Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Usulan Pengaturan Penggunaan Lift Dengan Algoritma Genetika Untuk Minimasi Waiting Time Lift Di Gedung Tult Lukman, Harits Faishal; Oktafiani, Ayudita; Nopendri, Nopendri
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan transportasi vertikal, khususnya lift, merupakan komponen penting dalam pengelolaan gedung-gedung modern seperti Gedung TULT di Telkom University. 5 dari 10 lift pada gedung ini mengalami ketidaksetaraan beban kerja sehingga waktu tunggu antar-lift tidak merata, khususnya selama periode sibuk seperti pergantian kelas dan jam makan siang. Ketidaksetaraan ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan inefisiensi dalam penggunaan fasilitas lift. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penjadwalan lift di Gedung TULT dengan menggunakan algoritma genetika untuk meminimalkan waktu tunggu pengguna lift, serta meningkatkan efisiensi dan kenyamanan penggunaan fasilitas tersebut. Dalam penelitian ini, model penjadwalan lift dioptimalkan dengan mempertimbangkan berbagai parameter seperti jumlah lift, jumlah lantai, dan pola penggunaan selama periode puncak. Data asli mengenai waktu tempuh lift dan jumlah lantai yang dilayani dikumpulkan untuk membangun model simulasi. Algoritma genetika diterapkan untuk mencari solusi optimal yang dapat mengurangi waktu tunggu rata-rata dan distribusi beban antar-lift. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan algoritma genetika dapat secara signifikan mengurangi waktu tunggu total lift di Gedung TULT. Data simulasi memperlihatkan penurunan average waiting time dari 177 detik pada penjadwalan awal menjadi 135 detik pada penjadwalan yang dioptimalkan Perbaikan ini dicapai melalui penyesuaian jadwal dan pembagian beban lift yang lebih merata, yang pada gilirannya mengurangi ketidaknyamanan pengguna dan meningkatkan efisiensi operasional lift. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya penerapan teknik optimasi dalam pengelolaan fasilitas transportasi vertikal untuk meningkatkan pengalaman pengguna di gedung-gedung dengan intensitas tinggi. Kata kunci— Algoritma Genetika, Lift, Waiting Time, Lantai, Penjadwalan
Designing The Estimation of The Need for Spare Parts and Inventory Policy on The D32 CP8 Compressor Machine Prasetyo Nugroho, Herlambang; Tatas Dwi Atmaji, Fransiskus; Nopendri, Nopendri
Infotekmesin Vol 14 No 1 (2023): Infotekmesin: Januari, 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/infotekmesin.v14i1.1482

Abstract

Based on damage data owned by PT XYZ, the compressor engine that has a history of high damage is the D32 CP8 Compressor Engine. Critical components of the D32 CP 8 Compressor are determined using a risk matrix. The critical components selected from the D32 CP8 Compressor Engine are Screw Motor, Refrigerant Air Cooler, and Cylinder Bearing Oil Cooler. This study uses the Reliability Centered Spares (RCS), Min-Max Stock, and Reorder Point (ROP) methods. The data collection and processing results obtained the need for critical components in the next 1 year based on the MTTF critical component data. These calculations show that the value of the required spare parts for the Motor Screw, Refrigerant Air Conditioner, and Cylinder Bearing Oil Cooler in a year is 8 components. The minimum Stock of the Screw Motor is 3 components, the maximum stock is 8 components, ReOrder Point point is 4 components. The minimum stock of 4 component air coolers, maximum stock of 7 components, ReOrder Point when 3 components. The minimum stock of a Cylindrical Bearing Oil Cooler is 2 components, the maximum stock is 6 components, and the ReOrder Point is when there are 2 components.
