepat yaitu 12 scheduled on-condition tasks, 14 scheduled restoration tasks, dan 1 scheduled discard tasks. Interval waktu perawatan tiap subsistem berbeda-beda sesuai dengan task yang diperoleh. Hasil dari metode RBM diperoleh nilai risiko sebesar Rp Rp 70.465.063.812,86. Total biaya perawatan usulan didapatkan berdasarkan interval waktu yang optimal yaitu sebesar biaya perawatan usulan adalah sebesar Rp 227.703.139.578,47. Kata kunci: Maintenance, Preventive Maintenance, Reliability Centered Maintenance, Risk Based Maintenance
Usulan Kebijakan Preventive Maintenance Mesin Mori Seiki Nh4000 Dcg Dengan Metode Reliability Center Maintenance (rcm) Dan Risk Based Maintenance (rbm) (studi Kasus Pt Pudak Scientific) Fachri Husaini; Judi Alhilman; Nurdinintya Athari
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Pudak Scientific merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri pembuatan part pesawat terbang. Namun target produksi yang sering tidak tercapai menyebabkan loss revenue pada perusahaan. Penyebabnya yaitu breakdown mesin yang berakibat pada product reject, target produksi tidak tercapai, sehingga loss revenue pada perusahaan. Salah satu mesin yang sering mengalami breakdown yaitu Mori Seiki NH4000 DCG. Mori Seiki NH4000 DCG merupakan mesin bagian finishing untuk produk Blank fork End. Breakdown mesin yang cukup tinggi menyebabkan target produksi setiap bulannya sering tidak terpenuhi. Kegiatan perawat an yang tidak efektif dan efesien juga mengakibatkan biaya maintenance cukup besar. Berdasarkan hasil analisis risiko, system performance loss yang ditimbulkan cukup besar yaitu Rp 286.891.212 atau 3,773% dari kapasitas produksi mesin setahun. Angka ini melebihi kriteria penerimaan risiko oleh perusahaan yaitu sebesar 2% . Oleh karena itu perlu dilakukan kebijakan perawatan tepat untuk mesin Mori Seiki NH4000 DCG. Pendekatan yang dilakukan yaitu menggunakan Reliability Centered Maintenance dan Risk Based Maintenance. Berdasarkan dua pendekatan diatas didapatkan kebijakan interval waktu perawatan yang tepat sehingga kegiatan perawatan lebih efektif serta dapat meningkatkan efesiensi perawatan dengan menekan biaya perawatan yang sebelumnya Rp167.506.286 per tahun, menjadi Rp139.994.493 per tahun. Dengan adanya kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi breakdown mesin dan performance loss yang ditimbulkan. Kata kunci : Preventive Maintenance, Reliability centered maintenance, risk based maintenance, Performance loss
Optimasi Kebijakan Maintenance Dan Pengelolaan Spare Part Pada Mesin Caulking Line 6 Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (rcm) Dan Reliability Centered Spares (rcs) (studi Kasus : Pt Dns) Terrin Eliska; Endang Budiasih; Judi Alhilman
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT DNS merupakan salah satu industri manufaktur yang menghasilkan spark plug. Banyaknya mesin dibagian produksi PT DNS diperlukan kegiatan pemeliharaan agar mesin yang ada dapat bekerja tanpa menghambat proses produksi, oleh karena itu diperlukan kegiatan preventive maintenance yang tepat. Mesin caulking yang ada pada line 6 mengalami seringnya terjadi kerusakan. Mesin Caulking merupakan salah satu mesin yang harus selalu siap pakai dan mampu beroperasi secara optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Reliability Centered Maintenance (RCM) serta kebutuhan komponen pengganti cadangan (spare part) optimal yang harus tersedia di perusahaan dengan menggunakan metode Reliability Centered