Claim Missing Document
Check
Articles

Usulan Kebijakan Perawatan Mesin Cetak Goss Universal Dengan Metode Reliability Availability Maintainability (ram) Analysis Dan Overall Equipment Effectiveness (oee) Muhammad Tamami Dwi Saputra; Judi Alhilman; Nurdinintya Athari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah berkembang saat ini semakin pesat, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan informasi itu sendiri. Dengan memproduksi koran setiap harinya maka keadaan tersebut memaksa PT Pikiran Rakyat untuk lebih meningkatkan kelancaran, efektivitas dan efisiensi kegiatan percetakannya. Salah satu cara untuk mengukur kinerja mesin secara umum yaitu dengan menggunakan metode OEE dan untuk memperkecil kerugian yang kemungkinan harus ditanggung oleh perusahaan adalah dengan meningkatkan Reliability, Availability & Maintainability (RAM). Dengan menggunakan data-data berupa MTTF dan MTTR dari setiap subsistem dari mesin cetak. Berdasarkan perhitungan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness, dengan melakukan perhitungan berdasarkan tiga parameter utama yaitu nilai Availability sebesar 75%, nilai Performance sebesar 97%, dan nilai Quality sebesar 98%, maka sistem memiliki nilai OEE sebesar 71.60% dengan penelitian selama delapan bulan atau 5760 jam. Sistem memiliki nilai reliability sebesar 10.59% pada waktu 70 jam berdasarkan pada analytical approach. Perhitungan maintainability dengan menggunakan pemodelan reliability block diagram, didapatkan bahwa seluruh unit dalam sistem memiliki peluang untuk diperbaiki minimal 12 jam untuk dapat berfungsi kembali dengan probabilitas 100% untuk mencapai kondisi semula. Selama delapan bulan penelitian, Inherent Availability dari sistem adalah 99.52% berdasarkan pada analytical approach dan Operational Availability dari sistem adalah 73.91%. Kata Kunci : Reliability, Availability, Maintainability, KPI, RBD, OEE
Usulan Kebijakan Preventive Maintenance Pada Mesin Waldrich Siegen Dengan Menggunakan Metode Risk Based Maintenance (rbm) Dan Life Cycle Cost (lcc) Di Pt Xyz (persero) Noviyanti Permata Sari; Judi Alhilman; Nurdinintya Athari SUPRATMAN
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT XYZ (Persero) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan penjualan alat utama sistem senjata, produk industri, serta beberapa produk komersial. Produk-produk unggulan yang dihasilkan seperti produk konstruksi, pertanian, perkapalan, pertambangan dan kelistrikan. Produk unggulan dengan ukuran yang mayoritas besar diproduksi oleh bagian divisi alat berat. Mesin Waldrich Siegen merupakan mesin produksi yang memiliki downtime tertinggi sehingga mesin tidak dapat bekerja optimal dan memerlukan kebijakan perawatan. Metode yang digunakan pada penelitian adalah Risk Based Maintenance (RBM) dan Life Cycle Cost (LCC). Metode Risk Based Maintenance digunakan untuk mengetahui seberapa besar konsekuensi dan nilai risiko yang dihasilkan akibat kerusakan mesin Waldrich Siegen. Metode Life Cycle Cost (LCC) digunakan untuk menentukan retirement age, maintenance set crew, dan mengetahui total life cycle cost optimal pada mesin Waldrich Siegen. Berdasarkan metode RBM, didapatkan nilai konsekuensi dan risiko sebesar Rp 284.817.600,00 dengan persentase 0,90%. Risiko ini melewati batas kriteria penerimaan risiko yaitu 0,40% pada mesin Waldrich Siegen. Berdasarkan metode LCC, didapatkan retirement age mesin Waldrich Siegen selama tiga tahun dengan jumlah maintenance set crew yang terdiri dari satu orang, dan total life cycle cost yang minimum sebesar Rp 413.882.541,00. Kata Kunci: Risk Matrix, Risk Based Maintenance, Life Cycle Cost, Retirement Age, Maintenance Set Crew Abstract PT XYZ (Persero) is a company engaged in the production and sales of main tool weapon systems, industrial products, and some commercial products. Excellent products are produced such as construction products, agriculture, shipping, mining and electricity. Excellent products with a large sizes produced by heavy equipment division. Waldrich Siegen engine is the production machine that has the highest downtime so that the machine can not work optimally and require maintenance