Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Hubungan Antara Kecanduan Bermain Game Online Dengan Perkembangan Psikososial Anak Usia Sekolah Di Sdn 1 Sesetan Nyoman Ayu Dian Saskia Dewi P; A.A.A Yuliati Darmini; Asthadi Mahendra Bhandesa
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v7i1.426

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Seiring dengan pesatnya perkembangan internet banyak jenis game online bermunculan. Secara umum anak usia sekolah lebih banyak menghabiskan waktunya dengan mencoba hal baru dan bermain, mereka bermain untuk menyenangkan rasa penasaran mereka melalui game online. Game online dianggap sebagai hal yang menarik bagi anak sekolah dasar, mereka menyukai permainan bernuansa persaingan sehingga tidak memperdulikan waktu yang digunakan untuk bermain. Tujuan : untuk mengetahui Hubungan antara Kecanduan Bermain Game Online dengan Perkembangan Psikososial Anak Usia Sekolah di SDN 1 Sesetan. Metode : Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 368 siswa SDN 1 Sesetan. Besar sampel dalam penelitian ini diperoleh sebanyak 192 siswa. Cara pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan menggunakan probability sampling    dengan teknik simple random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan lembar kuesioner Kecanduan Bermain Game Online dan Lembar Kuesioner Perkembangan Psikososial Anak. Analisa data menggunakan uji SPSS versi 20. Pada uji univariat menggunakan uji asumsi Kolmogorov-Smirnov, selanjutnya  uji bivariat menggunakan uji Rank Spearman.Hasil : Hasil analisis hubungan didapatkan ada hubungan antara kecanduan bermain game online dengan perkembangan psikososial anak usia sekolah di SDN 1 Sesetan dengan level signifikan p-value<0,001 <a=0,05.Kesimpulan : Bermain game online berkaitan erat dengan perkembangan psikososial anak usia sekolah di SDN 1 Sesetan Kata Kunci: Kecanduan Game Online, Perkembangan Psikososial, Anak Usia Sekolah
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN PHBS CUCI TANGAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN CUCI TANGAN PADA ANAK USIA 10-12 TAHUN DI BANJAR PANCA BHINEKA DESA ADAT TANJUNG BENOA Nur Fadila Haryanti; Yuliati Darmini; Asthadi Mahendra Bhandesa
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v7i1.476

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Sebagian besar anak usia sekolah yang belum mengetahui PHBS cuci tangan karena minimnya tenaga promosi kesehatan. Tujuan: mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan PHBS cuci tangan terhadap tingkat pengetahuan cuci tangan pada anak usia 10-12 tahun di Banjar Panca Bhineka Desa Adat Tanjung Benoa. Metode: Desain penelitian ini pra-eksperimen dengan one group pretest posttest design. Jumlah sample sebanyak 35 responden, dipilih dengan tehnik non-probability sampling dengan metode total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan PHBS cuci tangan dan dianalisa menggunakan uji Wilcoxon Ranks Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebelum penyuluhan PHBS cuci tangan sebanyak 25 responden (71,4%) memiliki pengetahuan yang cukup, 8 responden (22,9%) memiliki pengetahuan yang baik. Sesudah penyuluhan PHBS cuci tangan sebanyak 5 responden (14,3%) memiliki pengetahuan yang cukup dan 30 responden (85,7%) memiliki pengetahuan yang baik. Hasil uji wilcoxon diperoleh nilai p value (0.01<0.05) artinya terdapat pengaruh yang bermakna antara pemberian penyuluhan PHBS cuci tangan terhadap tingkat pengetahuan anak usia 10-12 tahun. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian penyuluhan tentang PHBS cuci tangan terhadap tingkat pengetahuan anak usia 10-12 tahun di Banjar Panca Bhineka Desa Adat Tanjung Benoa. Kata Kunci: Penyuluhan, PHBS Cuci Tangan, Pengetahuan, Anak Usia 10-12 Tahun
PKM Penyuluhan Nilai Dan Prinsip Antikorupsi Guna Mewujudkan Desa Antikorupsi Di Desa Timpag Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan Asthadi Mahendra Bhandesa; I Putu Gede Sutrisna; Ida Ayu Anom Rastiti; Ni Wayan Wida Prastini
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 4 Vol. 2 April, 2023
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v4i2.106

