Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Efektifitas edukasi gizi terhadap pola pemberian makanan seimbang pada balita 24-59 bulan Puput Oktafiani Toar; Sunarto Kadir; Vidya Avianti Hadju
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 5 (2025): June Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i5.1092

Abstract

  Background: Nutrition education is one of the efforts to improve the nutritional status of children under five. Through nutrition counseling, parents gain knowledge about balanced nutrition and handling nutrition problems. Prupose: To determine the effectiveness of nutrition education on balanced feeding patterns in toddlers 24-59 months in Limboto Health Center. Method: Research using quantitative with quasi experiment design type pretest-posttest control group design. The sample amounted to 30 mothers who had underweight toddlers, selected through purposive sampling technique, 15 people as a treatment group and 15 control groups. Data were analyzed using Independent Sample T-Test test. Results: There was an increase in balanced feeding patterns in the treatment group after being given nutrition education. The average pretest was 48.53 increased to 73.73 in the posttest, with an average difference of 25.20. This indicates a change after education is carried out. Conclusion: Nutrition education is effective on balanced feeding patterns in toddlers 24-59 months in Limboto Health Center, with a significance value (p-value) of 0.000 (Sig. (2-tailed) <0.05), which indicates that the average difference between the two groups. Suggestions, nutrition education needs to be continued regularly to maintain and improve a balanced diet in toddlers. Suggestions: Parents of toddlers are expected to be more active in participating in nutrition education provided by health workers to increase understanding of the importance of balanced feeding.
Hubungan pengetahuan ibu tentang pemberian makanan pada baduta 6-24 bulan dan status pekerjaan dengan kejadian stunting Fahria Kum; Sunarto Kadir; Vidya Avianti Hadju
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 5 (2025): June Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i5.1093

Abstract

Background: Stunting is a chronic nutritional problem in toddlers characterized by shorter height compared to children of the same age. The formulation of the problem is whether there is a relationship between mother's knowledge about feeding 6-24 months old children and employment status with the incidence of stunting in Limba B Village, Kota Selatan District. Purpose: To determine the relationship between mother's knowledge about feeding 6-24 months old children and employment status with the incidence of stunting in Limba B urban village, South Kota sub-district. Method: This study used quantitative methods using Cross Sectional research design. The sample in this study amounted to 100 respondents, namely mothers who have 6-24 month olds. The sampling technique in the study was purposive sampling. Data were analyzed using the Chi-Square test Results: The results showed that there was a relationship between maternal knowledge about feeding 6-24 months old children with the incidence in Limba B Village with a p-value = 0.018 <0.05. And there is no relationship between maternal employment status and the incidence of stunting in 6-24 month olds with a p-value = 0.092 > 0.05. Conclusion: There is a relationship between maternal knowledge and the incidence of stunting in Limba B Village with a p-value = 0.018 <0.05. There is no relationship between maternal employment status and the incidence of stunting in toddlers in Limba B Village with a p-value = 0.092 > 0.05.
Hubungan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga dengan stunting pada balita Sri Rahmawaty Yasin; Sunarto Kadir; Vidya Avianti Hadju
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 6 (2025): August Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i6.1134