policy. The method used in this research is Risk Based Maintenance (RBM) and Life Cycle Cost (LCC). Risk Based Maintenance method is used to find out how big the consequences and the value of risk resulting from damage to engine Waldrich Siegen. Life Cycle Cost (LCC) method is used to determine retirement age, maintenance set crew, and know the total life cycle cost optimal on Waldrich Siegen machine. Based on RBM method, we get the value of consequence and risk of Rp 284.817.600,00 with percentage 0,90%. This risk exceeds the risk acceptance criteria of 0.40% on the Waldrich Siegen engine. Based on the LCC method, there was a retirement age of Waldrich Siegen engine for four years, with maintenance crew consisting of one person, and a minimum life cycle cost of Rp 413.882.541,00. Keyword : Risk Matrix, Risk Based Maintenance, Life Cycle Cost, Retirement Age, Maintenance Set Crew
Kebijakan Warranty Pada Mesin Absorption Chiller Dengan Pendekatan Satu Dimensi Di Balai Termodinamika Motor Dan Propulsi Reano Anggradwika; Judi Alhilman; Warih Puspitasari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses bekerja mesin akan mengalami penurunan kualitas dan produktifitas atau reability bila digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama. Dalam reability terdapat istilah warranty. Warranty memiliki definisi sebagai bentuk perlindungan dari produsen untuk konsumen apabila produk mengalami kerusakan dengan mematuhi aspek -aspek dari produsen atau yang telah disepakati bersama dengan konsumen sebelum melakukan pembelian produk. Balai Termodinamika Motor Dan Propulsi (BTMP) merupakan bagian dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Sejak awal beroperasi pada tahun 1994, BTMP telah bekerjasama dengan berbagai kalangan yang berasal dari lembaga penelitian, perguruan tinggi, departemen teknis pemerintah, lembaga pemerintah non departemen, organisasi profesi dan industri yang bergerak dalam bidang termodinamika, perpindahan kalor dan motor bakar. Fasilitas dan kemampuan ini merupakan aset negara yang perlu dimanfaatkan bersama untuk dapat memajukan industri Indonesia dalam menghadapi era pasar global. Pada penelitian ini mesin yang diteliti yaitu absorption chiller yang berfungsi sebagai pendingin udara pada suatu bangunan atau gedung. Kata kunci : warranty, keandalan, Pemburukan
Perencanaan Kebijakan Perawatan Mesin Corazza Ff100 Pada Line 3 Pt. Xyz Dengan Metode Reliability Centered Maintenance (rcm) Ii Ully Tri Kirana; Judi Alhilman; Sutrisno Sutrisno
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. XYZ merupakan produsen yang bergerak dalam bisnis keju. Meskipun telah menerapkan kegiatan preventive maintenance, frekuensi kerusakannya masih tinggi menyebabkan terhambatnya kelancaran proses produksi serta mengindikasikan nilai keandalannya kecil. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kegiatan perawatan yang tepat sesuai dengan karakteristik kerusakan serta interval waktu kegiatan perawatan pada mesin Corazza FF100 dengan analisis Reliability Centered Maintenance (RCM) II yang menekankan pada karakteristik keandalan (reliability). Melakukan identifikasi risiko yang dipetakan dalam risk matrix. Tahapan dalam RCM yaitu pengukuran kualitatif dilakukan dengan membuat Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi penyebab serta efek terjadinya kegagalan komponen. Untuk mengetahui konsekuensi yang ditimbulkan dilakukan klasifikasi menggunakan Logic Tree Analysis (LTA) kemudian pemilihan tindakan kegiatan perawatan (maintenance task). Tahap selanjutnya yaitu pengukuran kuantitatif dengan melakukan pengumpulan data kerusakan dan data perbaikan untuk menghitung nilai MTTF dan MTTR yang diolah untuk mendapatkan interval waktu perawatan. Maintainable item pada mesin Corazza FF100 berjumlah 27. Berdasarkan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) untuk menentukan maintenance task yang sesuai didapatkan 67 maintenance task. Terdapat 17 scheduled discard task, 15 scheduled restoration task, 31 scheduled on condition dan 4 failure finding. Interval waktu perawatan ditentukan berdasarkan kebijakan perawatannya dengan mempertimbangkan karakteristik kerusakan, parameter distribusi dan biaya perawatan. Kata kunci : preventive maintenance, reliability-centered maintenance, risk matrix