Spares (RCS). Berdasarkan hasil pengukuran dengan menggunakan metode RCM diperoleh kebijakan maintenance untuk subsistem kritis pada mesin Caulking adalah scheduled on-condition task sebanyak 6, Scheduled Discard Tasks sebanyak 3 dan Scheduled Restoration Tasks sebanyak 2. Interval waktu perawatan diperoleh berbeda-beda berdasarkan task masing-masing dan biaya perawatan usulan diperoleh Rp 2.321.757.069,00 dimana biaya tersebut lebih kecil dari biaya perawatan existing. Dan hasil dari metode RCS diperoleh kebutuhan spare part buat empat tahun kedepan yaitu untuk subsistem kritis Solenoid Valve Up-Down sebanyak 84 buah, subsistem kritis Piston Pump sebanyak 12 buah dan subsistem kritis Hydraulic Cylinder sebanyak 104 buah. Kata kunci : Preventive Maintenance, Reliability Centered Maintenance, Reliability Centered Spares
Optimalisasi Kebijakan Perawatan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (rcm) Dan Perencanaan Pengelolaan Suku Cadang Menggunakan Reliability Centered Spares (rcs) Pada Continuous Casting Machine 3 Slab Steel Plant Di Pt Krakatau Steel, Tbk Made Shanti Sarashvati; Judi Alhilman; Nopendri Nopendri
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Industri baja merupakan salah satu industri pendukung pembangunan nasional yang sedang direncanakan oleh pemerintah Indonesia. Permintaan baja nasional pada tahun 2013 mencapai 12,7 juta ton. Hal ini merupakan tantangan bagi industri baja nasional untuk tumbuh dan berkembang. PT Krakatau Steel merupakan satu-satunya industri nasional milik pemerintah yang bergerak di bidang produksi baja. Bisnis baja sangat berfluktuatif dipengaruhi oleh gejolak ekonomi dunia, akhir tahun 2012 harga baja turun sejalan dengan kelebihan suplai baja dunia oleh China. Pada tahun 2013, perusahaan memutuskan menghentikan operasi pabrik SSP (Slab Steel Plant) karena biaya produksi slab lebih tinggi dibandingkan pembelian bahan baku slab baja impor. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode RCM (Reliability Centered Maintenance) untuk mendapatkan interval waktu perawatan yang tepat. Pemilihan maintenance task berdasarkan perhitungan kualitatif menggunakan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) dan RCM Worksheet, didapatkan 1 scheduled oncondition, 5 scheduled restoration, 2 scheduled discard task dan 1 run to failure dilanjutkan perhitungan kuantitatif untuk mendapatkan interval perawatan. Selisih biaya perawatan apabila perusahaan menggunakan kebijakan maintenance usulan dibandingkan dengan kebijakan maintenance eksisting adalah Rp 12.476.379.035,01. Penelitian ini juga menggunakan metode RCS (Reliability Centered Spares) untuk memperhitungkan tingkat persediaan spare part yang harus disediakan perusahaan untuk setiap komponen kritis repairable dan non-repairable agar tidak terjadi stock out. Kata kunci : Failure Mode and Effect Analysis, RCM Worksheet, Reliability Centered Maintenance, Reliability Centered Spares
Usulan Kebijakan Perawatan Mesin Dan Kebijakan Pengelolaan Sparepart Mesin Fin Cnc Bl1412 Dengan Metode Reliability Centered Maintenance (rcm) Dan Reliability Centered Spares (rcs) Di Pt Duta Hita Jaya Muhammad Hamdan; Judi Alhilman; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - PT. Hita Jaya merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industri fabrikasi besi dan baja. Menjadi salah satu pendukung utama dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia yang saat ini terus berkembang ditandai dengan pembangunan