Abstract

Background: Stunting is a chronic nutritional problem in children under five years of age due to long-term inadequate nutrient intake characterized by shorter height than other children of the same age. Purpose: To analyze the relationship between the application of clean and healthy living behavior indicators in household settings with stunting in toddlers. Method: Analytic observational research with a cross sectional approach. The population was 124 mothers of toddlers and the sample obtained as many as 95 samples selected by simple random sampling technique through proportional allocation. Independent variables consist of childbirth assisted by health workers, exclusive breastfeeding, use of clean water, use of healthy latrines and not smoking in the house. The dependent variable was stunting in toddlers. The research instrument was a questionnaire that was tested for validity and reliability. Data analysis used chi square test. Results: The study showed that childbirth assisted by health workers (ρ = 0.000), exclusive breastfeeding (ρ = 0.000), use of clean water (ρ = 0.000), use of healthy latrines (ρ = 0.008) and not smoking in the house (ρ = 0001) there is a significant relationship with stunting in toddlers. Conclusion: There is a relationship between the level of implementation of indicators of childbirth assisted by health workers, exclusive breastfeeding, use of clean water, use of healthy latrines and not smoking in the house with stunting in toddlers. Suggestion: For the community to further improve the practice of clean and healthy living behavior in order to improve the degree of public health and support child growth and development.
Faktor–Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Underweight pada Balita dari Keluarga Petani di Kecamatan Limboto Ni Luh Diyani Swarningsih; Muhammad Rezky Friesta Payu; Amanda Adityaningrum; Rini Wahyuni Mohamad; Vidya Avianti Hadju; Djihad Wungguli; Siti Nurmardia Abdussamad
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v6i2.1050

Abstract

Masalah underweight pada balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, khususnya pada komunitas keluarga petani. Kecamatan Limboto merupakan salah satu wilayah dengan prevalensi balita underweight yang tinggi yaitu sebesar 317 kasus pada tahun 2024 dan kembali bertambah menjadi 365 kasus pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor kesehatan dan sosial ekonomi dengan kejadian underweight pada balita dari keluarga petani di Kecamatan Limboto. Desain penelitian yang digunakan cross sectional dan teknik sampling purposive sampling. Data diperoleh dari kuesioner yang diisi oleh ibu atau pengasuh utama balita. Analisis data dilakukan menggunakan tabel kontingensi untuk melihat distribusi data dan uji chi-square untuk menguji hubungan antara variabel independen dan kejadian underweight. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat BBLR, riwayat ASI eksklusif, tingkat pengetahuan ibu, pola asuh, dan ketahanan pangan dengan kejadian underweight pada balita. Sementara itu, riwayat penyakit infeksi, tingkat pendidikan ibu dan pendapatan keluarga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa faktor kesehatan dan pola pengasuhan memiliki peran penting dalam kejadian underweight pada balita dari keluarga petani, sehingga diperlukan upaya edukasi dan intervensi gizi yang lebih terarah
Edukasi Higiene Diri dan Jajan Aman Sebagai Upaya Pencegahan Keracunan Pangan pada Siswa SDN 2 Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango Novi Fitriyani; Sindriyati Adam; Vidya Avianti Hadju
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1485

Abstract

Kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan di lingkungan sekolah masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cukup tinggi diindonesia, terutama pada anak usia sekolah dasar yang rentan terhadap pangan tidak aman dan memiliki perilaku hygiene yang belum optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa kelas II SDN 2 Tilongkabila mengenai hygiene diri dan kebiasaan jajan aman sebagai Upaya pencegahan KLB keracunan pangan melalui program edukasi berbasis fun learning “Foodtective Academy”. Metode kegiatan menggunakan desain pretest dan posttest dengan jumlah 14 siswa kelas II SD. Intervensi dilakukan pada enam sesi edukatif yaitu edukasi interaktif, demonstrasi cuci tangan enam Langkah WHO, mini game sortir jajanan, dan roleplay. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan posttest yang terdiri 10 soal pilihan ganda. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test. Hasil analisis menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan siswa secara signifikan dari pretest (5,00) menjadi posttest (9,43), dengan p-value = 0,001 (p < 0,05). Peningkatan terjadi pada seluruh indikator pengetahuan yang diukur, dengan peningkatan tertinggi pada indikator higienitas diri dan kebiasaan mencuci tangan (51,7%), diikuti oleh pelaporan kejadian keracunan pangan (42,9%), dan keamanan jajanan (37,5%). Program Foodtective Academy terbukti efektif meningkatkan pengetahuan siswa terkait hygiene diri, pemilihan jajanan aman, pengenalan gejala keracunan pangan, dan langkah pelaporan yang tepat. Pendekatan edukasi berbasis permainan, media visual, dan aktivitas interaktif mampu meningkatkan keterlibatan serta pemahaman siswa secara optimal.
Pengaruh Edukasi Gizi melalui Video terhadap Pengetahuan dan Sikap Gizi Seimbang Siswa SMA Negeri 1 Gorontalo Dita Dwi Aulia Ibrahim; Sunarto Kadir; Vidya Avianti Hadju
Research Review: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 1 (2026): Research Review: Jurnal Ilmiah Multidisiplin (Februari 2026 - Juli 2026)
Publisher : Transbahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/researchreview.v5i1.503

