Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

HUBUNGAN HUKUM ISLAM DENGAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT Jamiliya Susantin
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 1 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.576 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v5i1.78

Abstract

Kajian hukum islam ini memfokuskan pada hukum keluarga dimana polarisasi dalam rumah tangga yakni antara suami dan istri dalam keluarga dapat dibedakan menjadi empat macam: (i) hubungan kepemilikan, yang secara finansial maupun emosional, istri dianggap sebagai milik suami; (ii) hubungan pelengkap, yaitu peran istri sebagai pelengkap dari kegiatan suami; (iii) hubungan hirarkial, yaitu suami sebagai atasan dan tuan di rumahnya, sementara istri sebagai bawahan dan kawula; (iv) hubungan kemitraan, yaitu suami melakukan peran publik dan domestik, yaitu meskipun suami berperan utama sebagai pencari nafkah, dalam hal-hal yang menjadi urusan rumah tangga istri, suami mampu melakukannya. Namun, Ketika realitas kehidupan masyarakat industrial-modern yang didominasi oleh keluarga inti menuntut kaum perempuan untuk ikut bekerja dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, maka realitas yang demikian ini akan menimbulkan tuntutan pembaruan dalam penerapan hukum keluarga Islam sehingga lebih memenuhi rasa keadilan masyarakat.
A PERAN MODERASI BERAGAMA TERHADAP LEGALITAS PERKAWINAN BEDA AGAMA DI INDONESIA: (Studi Analisis Putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 916/Pdt.P/2022/PN Sby) Jamiliya Susantin; Syamsul Rijal; Moh. Afiful Khair; Mujiburrohman
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 10 No. 2 (2022): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1083.432 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v10i2.251

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji tentang putusan pengadilan negeri Surabaya yang mengabulkan permohonan perkawinan beda agama. Lalu kemudian dianalisis dengan moderasi beragama yang diterapkan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Adanya legalisasi perkawinan beda agama hakikatnya melabrak aturan syari’ah, juga menjadi bahan perbincangan pada ide moderasi beragama karena saat ini pemerintah begitu gencar menggodok ide moderasi beragama lewat kementrian agama di Indonesia. Selanjutkan penelitian ini juga memberikan rekomendasi kepada pemerintah Indonesia untuk memberikan gebrakan moderasi beragama di Indonesia. Dan bagaimana seharusnya peran Kementrian Agama Republik Indonesia menengahi kasus lama ini.  
PERAN KELUARGA TERHADAP PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL BERBASIS ELEKTRONIK PERSPEKTIF HUKUM PERKAWINAN ISLAM Deza Musfirah; Fatroyah Ars Himsyah; Jamiliya Susantin
Usroh: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 7 No 1 (2023): Usroh
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/ujhki.v7i1.18190

Abstract

Electronic Based Sexual Violence (KSBE) is a new type of violence. Many children are victims of this type of violence. Parents have an important role in prevention. The aims of this research are: (1) To explain the role of prevention that can be carried out by the family against electronic-based sexual violence according to the perspective of Islamic marriage law: (2) To know the legal consequences for parents who are negligent in preventing Electronic-Based Sexual Violence. This type of research is library research, with primary legal materials in the form of Komnas Perempuan's annual notebooks, Islamic marriage law books, Al-Quran, Hadith, and Laws, as well as secondary legal materials, namely scientific journals, articles that intersect with the legal topics studied. and tertiary legal materials in the form of an Indonesian dictionary. Legal materials are collected by reviewing, recording, and evaluating library materials, as well as searching through the internet and analyzing legal materials by interpreting the legal materials that have been processed. The results of the study show that: (1) the role of prevention that can be carried out by the family against KSBE from the perspective of Islamic marriage law, namely: providing education to children, supervising children, and giving love and affection to children. (2) As a legal consequence of parents' negligence in preventing the occurrence of KSBE in children, the parents' authority can be revoked for a certain time at the request of other parents with a court decision. Keywords: Electronic Based Sexual Violence, Family Role, Islamic Marriage Law
Impresi Single Parent Pada Karakteristik Seorang Anak Perspektif Manajemen Konflik Susantin, Jamiliya
Qanuni : Journal of Indonesian Islamic Family Law Vol 2 No 01 (2024): 2024
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam UIM Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/qanuni.2024.2.01.15-24