Maintenance System of Universal Goss Printing Machine based on failure data using RCM and RCS method Sarashvati, Made Shanti; Nopendri, Nopendri; Alhilman, Judi; Atmaji, Fransiskus Tatas Dwi; Aulia, Valinouski
International Journal of Innovation in Enterprise System Vol. 2 No. 2 (2018): International Journal of Innovation in Enterprise System
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Over time a machine will get experience a decrease in reliability, causing the engine to be damaged at the time of operation, thus disrupting the production line. To maintain a machine remains reliable then a good maintenance system is required. In this research, we will use Reliability Centered Maintenance (RCM) and Reliability Centered Spare (RCS) analysis on the critical system of Goss Universal printing machine based on engine failure data. The result of RCM analysis obtained the optimal preventive maintenance schedule and the type of treatment, while based on the RCS analysis obtained spare part needs following the maintenance schedule. With the result of this analysis, is expected where the machine will keep good and will continue to operate without a sudden breakdown under the production schedule's need. Based on RCM analysis for each critical subsystem obtained interval preventive maintenance for transfer roller 127.60 hours, Ink fountain roller 24.45 hours, ink form roller 29.23 hours respectively, and the wash-up device is no scheduled maintenance. For spare parts inventory strategies the result using RCS method are: transfer roller104 units, ink fountain roller requires 32 units, ink form roller 36 units and are holding spare policy required, and a wash-up device no holding spare parts. Keywords— Failure data, Maintenance System, RCM, RCS
Perancangan Aplikasi Sistem Pemeliharaan Berbasis Website Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Mesin Pencetak Tortilla Di PT XYZ Rizal, Khoirul; Budiasih, Endang; Nopendri, Nopendri
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-PT XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri makanan dan minuman. Salah satu produk dari PT XYZ adalah Tortilla, untuk menunjang proses produksi Tortilla terdapat 7 mesin yaitu Mesin Washer, Boiler, Mixer, Pencetak Tortilla, Fryer, Oven, dan Packing. Diketahui mesin yang mengalami kerusakan terbanyak yaitu pada mesin Pencetak Tortilla. Tingginya frekuensi kerusakan mesin akan menyebabkan downtime yang tinggi, sehingga menyebabkan nilai efektivitas mesin turun dan akibatnya hasil produksi tidak dapat memenuhi target. Upaya yang dilakukan penulis yaitu dengan menghitung nilai efektivitas mesin tersebut dengan menggunakan metode overall equipment effectiveness (OEE). Penulis juga menghitung jenis kerugian tertinggi berdasarkan perhitungan six big losses. Dan yang terakhir penulis membuat mekanisme perancangan sistem pemeliharaan. Berdasarkan hasil pengolahan data, didapatkan nilai OEE sebesar 69,32 yang berarti nilai tersebut masih dibawah standar yaitu 85%. Berdasarkan hasil perhitungan six big losses, jenis kerugian tertinggi disebabkan oleh reduce speed loss sebesar 18,6%. Dikarenakan nilai efektivitas mesin yang masih dibawah standar makan dibuatlah rancangan sistem pemeliharaan mesin yang bertujuan untuk membantu meningkatkan nilai efektivitas mesin tersebut.Kata kunci-OEE, Six Big Losses, Autonomous maintenance, Sistem Pemeliharaan
Usulan Perancangan Planned Maintenance pada Mesin Finish Mill 4.20 Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Overall Resource Effectiveness (ORE) di PT Semen Tonasa Intifadhah, Arianne Deapati; Budiasih, Endang; Nopendri, Nopendri
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-PT Semen Tonasa merupakan produsen semen terbesar di Kawasan Timur Indonesia yang terletak di Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan data realisasi dan RKAP produksi semen, pada tahun 2021 diketahui bahwa volume produksi mesin finish mill 4.20 tidak mampu mencapai target yang direncanakan salah satunya dikarenakan seringnya terjadi downtime. Hal ini menyebabkan tingkat efektivitas mesin tidak optimal. Metode yang digunakan untuk menghitung tingkat efektivitas mesin yaitu metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Overall Resource Equipment (ORE) dengan tujuan untuk menghitung tingkat efektivitas mesin yang mempertimbangkan sumber daya (man, method, material, machine). Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, nilai OEE dan ORE pada mesin finish mill 4.20 dari bulan Januari 2021 – Desember 2021 yaitu sebesar 77,36% dan 50,40%, hal ini menunjukan bahwa nilai OEE dan ORE masih dibawah standar World Class Manufacturing OEE’s Standard yaitu sebesar 85%. Analisis six big losses selanjutnya digunakan untuk mengetahui faktor kerugian terbesar dari rendahnya nilai efektivitas mesin finish mill 4.20, terdapat dua faktor yang paling berpengaruh yaitu idling and minor stoppage losses sebesar 52,40% dan reduced speed losses sebesar 31,13%. Untuk mengatasi permasalahan terkait rendahnya nilai efektivitas mesin finish mill 4.20 maka diterapkan dua pilar Total Productive Maintenance (TPM) yaitu pilar planned maintenance dan autonomous maintenance.Kata kunci - overall equipment effectiveness (OEE), overall resource effectiveness (ORE), six big losses, total productive maintenance (TPM)
