Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PRODUKSI JAGUNG HIBRIDA (Zea Mays L.) DI DESA KEPEL KECAMATAN CISAGA KABUPATEN CIAMIS Pratiwi, Angkit; Insan Noor, Trisna; Kurnia, Rian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i1.16142

Abstract

Jagung merupakan tanaman yang berperan sebagai bahan pangan dan pakan. Namun tingkat produksi nya terus berfluktuatif salah satunya terjadi di Desa Kepel Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis. Hal tersebut diduga karena petani belum memperhatikan penggunaan faktor produksi dalam usahatani tersebut. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui keragaan usahatani jagung hibrida di Desa Kepel Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis, (2) menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi jagung hibrida di Desa Kepel Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Kepel Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis. Teknik penarikan sampel menggunakan metode sampling total. Jumlah populasi dan sampel sebanyak 31 orang. Teknik analisis data  pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan  analisis regresi linier berganda dengan fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kegiatan produksi budidaya jagung hibrida yang dilakukan oleh petani di Desa Kepel dilakukan terdiri dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman dan pemanenan dengan rata-rata produksi jagung hibrida sebanyak 6.191 kg per hektar. Hasil produksi jagung hibrida dijual dalam bentuk jagung pipilan kepada pedagang pengumpul dan industri pakan di lingkup Kecamatan Cisaga dan Kabupaten Ciamis. (2) Secara parsial variabel benih, pupuk dan pestisida memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produksi jagung hibrida di Desa Kepel. Sedangkan jika secara simultan, semua variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produksi jagung hibrida.
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN TITIK IMPAS PADA AGROINDUSTRI BAWANG GORENG DI KELURAHAN CILEMBANG KECAMATAN CIHIDEUNG KOTA TASIKMALAYA Mahendra, Fauzan; Rochdiani, Dini; Kurnia, Rian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i1.16726

Abstract

Agroindustri Bawangku sebagai perusahaan olahan bawang merah menjadi bawang goreng. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan: 1. Biaya, penerimaan, dan pendapatan perusahaan bawang goreng. 2. Ukuran titik impas kegiatan usaha pengolahan bawang goreng. 3. Nilai tambah dari usaha bawang goreng. Data primer dan sekunder adalah bagian dari data yang dikumpulkan. Wawancara, catatan, dan dokumentasi adalah metode pengumpulan data. Metode penarikan sampel purposive digunakan untuk proses penarikan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) biaya produksi bawang goreng sebesar 18.414.782,96, dengan penerimaan sebesar 32.000.000,00 dan pendapatan sebesar 13.441.507,00. 2. Titik impas Agroindustri Bawangku adalah Rp. 20.084.784 dalam penerimaan dan volume produksi 125,5 kilogram. 
ANALISIS RISIKO PRODUKSI USAHATANI JAGUNG HIBRIDA PADA LAHAN KERING (STUDI KASUS DI LAHAN PERHUTANI DESA GIRIMUKTI KECAMATAN CISAGA KABUPATEN CIAMIS) Azizah, Shane Rahma; Yusuf, Muhamad Nurdin; Kurnia, Rian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i1.16536

Abstract

Usahatani merupakan kegiatan yang merorganisasikan sarana produksi pertanian, mengelola asset pertanian, dan teknologi dalam suatu usaha yang menyangkut bidang pertanian. Jagung merupakan komoditi pangan penting setelah padi, oleh karena itu komoditas ini sangat dibutuhkan di Indonesia karena kegunaannya yang relatif luas, terutama untuk konsumsi manusia, kebutuhan bahan pakan ternak dan bahan baku berbagai industri. Dalam menjalankan usahatani tidak akan pernah luput dari yang namanya risiko yang akan terjadi. Kegiatan produksi berkaitan erat dengan setiap budidaya, oleh karena itu risiko produksi selalu ada dalam usaha budidaya pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja usahatani jagung hibrida dan risiko produksi jagung hibrida. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Perhutani Desa Girimukti Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis, menggunakan metode kualitatif dengan 9 responden yang diambil secara sensus (Sampling Total). Data yang  diambil berupa identitas responden, usahatani jagung hibrida, dan risiko apa saja yang dihadapi. Analisis data menggunakan analisis biaya, penerimaan dan pendapatan dan untuk mengukur risiko produksi menggunakan koefisien variasi (CV).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan yang diterima petani mengalami keuntungan dan nilai CV yang diperoleh sebesar 0,26 yang berarti risiko usahatani jagung hibrida yang dikelola oleh petani di Desa Girimukti Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis memiliki risiko yang rendah.Kata Kunci : Jagung Hibrida, Risiko Produksi, Usahatani
KARAKTERISTIK PETANI DAN KINERJA USAHATANI JAGUNG HIBRIDA (Zea mays L.) PADA LAHAN PERUM PERHUTANI KPH CIAMIS (Studi Kasus Di Desa Girimukti, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis) Hidayat, Anwar; Noor, Trisna Insan; Kurnia, Rian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i1.16805

