Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan perusahaan, laba bersih, dan arus kas operasi terhadap kebijakan dividen pada perusahaan subsektor pertambangan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2023. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan perusahaan, laba bersih, dan arus kas operasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen dengan nilai F hitung sebesar 43,582 dan signifikansi 0,000 (< 0,05). Secara parsial, ketiga variabel juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan dividen. Pertumbuhan perusahaan memiliki pengaruh paling dominan dengan nilai t hitung 6,368 dan signifikansi 0,000, diikuti oleh laba bersih (t hitung 3,107; sig. 0,002) dan arus kas operasi (t hitung 2,969; sig. 0,004). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,530 menunjukkan bahwa 53,0% variasi kebijakan dividen dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan sisanya 47,0% dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa pertumbuhan perusahaan, laba bersih, dan arus kas operasi merupakan faktor utama yang memengaruhi kebijakan dividen pada perusahaan pertambangan batubara, di mana pertumbuhan perusahaan menjadi variabel yang paling dominan dalam menentukan besarnya pembagian dividen.