Abstract

Upaya pencegahan korupsi melalui Program Desa Antikorupsi yang digagas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan dan motor penggerak gerakan anti korupsi melalui desa. Pengukuran Indikator Desa Antikorupsi merupakan salah satu upaya dalam rangka mendorong Pemerintahan Desa dan segenap masyarakat agar dapat lebih berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan desa. ‘Dimulai dari wilayah yang relatif lebih kecil, penanggulangan korupsi di sektor desa diharapkan menjadi langkah awal proses membangun integritas negara anti korupsi’. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dilaksanakan bekerja sama dengan Desa Timpag Kecamatan Kerambitan Tabanan untuk melaksanakan penyuluhan nilai dan prinsip antikorupsi guna mewujudkan Desa Antikorupsi. Tujuan kegiatan Penyuluhan nilai dan prinsip antikorupsi guna mewujudkan desa antikorupsi merupakan kegiatan awal dari rencana pengembangan dan pengimplementasian program desa antikorupsi di Desa Timpag Kecamatan Kerambitan Tabanan. Sehingga Aparatur Desa dan Masyarakat kedepannya siap apabila kegiatan ini dikembangkan dalam bentuk pendampingan dan bimbingan teknis sampai terwujud Desa Antikorupsi dengan berbagai indikator yang ditetapkan menurut Panduan Desa Antikorupsi. Pelaksanaan PkM ini dilakukan dengan 3 tahap yaitu Tahap 1: Memberikan pre test tentang nilai dan prinsip antikorupsi guna mewujudkan desa antikorupsi, melakukan penyuluhan tentang nilai dan prinsip antikorupsi guna mewujudkan desa antikorupsi; Tahap 2: FGD pengisian instrumen desa antikorupsi; Tahap 3: Riview PkM dan Post test. Evaluasi pre test dan post test menggunakan kuesioner dengan 15 pertanyaan. Jumlah peserta dalam kegiatan ini sebanyak 35 orang. Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis Wilcoxon. Data pre test dan post test dianalisis dengan menggunakan analisis wilcoxon. Penggunaan wilcoxon digunakan karena distribusi nilai pre test dan post test tidak normal, dan diperoleh nilai signifikan <0,05. Hasil uji statistik nilai pre test dan post test diperoleh rata-rata nilai pre test 91.60 dan post test 100. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberian penyuluhan nilai dan prinsip antikorupsi guna mewujudkan desa antikorupsi di desa timpag berpengaruh terhadap pengetahuan dan kesiapan peserta dalam menyongsong desa antikorupsi. Kegiatan penyuluhan dan FGD pengisian instrumen penilaian desa antikorupsi sangat bermanfaat bagi Desa Timpag, terutama Kepala Desa, staf desa timpag dan kepala kewilayahan guna mewujudkan desa antikorupsi, yang dapat diberikan saran bahwa perlu diadakan pendampingan secara berkelanjutan untuk mewujudkan Desa Antikorupsi, terutama pendokumentasian dan sistem yang berintegritas, termasuk diberbagai desa lain agar semakin banyak desa yang siap dan menjadi desa antikorupsi
Pendidikan Antikorupsi Dalam Kurikulum Pendidikan Tinggi: Studi Korelasi Pada Sikap dan Perilaku Antikorupsi Civitas Akademika ITEKES Bali Asthadi Mahendra Bhandesa; I Made Sudarsana; I Putu Agus Endra Susanta; I Putu Gede Sutrisna; Ida Bagus Ardhi Putra; Komang Ayu Masri
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v6i2.2464