Perancangan Aplikasi Perhitungan Oee (overall Equipment Effectiveness) Dan Analisis Rcm (reliability Centered Maintenance) Dalam Menentukan Kebijakan Maintenance Damanhuri Nurul Huda; Judi Alhilman; Budi Laksono Putro
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan peradaban manusia juga telah memacu peningkatan kebutuhan dan keinginan baik dalam jumlah, variasi jenis, dan tingkat mutu. Perkembangan ini menimbulkan tantangan untuk dapat memenuhi keinginan tersebut dengan cara meningkan kemampuan dan menghasilkannya. Peningkatan kemampuan penyediaan atau produksi barang merupakan usaha yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk dapat memenuhi kebutuhan secara efektif dan efisien. Salah satu bidang yang terpengaruhi adanya perkembangan teknologi komputer adalah dibidang Maintenance Management. Maintenance Management, menurut The American Management Association, Inc.(1971), adalah kegiatan rutin, pekerjaan berulang yang dilakukan untuk menjaga kondisi fasilitas produksi agar dapat dipergunakan sesuai dengan fungsi dan kapasitas sebenarnya secara efisien. Ini berbeda dengan perbaikan. Pemeliharaan (Maintenance) juga didefinisikan sebagai suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu barang dalam, atau memperbaikinya sampai suatu kondisi yang bisa diterima (BS3811, 1974 dalam Corder,1992). Dari permasalah tersebut munculah suatu gagasan untuk membuat aplikasi berbasis Windows untuk membantu masalah di bidang Maintenance, yang didalamnya dapat melakukan kalkulasi, pengelolaan, dan pendataan. Bahasa pemograman yang digunakan adalah C# dimana aplikasi yang digunakan adalah Microsoft Visual Studio 2012. Dengan adanya Aplikasi Perhitungan OEE dan RCM ini dapat mempermudah perhitungan OEE (Overall Equipment Effectiveness) dan RCM (Reliability Centered Maintenance) sehingga hasil yang didapatkan dapat diketahui dengan mudah dan sesuai dengan perhitungan yang telah dilakukan. Kata Kunci : OEE, RCM, LTA, C#
Optimasi Interval Inspeksi, Estimasi Remaining Life, Dan Total Maintenance Crew Pada Mesin Caulking Line Produksi Ke-6 Menggunakan Metode Risk Based Inspection (Rbi) Dan Life Cycle Cost (Lcc) Pada Pt Dns Ihsan Mahdi Wiragunanto; Endang Budiasih; Judi Alhilman
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT DNS berdiri sejak tahun 1975, perusahaan tersebut bergerak di bidang manufaktur komponen otomotif yang memproduksi spark plug, produk ini mempunyai peranan vital sebagai alat untuk menghasilkan percikan bunga api yang diperlukan untuk membakar campuran udara dan bahan bakar yang disebut dengan Spark Ignition Engine (SIE) tanpa adanya spark plug maka kendaraan bermotor tidak dapat beroperasi. Karena banyaknya pesanan yang diterima dari para customer nya, maka PT DNS harus dapat mengoptimalkan kinerja mesin dan maintenance crew yang dimiliki, dimana poin tersebut merupakan sumber daya penunjang utama dalam berjalannya proses produksi. Penelitian ini menggunakan 2 metode yaitu Risk Based Inspection (RBI) dan Life Cycle Cost (LCC). Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode RBI, telah didapatkan rata-rata Remaining Life berdasarkan laju korosi yang mempengaruhi sisa ketebalan dinding pipa untuk komponen yang memiliki nilai Risk Priority Number paling besar dari subsystem kritis selama 29 tahun, pada hasil remaining life tersebut dapat dijadikan dasar untuk mengoptimalkan jadwal interval inspeksi berdasarkan level resiko yang telah ditentukan melalui metode Risk Matrix, dimana usulan ini bertujuan untuk tetap menjaga kinerja mesin dalam memproduksi jumlah spark plug dan meminimalisir pengeluaran untuk biaya inspeksi. Berdasarkan hasil penelitian yang menggunakan metode LCC, telah didapatkan total biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk 29 tahun kedepan berdasarkan rata-rata remaining life yang telah didapat, terhitung dari tahun 2015 sampai 2043, dan pada tahun ke-14 (2028) merupakan nilai Total Annual LCC yang terkecil dengan kondisi maintenance set crew M=1, dimana terjadi keseimbangan terbaik untuk seluruh komponen