Usulan Perancangan Perbaikan Mesin 334-WF1 Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) II dan Risk Matrix pada Line Produksi Narogong 2 di PT Solusi Bangun Indonesia-Narogong Plan Diastyono, Irfan Akmal; Atmaji, Fransiskus Tatas Dwi; Nopendri, Nopendri
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Solusi Bangun Indonesia merupakan sebuah perusahaan produsen semen yang berada di Indonesia. Perusahaan ini memiliki beberapa plan produksi diantaranya, Cilacap, Narogong dan lainnya. Berdiri sejak 2019 PT Solusi Bangun Indonesia telah memiliki banyak peran aktif dalam pembangunan Indonesia. Bergerak dalam bidang produksi semen membuat PT Solusi Bangun Indonesia memiliki banyak mesin yang berhubungan dengan industri. Pada tahun 2019 hingga 2021, PT Solusi bangun Indonesia mengalami kerusakan pada mesin Weigh Feeder dan kerusakan ini membuat Downtime machine. Padahal akhir 3 akhir ini angka Ship out semen di PT Solusi Bangun Indonesia sedang mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya perawatan pada mesin tersebut dan tidak adanya komponen pengganti yang rusak tersebut. Oleh karena itu diperlukan analisis Reliability Centered Maintenance II dan Risk Matrix untuk memdapatkan kebijakan jadwal pemeliharaan mesin dan komponen cadangan pengganti untuk Fast Moving Parts yang optimal.Kata kunci- maintenance, failure mode and effect analysis, reliability centered maintennace ii, risk matrix, downtime machine.
Perancangan Kebijakan Pemeliharaan Mesin Grate Cooler Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (Rcm) Ii Dan Menentukan Rancangan Min-Max Stock Pada Unit Kiln Di Pt. Semen Padang Aviv, Muhammad; Budiasih, Endang; Nopendri, Nopendri
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—PT Semen Padang merupakan salah satu perusahaan semen di Indonesia yang terletak di Padang, Sumatera Barat. Perusahaan ini bergerak di bidang industri semen. Pada tahun 2019 dan 2020 PT. Semen Padang mengalami penurunan produksi sehingga tidak tercapainya target produksi. Mesin Great Cooler mengalami downtime dikarenakan penerapan preventive maintenance dan penentuan kebijakan inventory yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan analisis dari metode Reliability Centered Maintenance (RRCM) II dan Min-Max Stock untuk mendapatkan usulan kebijakan interval waktu pemeliharaan serta kebijakan dalam menentukan jumlah inventory. Dalam menentukan komponen kritis, penelitian ini menggunakan metode FMEA dan sub sistem yang terpilih adalah sub sistem mekanik dengan 2 komponen kritis yaitu hidrolic actuator dan bearing running axle. Dengan menggunakan metode RRCM II, maka diperoleh proposed maintenance task untuk interval waktu pemeliharaan secara berkala. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh satu proposed maintenance task yaitu Scheduled on-Condition Task untuk komponen hidrolic actuator dan bearing running axle. Pada komponen hidrolic actuator dilakukan perbaikan dalam interval 1 bulan sekali, dan untuk komponen bearing running axle dilakukan perbaikan dalam interval 9 bulan sekali. Dalam melakukan perbaikan pada komponen, perlu memperhatikan persediaan inventory di gudang. Dengan menggunakan metode Min-Max Stock, maka dapat menentukan kebijakan persediaan inventory untuk komponen hidrolic actuator dan bearing running axle. Berdasarkan hasil perhitungan, maka diperoleh jumlah kebutuhan minimum dari komponen hidrolic actuator berjumlah 5 unit dan kebutuhan maksimum berjumlah 8 unit, namun jika sudah mencapai titik minimum dari jumlah kebutuhan komponen hidrolic actuator, maka dapat memesan kembali (reorder point) sebanyak 5 unit. Sedangkan, jumlah kebutuhan minimum dari komponen bearing running axle berjumlah 3 unit dan kebutuhan maksimum berjumlah 4 unit, namun jika sudah mencapai titik minimum dari jumlah kebutuhan komponen bearing running axle, maka dapat memesan kembali (reorder point) sebanyak 3 unitKata kunci— Maintenance, Failure Mode and Effect Analysis, Reliability Centered Maintenance II, Min-Max Stock
Analisis Optimasi Kebutuhan Abrasive Disc Menggunakan Metode Forecasting Dengan Pendekatan Time Series Pada Unit Kerja Dm5100 Komuna, Alfred; Prasetio, Murman Dwi; Nopendri, Nopendri