Abstract

Knowledge and attitudes regarding nutrition are important factors that influence adolescents' health. Therefore, nutrition education is an effective strategy to improve individuals' understanding and encourage healthy nutritional practices. This study aimed to examine the effect of video-based nutrition education on knowledge and attitudes toward balanced nutrition among Grade X-2 students at SMA Negeri 1 Gorontalo. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental one-group pre-test and post-test design without a control group. Data were collected over a two-week period through two measurements: a pre-test before the intervention and a post-test after the intervention. The study involved 32 participants. Data were analyzed using the non-parametric Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that the mean knowledge score increased from 11.88 before the intervention to 13.56 after the intervention. Similarly, the mean attitude score increased slightly from 68.06 to 69.06. Statistical analysis indicated a significant effect of the intervention on knowledge (ρ = 0.001, p < 0.05), whereas no significant effect was found on attitudes (ρ = 0.249, p > 0.05). It can be concluded that video-based nutrition education significantly improved students' knowledge of balanced nutrition but did not significantly influence their attitudes. Future studies are recommended to explore the use of other educational media to enhance both knowledge and attitudes toward balanced nutrition.
Edukasi Multimedia Interaktif 5 Kunci Keamanan Pangan pada Siswa MI Muhammadiyah Kota Utara, Kota Gorontalo Atikah Siti Warahma Lukum; Vidya Avianti Hadju
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 3 (2026): Abdira, Juli
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i3.2129

Abstract

Food safety is a crucial aspect of maintaining the health of elementary school students, particularly regarding snacking habits in school settings that carry a risk of food poisoning. This community service project aims to enhance the knowledge of third-grade students at MI Muhammadiyah in Kota Utara District, Gorontalo City, regarding the 5 Keys to Food Safety through interactive education. The method used was a one-group pretest-posttest design, with educational media such as posters, PowerPoint (PPT) presentations, songs, and educational games to make the material easier to understand and more engaging for the students. During the activity, the students demonstrated active participation and high enthusiasm. The evaluation results showed that the students’ average knowledge score increased from 6.07 to 8.70, representing a 43.33% improvement. The Wilcoxon test revealed a significant difference between the pretest and posttest scores (p=0.003), indicating the success of the educational intervention. These results demonstrate that interactive education is effective in improving elementary school students’ knowledge of food safety. This educational approach has the potential to serve as an alternative health promotion strategy that can be implemented sustainably in other schools.
Edukasi Kesehatan Pencegahan Stunting Melalui Media Kalender: Health Education for Stunting Prevention Through Calendar Media Nurdiana Djamaluddin; Vidya Avianti Hadju
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i10.6220

Abstract

Stunting is a condition where a child's physical growth and development are hindered due to a long-term lack of adequate nutritional intake. It is not just a physical issue, but also a health and developmental problem that involves various social, economic, and environmental factors. Inaccurate knowledge of mothers is the earliest cause of malnutrition in children. There are various types of media that can be used to maximize message delivery, such as print media, electronic media, billboard media, and entertainment media. One of the print media used for message delivery is educational calendars. Additionally, calendar media can contain many images and texts, is easy to understand, and can be placed in accessible areas where it can be read at any time. The aim of this community service activity is to enhance public knowledge on the prevention and improvement of nutrition for stunted toddlers. After the community service was conducted, there was an increase in public knowledge following the education provided about stunting through calendar media. After the counseling, the majority of participants understood how to prevent stunting, recognize stunting, and the impacts of stunting.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Gizi Kurang Pada Balita Di Puskesmas Paguat Kabupaten Pohuwato: Factors Influencing the Incidence of Malnutrition in Toddlers at the Paguat Health Center, Pohuwato Regency Regita Dehi; Sunarto Kadir; Vidya Avianti Hadju
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i1.6679

