Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Efektivitas Media Edukasi Berbasis Video Dalam Meningkatkan Sikap Remaja Tentang Kesehatan Prakonsepsi Anggun Salsabilla; Mahfuzhah Deswita Puteri; Bardiati Ulfah; Shelly Rodliah Rosyad
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1173

Abstract

Kesehatan prakonsepsi merupakan upaya penting dalam mempersiapkan remaja menghadapi kehidupan reproduksi yang sehat di masa mendatang. Sikap remaja terhadap kesehatan prakonsepsi berperan dalam mencegah berbagai masalah seperti anemia, kehamilan usia dini, bayi berat lahir rendah, dan stunting. Media video banyak digunakan sebagai sarana edukasi kesehatan karena mampu menyampaikan informasi secara menarik melalui kombinasi unsur visual dan audio. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media edukasi berbasis video terhadap sikap remaja tentang kesehatan prakonsepsi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experimental one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 137 remaja peserta Program Generasi Berencana (GenRe) di SMPN 11 Banjarbaru yang dipilih menggunakan teknik systematic random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sikap skala Likert sebelum dan sesudah intervensi video edukasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebanyak 88,3% responden memiliki sikap baik, sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi 89,1%. Meskipun terjadi peningkatan proporsi sikap baik sebesar 0,8%, hasil uji Wilcoxon menunjukkan perubahan tersebut tidak signifikan secara statistik (p=0,892). Temuan ini mengindikasikan bahwa pemberian edukasi kesehatan prakonsepsi melalui media video satu kali belum mampu menghasilkan perubahan sikap yang bermakna. Oleh karena itu, edukasi kesehatan prakonsepsi perlu dilaksanakan secara berulang, terstruktur, dan didukung oleh keterlibatan sekolah, tenaga kesehatan, serta keluarga agar perubahan sikap remaja dapat terbentuk secara lebih optimal.
PENGARUH EDUKASI MEDIA ELEKTRONIK BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANEMIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI ANDAI KOTA BANJARMASIN Suci Fitriani; Mahfuzhah Deswita Puteri; Hiryadi Hiryadi; Arina Hayati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57617

Abstract

Ibu hamil dengan anemia lebih mungkin mengalami berat badan lahir rendah, angka kelahiran prematur, angka kematian prenatal, perdarahan antepartum dan postpartum, serta komplikasi kehamilan dan persalinan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh edukasi media e-booklet terhadap pengetahuan ibu hamil tentang anemia baik sebelum maupun sesudah edukasi. Pendekatan edukasi menjadi strategi penting dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan anemia. Strategi pemecahan masalah dilakukan dengan memberikan edukasi secara terstruktur dan sistematis melalui media e- booklet digital yang memuat informasi lengkap, menarik, dan mudah diakses bagi ibu hamil. Desain pra-eksperimental pretest-posttest satu kelompok digunakan dalam penelitian ini. Pasien ibu hamil trimester kedua dan ketiga di Puskesmas Sungai Andai dipilih antara Mei dan September 2025. Dengan menggunakan teknik pemilihan acak sederhana, dua puluh ibu hamil dipilih secara acak. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Kuesioner pengetahuan digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman ibu hamil baik sebelum maupun sesudah menerima edukasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat kesalahan 0,05. Hasil studi bivariat menunjukkan pengaruh edukasi kesehatan melalui media e-booklet baik sebelum maupun sesudah edukasi (nilai p = 0,000). Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi melalui media elektronik berdampak pada pemahaman ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Andai Kota Banjarmasin.
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS PADA IBU HAMIL TRIMESTER I Melda Melda; Mahfuzhah Deswita Puteri; Alit Suwandewi; Suryati Suryati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58228

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan salah satu masalah gizi yang berdampak pada kesehatan ibu dan janin. Prevalensi KEK di Indonesia mencapai 17,3% dan merupakan salah satu penyebab utama komplikasi kehamilan. Salah satu faktor risiko utama terjadinya KEK adalah rendahnya kadar hemoglobin (HB) pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar HB dengan kejadian KEK pada ibu hamil trimester I di wilayah kerja Puskesmas Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 186 responden ibu hamil trimester I. Data sekunder diperoleh dari rekam medis di dua Puskesmas, yaitu Kuin Raya dan Pekauman, yang meliputi kadar HB dan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA). Analisis data dilakukan dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian ini menunjukkan korelasi yang signifikan antara kadar hemoglobin pada kejadian KEK, dengan p-value 0,000 (p< 0,05). Simpulan penelitian menunjukkan bahwa kadar hemoglobin merupakan faktor yang berhubungan kuat dengan kejadian KEK pada ibu hamil.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN KEJADIAN PRE EKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS KOTA BANJARMASIN Wahdatun Nisa; Mahfuzhah Deswita Puteri; Rohni Taufika Sari; Pratiwi Puji Lestari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58229