Abstract

The anti-corruption education is a process of learning and forming behavior held in Higher Education to prevent corrupt behavior and criminal acts. The purposes of this study were (1) to analyze the implementation of anti-corruption education, (2) to identify the knowledge about anti-corruption, (3) to identify the anti-corruption attitudes and behaviour, (4) to determine the correlation between knowledge with anti-corruption attitudes and behavior in the academic community of ITEKES Bali. This research employed mixed methods research with a sequential exploratory design. Data were collected qualitatively through interviews and documentation studies on the curriculum of Higher Education and study programs at ITEKES Bali. Moreover, the data were collected quantitatively with google form about the knowledge, anti-corruption attitudes and behaviour of the academic community.The findings indicated that (1) the implementation of anti-corruption education at ITEKES Bali in the form of 2 SKS credits of Anti-Corruption Education courses in each study program, the introduction of anti-corruption values during the PKKMB period, and Anti-Corruption Education Lecturer training activities as well as in other forms of activities such as research and seminars attended by lecturers and students, preparation of anti-corruption education modules, anti-corruption campaigns on social media; (2) the knowledge of ITEKES Bali Academic Community on anti-corruption was still quite good; (3) the attitudes and behavior of the respondents fall into the very good category; (4) the correlation coefficient between Anti-Corruption Education (x) and Anti-Corruption Attitudes and Behavior (y) was (r) = 0.739 with a significance of 0.002. It could be concluded that the correlation between the two variables is significant (0.002 <0.05) with a positive and strong correlation. It is suggested to increase the quantity and quality of anti-corruption knowledge, and the improvement of anti-corruption attitudes and behavior.
Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis Berbasis Fisik, Psikologi dan Budaya di Dusun Selat Desa Perean Tengah Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan I Gede Putu Darma Suyasa; IGA Rai Rahayuni; Sri Ariani; Kadek Buja Harditya; Asthadi Mahendra Bhandesa; Komang Rosa Tri Anggaraeni; Nadya Treesna Wulansari; Ida Ayu Suptika Strisanti; Made Rismawan
Paradharma (Jurnal Aplikasi IPTEK) Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Paradharma
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.37 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v1i2.326

Abstract

ABSTRAK Desa Perean Tengah yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Baturiti. Masalah kesehatan padalansia yang banyak dihadapi di desa Perean Tengah saat ini antara lain adalah Rheumatik, Batuk,Hipertensi dan Gangguan penglihatan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakanberdasarkan surat permohonan dari Bendesa Adat tentang permohonan melaksanakan pelayananpemeriksaan kesehatan serta pengobatan gratis untuk menjaga kesehatan krama Dusun Selat dalamrangka pelaksanaan piodalan di Pura Dalem Kayangan Tiga Dusun Selat. Solusi untuk menanganimasalah tersebut yaitu melaksanakan pemeriksaan serta pengobatan gratis melalui program P2MSTIKES Bali. Target dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat DusunSelat, Desa Perean Tengah, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Luaran dari kegiatan iniadalah meningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam upaya menjaga kesehatannya.Kapasitas pelayanan kegiatan pengabdian kepada masyarakat kami batasi untuk 100 peserta yangdidistribusikan secara merata di wilayah Dusun Selat, Desa Perean Tengah. Pada hasil pemeriksaanditemukan 29 orang yang memiliki tekanan darah tinggi, 2 orang yang memiliki kadar gula darahyang tinggi dan 99 orang memiliki asam urat melebihi batas normal. Kesimpulan dari pelaksanaankegiatan abdimas secara umum berjalan dengan lancar dan masalah kesehatan pada lansia palingbanyak adalah asam urat. Oleh karena itu diharapkan melalui kegiatan abdimas ini kesadaranmasyarakat khususnya lansia tentang kesehatan dapat meningkat untuk meningkatkan derajatkesehatan yang optimal.Kata Kunci : Perean, Baturiti, Lansia, Pemeriksaan kesehatan ABSTRACTPerean Tengah villages included Baturiti District. Elderly’s health problems in Perean Tengahvillages today are rheumatic, cough, hypertension and impaired of vision. Implementation ofcommunity services is based on request letter from Head of Village about the request to doing health screening and free treatment to maintain healthy people of the Selat, Perean Tengahvillages in the implementation of piodalan ceremony in Dalem Kayangan Temple. Problem solvingis carry out the health screening and free treatment witch is a program P2M by STIKES Bali.Target of community service are the community of Selat, Perean Tengah villages, Baturiti District,Tabanan Regency. Outcome of these activities is to increase community awareness and knowledgein an effort to maintain their health. Capacity of community service activities are limited to 100participants spread evenly at Selat, Perean Tengah villages. Result of health screening showed 29people who have high blood pressure, two people who have high blood sugar levels and 99 people have gout exceed normal limits. It can be concluded generally the implementation of communityservices was fluent and commonly the health problem in elderly was gout. Therefore it is expected through community services the awareness of people especially elderly about the health can beimproved to increase the degree of optimal health.Keywords: Perean, Baturiti, Elderly, Health screening
Leksikal Tanaman Obat Tradisional Untuk Penyakit Anak Dalam Lontar Usadha Rare Sutrisna, I Putu Gede; Bhandesa, Asthadi Mahendra; Mahaputra, I Nyoman Arya; Harditya, Kadek Buja; Damayanti, Ida Ayu Manik
Kamaya: Jurnal Ilmu Agama Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/kamaya.v7i1.2552