jalan, bandara, pelabuhan, rel kereta api, dan beberapa fasilitas lainnya. Tower merupakan salah satu produk yang sering dipesan oleh pelanggan baik itu tower telekomunikasi atau tower listrik. Untuk menghindari kerusakan yang akan menghambat proses produksi yang telah ditargetkan sehingga berdampak pada kerugian maka dilakukanlah penelitian menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) untuk mendapatkan interval waktu perawatan yang tepat dan metode Reliability Centered Spares (RCS) untuk memperhitungkan tingkat persediaan sparepart yang harus disediakan agar tidak terjadi stock out. Pemilihan maintenance task berdasarkan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan RCM Worksheet dihasilkan sepuluh kegiatan Scheduled On-Condition kemudian dilanjutkan melakukan perhitungan kuantitatif untuk mendapatkan interval waktu perawatan dengan biaya perawatan usulan sebesar Rp 88.390.300,00. Hasil perhitungan RCS dengan metode poisson process yaitu komponen repairable seperti selang hidrolik membutuhkan 4 buah, selang pneumatic pada marking 4 buah dan selang pneumatic pada punching 9 buah. Komponen non-repairable seperti solenoid valve 10 buah, tubing 14 buah, baut L8 22 buah, limit switch 30 buah, dan oring koper 55 buah. Kata kunci: RCM Worksheet, Failure Mode and Effect Analysis, Poisson Process, Reliability Centered Maintenance, Reliability Centered Spares. Abstract - PT. Duta Hita Jaya is one of the companies in the iron and steel fabrication industry. Being one of the main support in infrastructure development in Indonesia, which is currently growing, is marked by the construction of roads, airports, ports, railroads and several other facilities. The tower is one of product that is often ordered by customers, whether it's a telecommunications tower or an electric tower. To avoid failure of the production that has an impact on production target with the result that make disadvantage to company, so this research is using the Reliability Centered Maintenance (RCM) method to get the proper maintenance time interval and the Reliability Centered Spares (RCS) method to calculate the level of spare parts inventory that must be provided so there is no stock out. Maintenance task election based on Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) and RCM Worksheet. The result was ten Scheduled On-Condition activities and then continued to do quantitative calculations to get a maintenance time interval with a proposed maintenance cost of Rp 88.390.300,00. The results of RCS calculation with the Poisson process method are repairable components such as hydraulic hose requiring 4 pieces, pneumatic hose on marking 4 pieces and pneumatic hose on punching 9 pieces. Non-repairable components such as 10 pieces of the solenoid valve, 14 pieces of tubing, 22 pieces of L8 bolts, 30 pieces of limit switches, and 55 pieces of oring koper . Keywords: RCM Worksheet, Failure Mode and Effect Analysis, Poisson Process, Reliability Centered Maintenance, Reliability Centered Spares.
Performance Assessment Berbasis Reliability Pada Continuous Casting Machine 3 (ccm 3) Pt Krakatau Steel (persero), Tbk Menggunakan Metode Reliability Availability Maintainability (ram) Analysis Dan Cost Of Unreliability (cour) Ika Praesita; Judi Alhilman; Nopendri Nopendri
