Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PELATIHAN KONSELING ASERTIF UNTUK MENCEGAH BULLYING BAGI SANTRI PESANTREN DI KOTA PADANGSIDIMPUAN Saputri, Nor Mita Ika; Rambe, Malim Soleh
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9, No 4 (2024): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - OKTOBER-DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2024.v9i4.586-596

Abstract

Bullying merupakan satu dari tiga dosa besar dalam dunia pendidikan. Bullying banyak terjadi di lingkungan pesantren, dan bahkan dampaknya lebih besar. Sehingga, penting untuk membekali Para Santri dengan kemampuan Asertivitas. Pelatihan ini menggunakan modul pelatihan konseling asertif dengan Teknik Behavioral Skill Training (BST) yang telah disusun sejak tahun 2022 hingga 2023. Tujuan penelitian ini adalah melihat seberapa efektif penggunaan modul konseling asertif untuk meningkatkan keterampilan asertif santri, sehingga menurunkan kasus bullying khususnya di Pesantren Darul Istiqomah dan Pesantren An-Nur Panyanggar. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 santri yang terdiri dari 20 santri Darul Istiqomah, dan 20 santri Pesantren An-nur. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan the pretest postest control group design. Teknik Pengumpulan data menggunakan skala perilaku bullying 45 Item yang disusun, 2 di antaranya gugur dan 43 item valid. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif dengan uji-t.  Berdasarkan hasil uji paired sample t Test diketahui bahwa nilai signifikansi (2-tailed) adalah 0,000 0,05, yang berarti terdapat pengaruh perlakuan yang diberikan terhadap kelompok eskperimen
EFEKTIVITAS LAAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING DALAM MENANGANI KONSEP DIRI NEGATIF PADA SISWA SMK SWASTA HARAPAN POKENJIOR Hutabarat, Mirna Sari; Saputri, Nor Mita Ika; Asmaryadi, Asmaryadi
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9, No 1 (2024): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-MARET 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2024.v9i1.43-48

Abstract

Layanan Konseling Kelompok Dengan Teknik Assertive Training Dalam Menangani Konsep Diri Negatif Pada Siswa SMK Swasta Harapan Pokenjior.Masalah pokok dalam penelitian ini adalah tentang rendahnya konsep diri Siswa SMK Swasta Harapan Pokenjior. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh konseling kelompok dengan teknik Assertive Training untuk menangani konsep diri Siswa.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode eksperimen. Jenis desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-eksperimental design, tipe one group pretest-posttest design. Instrumen yang digunakan adalah skala konsep diri. Populasi dalam penelitian ini adalah 20 Siswa SMK Swasta Harapan Pokenjior sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah Remaja yang memiliki konsep diri yang sedang dan rendah sebanyak 10 Siswa yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. dan teknik analisis yang digunakan uji-t dan n-gain.Dari hasil analisis data yang dilakukan, dapat disimpulkan : pertama terjadi perbedaan skor konsep diri setelah diberi konseling kelompok dengan nilai terjadinya peningkatan skor pre-test ke skor post-test, pada skor pre-test jumlah skor Siswa adalah 1394 dengan rata-rata 139,4. Sedangkan skor pada skor post-test terjadi peningkatan skor menjadi 1488 dengan rata-rata 148,8,setelah diberikan tratment melalui konseling kelompok teknik Assertive Training. Artinya , hipotesis alternatif (Ha) diterima dan (H0) ditolak pada taraf signifikan 5% dengan db atau df 9. Ini berarti bahwa pengaruh konseling kelompok dengan teknik Assertive training berpengaruh signifikan dalam meningkatkan Konsep diri Siswa SMK Swasta Harapan Pokenjior.
FITRAH BASED GROUP COUNSELING: A HOLISTIC APPROACH TO ENHANCING STUDENTS' CAREER MATURITY IN THE DIGITAL ERA AND CREATIVE ECONOMY Rambe, Malim Soleh; Saputri, Nor Mita Ika; Siregar, Azijah Tussolihah
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 04 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v14i04.9103