Abstract

Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang berkontribusi besar terhadap morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. Status gizi ibu hamil yang tercermin melalui Indeks Massa Tubuh (IMT) diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kejadian preeklampsia. IMT berlebih dan obesitas dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik dan vaskular selama kehamilan, meskipun hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan ketidakkonsistenan. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di wilayah Puskesmas Kota Banjarmasin. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,418 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kejadian preeklampsia. Namun, secara proporsi terlihat adanya kecenderungan peningkatan kejadian preeklampsia pada ibu hamil dengan IMT lebih tinggi. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil. Meskipun demikian, IMT tetap perlu diperhatikan sebagai bagian dari pemantauan status gizi selama kehamilan karena adanya kecenderungan peningkatan risiko pada IMT berlebih. Penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar dan pengendalian faktor perancu diperlukan.
Aromaterapi zingiber officinale dalam mengurangi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I Mahfuzhah Deswita Puteri; Darmayanti Wulandatika; Siti Fatimah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 5 (2026): Volume 20 Nomor 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i5.3512

Abstract

Background: Changes in pregnant women can cause discomfort during pregnancy, one of which is nausea and vomiting. Nausea and vomiting are common pregnancy complications. This study is novel in that it examines the effect of ginger aromatherapy in reducing nausea and vomiting in pregnant women in the first trimester. Purpose: To determine the effect of ginger aromatherapy in reducing nausea and vomiting in pregnant women in the first trimester. Method: This study used a quasi-experimental design with a single-group pre-test-post-test. The population was all pregnant women in the first trimester of pregnancy in the Sungai Mesa Community Health Center working area from January to August 2023. Sampling used non-probability sampling, resulting in 15 participants. The independent variable in this study was ginger aromatherapy, while the dependent variable was nausea and vomiting in pregnant women in the first trimester. The checklist used in this study was to obtain data on emesis gravidarum variables, which were assessed using the Pregnancy-Unique Quantification of Emesis/Nausea (PUQE) emesis measurement tool within 24 hours. Bivariate analysis used the Mann-Whitney test. Results: Nausea and vomiting in pregnant women in the first trimester before receiving ginger aromatherapy had an average score of 12.9, and after receiving ginger aromatherapy, the average score was 6.20. The Wilcoxon test showed a significance value of 0.001 (<0.05), indicating that ginger aromatherapy is effective in reducing nausea and vomiting in pregnant women in the first trimester. Conclusion: Ginger aromatherapy is effective in reducing hyperemesis gravidarum in pregnant women in the first trimester, with a p-value of 0.000. Suggestion: Further research can examine other therapies to reduce nausea and vomiting in pregnant women, by trialing one therapy or comparing them to determine which method is most effective.   Keywords: Aromatherapy; Emesis Gravidarum; Pregnant Women in the First Trimester; Zingiber Officinale.
Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Lokpaikat Kabupaten Tapin Tahun 2026 Reny Normaulida; Mahfuzhah Deswita Puteri; Siti Fatimah; Shelly Rodliah Rosyad
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1239

Abstract

Komplikasi kehamilan seringkali masih disebabkan oleh tingginya kasus anemia pada masa kehamilan. Pencegahan dilakukan melalui pemberian tablet Fe, tetapi kepatuhan konsumsi masih rendah, meningkatkanya keperluan Fe (zat besi) pada trimester akhir. Tujuan penelitianini adalan menganalisis korelasi tingkat kepatuhan konsumsi tablet Fe terhadap kasus/kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Lokpaikat, Kabupaten Tapin. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jenis penelitian kuantitatif. Populasi mencakup ibu hamil trimester III yang tercatat pada periode Januari hingga Maret 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden, ditentukan dengan rumus Slovin dan dipilih melalui purposive sampling. Kepatuhan diukur dari konsumsi minimal 90 tablet Fe selama kehamilan, sedangkan anemia ditentukan berdasarkan kadar hemoglobin menggunakan alat ukur Hb terstandar. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji korelasi Spearman rho dengan taraf signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 responden, sebanyak 23 orang (57,5%) mengalami anemia dan 17 orang (42,5%) tidak anemia, sedangkan responden yang patuh dan tidak patuh mengonsumsi tablet Fe masing-masing berjumlah 20 orang (50,0%). Hasil uji Spearman rho menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil (r = 0,759; p = 0,000; p<0,05), yang berarti semakin rendah kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet Fe maka semakin tinggi kecenderungan terjadinya anemia.
Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Lokpaikat Kabupaten Tapin Suprapti Suprapti; Mahfuzhah Deswita Puteri; Siti Fatimah; Bardiati Ulfah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1245

