Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Internalisasi Budaya Damai Nosarara Nosabatutu untuk Meningkatkan Dispositional Mindfulness pada Guru Bau Ratu; Dhevy Puswiartika; Ikhlas Rasido; Nurwahyuni Nurwahyuni; Herlina Herlina; Hamlan Andi Basso Malla; Atfal Wahyu Rinaldi
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 11, No 2 (2023): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/184700

Abstract

Guru yang memiliki karakteristik dispositional mindfulness akan mampu menerima dan menghadapi setiap kenyataan dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai pengajar dengan penuh perhatian, kesadaran, dan ketenangan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan karakteristik dispositional mindfulness adalah dengan melakukan internalisasi budaya damai Nosarara Nosabatutu sebagai nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Suku Kaili di Sulawesi Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran budaya damai Nosarara Nosabatutu dalam meningkatkan dispositional mindfulness pada guru. Jenis penelitian ini adalah penelitian mixed method dengan partisipan para guru di SMP Negeri 5 di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah quota sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala dispositional mindfulness, inventori budaya damai, dan focus group discussion. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis tema. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya damai Nosarara Nosabatutu yang sudah terinternalisasi pada para guru dapat membantu mereka dalam mengembangkan dispositional mindfulness. Penelitian ini dapat berkontribusi terhadap pengembangan literatur mindfulness dalam konteks bimbingan dan konseling. Temuan penelitian ini selanjutnya dapat menjadi acuan bagi pengembangan model intervensi mindfulness berbasis budaya damai Nosarara Nosabatutu untuk optimalisasi kompetensi sosial emosional pada guru di Sulawesi Tengah.
Problematika Guru Pendidikan Agam Islam (Pai) Dalam Menyusun Soal Berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS) Di SMP Negeri 2 Palu Siti Rahma; Erniati Erniati; Hamlan Hamlan
Journal on Education Vol 6 No 4 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 4 Mei-Agustus 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i4.6251

Abstract

This study aims to find out the problems faced by teachers and find out solutions for teachers who experience problems in compiling problems based on Higher Orther Thinking Skill (HOTS) or high-level thinking skills. This study uses qualitative research methods to understand a condition that occurs in PAI teachers in compiling HOTS questions. The results of this study show that the problems faced by PAI teachers in compiling Higher Thinking Skill (HOTS) questions at SMP Negeri 2 Palu have various problems. There are two problems with the three PAI teachers, namely first, the difficulty in compiling questions that contain problem solving. Second, PAI teachers have problems in determining the KKO (Operational Verb) that is appropriate and in accordance with Bloom's Taxonomy. Another problem is caused by the age factor experienced by one of the elderly PAI teachers resulting in decreased competence so that it is difficult to understand high-level problem solving. This research confirms that the school should conduct workshops related to the preparation of HOTS questions for teachers at SMP Negeri 2 Palu more often. As for PAI teachers, they should always improve their competence in compiling HOTS questions by utilizing the internet, social media and relevant books. In addition, PAI teachers should seriously participate during the Workshop and MGMP activities, so that the knowledge and information obtained can be truly understood and applied in the preparation of HOTS questions.
MITOLOGI DALAM TEORI GENETIK KONRAD Z. LORENZ: PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Hamlan Andi Baso Mala; Andi Makarma
ISTIQRA: Jurnal Hasil Penelitian Vol. 9 No. 2 (2021): Juli - Desember 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (970.751 KB) | DOI: 10.24239/ist.v9i2.803

Abstract

This paper criticizes Konrad Lorenz's genetic theory which says humans are social animals. Lorenz describes animal social behavior which is implemented in human social behavior. The argument built by Lorenz focuses on human social behavior due to biological causes. This paper is a discourse analysis in the study of literature by using the approach of social and Islamic education theories. The findings of this study, first; Lorenz is of the view that human social behavior originates from genetics. He studied animal social phenomena to be applied to human social behavior which has a different biological structure from animals. Second; Lorenz's argument that humans are the same as animals because their innate instincts are very debatable. Third; From the perspective of Islamic education, Lorenz argues is very disproportionate because the biological structure of humans is different from the biological structure of animals. The weakness of Lorenz's genetic theory of human behavior is that it places too much emphasis on the biological aspect alone or in the narrative "humans are social animals", this theory can be accepted as mythology in the paradigm of academic studies. Keywords:
The Effect of Principal Leadership Through Organizational Citizenship Behavior of Teachers on the Quality of Islamic Religious Education Learning Malla, Hamlan Andi Baso; Hamka, Hamka; Kurnia, Kurnia; Abu, Ardillah
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol 15 No 1 (2023): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v15i1.3945