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DM5100 Standard Planning & Controlmerupakan salah satu unit kerja yang bertanggung jawabkepada DM5000 Tool Manufacturing & Services danDirektorat Produksi. Bidang ini berada pada yangmemproduksi pesawat terbang dan helikopter. Proses bisnisyang diterapkan oleh perusahaan ini yaitu Job Order dimanaproduksi dimulai ketika ada permintaan dari pelanggan. Dalammemenuhi permintaan pelanggan, departemen produksiperusahaan memiliki 2 jenis tool untuk membantu prosesproduksi. Tool ini terdiri dari aset tetap dan consumable tool.Berdasarkan data historis permintaan consumable tool padatahun 2019−2021 terdapat kesenjangan mengenai pengadaanatau pembelian consumable tool yang salah satunya yaituAbrasive Disc. Pada penelitian ini, difokuskan untukmerencanakan kebutuhan optimal pada consumable tool agardapat memenuhi permintaan departemen produksi. Usulanyang diajukan dengan menerapkan forecasting denganpendekatan time series. Dalam perhitungan time series memilikibeberapa metode yang digunakan yaitu Moving Average,Weight Moving Average, Exponential Smoothing. Metodeterpilih berdasarkan pola data uji sampel serta nilai MSEterkecil pada seluruh metode yang digunakan. Dari hasilpengolahan data, diketahui metode terpilih yaitu Single MovingAverage ordo 2 dengan nilai MSE 4.991.209. Berdasarkan hasiltersebut, metode ini memiliki hasil peramalan senilai 2200 unitpenggunaan abrasive disc setiap periode dalam 6 periodeselanjutnya dari tahun 2022−2024. Kata Kunci - Permintaan, Abrasive Disc, Forecasting, TimeSeries
Production Plan To Minimize Production Cost In Cv Una Surya Putra Mandiri Prakasa, Syahidan Fauzan; Damayanti , Dida Diah; Nopendri, Nopendri
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia as the world's archipelagic country haveIndonesia have almost 3,8 million hectares of coconut plant. Thatlead Indonesia to one of the biggest countries in exporting thecoconut product. One of the products that has been exported isdesiccated coconut. The interest of desiccated coconut isincreasing in several countries. CV Una Surya Putra Mandiri isone of the that producing the desiccated coconut. This companyuse the principle of make to stock because of the raw material thatwas easy to be spoiled. Due to the uncertainty of the demandfluctuations, the company was struggling in producing the rightyamount of product. So, the production of the company mostly getoverproduction that cause the overstock in inventory while theproduction must go on. Based on the problem occur, this researchhas an objective to minimize the overproduction and backorder. Inminimized the production cost, they are needing a productionplanning. In the other word, production planning will bedetermined the forecasting demand, the resource availability, andthe schedule to fulfil the demand. The output in this research isfinding the minimum production cost using the plannedproduction to fulfil the demand Keywords: Production Planning, Demand Forecasting, RoughCut Capacity Planning, Scheduling, Uncontrolled Production
Troubleshooting Generator Sets using Expert System Nopendri, Nopendri; Nasien, Dewi
Journal of Applied Business and Technology Vol. 1 No. 2 (2020): Journal of Applied Business and Technology
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1388.387 KB) | DOI: 10.35145/jabt.v1i2.36

Abstract

PT. Zaman Teknindo (PT. ZT) is a company engaged in Mechanical and Engineering field which is registered as one PT. Telkomsel vendors. The problems that occur at PT. ZT, if the power outage and generator set (generator) does not start automatically. The corrective team on duty at that time will go to the field and find a solution to the problem. With a lack of knowledge from the corrective team, they need help from the mechanical team. The mechanical team is an external team of PT. ZT. To bring a mechanical team requires an enormous cost and a relatively long time needed to get to the location. Based on the problem above, this study proposes a forward chaining expert system that is by depth-first search using the certainty factor method. To prove whether a fact is certain or not, it must be in the metric form in generator troubleshooting. The research methodology used the Software Development Life Cycle (SDLC) starting from problem identification, analysis, design, coding, testing and maintenance. This system is web-based, so users can easily access and choose symptoms of the damage. With this system makes it easy for PT. ZT especially the corrective team in the field can easily find out the damage symptoms without having to meet with experts directly.