Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Stres Kerja Perawat Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat Putrialif, Hayatunufus; Chairani, Aulia; Bahar, Meiskha; Kristanti, Melly
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 03 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i03.2968

Abstract

Sektor kesehatan termasuk ke dalam sektor dengan prevalensi stres kerja tertinggi. Lingkungan kerja fisik yang kurang mendukung merupakan salah satu penyebab stres pada perawat. Adapun tujuan dari studi ini adalah untuk melihat apakah terdapat keterkaitan antara tingkat stres kerja yang dikeluhkan oleh para perawat di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat dengan lingkungan kerja mereka. Pendekatan analitik observasional digunakan dengan desain cross-sectional dan simple random sampling. Responden merupakan perawat laki-laki sejumlah 47 responden. Data kemudian diolah menggunakan analisa univariat dan uji Fisher digunakan untuk analisa bivariat. Temuan menunjukkan 24 perawat (51,1%) mengalami stres ringan dan 41 perawat (87,2%) merasa lingkungan kerja fisik kondusif, dan p-value 1,000 dengan OR 0,952. Tidak ada hubungan yang signifikan antara lingkungan kerja fisik dan stres kerja perawat dalam penelitian ini. Diharapkan rumah sakit dapat memaksimalkan pengadaan pendingin ruangan di setiap ruangan karena tetap dibutuhkan ketika udara sedang tidak bersahabat agar tidak mengganggu perawat dan pekerja lain saat bekerja, rumah sakit dapat mengevaluasi secara berkala terkait beban kerja yang diberikan agar sesuai dengan kemampuan perawat, dan diharapkan rumah sakit juga dapat mempertimbangkan penambahan sumber daya manusia apabila dari hasil evaluasi memang dibutuhkan. Kata kunci : Lingkungan kerja fisik; stres kerja; perawat
PENGARUH OBESITAS TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA PEGAWAI LAKI-LAKI DI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA TAHUN 2023 Kristanti, Melly; Nur Fasya, Ratu Azka; Citrawati, Mila; Chairani, Aulia
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 1 (2024): Volume 15 No. 1 (2024)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v15i1.1087

Abstract

Kelelahan kerja adalah berkurang atau hilangnya kesiagaan atau kecepatan bereaksi dan kemampuan untuk menampilkan keselamatan dan kesehatan yang sering terjadi pada profesi yang bersifat human service dan pada jenis kelamin laki-laki. Salah satu faktor yang berperan terhadap terjadinya kelelahan kerja adalah status gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh obesitas terhadap kelelahan kerja pada pegawai laki-laki di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional dengan sampel berjumlah 51 pegawai laki-laki di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh antara obesitas dengan kelelahan kerja (p = 0,888), tetapi terdapat faktor lain yang berpengaruh terhadap kelelahan kerja yaitu masa kerja (p = 0,006 ; OR = 10,964) dan beban kerja mental (p = 0,035 ; OR = 6,572). Pegawai kantoran lebih memperhatikan kondisi mental terhadap beban kerja yang dimiliki serta dapat menyesuaikan diri dimana tempat bekerja sebaik mungkin agar tidak terjadinya kelelahan kerja. Kata kunci: beban kerja mental, kelelahan kerja, masa kerja, obesitas, pegawai
Status Gizi Anak Usia 0 Bulan – 5 Tahun dengan Penyakit Jantung Bawaan Sianotik dan Asianotik di Rumah Sakit Hermina Bogor Weningtyas, Ahadiani; Faranita, Tri; Chairani, Aulia; Nugrohowati, Nunuk; Satriani, Liku
Sari Pediatri Vol 27, No 5 (2026)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.5.2026.283-9

Abstract

Latar belakang. Penyakit Jantung Bawaan (PJB) adalah jenis penyakit bawaan paling sering terjadi dengan prevalensi 1% dari seluruh kelahiran hidup. Angka kelahiran anak di Kota Bogor cukup tinggi, tetapi belum terdapat data PJB yang terpublikasi. Malnutrisi lebih umum terjadi pada pasien PJB, yang dapat memengaruhi morbiditas dan mortalitas.Tujuan. Menilai hubungan penyakit jantung bawaan sianotik dan asianotik dengan status gizi anak pada usia 0 bulan – 5 tahun di Rumah Sakit Hermina BogorMetode. Subjek penelitian ini berupa anak usia 0 bulan – 5 tahun, bersifat analitik observasional dengan teknik potong-lintang yang dilakukan di Rumah Sakit Hermina Bogor pada Juni-November 2023. Analisis statistik menggunakan uji Chi-square. Hasil. Dari 245 pasien yang mendertita PJB, terdapat 62 pasien yang kriteria penelitian terdiri dari 31 pasien PJB sianotik dan 31 pasien PJB asianotik. Terdapat 8 pasien (25,8%) dari PJB Sianotik dan 20 pasien (64,5%) dari PJB Asianotik mengalami malnutrisi. Terdapat hubungan antara penyakit jantung bawaan dengan status gizi (p=0.009) dengan OR 2,5 dan IK 95%.Kesimpulan. Penyakit jantung bawaan sianotik dan asianotik sangat terkait dengan status gizi pada anak usia 0 bulan – 5 tahun di Rumah Sakit Hermina Bogor.