biaya yang dikeluarkan senilai Rp 918.907.948,10. Berdasarkan nilai minimal Total Annual LCC yang sudah terpilih dimana kondisi maintenance set crew M=1 maka jumlah maintenance crew yang optimal berjumlah 2 teknisi, kondisi ini berdasarkan dengan maintenance cost dan juga shortage cost yang dikeluarkan oleh perusahaan. Kata Kunci : Interval Inspeksi, Remaining Life, Maintenance Crew, Risk Based Inspection, Life Cycle Cost. Abstract PT DNS was established in 1975, it is an automotive components manufacturing company that produced the spark plug, this product has important role as a tool as needed to ignite a mixture of air and fuel called Spark Ignition Engine (SIE), motorized vehicles cannot be operated without spark plugs. With a lot of order came from its customers, the company must be able to optimized machine’s work and its maintenance crew, since it’s the main supporting resources of production process. There are two methods was used in this research, which are Risk Based Inspection (RBI) and Life Cycle Cost (LCC). Based on the results of research using RBI methods, has obtained an average Remaining Life based on the corrosion rate that affects the remaining wall thickness pipes for components that has the highest Risk Priority Number value from the critical subsystem for 29 years , Based on that result, interval inspection schedule can be optimized based on level of risk which is determined by Risk Matrix method, which this proposal aims to maintain the performance of the engine in producing a spark plug and minimize expenses for inspection fees. Based on the results of research using LCC method, the total cost that will be spent by the company for the next 29 years based on the average remaining life, starting from 2015 until 2043, and in the 14th year (2028) is the smallest Total Annual LCC value with maintenance set crew conditions M = 1, where there is the best balance for all components of the costs is worth Rp 918.907.948,10. Based on a minimum value of Total Annual LCC has been chosen where the condition maintenance crew sets M = 1, so 2 technicians is the optimal amount of maintenance crew, this condition is based on maintenance cost as well shortage cost that will be spent by the company. Key Words : Interval Inspection, Remaining Life, Maintenance Crew, Risk Based Inspection, Life Cycle Cost
Usulan Penentuan Kebijakan Perawatan Mesin Rotari Stork Dengan Menggunakan Metode Reliability-centered Maintenance Ii (rcm Ii) Di Pt Kharisma Printex Bandung Amanah Ansarullah; Judi Alhilman; Sutrisno Sutrisno
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Kharisma Printex merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang tekstil yang memproduksi kain printing siap pakai polos dan bermotif serta kain celup. Dalam menjalankan proses produksi tersebut, mesin yang digunakan tentunya memegang peranan penting agar produk yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dengan jumlah atau target yang sesuai dengan kapasitas produksi mesin. Salah satu mesin yang memiliki peran sangat penting yakni mesin printing Rotari STORK. Penentuan kebijakan perawatan yang dilakukan yaitu dengan menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM II) untuk level maintainable item pada mesin. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan RCM dan penggunaan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Logic Tree Analysis (LTA), didapatkan 3 kebijakan untuk seluruh maintainable item mesin Rotari STORK yang meliputi scheduled on-condition, scheduled restoration dan scheduled discard task. Terdapat 2 maintainable item yang termasuk ke dalam kebijakan scheduled on-condition, 8 maintainable item dengan scheduled restoration dan 6 maintainable item dengan scheduled discard. Interval waktu perawatan untuk masing-masing komponen ditentukan berdasarkan kebijakan perawatannya dengan mempertimbangkan karakteristik kerusakan, parameter distribusi dan biaya perawatan. Total biaya untuk perawatan eksisting adalah Rp. 15.805.962. Dan total biaya untuk mengimplementasikan perawatan usulan adalah Rp. 41.165.500. Dengan mengimplementasikan kegiatan perawatan usulan, perusahaan dapat melakukan kegiatan perawatan hingga level komponen dan menyeluruh. Kata Kunci : maintainable item, reliability centered maintenance II, scheduled task