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Industri baja merupakan industri strategis yang digunakan sebagai bahan baku penting bagi industriindustri secara keseluruhan, baik untuk infrastruktur, produksi barang modal, alat transportasi, otomotif, hingga persenjataan. World Steel Association mencatat, konsumsi baja per kapita pada tahun 2014, Indonesia mencapai 62,2 kg/kapita, namun angka tersebut masih tergolong rendah. Pemerintah Indonesia saat ini sadar akan hal tersebut dan merencanakan akan meningkatkan konsumsi baja nasional. Salah satu cara dalam mengurangi kerugian yang terjadi adalah dengan meningkatkan RAM (Reliability, Availability, Maintainability) dari mesin CCM 3. Dalam perhitungan RAM digunakan pemodelan RBD (Reliability Block Diagram) untuk mempermudah pemahaman terhadap sistem. Biaya yang dihasilkan dari masalah RAM dapat diketahui dengan menggunakan metode COUR (Cost of Unreliability). Hasil pengolahan data menggunakan RAM dengan pemodelan RBD didapatkan nilai reliability system sebesar 28,44% pada t = 936 dan nilai maintainability mesin sebesar 100% minimal membutuhkan waktu 13 jam. Dengan nilai inherent availability sebesar 99,47% dan operational availability sebesar 99,44%. Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan dengan menggunakan kebijakan perusahaan dan Key Performance Indicator IVARA, indikator availability telah mencapai target indikator yang diberikan. Dari hasil perhitungan menggunakan RAM didapatkan nilai COUR sebesar Rp 5.031.295.257,00 berdasarkan pada downtime atau corrective time. Kata Kunci : Availability, Cost of Unreliability, Key Performance Indicator, Maintainability, Reliability, Reliability Block Diagram
Analisis Penentuan Kebijakan Maintenance Pada Mesin Tenun 251 Dengan Menggunakan Metode Life Cycle Cost (lcc) Dan Overall Equipment Effectiveness (oee) (studi Kasus : Pt Buana Intan Gemilang) Vanita Zahra Zahirah; Judi Alhilman; Nurdinintya Athari
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Buana Intan Gemilang (BIG) merupakan sebuah perusahaan industri tekstil di Indonesia yang terletak di Jalan Tarajusari, Banjaran, Bandung Produk utama yang dihasilkan kain bermotif dan sajadah. Mesin tenun 251 adalah salah satu mesin tenun yang digunakan untuk memproduksi kain bermotif. Mesin tenun 251 memiliki downtime tertinggi pada tahun 2014 sehingga mesin tidak bekerja secara optimal dalam memproduksi kain bermotif. Untuk mengatasi hal tersebut, metode yang digunakan adalah LCC dan OEE. Berdasarkan metode LCC, total nilai LCC paling minimal sebesar Rp 967.826.380,00 dengan umur mesin optimal adalah tiga tahun dan jumlah maintenance crew optimal sebanyak satu orang untuk setiap shift. Berdasarkan metode OEE, didapatkan nilai OEE sebesar 81,20% dan faktor equipment failures dari six big losses sebesar 77,08% dari total losses. Kata Kunci : LCC, OEE, six big losses
Penilaian Kinerja Mesin Caulking Line 6 Dengan Menggunakan Metode Reliability Availability Maintainability (ram) Analysis Dan Overall Equipment Effectiveness (oee) (studi Kasus: Pt Dns) Annisa Azmi; Endang Budiasih; Judi Alhilman Judi Alhilman
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spark plug adalah sebuah media yang digunakan untuk proses pembakaran bahan bakar pada mesin bermotor. Spark plug memiliki fungsi yang vital, tanpanya kendaraan bermotor dipastikan tidak bisa menyala. Karena persaingan yang ketat untuk memproduksi spark plug setiap harinya, PT DNS harus meningkatkan kelancaran kegiatan produksinya dengan kesiapan mesin. Salah satu cara untuk mengukur kinerja mesin secara umum yaitu dengan menggunakan metode OEE dan untuk memperkecil kerugian yang kemungkinan harus ditanggung oleh perusahaan adalah