Abstract

Gizi kurang merupakan keadaan dimana kebutuhan nutrisi pada tubuh tidak terpenuhi dalam jangka waktu tertentu. Gizi kurang pada ballita dapat mengakibatkan terganggunya pertumbuhan jasmani dan kecerdasan anak. Rumusan Masalah apakah terdapat pengaruh ekonomi, pendidikan, pengetahuan, pola asuh dan pola konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian gizi kurang pada balita di Puskesmas Paguat Kabupaten Pohuwato. Desain penelitian survey analitik, pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini balita yang mengalami gizi kurang sebanyak 65 di Puskesmas Paguat Kabupaten Pohuwato. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan uji regresi logistick Hasil analisis untuk tingkat ekonomi p-value 0,012 < (0,05), pendidikan p-value 0,030 < (0,05), pengetahuan p-value 0,039 < (0,05), pola asuh p-value 0,035 < (0,05) dan pola konsumsi berdasarkan asupan karbohidrat p-value 0,003 < (0.05), asupan protein p-value 0,021 < (0,05), asupan lemak p-value 0,673 > (0,05). Simpulan ada pengaruh antara ekonomi, pendidikan, pengetahuan, pola asuh, dan pola konsumsi berdasarkan asupan karbohidrat, asupan protein adapun variabel yang paling beresiko adalah ekonomi dengan besar resiko 11,519 kali mengalami gizi kurang pada balita. Saran untuk orang tua agar lebih memperhatikan gizi balita dalam memberikan makanan dengan menentukan jenis makanan, jumlah makanan dan pola makan balita.
Penggunaan Leaflet sebagai Media Literasi dalam Penerapan Hygiene dan Sanitasi Makanan di Panti Asuhan: Use of Leaflets as a Literacy Media in Implementing Food Hygiene and Sanitation in Orphanages Sarinah Basri K; Herlina Jusuf; Sylva Flora Ninta Tarigan; Ulfa Aulia; Vidya Avianti Hadju
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i1.6778

Abstract

Pentingnya makanan dan minuman bagi kelangsungan hidup makhluk hidup, serta dampak negatif yang dapat timbul akibat pengelolaan makanan yang tidak baik. Penyakit bawaan makanan merupakan tantangan besar bagi kesehatan masyarakat, dengan jutaan orang terpengaruh setiap tahunnya. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan hygiene dan sanitasi makanan di panti asuhan melalui media leaflet. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2024 di sebuah panti asuhan di Gorontalo, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan praktik kebersihan dan sanitasi makanan. Metode yang digunakan terdiri dari dua tahap: observasi dan edukasi menggunakan media literasi berupa leaflet. Hasil observasi menunjukkan bahwa praktik higiene dan sanitasi di panti asuhan masih sangat kurang, ditandai dengan penjamah makanan yang tidak mencuci tangan, tidak menggunakan pakaian pelindung, serta peralatan yang tidak dibersihkan dengan baik. Untuk mengatasi masalah ini, literasi dilakukan mengenai penerapan higiene dan sanitasi yang baik dengan menggunakan media leaflet. Leaflet tersebut dirancang untuk memberikan informasi praktis tentang pentingnya hygiene dan sanitasi makanan, termasuk panduan mencuci tangan, etika penanganan makanan, dan langkah-langkah menjaga kebersihan di dapur. Diharapkan, kegiatan ini akan memberikan manfaat signifikan bagi anak-anak, pengelola, dan penjamah makanan dalam meningkatkan standar kesehatan dan kebersihan di panti asuhan.