Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Motivasi dan Komunikasi Kepemimpinan Pendidikan Islam Ahmad Habib Nst; Zainal Efendi Hasibuan
Edukatif Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/je.v2i2.1113

Abstract

Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi manusia agar memiliki sifat yang lebih terarah. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia dalam berhubungan, bersikap, bertindak, dan berpikir. Pendidikan diajarkan awalnya di rumah, lalu dilanjutkan di sekolah atau tempat pendidikan lainnya. Dalam pendidikan diperlukan pemimpin untuk mengarahkan agar pendidikan berjalan dengan baik dan lancar. Pendidikan layaknya dijalani seperti organisasi dimana pemimpin menjadi komandan dalam mengarahkan bagaimana layaknya pendidikan dijalankan. Kepemimpinan haruslah kita mengerti bagaimana pemimpin sebenarnya, maksud dari pemimpin, tujuan, cara kerja pemimpin, hak-hak pemimpin haruslah kita ketahui baik untuk anggota pemimpin hingga pemimpin sesungguhnya, agar dalam menjalani kepemimpinan berjalan dengan baik dan terarah terutama dalam bidang pendidikan. Kepemimpinan atau leadership adalah seni dan keahlian seorang untuk menjalankan kekuasaannya dalam mempengaruhi bawahan supaya melakukan suatu kegiatan yang mengarah pada sebuah visi tertentu yang sudah direncanakan. Memimpin ialah melaksanakan sesuatu untuk sebuah visi tertentu, yang dalam melaksanakan dibantu melalui tangan orang lain. Mereka yang dipimpin ialah orang yang mendapat perintah, diatur dan dipengaruhi oleh aturan yang ada, baik secara formal mupun non-formal.(Fahmi Khumaini and Rz. Ricky Satria Wiranata 2019)
Peranan Politik Pendidikan Syekh Ali Hasan Ahmad Addary dalam Mengembangkan Pendidikan di Wilayah Mandailing Kholidah Hannum Hasibuan; Zainal Efendi Hasibuan
Cognoscere: Jurnal Komunikasi dan Media Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/cognoscere.261

Abstract

The politics of education, which is essentially efforts and activities that refer to and are relevant to the formation and development of educational policies to achieve effective educational goals, has a close relationship with educational figures in its implementation. In this article, one of the Islamic educational figures who contributed greatly to Islamic learning such as hadith learning is Sheikh Ali Hasan Ahmad Addary, with the aim that the Islamic educational figure can be examined in developing education. This will then be raised in the discussion and review of relevant literature on the object of this article. Qualitative research with a literature review approach is raised in this work as a form of examination of the traces of the contribution of the educational figure Sheikh Ali hasan ahmad addary in developing Islamic education which in this case is centered on the Mandailing region as the base and origin of this Islamic educational figure. Abstrak Politik pendidikan yang pada hakikatnya merupakan upaya-upaya dan kegiatan-kegiatan yang mengacu serta relevan kepada pembentukan dan pengembangan kebijakan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang efektif memiliki kaitan yang erat dengan tokoh-tokoh pendidikan dalam implementasinya. Dalam artikel ini diangkat salah satu tokoh pendidikan islam yang berkontribusi besar dalam pembelajaran keislaman seperti pembelajaran hadis yaitu Syekh Ali hasan ahmad addary, dengan tujuan agar tokoh pendidikan islam itu dapat ditelaah sepak terjangnya dalam mengembangkan pendidikan. Hal ini kemudian akan diangkat dalam pembahasan dan kajian literatur yang relevan akan objek artikel ini. Penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian literatur diangkat dalam karya ini sebagai bentuk telaah terhadap jejak kontribusi tokoh pendidikan Syekh Ali hasan ahmad addary dalam mengembangkan pendidikan keislaman yang dalam hal ini dipusatkan pada wilayah Mandailing sebagai basis serta asal dari tokoh pendidikan islam ini. Kata Kunci: politik pendidikan, Syekh Ali Hasan Ahmad Addary, pendidikan, Mandailing
An Epistemological Study of Islamic Education Management Practices in the Islamic Boarding School Zainal Efendi Hasibuan; Anhar Anhar; Syafnan Syafnan; Pahri Siregar; Nahriyah Fata
Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026): Integrative Islamic Education
Publisher : Pascasarjana Universitas KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/tijie.v7i1.2418

Abstract

This study aims to examine the practice of Islamic education management at the Dar Al-Ma’arif Islamic Boarding School from an epistemological perspective, with a focus on integrating Islamic values with modern management theory. The main problem studied is how management in Islamic Boarding Schools functions not only as an administrative instrument but also as a manifestation of the Islamic scientific paradigm based on monotheism. The research method uses a phenomenological qualitative approach, drawing on document studies, observations, and in-depth interviews with Islamic Boarding School managers. The results of the study show that the management practice at the Dar Al-Ma’arif Islamic Boarding School is grounded in Islamic epistemology, which emphasizes the balance between rational and spiritual aspects. The contribution of this research lies in strengthening the epistemological framework for the study of Islamic education management and in offering relevant management models for the development of Islamic education in Indonesia. Islamic boarding schools have the potential to develop a management system that balances worldly and ukhrawi goals, as well as to serve as centers for moral and spiritual strengthening.
Pengertian dan Konsep Dasar Kepemimpinan Pendidikan Islam Aidul Azhari Harahap; Zainal Efendi Hasibuan
Lentera Ilmu: Jurnal Kependidikan, Riset dan Teoritis Vol. 1 No. 01 (2024): Januari - Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Padang Lawas Gunung Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2324/lenterailmu.v1i01.2