Abstract

Background: The advancement of the digital era and the creative economy presents multidimensional challenges in students’ career decision-making. Approximately 68% of high school students in Indonesia experience confusion in determining their career paths due to difficulties in integrating personal potential with contemporary demands. Conventional counseling approaches are considered suboptimal in addressing these needs; therefore, a holistic intervention based on Islamic values is required. Purpose: This study aims to develop and examine the effectiveness of a fitrah-based group counseling model in enhancing students’ career maturity, particularly in aspects of self-understanding, strategic planning, and adaptation to digital transformation. Method: The study employed a quasi-experimental design with a Non-Equivalent Control Group, involving 24 twelfth-grade students of SMA Negeri 8 Padangsidimpuan, divided into an experimental group (12 sessions of fitrah-based counseling) and a control group (conventional counseling). Data were collected using the Career Maturity Inventory and analyzed with the Wilcoxon test. Result: The results revealed a significant improvement in the experimental group (post-test scores 228–288; Z = –3.190, p < 0.001), particularly in the spiritual (79%), creativity (82%), and adaptability (3.2×) dimensions, while the control group showed only marginal progress (scores 159–200). Conclusion: These findings confirm that the fitrah-based counseling model effectively enhances students’ holistic career maturity. The implications include integrating this model into school counseling curricula, developing counselor training modules, and formulating educational policies that combine digital literacy with spiritual values.
INSTRAGRAM SEBAGAI MEDIA EKSISTENSI DIRI (STUDI FENEMOLOGI PADA MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TAPANULI SELATAN) Harahap, Melvi Amalina; Saputri, Nor Mita Ika; Pardede, Nurhasanah
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 11 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i11.1230-1237

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang dampak keluarga broken home terhadap Motivasi belajar anak. tujuan yang dicapai adalah untuk mengetahui bagaimana dampak keluarga broken home terhadap motivasi belajar anak di Desa Sayurmaincat. Jenis penelitian ini adalah penelittian deskriptif, karena penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yaitu menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa: Broken home sangat berpengaruh dalam motivasi belajar anak. Pola asuh anak dalam keluarga juga akan mempengaruhi tingkat motivasi belajar anak. Motivasi juga adalah salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi anak. Salah satu hal yang perlu membangkitkan semangat belajar adalah dengan adanya dorongan motivasi. Tetapi hal ini ternyata tidak semua anak broken home kehilangan motivasi belajarnya. Peran keluarga sangat penting bagi anak broken home. Dan semua kembali lagi kepada pilihan anak-anak yang mengalami broken home. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana instagram digunakan sebagai media untuk mengekpresikan dan membentuk ekstensi diri pada mahasiswa bimbingan dan konseling di Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenemonologi untuk menggali pengalaman subjektif para informan dalam menggunakan instagram sebagai bagian dari identitas dan eksistensi mereka. Informan dalam penelitian ini ada beberapa mahasiswa aktif menggunakan instagram untuk membagikan aktivitas, pemikiran, dan pencapaian mereka.Hasil penelitian menunjukkan bahwa instagram digunakan oleh mahasiswa sebagai sarana untuk menampilkan citra diri, memperoleh pengakuan sosial, dan membangun citra rasa percaya diri. Eksistensi diri terlihat dari cara mahasiswa mengelola unggahan, memilih konten, dan merespons interaksi sosial melalui fitur-fitur yang tersedia di instagram. Platform ini tidak hanya menjadi alat komunikasi visual, tetapi juga sibagai ruang untuk eksistensi sosial di era digital.
Sintesis Teori Psikologi, Pedagogi, dan Manajemen sebagai Landasan Interdisipliner Transformasi Metode Coaching : Literature Review Saputri, Nor Mita Ika
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v15i3.13102