Design Of Life Cycle Cost (lcc) Analysis Csharp Based Software To Increase The Effectiveness And Efficiency In Machine Maintenance Indah Kurniawati; Judi Alhilman; Budi Laksono Putro
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisation era is era where technology becomes primary need for every sector in industry. Technology that usually used by manufacturer are robot, machine, information system/ technology, etc. Those technology can help the company to minimize defect and control the poduction time which is one of quality control system scope. One of quality control aspect is maintenance management which often become an issue in a company because it spend a lot of money. Thus, in this era most of company are challenged to find a method that make maintenance more efficient and effective, minimize cost and complexity. The method that suitable with this case is life cycle cost analysis. Unfortunately, most of company lack of industrial engineer in their maintenance department that cause life cycle cost can not be applied in those company, whereas life cycle cost analysis is method that can help the company to get the optimum lifespan of machine or equipment, and how many maintenance crew that needed in every maintenance activity for each machine which drive to the minimum overall cost that has to be paid during the lifespan of machine or equipment. The aim of this research is to build an application or software that can help the company and maintenance department to perform life cycle cost analysis. With this application, it is expected that many companies can push down their expenses and make the machine perform better. Keywords: life cylce cost, LCC, csharp, C#, application, software, maintenance.
Optimasi Interval Waktu Perawatan Mesin Rotari Stork Dengan Menggunakan Metode Risk-based Maintenance (rbm) Di Pt Kharisma Printex Ditya Dwi Astuti; Judi Alhilman; Sutrisno Sutrisno
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Kharisma Printex adalah sebuah perusahaan yang bergerak di industri tekstil yang memproduksi kain printing dan kain celup. Mesin utama yang digunakan dalam menunjang kegiatan produksinya yaitu mesin Rotari STORK. Jika mesin mengalami kerusakan dan mengakibatkan breakdown maka kegiatan produksi akan terhenti, sehingga PT. Kharisma Printex harus mampu mengetahui risiko-risiko yang didapat jika mesin tersebut mengalami kerusakan. Tingginya frekuensi kerusakan mesin Rotari STORK menimbulkan tingginya biaya perawatan dan risiko kerusakan yang merugikan. Oleh karena itu perlu dilakukan adanya kegiatan preventive maintenance secara optimal. Berdasarkan system breakdown structure, terpilih maintainable item (MI) yaitu MI dancing roll, MI padder roll, MI roll kloth guider, MI pompa obat, MI blanket, MI beam, MI washer, MI main motor blanket, MI conveyor, MI dryer, MI blower, MI main motor conveyor, MI tension bar, MI dancing matic, MI roll platter dan MI main motor platter. Maintainable item tersebut selanjutnya dijadikan objek penelitian untuk penentuan optimasi interval waktu perawatannya menggunakan metode Risk-Based Maintenance (RBM). Kegiatan perawatan yang optimal merupakan perawatan yang efektif dan efisien. Efektif ditandai dengan tingginya reliabilitas sistem, sedangkan efisien mengacu kepada kecilnya biaya perawatan dan risiko kerusakan yang kemungkinan muncul dari kegiatan perawatan yang sesuai dengan optimasi interval waktu perawatan. Berdasarkan hasil pengolahan data, didapatkan interval waktu perawatan optimal yaitu jam 1440 untuk dancing roll, 1440 jam untuk padder roll, 1080 untuk roll kloth guider, 540 jam untuk pompa obat, 540 jam untuk blanket, 480 jam untuk beam, 1080 untuk washer, 480 jam untuk main motor blanket, 1080 untuk conveyor, 720 untuk dryer, 720 untuk blower, 480 untuk main motor conveyor, 1080 untuk tension bar, 1440 untuk dancing matic, 1440 untuk roll platter dan 540 untuk main motor platter dengan nilai reliabilitas antara 0,3 sampai dengan 0,5. Kegiatan interval waktu perawatan usulan ini memberikan total risiko sebesar Rp 55.565.323,60 lebih kecil dibandingkan dengan total risiko perawatan existing yaitu sebesar Rp 102.754.312,77. Kata Kunci : reliabilitas, RBM, preventive maintenance, maintainable item, optimasi interval waktu perawatan