Abstract

Anwar Hidayat. 2024. Karakteristik Petani dan Kinerja Usahatani Jagung Hibrida (Zea mays L.) Pada Lahan Perum Perhutani KPH Ciamis (Studi Kasus di Desa Girimukti Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis). Trisna Insan Noor dan Rian Kurnia. Tingginya permintaan pasar terhadap komoditas Jagung Hibrida untuk pakan ternak di Kabupaten Ciamis menjadikan usahatani Jagung Hibrida potensial untuk dikembangkan. Perum Perhutani KPH Ciamis dengan prinsip pemberdayaan masyarakat berupaya untuk meningkatkan jumlah produksi Jagung Hibrida melalui program Pemanfaatan Lahan di Bawah Tegakan (PLDT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik petani dan kinerja usahatani Jagung Hibrida pada Lahan Perum Perhutani KPH Ciamis di Desa Girimukti, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dengan wawancara terstruktur, observasi dan studi literatur. Teknik penarikan sampel secara sampel jenuh sebanyak 9 orang petani. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik petani berumur produktif, tingkat pendidikan tergolong rendah, jumlah tanggungan keluarga tergolong kecil, kurang berpengalaman dalam usahatani dan penguasaan lahan tergolong sempit. Secara tingkat produktivitas, usahatani jagung hibrida di Lahan Perhutani berada pada tingkat sedang. Total biaya produksi usahatani Jagung Hibrida di Lahan Perhutani sebesar Rp. 6.361.373,61/ha, Total penerimaan sebesar 16.356.613,00/ha dan Pendapatan sebesar Rp. 9.995.239,39/ha dengan nilai RC Ratio sebesar 2,58. Artinya, usahatani Jagung Hibrida tersebut layak untuk diusahakan. 
KELAYAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI TAHU DI DESA BUNISEURI KECAMATAN CIPAKU Maulana, Mariffan Fauzi; Isyanto, Agus Yuniawan; Kurnia, Rian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i1.13891

Abstract

Agroindustri tahu Melya Rasa di Desa Buniseuri menghadapi permasalahan keterbatasan dalam peralatan, tenaga kerja, modal, bahan baku yang cenderung fluktuatif dan masih sempitnya daerah pemasaran produk tahu. Permasalahan dan kelemahan Agroindustri tahu di Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku dapat mengalami resiko kegagalan. Kegagalan perencanaan, kesalahan dalam penaksiran pasar, kesalahan dalam memperkirakan kontinuitas bahan baku, dan sebagainya. Maka analisis kelayakan dilakukan guna mengeliminasi besarnya resiko yang akan ditanggung para pelaku Agroindustri tahu Melya Rasa Di Desa Buniseuri, selain perlu dikaji strategi pengembangan yang tepat untuk dapat meningkatkan usaha Agroindustri tahu Melya Rasa Di Desa Buniseuri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui untuk mengetahui kelayakan Agroindustri tahu Melya Rasa Di Desa Buniseuri, dan untuk mengetahui strategi pengembangan sektor Agroindustri tahu Melya Rasa Di Desa Buniseuri. Analisis kelayakan menggunakan analisis R/C, untuk mengetahui suatu usaha layak atau tidaknya. Matriks SWOT untuk menciptakan strategi pengembangan Agroindustri tahu Melya Rasa Di Desa Buniseuri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Analisis Kelayakan R/C dari Agroindustri tahu Melya Rasa Di Desa Buniseuri layak dilakukan. Nilai R/C adalah sebesar 1,65 layak dilakukan. Analisis SWOT, strategi yang dapat diterapkan yakni dengan memanfaatkan strategi S-O (Strenght-Opportunity) menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yaitu, Memanfaatkan lahan tempat produksi, menggunakan teknologi yang ada dan memanfaatkan lokasi yang strategis. Untuk meningkatkan kualitas produk yang baik serta meningkatkan jumlah produksi.
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN IKAN NILA (Oreochromis Niloticus) DI DESA SINDANGHERANG KECAMATAN PANUMBANGAN KABUPATEN CIAMIS (Studi Kasus Pada Kelompok Pembudidaya Ikan Sauyunan) Apriandi, Acep; Noor, Trisna Insan; Kurnia, Rian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i1.16711