Abstract

The lack of attention to medicinal plants will cause the ecosystem and lexical medicinal plants to become more critical. Therefore, an in-depth study is needed to save biodiversity and lexical preservation of medicinal plants.  The objectives of this study are (1) to describe the lexical medicinal plants in lontar Usada Rare; (2) to describe the clarification of usada figures related to traditional medicinal plants in lontar Usada Rare for childhood diseases. To achieve these objectives, the researcher used a qualitative descriptive design. Data collection in the first stage was carried out by content analysis on lontar Usada Rare. The second stage of the research design was an in-depth interview with usada figures about usada rare to clarify the content of the lontar.The researcher as a human instrument is equipped and supported by interview guidelines, recording devices, cameras, and notes. The data obtained through the Usada Rare manuscript, then carried out data review, data categorization, and extracting the value and concept of treatment. The analysis techniques in this research are 1) data reduction, 2) data presentation and 3) conclusion drawing. Based on the results of the research and discussion above, the conclusions in this study are as follows. There are 111 (One hundred and eleven) lexical medicinal plants in lontar usada rare; There are 4 balian/healer terms in usada bali namely balian ketakson, balian kepican, balian usada and balian campuhan. The sources of medicine in usada bali include: Taru Pramana (Trees with medicinal properties), Sato Pramana (Medicinal ingredients derived from animals), Toya Pramana (Medicinal ingredients derived from water), Bayu Pramana (Medicinal ingredients derived from strength).
Meningkatnya Moderasi Beragama di Lingkungan Warga Sekolah: Studi Pendidikan Moderat di SD Negeri 4 Klungkung Bhandesa, Asthadi Mahendra; Sutrisna, I Putu Gede; Kartiningsih, NLP; Mahayati, Tuti Suryatini
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v7i2.2782

Abstract

The religion moderation contains an understanding in a commendable attitude that is built on a positive understanding of religious teachings, in the form of thoughts, words and actions that lead a person to a not-extreme behaviour in responding to things and has a complete attitude of tolerance. The purpose of this research was to analyze the implementation of religion moderation in the school and its benefits for the school environtment. This study was employed a qualitative research, with a grounded theory approach. The data was collected using interview and observation techniques, and other supporting documents. The research indicated that (1) Religion moderation was a comprehensive understanding that was in harmony with and built on religious teachings, implemented in the form of thoughts, words and actions by emphasizing overall tolerance in relations with and between religious communities, (2) Implementation of religion moderation in the Public Elementary School 4 Klungkung was carried out by prioritizing aspects of harmony, mutual respect, mutual support formal activities in the both classroom and outside the classroom such as greeting all religious communities, giving greetings and support to each other religious holidays , and holding a dharma santhi activities at the end of each school year, (3) the benefits of implementing religion moderation at school were in the form of comfort for every school member, lively activities on religious days, and an increase in mutual respect and love between school members.
Efektivitas Penyuluhan Terhadap Pengetahuan Tentang Teknik Akupresur untuk Meningkatkan Konsentrasi pada Siswa di SMKN 1 Tembuku Rastiti, Ida Ayu Anom; Strisanti, Ida Ayu Suptika; Bhandesa, Asthadi Mahendra
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 7 No 3 (2024)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v7i3.3289

Abstract

Student academic achievement is one of the main indicators used to assess the quality of education. One of the reasons for the low student learning outcomes currently is the lack of student concentration during the learning process. Concentration is the initial aspect of processing information. As for improving learning achievement, students should increase their concentration during the learning process. Acupressure is a therapeutic modality that has been proven to have the function of improving an individual's cognitive abilities. Many studies have found that acupuncture points, which can also be used for acupressure, have the effect of improving cognitive abilities. On this basis, researchers conducted a study related to the effect of health education on students' level of knowledge about acupressure to increase concentration in students at SMKN 1 Tembuku. Respondents were asked to fill out pre-test and post-test questionnaires before and after counseling to measure changes in knowledge. The results showed a significant increase in knowledge scores before and after the extension activities. Knowledge scores about acupressure increased from before (Md = 5.00) to (Md = 9.50) after counseling with a p-value < 0.01. This is also supported by the attitudes of respondents where the majority of respondents stated that they would apply this technique to increase study concentration. Participants' knowledge regarding acupressure to improve concentration have increased after receiving health education. Increasing the knowledge of respondents regarding acupressure techniques is a very good thing. This is because the acupressure technique has a number of benefits in increasing brain development and stimulating the secretion of neurotransmitters and hormones which are important for increasing student concentration. The acupressure technique is easy to use and has no side effects and can be applied by participants independently. Therefore, increasing knowledge of acupressure is very beneficial for school students, especially for those who often experience decreased concentration in studying.
The Correlation Spiritual Intelligence of Nurse’s Toward Fulfillment of Spiritual Nursing Care at Bali Mandara Regional General Hospital Nova Dwigita Andini, Dewa Ayu Made; Susanti, Ni Luh Putu Dina; Bhandesa, Asthadi Mahendra
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 6, No 2 (2023): JKPBK Desember 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v6i2.11549