Abstract

Coaching telah berkembang menjadi disiplin ilmiah yang diakui global, namun dihadapkan pada fragmentasi teori dan kurangnya integrasi interdisipliner. Penelitian ini bertujuan mensintesis teori psikologi, pedagogi, dan manajemen untuk menciptakan kerangka coaching yang holistik, adaptif, dan relevan dengan konteks lokal, khususnya Indonesia. Metode systematic literature review dengan analisis tematik diterapkan pada 44 artikel terpilih (2020–2025) dari database Scopus, Web of Science, Google Scholar, dan jurnal nasional terakreditasi. Hasil menunjukkan tiga temuan utama: (1) Psikologi, melalui Self-Determination Theory (SDT) dan Psychological Safety, menjadi fondasi peningkatan motivasi intrinsik, well-being, dan perubahan perilaku individu; (2) Pedagogi, terutama prinsip andragogi dan pembelajaran transformatif, meningkatkan retensi keterampilan serta efektivitas coaching melalui pendekatan dialogis dan teknologi (e-coaching); (3) Manajemen, dengan model sistemik dan managerial coaching, mengoptimalkan kinerja organisasi, inovasi, serta adaptasi perubahan. Kontekstualisasi budaya, seperti integrasi nilai Tri Hita Karana (Bali) dan kearifan lokal pesantren (Jawa Barat), terbukti meningkatkan penerimaan dan dampak coaching di Indonesia. Sintesis interdisipliner ini menawarkan model coaching berbasis bukti yang menjembatani kebutuhan individu, strategi organisasi, dan nilai kultural, sekaligus menjawab tantangan fragmentasi teoritis. Implikasi praktis mencakup peningkatan kepemimpinan adaptif, transformasi digital UMKM, serta penguatan keberlanjutan organisasi melalui pendekatan yang terpersonalisasi dan inklusif.
PSIKOEDUKASI MENGOPTIMALKAN KECERDASAN EMOSI DAN SPIRITUAL ANAK SEJAK DINI Amri, Khairul; Saputri, Nor Mita Ika; Sukatno, Sukatno; Abubakar, Abubakar
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v1i1.27-30

Abstract

Psychoeducation is a counselling on how to optimize the emotional intelligence and spiritual intelligence of children from an early age. This devotion is done for two months from January to February 2017. This dedication will be useful for teachers to develop children's intelligence optimally. Thus, teachers focus not only on the values of intellectual intelligence but also on other intelligence that will support the success of children later, such as emotional and spiritual intelligence. The results of this psychoeducation activity are: (1) the target of the previously planned trainees is at least 50 people, and the attendance is 100 people. Thus the target of the trainees can be said successful; (2) the teacher canrecognize and develop the child's emotional and spiritual intelligence through his body language; (3) the material delivered also has reached the target. The material presented includes: (a) recognizing the emotions of the child, (b) releasing negative emotions, (c) managing oneself emotions, (d) motivating oneself, (e) recognizing the emotions of others, (f) motivating others, (g) fostering relationships, (h) recognize the personality and emotions of the child, (i) adopt a parenting pattern appropriate to the child's development and personality, (j) communicate well with the child, (k) discuss all issues together, (l) tell grand stories, (m) involve the child in religious rituals.Keywords: Psychoeducation, emotional intelligence, spiritual intelligence
Effectiveness of STEM-Based Project-Based Learning in Enhancing Senior High School Students’ Scientific Literacy Lubis, Ainun Mardiyah; Cholily, Yus Mochamad; Susetyarini, Rr. Eko; Purwanti, Elly; Anita, Yulia; Saputri, Nor Mita Ika; Elisa; Qoimah, Dikmatul
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 1 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i1.14077

Abstract

The purpose of this study was to examine the effectiveness of the STEM (science, technology, engineering, and mathematics)-based Project-Based Learning (PjBL) model in improving senior high school students’ scientific literacy. This study employed a quasi-experimental method with a pre-test and post-test nonequivalent control group design and was conducted at SMA Negeri 5 Padangsidimpuan. The research involved two classes consisting of 35 students each: an experimental class taught using STEM-based PjBL and a control class taught using conventional learning. Scientific literacy was measured using an essay test, while students’ attitudes toward science were assessed through a questionnaire. The results of the independent samples t-test showed no significant difference in students’ initial abilities (sig. = 0.064 > 0.05). However, the post-test results indicated a significant difference between the two groups (sig. = 0.000 < 0.05), with the experimental class achieving a higher mean score. In addition, students’ attitudes toward science in the experimental class were categorized as good to very good. These findings indicate that STEM-based Project-Based Learning is effective in enhancing students’ scientific literacy.