Abstract

Pemasaran ikan nila di Desa Sindanherang memiliki potensi tinggi, tetapi masih dihadapi kendala. Tingginya permintaan pasar mengakibatkan banyaknya lembaga pemasaran terlibat, sehingga saluran pemasaran yang tersedia menjadi banyak dan belum jelas saluran mana yang paling menguntungkan bagi petani pembudidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi pemasaran ikan nila. Metode penelitian yaitu kualitatif deskriptif dengan sampel petani dan pedagang sebanyak 11 pembudidaya, 1 pedagang besar, 10 pedagang pengecer. Hasil penelitian menunjukkan ada dua cara penjualan ikan nila di Desa Sindangherang  yang semunya sudah efisien.
ANALISIS KINERJA RANTAI PASOK KERUPUK KULIT (STUDI KASUS PADA AGROINDUSTRI KERUPUK KULIT BAROKAH DI KELURAHAN CIAMIS KECAMATAN CIAMIS KABUPATEN CIAMIS) Apregian, Cipto Fauzi; Yusuf, Muhamad Nurdin; Kurnia, Rian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i1.16523

Abstract

Salah satu produk turunan dari sub-sektor peternakan yang berpotensi sebagai penyumbang pendapatan daerah adalah kulit sapi.  Kulit sapi adalah bagian tubuh dari sapi yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan. produksi kulit sapi menunjukkan tren positif dimana produksi terus meningkat selama 7 tahun terakhir. Adanya tren tersebut tentunya memerlukan suatu strategi dalam pengembangan komoditi kulit terutama dalam pemanfaatan nilai tambah kulit sapi salah satunya adalah dengan mengolahnya menjadi produk kerupuk kulit sapi. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui; (1) Aliran produk, aliran keuangan, dan aliran informasi kerupuk kulit sapi di Kabupaten Ciamis dan (2) Kinerja rantai pasok kerupuk kulit barokah di Kabupaten Ciamis dan meningkatkan efiesiensi dan efektivitas kinerja rantai pasok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus pada agroindustri kerupuk kulit barokah. Responden penelitian ini terdiri dari pemilik agroindustri, pedagang besar, pedagang eceran, dan konsumen kerupuk kulit yang diambil dengan snowball sampling. Alat analisis dalam penelitian ini adalah supply chain operational reference (SCOR). Hasil penelitian analisis pola rantai pasok terdapat 3 aliran rantai pasok yaitu aliran barang, keuangan dan informasi  pada pemasok-agroindustri-pedagang besar - pedagang eceran. Selanjutnya  hasil analisis kinerja rantai pasok menunjukkan bahwa hasil keseluruhan kinerja rantai pasok yang didapatkan dari seluruh rantai pasok yang terlibat termasuk kriteria baik. (1) Terdapat 3 aliran yaitu aliran produk,aliran informasi, dan aliran barang dan 3 saluran pemasaran yang terdapat pada rantai pasok agroindustri kerupuk kulit barokah yaitu produsen-konsumen, produsen-pengecer konsumen, dan produsen-pedagang besar-pengecer-konsumen. (2)Terdapat satu indikator kinerja kurang baik yaitu pada indikator kinerja pemenuhan pesanan agroindustri yang diakibatkan kendala pengadaan bahan baku.
STRATEGI PEMASARAN AGROINDUSTRI PADA AGROINDUSTRI TEMPE DI UD SYARIAH JAYA KELURAHAN LINGGASARI KECAMATAN CIAMIS KABUPATEN CIAMIS Haq, Annas Rahmatul; Rochdiani, Dini; Kurnia, Rian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 10, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i2.8763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal, eksternal, dan strategi dalam pemasaran agroindustri tempe.Metode penelitian menggunakan study kasus pada UD Syariah Jaya Kelurahan Linggasari Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis, penentuan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan sengaja (purposive). Adapun informan dalam penelitian ini terbagi atas dua yaitu informan utama yang terdiri atas pemilik usaha tempe sebanyak 1 orang, pekerja sebanyak 2 orang, dan pedagang sebanyak 2 orang serta informan pendamping yakni konsumen tempe sebanyak 2 orang. Analisis data yang digunakan yaitu analisis SWOT.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatannya adalah tempe sangat diminati masyarakat dan pengalaman usaha tempe yang sudah lama. Faktor eksternal peluang yaitu permintaan tempe selalu meningkat pada saat harga daging sapi naik, bahan baku yang selalu tersedia, untuk ancamannya yaitu Fluktuasi harga bahan baku, faktor cuaca dan fluktuasi permintaan pasar. Strategi yang dapat dilakukan adalah diversifikasi strategi dengan mencari peluang baru yang belum tersentuh sebelumnya untuk menghadapi ancaman yang dihadapi yaitu dengan cara memperluas jaringan pasar sebagai mitra penjualan tempe hasil produksi dan membuat inovasi mengenai produk, misalnya membuar tempe siap goreng dengan aneka varian rasa.Kata kunci: Tempe, Agroindustri, Strategi Pemasaran, Analisis SWOT
PENENTUAN HARGA POKOK DAN SKALA MINIMUM PRODUKSI COMRING DI DESA DAYEUHLUHUR KECAMATAN JATINAGARA KABUPATEN CIAMIS Gunawan, Wawan; Setiawan, Iwan; Kurnia, Rian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 10, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i2.9816