Abstract

Masalah gizi yang berdampak langsung pada risiko bayi berat lahir rendah (BBLR), stunting, dan komplikasi kehamilan adalah Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil. Kasus KEK di wilayah kerja Puskesmas Lokpaikat Kabupaten Tapin masih ditemukan dan cenderung fluktuatif setiap tahun sehingga diperlukan kajian khusus mengenai pola makan ibu hamil. Tujuan studi ini adalah menganalisis hubungan pola makan dengan kejadian KEK ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Lokpaikat Kabupaten Tapin tahun 2026. Jenis studi adalah kuantitatif dengan desain observasional analitik pendekatan cross sectional. Studi melibatkan populasi sebanyak 93 ibu hamil. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, yang mengambil 42 ibu hamil di trimester I. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pola makan dan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA), kemudian diuji menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil memiliki pola makan baik (69,0%) dan sebagian besar tidak mengalami KEK (61,9%). Hasil uji statistik (p-value = 0,005; r = 0,429) menunjukkan hubungan yang signifikan dan bernilai positif antara pola makan dan insiden KEK pada ibu hamil. Penelitian ini dapat menjadi dasar untuk evaluasi dan penguatan program pencegahan KEK pada ibu hamil, khususnya melalui konseling gizi dan pemantauan pola makan sejak trimester pertama kehamilan.
Hubungan Mean Arterial Pressure (MAP) Dengan Kejadian Preeklamsia Di Rumah Sakit Umum H. Abdul Aziz Marabahan Fathul Jannah; Mahfuzhah Deswita Puteri; Evy Noorhasanah; Windarti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1384

Abstract

Salah satu penyebab utama kematian ibu adalah preeklamsia, yaitu gangguan hipertensi yang timbul pasca usia gestasi memasuki 20 minggu. Sebuah skrining yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan terjadinya preeklamisia adalah mean arterial pressure (MAP). Di Indonesia, angka kematian ibu (AKI) masih tinggi, dengan eklampsia sebagai salah satu penyebab langsung sebesar 23%. Di sisi lain, hipertensi dalam kehamilan adalah penyebab utama kematian ibu sebesar 31,37% di Provinsi Kalimantan Selatan. Di RSU H. Abdul Aziz Marabahan, tercatat 23 kasus preeklamsia dari 506 ibu hamil pada tahun 2025, namun pemanfaatan skrining MAP sebagai deteksi dini belum diketahui hubungannya dengan kejadian preeklamsia di rumah sakit tersebut. Penelitian ini didesain untuk menganalisis hubungan antara MAP dengan kejadian preeklamsia pada rentang usia gestasi 20 hingga 40 minggu di RSU H. Abdul Aziz Marabahan. Metodologi observasional analitik berdesain potong lintang (cross sectional) dioperasionalkan dalam studi ini. Populasi berjumlah 506 subjek, proses seleksi sampel melalui mekanisme purposive sampling berbasis kalkulasi formula Slovin didapatkan 224 subjek terpilih. Data sekunder menjadi tumpuan instrumen riset, meliputi spektrum variabel: usia maternal, paritas, usia gestasi, tekanan darah, nilai kalkulasi MAP, serta status diagnosis preeklamsia. Uji hipotesis menggunakan analisis Chi-Square pada batas signifikansi p<0,05. Temuan studi mengindikasikan bahwa sebagian besar ibu hamil, yakni 142 orang (63,4%) terkategori MAP positif, sementara preeklamsia tercatat pada 32 subjek (14,3%). Secara spesifik, seluruh kejadian preeklamsia (32 kasus; 22,5%) adalah ibu hamil dalam kelompok MAP positif. Sebaliknya, pada kelompok dengan MAP negatif, tidak teridentifikasi satu pun kasus preeklamsia (0%). Hasil pengujian statistik Chi-Square mengonfirmasi hubungan signifikan antara MAP dan kemunculan preeklamsia (p<0,001). Berdasarkan temuan ini, disarankan optimalisasi pemeriksaan MAP dalam setiap kunjungan antenatal care untuk memperkuat deteksi dini risiko kejadian preeklamsia.