Abstract

This paper investigates the pivotal role of school principals in shaping and enhancing Organizational Citizenship Behavior (OCB) among teachers to enhance the quality of Islamic Religious Education (IRE) instruction. The research was conducted at SMA Negeri 1 Bumi Raya, located in Morowali Regency, Central Sulawesi Province, Indonesia, employing descriptive-qualitative methodologies. Data analysis was conducted using the N-Vivo software. The findings of this study underscore the multifaceted role of principals in fostering OCB. Principals emerge as both motivators and supervisors within the educational setting. As motivators, they offer support and encouragement to teachers facing challenges, convene regular meetings to address issues, and deliver motivating messages during ceremonial gatherings. As supervisors, they diligently assess and oversee the performance of their teaching staff, ensuring a high standard of educational delivery. Internally, factors influencing OCB include teachers' personality development and perception of organizational support. Externally, the quality of relationships between superiors and subordinates and the length of service significantly impact OCB outcomes. In summary, this research sheds light on the pivotal role of school principals as motivators and supervisors and identifies key internal and external factors that influence the optimization of OCB among teachers. Understanding these dynamics is crucial for improving the management and quality of Islamic Religious Education learning in educational institutions.
Pengaruh Motivasi, Budaya Organisasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu Sulistiyawati Latimbang; Sagaf S. Pettalongi; Fatimah Saguni; Hamlan Hamlan
Jurnal Integrasi Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Integrasi Manajemen Pendidikan (JIMPE)
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/jimpe.v1i2.1215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi, budaya organisasi, dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu. Jenis penelitian ini merupakan gabungan antara penelitian deskriptif dan kausal melalui metode penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan kepada seluruh ASN yang berada di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu yang berjumlah 74 responden, kemudian sampel tersebut diambil berdasarkan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner. Analisis data dilakukan melalui metode regresi linear berganda dengan menggunakan bantuan software SPSS versi 16. Data yang telah memenuhi uji instrumen penelitian dan uji asumsi klasik diolah sehingga menghasilkan persamaan regresi. Pengujian hipotesis menggunakan uji F menunjukkan bahwa ketiga variabel independen yang diteliti terbukti secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen kinerja pegawai. Kemudian melalui uji t dapat diketahui bahwa motivasi, budaya organisasi dan, lingkungan kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dan lingkungan kerja. dengan demikian ketiga variabel bebas yang diteliti secara serempak memberikan pengaruh terhadap variabel terikat yaitu kinerja pegawai sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
Manajemen Pengembangan Kurikulum di Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT) Al Fatih Kota Palu Olvianty Olvianty; Fatimah Saguni; Hamlan Hamlan
Jurnal Integrasi Manajemen Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Integrasi Manajemen Pendidikan (JIMPE)
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/jimpe.v2i1.1860