dengan meningkatkan RAM dari mesin tersebut. Dengan menggunakan data berupa MTBF dan MTTR, berguna untuk menilai kinerja sistem. Berdasarkan pengolahan data RAM Analysis menggunakan pemodelan Reliability Block Diagram, subsistem kritis memiliki nilai reliability sebesar 68,99% pada waktu 112 jam berdasarkan pada analytical approach. Ratarata nilai maintainability subsistem pada t=25 jam adalah 97,42%. Nilai Inherent Availability sebesar 98,14% dan nilai Operational Availability sebesar 96,24%. Berdasarkan pada evaluasi yang telah dilakukan dengan menggunakan world class maintenance Key Performance Indicator, indikator dari leading dan lagging availability sudah mencapai target yang diberikan. Jika berdasarkan perhitungan metode OEE, nilai OEE mesin Caulking Line 6 sebesar 71,32%. Hasil tersebut masih di bawah standar yang ditetapkan oleh Japan Institute of Plant Maintenance, yaitu sebesar 85%. Dari six big losses diketahui bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap penurunan efektifitas mesin Caulking Line 6 adalah faktor reduce speed sebesar 40,9%. Kata kunci : OEE, RAM, Six Big Losses, Key Performance Indicator, Spark Plug, Reliability Block Diagram
Co-Authors Ade Rizka Eliyus Ade Rizka Eliyus, Ade Rizka Afiva, Wirda Hamro Agus Alex Yanuar Ahmad F Abdillah Ahmad Musnansyah Aji Pamoso Amanah Ansarullah Amelia Kurniawati Annisa Azmi Annisa Prias Maysarah Anselvi Mega Lestari Ariqa Radhwa Aulia, Valinouski Azmi, Moh Daffa Al Azylia Putri Denia Bewana, Zanuar Galang Budi Santosa Chairun Nisa Christanto Triwibisono Damanhuri Nurul Huda Destina Surya Dhamayanti Destina Surya Dhamayanti Destina Surya Dhamayanti, Destina Surya Devi Julietta Nainggolan Dhofar Shafarrizqullah Separman Dian Hayyu Rana Muna Dian Rahmania Ditya Dwi Astuti Dzakir, Daffa Mukhtar Endang Budiasih Fachri Husaini Fachri Husaini Fakhrul Razi Frima Fathnin, Nisrina Fatwa Anggayana Basanta Fitria, Tariza Fransiskus Tatas Dwi Atmaji Hario Ardi Nugroho Hidayat, Diansah I Gede Oka Mahendra Ida Bagus Yoga Samkhyaita Ihsan Mahdi Wiragunanto IKA PRAESITA IKA PRAESITA, IKA Indah Kurniawati Indira Kusuma Wardani Izzaqi, Pebrina Donna Jonathan, Fernaldi Lestari Atika Putri Litasari Widyastuti, Litasari Liza Nafiah Maulidina Liza Nafiah Maulidina Made Shanti Sarashvati Made Shanti Sarashvati Maulidina, Liza Nafiah Mohamad Rizky Utomo Mohammad Badar Mohammad Tajudin Mohammad Tajudin Muhamad Rafif Arrahman Muhammad Faris Solihin Muhammad Hamdan Muhammad Ilham Maulana Muhammad Ilham Z Muhammad Rifki Fadil Muhammad Siddiq Muhammad Tamami Dwi Saputra Muhammad Tamami Dwi Saputra Muthi Maisa Zulfatri Nadia Ulfa Nadia Ulfa Nainggolan, Devi Julietta Naufal Muhammad Iqbal Nisrina Fathnin Nopendri Nopendri Noviyanti Permata Sari Nuha, Hilyatun Nurdinintya Athari Supratman Nurrahman, Ferro Arief Nurul Sholihah Ekowati Oktaria Tyas Pambayun Pebrina Donna Izzaqi Pradipta, Sandy Argya Prima Hutama Putra Abdi Putri Ratnasari Putro, Budi Laksono Putu Eka Dewi Karunia Wati Rahmat Mulyana Rd. Rohmat Saedudin Reano Anggradwika Revy Desfriansyah Rosi Pratiwi Samlistiya, Fahmi Rizal Saputra, Muhammad Tamami Dwi Sarashvati, Made Shanti Sari Wulandari Selvi Marcellia Shabrina Fauzani Shintya Asih Angelita Tampubolon Sutrisno Sutrisno Sutrisno Sutrisno Syahda Bintarum Taufiq Ismail, M Terrin Eliska Ully Tri Kirana Ully Tri Kirana Ully Tri Kirana, Ully Tri Valinouski Aulia Vanita Zahra Zahirah Warih Puspitasari Wirda Hamro Afiva Wirda Hamro Afiva Yudha Permana Yuli Adam Prasetyo Zhafran Ega