Abstract

Background : English Arial italic 9 terdiri dari Introduction, Method, result and Conclusion Fulfillment of spiritual nursing care is a form of holistic nursing care that is influenced by spiritual intelligence, in providing nursing care, nurses will not only focus on physical nursing care, but also approach holistic care, namely bio-psycho-social-spiritual because nurses are professional workforce in providing nursing care such as playing a role in helping healing and providing care among human beings. Objective : The purpose of this research is to determine the correlation spiritual intelligence of nurse’s toward fulfillment of spiritual nursing care at Bali Mandara Regional General Hospital. The type of quantitative research, is correlative analysis with a cross-sectional study approach involving 209 respondents selected by probability sampling technique namely random sampling, conducted in March-April 2023. The analysis used the Spearman rho test. The research instrument used a questionnaire. Based on the results of the study, it was found that the spiritual intelligence of nurse’s was in the high category (61.2%) and the fulfillment of spiritual nursing care was mostly in the high category (55%). Results:  the results of analysis by test Spearman rho’ shows that the spiritual intelligence of nurses is related to the fulfillment of spiritual nursing care with a moderate correlation (p-value 0.001 <0.05, r = 0.408). Conclusion : It can be concluded that there is a significant correlation the spiritual intelligence of nurse’s toward fulfillment of spiritual nursing care at the Bali Mandara Regional General Hospital with a positive correlation direction.
Pemberdayaan Kader Posyandu dan Komplementer Berbasis Akupresur dan Usada Bali Sebagai Upaya Optimalisasi Mutu Pelayanan Kesehatan di UPTD Puskesmas Tabanan III Nuartini, Ni Nyoman; Sutini, Ni Kadek; Dira, Made Asmarani; Bhandesa, Asthadi Mahendra; Kory, I Kadek Krishna Dwimartopaz; Putri, Ni Putu Kamita; Dirgayasa, I Nyoman; Suastika, Kadek Sasi Sasmita
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 6 Vol. 1 Oktober, 2024
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v6i1.165

Abstract

Pembangunan kesehatan masyarakat sangat penting untuk dilakukan. Puskesmas Tabanan III telah membentuk kader posyandu untuk mendukung program kerja puskesmas. Keterampilan kader perlu terus dikembangkan dan diberdayakan seiring dengan perkembangan dan minat kesehatan masyarakat. Masih kurang optimalnya pengelolaan kader posyandu yang lebih teratur dan tersistem khususnya dalam mendukung program Puskesmas dan pelaksanaan Posyandu. Solusi yang ditawarkan adalah Pemberdayaan Kader Posyandu dan Komplementer Berbasis Akupresur dan Usada Bali Sebagai Upaya Optimalisasi Mutu Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Tabanan III. Kegiatannya antara lain: Edukasi dan praktik Akupresur pada kader untuk menangani beberapa masalah kesehatan, Edukasi dan praktik pemanfaatan tanaman obat menurut Usada Bali pada kader untuk menangani masalah dan gangguan kesehatan ringan, Pendampingan kader membimbing cara pemanfaatan teknik Akupresur dan pemanfaatan tanaman obat menurut Usada Bali kepada masyarakat, Edukasi pada kader tentang manajemen mutu kesehatan, Praktik dan Simulasi pada kader tentang mutu pelayanan kesehatan sesuai standar pelayanan mutu Puskesmas Tabanan III, Pendampingan dan evaluasi pelaksanaan pelayanan standar mutu kesehatan dan standar mutu Puskesmas Tabanan III. Kegiatan dilakukan dengan metode sosialisasi, pelatihan dan praktik, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pelakasanan pelayanan kesehatan dengan terapi Akupresur dan Usada Bali demi mewujudkan optimalitas mutu pelayanan puskesmas