Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search
Journal : Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

SIMULASI PEMURNIAN HIDROGEN SULFIDA (H2S) DARI BIOGAS BERBASIS PALM OIL MILL EFFLUENT (POME) DENGAN PENYERAP AIR PADA PEMODELAN ASPEN HYSYS MENGGUNAKAN METODE RESPONSE SURFACE METHODOLOGY (RSM) Siri, Danu; Nurlaila, Rizka; ZA, Nasrul; Masrullita, Masrullita; Muarif, Agam
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.20554

Abstract

Industri kelapa sawit menghasilkan limbah cair atau Palm Oil Mill Effluent (POME) yang dapat diolah menjadi biogas melalui fermentasi anaerobik. Kandungan hidrogen sulfida (H‚‚S) dalam biogas mencapai >2000 ppm, yang bersifat korosif, menurunkan kualitas biogas, dan berbahaya bagi kesehatan. Untuk meningkatkan kualitas biogas, diperlukan proses pemurnian H‚‚S yang efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh laju alir air, suhu, dan tekanan terhadap kemurnian metana dan komposisi H‚‚S pada biogas, mengembangkan model matematis hubungan antar variabel menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM), serta menentukan kondisi operasi optimal untuk mencapai kemurnian metana yang tinggi. Simulasi pemurnian H‚‚S dilakukan menggunakan software Aspen Hysys V.11 dengan penyerap air. Analisis Response Surface Methodology (RSM) dengan metode Central Composite Design (CCD), dengan variabel bebas berupa laju alir air (40-80 m³/h), suhu (25-75°C), dan tekanan (7-9 bar). Hasil simulasi menunjukkan kemurnian metana tertinggi sebesar 97,14% dan konsentrasi H‚‚S terendah 0,1448 ppm pada kondisi optimal pada laju alir air 80 m³/h, suhu 25°C, dan tekanan 9 bar. Peningkatan laju alir air dan tekanan terbukti meningkatkan kemurnian metana secara signifikan, sementara suhu yang lebih rendah memberikan efisiensi optimal dalam mengurangi konsentrasi H‚‚S.. Model matematis quadratic dengan desirability 0,984 menggambarkan hubungan antarvariabel. Metode pemurnian menggunakan air sebagai penyerap efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan. Simulasi dengan Aspen Hysys dan optimasi menggunakan RSM memberikan panduan untuk mengidentifikasi kondisi operasi optimal dalam proses pemurnian H‚‚S, mendukung pengelolaan limbah industri kelapa sawit yang berkelanjutan.
PEMETAAN KERENTANAN SEISMIK SEBAGAI DASAR MITIGASI RISIKO LINGKUNGAN PADA KAWASAN INDUSTRI KIMIA KOTA LHOKSEUMAWE Siska, Deassy; Bustami; ZA, Nasrul; Syahputra, Azhar; mukhlis
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.26024

Abstract

Kota Lhokseumawe merupakan kawasan perkotaan dan industri kimia yang berada pada wilayah rawan gempa bumi akibat pengaruh aktivitas tektonik regional. Gempa bumi tidak hanya berpotensi menimbulkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga dapat memicu risiko lingkungan berupa kebocoran bahan kimia dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kerentanan seismik Kota Lhokseumawe berdasarkan parameter frekuensi dominan, faktor amplifikasi, dan indeks kerentanan seismik, serta mengkaji implikasinya sebagai dasar mitigasi risiko lingkungan pada kawasan industri kimia. Metode yang digunakan adalah analisis mikrotremor dengan pendekatan Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) untuk memperoleh karakteristik dinamik tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerentanan seismik di Kota Lhokseumawe bervariasi secara spasial, dengan zona kerentanan sedang hingga tinggi terutama terkonsentrasi pada Kecamatan Muara Satu, Blang Mangat, dan Banda Sakti. Integrasi peta kerentanan seismik dengan sebaran kawasan industri kimia menunjukkan adanya tumpang tindih antara zona kerentanan tinggi dan lokasi fasilitas industri, yang mengindikasikan potensi risiko lingkungan yang signifikan apabila terjadi gempa bumi. Pemetaan kerentanan seismik ini dapat digunakan sebagai indikator awal dalam perencanaan mitigasi risiko lingkungan, penataan kawasan industri, serta pengelolaan industri kimia yang berorientasi pada keselamatan dan keberlanjutan lingkungan di Kota Lhokseumawe.