Usulan Penerapan Total Productive Maintenance (tpm) Untuk Meningkatkan Efektivitas Mesin Dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (oee) Pada Plant Large Volume Parenteral Pt Sanbe Farma Cimareme Unit Iii Muhammad Siddiq; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Judi Alhilman
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Sanbe Farma Cimareme Unit III merupakan salah satu industri manufaktur yang bergerak dibidang farmasi yang memproduksi infus. Mesin R125 (Shinva) merupakan salah satu mesin filling produk infus 500 ml yang harus selalu siap pakai karena akan mempengaruhi target produksi dan pendapatan perusahaan. Karena tingginya frekuensi kerusakan pada mesin R125 di tahun 2017 sebesar 184 kali kerusakan menyebabkan rendahnya nilai efektivitas mesin, maka diperlukan penerapan kegiatan yang dapat meningkatkan efektivitas mesin R125. Pada penelitian ini kegiatan yang akan diterapkan adalah Total Productive Maintenance (TPM) yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas mesin R125. Sebelum melakukan penerapan TPM, terlebih dahulu dilakukan analisis dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) yang berfungsi untuk menganalisis kondisi existing dari efektivitas mesin R125. Berdasarkan Perhitungan efektivitas mesin R125 pada periode Januari-Desember 2017 dengan menggunakan metode OEE diperoleh nilai OEE sebesar 13.847%. Nilai OEE tersebut belum mencapai nilai Standart World Class yang ditetapkan yaitu sebesar 85%. Kemudian dilakukan analisis dari Six big loss yang menyebabkan rendahnya nilai OEE. Faktor dari Six big loss yang paling mempengaruhi nilai OEE pada mesin 125 adalah Idling and Minor Stoppage Loss dan Set-up and Adjustment Loss yaitu sebesar 42.68% dan 28.16% dari total keseluruhan Six big Loss. Kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan diagram sebab-akibat (fish bone) untuk mengetahui penyebab terjadinya faktor Six big loss yang paling mempengaruhi nilai OEE dengan mempertimbangkan faktor manusia, lingkungan, metode, material/sparepart, dan mesin. Kata Kunci: Total Productive Maintenance (TPM), Overall Equipment Effectiveness (OEE), Efektivitas, Diagram Sebab-Akibat (Fish Bone), Downtime. Abstract PT Sanbe Farma Cimareme Unit III is one of the manufacturing industry engaged in the pharmacy that produces infusion. R125 machine is one of the filling machine of 500 ml infusion products that must always be ready to use because it will affect production targets and company revenue. Due to the high frequency of failure on the R125 machine in 2017 of 184 times failures causing the low value of machine effectiveness, it is necessary to implement activities that can improve the effectiveness of R125 machine. In this research the activity to be applied is Total Productive Maintenance (TPM) which aims to improve the effectiveness of R125 machine. Prior to implementing TPM, firstly done the analysis by using Overall Equipment Effectiveness (OEE) method to analyze the existing condition of R125 machine effectiveness. Based on the calculation of R125 machine effectiveness in the period of January-December 2017 using OEE method obtained OEE value of 13.847%. The value of the OEE has not reached the standard of World Class Standards at 85%. Then do analysis of Six big loss that cause low value of OEE. Factors of Six big loss that most affect the value of OEE on machine 125 is Idling and Minor Stoppage Loss and Set-up and Adjustment Loss which is equal to 42.68% and 28.16% of the total Six big Loss. Then do analysis by using a cause-effect diagram (fish bone) to determine the cause of the occurrence of Six big loss factors that most affect the value of OEE by considering the human factors, environment, methods, materials / spareparts, and machinery. Keywords : Total Productive Maintenance (TPM), Overall Equipment Effectiveness (OEE), Effectiveness, Cause-Effect Diagram (Fish Bone), Downtime.