Abstract

Pada hubungan keluarga terdapat berbagai macam bentuk dari sebuah keluarga, salah satunya adalah keluarga single parent atau orang tua tunggal. Layaknya keluarga seperti biasanya, keluarga single parent juga tidak akan lepas dari adanya konflik. Salah satu konflik dari keluarga single parent adalah pada karakteristik anak. Menggunakan metode penelitian deskripti kualitatif peniliti berusaha untuk menganalisis data terkait keluarga single parent dan teori manajeman konflik untuk kemudian mendeskripsikan impresi single parent pada karakteristik seorang anak perspektif manajemen konflik agar dapat menemukan solusi atas konflik tentang karakteristik anak pada keluarga single parent dalam persepektif manajemen konflik.
MENGUCAPKAN SALAM KEPADA NON MUSLIM Susantin, Jamiliya; Hair, Afiful Aifiul; Rijal, Syamsul Aifiul; Sahibudin, M
AHSANA MEDIA:  Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman Vol 10 No 2 (2024): Ahsana Media: Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/ahsanamedia.10.2.2024.209-218

Abstract

Islam, sebagai ajaran universal yang kosmopolit, menekankan pentingnya hubungan damai antara Muslim dan non-Muslim. Sebagai ajaran yang menjunjung tinggi perdamaian, Islam tidak mengabaikan hubungan kemanusiaan dengan agama lain dan melarang pemaksaan dalam menganut agama. Konsep salam dalam Islam, yang berarti damai dan sejahtera, juga mencakup doa untuk keselamatan dan ketenangan. Dalam konteks ini, makalah ini mengeksplorasi hukum mengucapkan salam kepada non-Muslim berdasarkan dalil-dalil dari Al-Qur'an dan Hadis serta pandangan para ulama. Dalil-dalil dari Al-Qur'an, seperti Surat an-Nisa’ ayat 86 dan 94 serta Surat al-Mujadalah ayat 8, menunjukkan penghormatan dan perlakuan baik yang harus diberikan kepada siapa pun yang menghormati Muslim. Meskipun demikian, terdapat larangan dalam hadis untuk memulai salam kepada Ahl al-Kitab dalam kondisi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang sikap Islam terhadap mengucapkan salam kepada non-Muslim serta implikasinya dalam interaksi sosial sehari-hari.
Analisis Advokasi Kebijakan Berhubungan Seks Suami Istri Secara Paksa Termasuk Kategori Tindak Pidana Pemerkosaan Dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHP susantin, jamiliya; Fadli, Farhan
Qanuni : Journal of Indonesian Islamic Family Law Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam UIM Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/qanuni.2023.1.1.45-56

Abstract

Kebijakan berhubungan seks suami istri secara paksa termasuk kategori tindak pidana pemerkosaan dalam Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHP adalah Undang – Undang yang muncul baru-baru ini disebabkan banyaknya kasus KDRT yang terjadi dalam rumah tangga yang memungkinkan adanya paksaan dalam hal hubungan seks oleh suami terhadap istrinya. Pada dasarnya, sudah terdapat undang-undang yang mengatur tentang tidak pidana pemerkosaan. Namun pada peraturan sebelum Undang-Undang No 1 Tahun Tahun 2023 Tentang KUHP, fokus pembahasanya hanya menerangkan bahwa tindak pidana pemerkosaan hanya terjadi apabila diluar hubungan perkawinan yang sah. Sehingga tindak pidana pemerkosaan dirasa tidak terjadi apabila tindakan tersebut dilakukan oleh sepasang suami istri yang memiliki hubungan perkawinan yang sah. Oleh karena itu pemerintah mengeluarkan undang-undang sebagai bentuk jaminan keselamatan istri, apabila suatu saat terdapat pengaduan tindak pemerkosaan yang dilakukan oleh suami terhadap istrinya dikarenakan penolakan istri untuk melakukan ajakan suami sehingga bagi suami yang melanggar ketentuan undang-undang, akan dikenakan sanksi hukum yang telah di tetapkan oleh pemerintah dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHP.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERLINDUNGAN TERHADAP KORBAN TINDAK KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (PKDRT) DI INDONESIA: TANTANGAN, PENCAPAIAN, DAN PROSPEK MASA DEPAN susantin, jamiliya
Qanuni : Journal of Indonesian Islamic Family Law Vol 1 No 02 (2023)
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam UIM Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/qanuni.2023.1.02.29-42