Abstract

Pendidikan dewasa ini sudah mulai dititikberatkan pada anak usia dini. Anak-anak usia dini yang berada pada kisaran usia empat sampai enam tahun duduk pada bangku sekolah taman kanak-kanak. Anak usia dini yang bersekolah pada jenjang taman kanak-kanak adalah anak-anak yang dalam segala hal masih diwakilkan orang tua aspek-aspek pembelajarannya. Mulai dari aspek sosial, moral agama, kognitif, sampai pada aspek emosional anak. Sehingga ketika melakukan pembelajaran di luar lingkungan rumah, maka antara pendidik sekolah (guru) dan pendidikan rumah (orang tua) harus menjalankan peran yang selaras dan bersinergi antara satu dengan yang lainnya. Dalam hal ini, keterlibatan orang tua secara penuh pada sistem pembelajaran anak di jenjang pendidikan usia dininya.Keselarasan mendidik antara sekolah dan orang tua diharapkan dapat membentuk generasi yang tidak ambigu. Hal yang sangat penting dalam pembangunan karakter anak di masa depan, terutama dalam tujuan membentuk anak menjadi pemimpin.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan kurikulum di jenjang taman kanak-kanak sesuai tujuan pendidikan anak usia dini serta menelaah tingkat kesulitan atau kendala dalam menerapkan kurikulum yang dikembangkan. Dalam hal ini, yang diperlukan adalah mengetahui bagaimana manajemen pengembangan kurikulum yang dilakukan. Mulai dari proses perencanaannya, kemudian pengorganisasiannya, pelaksanaan kurikulum tersebut, sampai pada tahapan evaluasinya untuk kemudian dilakukan perencanaan kembali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berdasar dengan studi kasus, dimana hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengembangan kurikulum di TKIT Al Fatih Kota Palu sudah berjalan sesuai dengan fungsi manajemen.
Strategi Pemasaran Pendidikan Melalui Media Sosial Di Sd Islam Khalifah Palu Efendi, Muhammad Rizal; Hamlan, Hamlan; Hamka, Hamka; Azma, Azma
Jurnal Integrasi Manajemen Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Integrasi Manajemen Pendidikan (JIMPE)
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/jimpe.v2i2.2942

Abstract

Peneltian ini membahas tentang “Strategi Pemasaran Pendidikan Melalui Media Sosial di SD Islam Khalifah Palu”. Penelitian ini berfokus pada : (1) Bagaimana strategi pemasaran pendidikan melalui media sosial di SD Islam Khalifah Palu (2) Bagaimana Implikasi Efektifitas Pemasaran pendidikan dalam calon peserta didik di SD Islam Khalifah Palu.Penelitian ini bertujuan untuk menjawab fokus penelitian mengenai strategi pemasaran pendidikan melalui media sosial. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskrptif. Metode yang digunakan peneliti dalam pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan dianalisis dengan cara mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Agar data yang diperoleh terjamin validitas dan kredibilitasnya maka diadakan pengecekan keabsahan data. Hasil penelitian yang dilakukan di lapangan menunjukkan bahwa implementasi strategi pemasaran yang dilakukan di SD Islam Khalifah Palu sudah memenuhi kriteria dari komponen-komponen yang ada di bauran pemasaran Perencanaan ,pengorganisasian , Strategi ,Dan penentuan media sosial. Untuk proses pemasaran yang dilakukan di SD Islam Khalifah Palu sudah menggunakan media sosial sebagai alat pemasaran sekolah. Adapun media sosial yang digunakan oleh SD Islam Khalifah Palu sebagai alat pemasaran yaitu melalui Facebook, dan WhatsApp Adapun tantangan atau pengaruh yang dihasilkan dari pemasaran pendidikan melalui media sosial yaitu dibuktikan dengan naiknya jumlah peserta didik tiap tahunnya dari 5 sampai 10%. Kemudian dikenalnya sekolah oleh masyarakat luas baik di dalam kota Palu maupun dari luar kota Palu sehingga dengan adanya pemasaran pendidikan melalui media sosial orang tua/wali murid dapat mendaftarkan anaknya ke SD Islam Khalifah Palu dan calon peserta didik baru dapat melihat profil sekolah melalui media sosial serta dengan adanya pemasaran pendidikan melalui media sosial sekolah mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya khususnya dalam bidang pemasaran pendidikan.
Analisis Sosial Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di SMP Al-Azhar Mandiri Kota Palu Yusmina, Yusmina; Rusdin, Rusdin; Hamlan, Hamlan
Jurnal Integrasi Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Integrasi Manajemen Pendidikan (JIMPE)
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/jimpi.v1i1.900