Abstract

ABSTRAKPenilitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, pendapatan, harga pokok dan skala minimum produksi agroindustri comring di desa Dayeuhluhur Kecamatan Jatinagara Kabupaten Ciamis, dalam satu kali proses produksi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Penentuan responden dilakukan secara sengaja (purposive) pada seorang pelaku usaha agroindustri comring yang ada di Desa Dayeuhluhur Kecamatan Jatinagara Kabupaten Ciamis. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh dari responden, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi yang berhubungan dengan penelitian ini, serta literatur yang terkait dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan, dalam satu kali produksi agroindustri comring, mengeluarkan biaya total sebesar Rp 3.855.047,31 dan memperoleh penerimaan Rp 10.500.000,00 dan mendapatkan pendapatan sebesar Rp 6.644.952,69. Hasil penelitian setelah dianalisis menunjukkan bahwa harga pokok comring yaitu sebesar Rp 9.178,68 per kilogram, dan batas usaha minimum atau skala minimum produksi agroindustri comring di Desa Dayeuhluhur Kecamatan Jatinagara Kabupaten Ciamis, yaitu pada volume produksi 154,21  kilogram. Kata Kunci: Harga Pokok, Skala Minimum, Comring. ABSTRACTThis study aims to determine the amount of costs, receipts, income, cost of goods and the minimum scale of production of the comring agro-industry in Dayeuhluhur village, Jatinagara sub-district, Ciamis district, in one production process. The method used in this research is the case study method. Determination of respondents was carried out purposively on a comring agroindustry business actor in Dayeuhluhur Village, Jatinagara District, Ciamis Regency. The data used are primary data and secondary data. Primary data is data obtained from respondents, while secondary data is obtained from agencies related to this research, as well as literature related to this research. The results showed that in one production process of the comring agroindustry, a total cost of Rp. 3.855.047,31 was incurred and revenue was Rp. 10.500.000,00 and income was Rp. 6.644.952,69. The results after being analyzed showed that the basic price of comring was IDR 9.178,68 per kilogram, and the minimum business limit or minimum scale for conring agroindustry production in Dayeuhluhur village, Jatinagara District, Ciamis Regency, was at a production volume of 154,21 kilograms.  Keywords: Main price, minimum scale, Comring.
ANALISIS USAHATANI MENTIMUN (Cucumis Sativus L) (Studi Kasus Pada Kelompok Rumpun Warga di Desa Sukamukti Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis) Anwar, Fahmi Lutfi; Noor, Trisna Insan; Kurnia, Rian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 10, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i2.9359

Abstract

Petani yang melakukan usahatani mentimun pada umumnya belum menghitung besaran biaya yang di keluarkan dalam kegiatan usahataninya , oleh karena itu petani belum tahu sebenarnya keuntungan yang di peroleh dan bagaimana layak atau tidak usahatani yang di jalankannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: 1) Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan pada usahatani mentimun per hektar per satu kali musim tanam di Desa Sukamukti Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis. 2) Kelayakan usahatani mentimun per hektar per satu kali musim tanam di Desa Sukamukti Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu berstudi kasus di kelompok tani Rumpun Warga Desa Sukamukti Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis dengan informan anggota kelompok sebanyak 12 petani. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Besarnya rata-rata biaya pada usahatani mentimun di Desa Sukamukti Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis Rp 33.016.085,71 per hektar per satu kali musim tanam, penerimaan Rp 42.857.143 per hektar per satu kali musim tanam, yang diperoleh dari hasil panen mentimun adalah 17.143 kilogram per hektar dengan harga Rp 2.500 /kg sehingga mendapatkan pendapatan sebesar Rp 9.841.057 per hektar per satu kali musim tanam. 2) Besarnya rata-rata R/C usahatani mentimun di Desa Sukamukti Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis adalah 1,31 per hektar per satu kali musim tanam, sehingga usahatani mentimun di Desa Sukamukti Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis sangat layak di usahakan.