Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PELATIHAN KONSELING ASERTIF UNTUK MENCEGAH BULLYING BAGI SANTRI PESANTREN DI KOTA PADANGSIDIMPUAN Saputri, Nor Mita Ika; Rambe, Malim Soleh
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9, No 4 (2024): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - OKTOBER-DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2024.v9i4.586-596

Abstract

Bullying merupakan satu dari tiga dosa besar dalam dunia pendidikan. Bullying banyak terjadi di lingkungan pesantren, dan bahkan dampaknya lebih besar. Sehingga, penting untuk membekali Para Santri dengan kemampuan Asertivitas. Pelatihan ini menggunakan modul pelatihan konseling asertif dengan Teknik Behavioral Skill Training (BST) yang telah disusun sejak tahun 2022 hingga 2023. Tujuan penelitian ini adalah melihat seberapa efektif penggunaan modul konseling asertif untuk meningkatkan keterampilan asertif santri, sehingga menurunkan kasus bullying khususnya di Pesantren Darul Istiqomah dan Pesantren An-Nur Panyanggar. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 santri yang terdiri dari 20 santri Darul Istiqomah, dan 20 santri Pesantren An-nur. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan the pretest postest control group design. Teknik Pengumpulan data menggunakan skala perilaku bullying 45 Item yang disusun, 2 di antaranya gugur dan 43 item valid. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif dengan uji-t.  Berdasarkan hasil uji paired sample t Test diketahui bahwa nilai signifikansi (2-tailed) adalah 0,000 0,05, yang berarti terdapat pengaruh perlakuan yang diberikan terhadap kelompok eskperimen
EFEKTIVITAS LAAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING DALAM MENANGANI KONSEP DIRI NEGATIF PADA SISWA SMK SWASTA HARAPAN POKENJIOR Hutabarat, Mirna Sari; Saputri, Nor Mita Ika; Asmaryadi, Asmaryadi
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9, No 1 (2024): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-MARET 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2024.v9i1.43-48

Abstract

Layanan Konseling Kelompok Dengan Teknik Assertive Training Dalam Menangani Konsep Diri Negatif Pada Siswa SMK Swasta Harapan Pokenjior.Masalah pokok dalam penelitian ini adalah tentang rendahnya konsep diri Siswa SMK Swasta Harapan Pokenjior. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh konseling kelompok dengan teknik Assertive Training untuk menangani konsep diri Siswa.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode eksperimen. Jenis desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-eksperimental design, tipe one group pretest-posttest design. Instrumen yang digunakan adalah skala konsep diri. Populasi dalam penelitian ini adalah 20 Siswa SMK Swasta Harapan Pokenjior sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah Remaja yang memiliki konsep diri yang sedang dan rendah sebanyak 10 Siswa yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. dan teknik analisis yang digunakan uji-t dan n-gain.Dari hasil analisis data yang dilakukan, dapat disimpulkan : pertama terjadi perbedaan skor konsep diri setelah diberi konseling kelompok dengan nilai terjadinya peningkatan skor pre-test ke skor post-test, pada skor pre-test jumlah skor Siswa adalah 1394 dengan rata-rata 139,4. Sedangkan skor pada skor post-test terjadi peningkatan skor menjadi 1488 dengan rata-rata 148,8,setelah diberikan tratment melalui konseling kelompok teknik Assertive Training. Artinya , hipotesis alternatif (Ha) diterima dan (H0) ditolak pada taraf signifikan 5% dengan db atau df 9. Ini berarti bahwa pengaruh konseling kelompok dengan teknik Assertive training berpengaruh signifikan dalam meningkatkan Konsep diri Siswa SMK Swasta Harapan Pokenjior.
FITRAH BASED GROUP COUNSELING: A HOLISTIC APPROACH TO ENHANCING STUDENTS' CAREER MATURITY IN THE DIGITAL ERA AND CREATIVE ECONOMY Rambe, Malim Soleh; Saputri, Nor Mita Ika; Siregar, Azijah Tussolihah
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 04 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v14i04.9103

Abstract

Background: The advancement of the digital era and the creative economy presents multidimensional challenges in students’ career decision-making. Approximately 68% of high school students in Indonesia experience confusion in determining their career paths due to difficulties in integrating personal potential with contemporary demands. Conventional counseling approaches are considered suboptimal in addressing these needs; therefore, a holistic intervention based on Islamic values is required. Purpose: This study aims to develop and examine the effectiveness of a fitrah-based group counseling model in enhancing students’ career maturity, particularly in aspects of self-understanding, strategic planning, and adaptation to digital transformation. Method: The study employed a quasi-experimental design with a Non-Equivalent Control Group, involving 24 twelfth-grade students of SMA Negeri 8 Padangsidimpuan, divided into an experimental group (12 sessions of fitrah-based counseling) and a control group (conventional counseling). Data were collected using the Career Maturity Inventory and analyzed with the Wilcoxon test. Result: The results revealed a significant improvement in the experimental group (post-test scores 228–288; Z = –3.190, p < 0.001), particularly in the spiritual (79%), creativity (82%), and adaptability (3.2×) dimensions, while the control group showed only marginal progress (scores 159–200). Conclusion: These findings confirm that the fitrah-based counseling model effectively enhances students’ holistic career maturity. The implications include integrating this model into school counseling curricula, developing counselor training modules, and formulating educational policies that combine digital literacy with spiritual values.