Abstract

Tulisan ini embahas tentang kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMP Al-Azhar Mandiri Kota Palu. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan study kasus. Sebagaimana tahapnya yaitu pra observasi (permohonan izin untuk meneliti). Metode pengumpulan data interview, observasi, dan dokumentasi. Sumber data yang diperoleh dari data primer (secara Langsung) adalah hasil dari field research (penelitian lapangan) yaitu interview Kepala sekolah, Guru kelas, Guru bidang study, Staf administrasi, Peserta didik, Orangtua peserta didik. Dan dari data sekunder (tidak langsung) yaitu literatur lainnya yang relevan dengan permasalahan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosial kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMP Al-Azhar Mandiri yaitu selalu menjaga hubungan siraturahmi yang baik pada pihak-pihak sekolah, kepala sekolah memiliki tiga gaya dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu gaya demokratis, yaitu kemampuan mempengaruhi orang lain. Gaya otokratis yaitu, kemampuan mengendalikan dan menentukan, kebijakan. Gaya kharismatik, yaitu kemampuan yang dapat menginspirasi oranglain. Upaya yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu, transparansi terhadap penggunaan dana-dana sekolah. Memotivasi tenaga kependidikan untuk selalu memberikan pelayanan terbaik. Memberikan reword (bonus) kepada pendidik apabila mereka berprestasi dalam membina peserta didik. Mengadakan workshop kepada tenaga pendidik dan kependidikan untuk menambah wawasan pengetahuan. Pemanfaatan LMS ( learning, management system ) seperti pembuatan video pembelajaran, aplikasi pembelajaran (classroom. Forum chat, kuis, absensi).
Penerapan Pendekatan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam Meningkatkan Kemampuan Memahami MateriQ.S. Al-Hujurat: 13 pada Peserta Didik Kelas IV SDN Posangke Isnawati, Isnawati; Hamlan, Hamlan; Santoso, Mohamad
Jurnal Inovasi Pendidikan Profesi Guru - Jinpig Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Inovasi Pendidikan Profesi Guru
Publisher : Jurusan Pendidikan Profesi Guru Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan pendekatan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam meningkatkan kemampuan memahami materi Surah At-Tin pada peserta didik kelas IV SDN Posangke. Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah perkembangan teknologi yang pesat di era revolusi industri 4.0 menuntut generasi muda untuk melek teknologi dan memiliki keterampilan abad 21, namun pada kenyataannya banyak pendidik belum mampu mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran secara efektif. Pendekatan TPACK merupakan kerangka kerja yang menggabungkan pengetahuan teknologi, pedagogik, dan konten dalam pembelajaran. Dengan pendekatan ini, diharapkan pendidik dapat merancang pembelajaran yang lebih inovatif, kreatif, dan meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Instrumen pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi.
Emergence of New Language Authorities in the Digital Era: The Roles of Edtech Platforms in Arabic Language Learning: Experience from Digital Learners’ Generation in Islamic Universities Muhammad Jabir; Nurdin Nurdin; Fatimah Saguni; Hamlan Andi Baso Mala
International Journal of Language Education Vol. 10 No. 1, 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijole.v10i1.83712

Abstract

The emergence of new information technology has brought about changes in language-teaching approaches. The changes include shifting conventional language-learning knowledge to digital resources, helping university students become more independent. The phenomenon causes the emergence of new authorities in language learning. However, limited studies have examined the new language-teaching authorities and how they emerge in the digital era. This study, therefore, aims to investigate what new language teaching authorities are and how they have emerged from the perspectives of Arabic learners. Using a qualitative multiple-case study design, this study was conducted at two Islamic universities. Data were gathered through direct observation, focus group discussions, in-depth interviews, and analysis of written materials. The focus group discussions involved 20 students; 12 of them were then recruited for in-depth interviews. Data was analyzed using a thematic approach. Our findings show that EdTech platforms have played a more critical role in Arabic language teaching than traditional Arabic teachers and Arabic educational institutions. Such EdTech platforms include Arabic-language organization websites, social media platforms, and government websites for Arabic teaching.   However, the most important finding of our study is that EdTech platforms have played a significant role in fostering more independent Arabic language learning, which may have reduced the roles of conventional language resources such as teachers, schools, and language laboratories. In other words, EdTech platforms outperform conventional language-teaching authorities. The emergence of new language-teaching authorities might streamline the bureaucratic process in Arabic language learning, as students might no longer be required to attend conventional language-learning settings such as schools or language laboratories. Our study contributes to the development of new approaches and the redesign of the curriculum in language teaching and learning. This study has limitations, including a focus solely on Arabic and a reliance on two case studies. Future studies might involve other languages, such as English, with more case studies to increase insight and trustworthiness.