Abstract

Abstrak Tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) di Indonesia, serta tantangan, pencapaian, dan prospek masa depannya. Tantangan utama meliputi rendahnya kesadaran masyarakat, kurangnya akses terhadap layanan perlindungan, dan kekurangan sumber daya manusia serta dana dalam sistem perlindungan. Meskipun demikian, adopsi Undang-Undang PKDRT dan peningkatan kerjasama antarinstansi menjadi pencapaian signifikan. Prospek masa depan menjanjikan perbaikan melalui peningkatan kapasitas dan kerjasama lintas sektoral, serta transformasi sosial melalui pendidikan dan pembangunan ekonomi inklusif. Langkah-langkah implementasi termasuk pembentukan tim gabungan, pelatihan dan penyuluhan, serta perbaikan kebijakan dan regulasi. Dengan komitmen yang kuat dan upaya bersama, diharapkan Indonesia dapat mengatasi tantangan PKDRT dengan lebih efektif, menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sejahtera bagi semua warganya..
DISFUNGSI SEKSUAL SEBAGAI ALASAN PERCERAIAN ( STUDI PUTUSAN No.269 / PDT.G /2022 /PA. PAMEKASAN ) Susantin, Jamiliya; Amin, Masbahul
Qanuni : Journal of Indonesian Islamic Family Law Vol 2 No 02 (2024): 2024
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam UIM Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/qanuni.2024.2.02.31-48

Abstract

This research analyzes the legal considerations of Pamekasan Religious Court judges in granting divorce due to sexual dysfunction, in terms of Islamic law and positive law. The approach used is normative qualitative with primary data in the form of decision no. 269/Pdt.G/2022/PA.Pamekasan and related regulations, and secondary data from literature and documents. The results of the research show that the divorce suit was granted because of a physical disability that hindered the purpose of marriage. In Islamic law, the wife has the right to demand a fasakh divorce with proof and a suspension period. In positive law, Article 75 of Law no. 7 of 1989 regulates the defendant's medical examination, but its nature is not absolute. The judge based the decision on disputes and quarrels as stated in Article 19 letter (f) PP No. 9 of 1975 because the defendant was not present and the evidence of physical disability was inadequate.
IMPLIKASI SINGGLE PARENT PARENTING PASCA PERCERAIAN MELALUI PENDEKATAN PSIKOLOGI KELUARGA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Susantin, Jamiliya; Rijal, Syamsul
Jurnal Yustitia Vol 25, No 2 (2024): YUSTITIA
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/yustitia.v25i2.2533

Abstract

AbstrakPerceraian membawa dampak besar terhadap struktur keluarga, terutama pada keluarga dengan orang tua tunggal. Artikel ini menganalisis implikasi pola pengasuhan tunggal dari perspektif psikologi keluarga dan hukum Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa perceraian memengaruhi kesejahteraan emosional orang tua dan anak-anak, meningkatkan tekanan psikologis, serta memperparah tantangan sosial dan ekonomi. Dari sudut pandang hukum Islam, pentingnya hadhanah dan dukungan komunitas berbasis nilai Islam menjadi solusi potensial. Artikel ini menekankan perlunya pendekatan holistik yang mengintegrasikan psikologi keluarga dan prinsip-prinsip hukum Islam untuk mendukung pola pengasuhan yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan keluarga pasca perceraian.Kata Kunci: Single Parent, Perceraian, Psikologi Keluarga, Hukum Islam
The Digital Learning Model to Enhance Students' Understanding and Interest in Learning: A Case Study at Cangkreng II Lenteng State Elementary School, Sumenep Akbar, Guntur Muda Putra Ali; Prastowo, Andi; Susantin, Jamiliya
At-Tafkir Vol 17 No 2 (2024): At-Tafkir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at.v17i2.10158

Abstract

Traditional learning models are often less effective in increasing elementary school students' interest in science and technology. The limitations of interactivity and visualization in traditional models encourage the need for digital-based learning innovations. This study aims to identify the impact of digital learning models on students' interest and learning outcomes in science subjects. The research used a qualitative approach with a case study method. The research subjects consisted of school teachers at Cangkreng II Lenteng Sumenep primary school. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman analysis model which includes data condensation, data presentation, and conclusion. The findings indicate that digital learning models have great potential in improving the quality of science learning in primary schools. The use of interactive media, simulations, and engaging visualizations can help students build a better understanding of abstract science concepts. This research contributes to developing digital learning theory by demonstrating the effectiveness of technology-based learning models in improving students' motivation and learning achievement. The implication for learning practice is the importance of integrating digital technology into the science learning process to create a more enjoyable and effective learning environment.