Co-Authors Ade Rizka Eliyus Ade Rizka Eliyus, Ade Rizka Afiva, Wirda Hamro Agus Alex Yanuar Ahmad F Abdillah Ahmad Musnansyah Aji Pamoso Amanah Ansarullah Amelia Kurniawati Annisa Azmi Annisa Prias Maysarah Anselvi Mega Lestari Ariqa Radhwa Aulia, Valinouski Azmi, Moh Daffa Al Azylia Putri Denia Bewana, Zanuar Galang Budi Santosa Chairun Nisa Christanto Triwibisono Damanhuri Nurul Huda Destina Surya Dhamayanti Destina Surya Dhamayanti Destina Surya Dhamayanti, Destina Surya Devi Julietta Nainggolan Dhofar Shafarrizqullah Separman Dian Hayyu Rana Muna Dian Rahmania Ditya Dwi Astuti Dzakir, Daffa Mukhtar Endang Budiasih Fachri Husaini Fachri Husaini Fakhrul Razi Frima Fathnin, Nisrina Fatwa Anggayana Basanta Fitria, Tariza Fransiskus Tatas Dwi Atmaji Hario Ardi Nugroho Hidayat, Diansah I Gede Oka Mahendra Ida Bagus Yoga Samkhyaita Ihsan Mahdi Wiragunanto IKA PRAESITA IKA PRAESITA, IKA Indah Kurniawati Indira Kusuma Wardani Izzaqi, Pebrina Donna Jonathan, Fernaldi Lestari Atika Putri Litasari Widyastuti, Litasari Liza Nafiah Maulidina Liza Nafiah Maulidina Made Shanti Sarashvati Made Shanti Sarashvati Maulidina, Liza Nafiah Mohamad Rizky Utomo Mohammad Badar Mohammad Tajudin Mohammad Tajudin Muhamad Rafif Arrahman Muhammad Faris Solihin Muhammad Hamdan Muhammad Ilham Maulana Muhammad Ilham Z Muhammad Rifki Fadil Muhammad Siddiq Muhammad Tamami Dwi Saputra Muhammad Tamami Dwi Saputra Muthi Maisa Zulfatri Nadia Ulfa Nadia Ulfa Nainggolan, Devi Julietta Naufal Muhammad Iqbal Nisrina Fathnin Nopendri Nopendri Noviyanti Permata Sari Nuha, Hilyatun Nurdinintya Athari Supratman Nurrahman, Ferro Arief Nurul Sholihah Ekowati Oktaria Tyas Pambayun Pebrina Donna Izzaqi Pradipta, Sandy Argya Prima Hutama Putra Abdi Putri Ratnasari Putro, Budi Laksono Putu Eka Dewi Karunia Wati Rahmat Mulyana Rd. Rohmat Saedudin Reano Anggradwika Revy Desfriansyah Rosi Pratiwi Samlistiya, Fahmi Rizal Saputra, Muhammad Tamami Dwi Sarashvati, Made Shanti Sari Wulandari Selvi Marcellia Shabrina Fauzani Shintya Asih Angelita Tampubolon Sutrisno Sutrisno Sutrisno Sutrisno Syahda Bintarum Taufiq Ismail, M Terrin Eliska Ully Tri Kirana Ully Tri Kirana Ully Tri Kirana, Ully Tri Valinouski Aulia Vanita Zahra Zahirah Warih Puspitasari Wirda Hamro Afiva Wirda Hamro Afiva Yudha Permana Yuli Adam Prasetyo Zhafran Ega