Abstract

Kepemimpinan dalam pendidikan Islam menjadi salah satu acuan menciptakan pola kependidikan yang terarah dan tercapainya suatu tujuan yang terstruktur dan sistematis. Teori-teori kepemimpinan menjadikan sebuah paham yang menyatakan bahwasanya pola kepemimpinan di dalam pendidikan Islam tidak hanya terkait dengan pola lama atau baru namun adanya sebuah perubahan paham atas makna dan konsep sistem kepemimpinan di dalam lembaga pendidikan Islam. Kepemimpinan pendidikan Islam sebagai kemampuan untuk mengarahkan, memotivasi, menggerakan, melatih, memerintahkan, mengatur agar suatu lembaga pendidikan dapat berjalan dengan baik agar dapat mencapai tujuan yang telah direncanakan berdasarkan dengan nilai-nilai Alqur’an dan Sunnah. Konsep dasar kepemimpinan dalam pendidikan Islam dipahami sebagai sebuah konsep tentang perilaku, karakteristik dan gaya yang menggambarkan tanggung jawab dalam memimpin. Konsep dasar kepemimpinan sebagai konsep dalam memahami tata cara seseorang yang menjadi pemimpin yang mempunyai kualitas dengan sifat sebagai seorang pemimpin. Tentu dari proses mereka setelah melalui pengorbanan, usaha, belajar mandiri bahkan kehancuran untuk mencapai sebuah tujuan.
PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR TAHSIN BERBASIS TEKNOLOGI DIGITAL UNTUK MENGATASI KESULITAN MEMBACA AL-QUR'AN PADA SISWA KELAS IX MTS. S AL-MUKHLISHIN SIBUHUAN PADANG LAWAS Syukur Penerangan Hasibuan; Magdalena Magdalena; Zainal Efendi Hasibuan
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4802

Abstract

Pembelajaran Tahsin memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid dan makharijul huruf yang benar. Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa kelas IX MTs. S Al-Mukhlishin Sibuhuan masih mengalami kesulitan membaca Al-Qur’an secara tartil, khususnya pada aspek makharij al-huruf, penerapan hukum tajwid dan kelancaran membaca. Kesulitan tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan sumber belajar konvensional serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sumber belajar Tahsin berbasis teknologi digital yang efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Tahap analisis menunjukkan kebutuhan akan sumber belajar Tahsin yang menyajikan contoh bacaan audio-visual, latihan interaktif, dan mudah diakses untuk belajar mandiri. Tahap desain menghasilkan rancangan sumber belajar berbasis video menggunakan aplikasi CapCut dan platform YouTube dengan penyajian materi bertahap. Pada tahap pengembangan, produk divalidasi oleh ahli materi dan ahli teknologi dengan tingkat kevalidan sangat tinggi, masing-masing sebesar 96,66% dan 91,66%. Tahap implementasi dilakukan pada siswa kelas IX MTs. S Al-Mukhlishin Sibuhuan dengan desain pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa setelah menggunakan sumber belajar Tahsin berbasis teknologi digital. Uji-t berpasangan menghasilkan nilai t-hitung sebesar 9,28, yang lebih besar daripada t-tabel sebesar 2,040 pada taraf signifikansi 0,05. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan siswa sebelum dan sesudah pembelajaran. Dengan demikian, sumber belajar Tahsin berbasis teknologi digital dinyatakan layak dan efektif dalam mengatasi kesulitan membaca Al-Qur’an siswa, khususnya pada aspek makharij al-huruf, hukum tajwid, dan kelancaran membaca.
EPISTEMOLOGICAL ANALYSIS OF THE SEARCH FOR DIVINE TRUTH IN THE STORY OF PROPHET ABRAHIM IN THE QUR'AN AND ITS SIGNIFICANCE FOR THE DEVELOPMENT OF EDUCATIONAL MATERIALS ISLAM Muhlis Muhlis; Anhar Anhar; Zainal Efendi Hasibuan
FORUM PAEDAGOGIK Vol 17, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/paedagogik.v17i1.21043

Abstract

This study aims to analyze the epistemology of the search for divine truth in the story of Prophet Ibrahim (AS) in the Qur'an and reconstruct its relevance as a paradigm for the development of Islamic Religious Education (PAI) materials. Previous studies tend to place the story of Prophet Ibrahim only as a narrative of monotheism and moral example, while the epistemological dimension regarding the process of forming religious knowledge through the integration of reason, observation, critical dialogue, and revelation has not been studied systematically in the perspective of Islamic education. This study uses a qualitative approach with a library research method. Data analysis is carried out through a combination of maudhu'i and hermeneutic interpretation approaches, namely by identifying verses related to the search for the truth of Prophet Ibrahim in QS. Al-An'ām verses 74–78, QS. Maryam verses 42–48, QS. Al-Anbiya' verses 52–67, and QS. Asy-Syu'arā' verses 70–82, then interpreting their epistemological meaning in the context of the development of Islamic education. The research results show that the epistemology of the Prophet Abraham was developed through an inquiry process that integrates rationality, empirical experience, critical reflection, and revelation as the ultimate source of truth. The research findings resulted in a model of the epistemology of the Prophet Abraham as a paradigm for developing Islamic Religious Education (PAI) materials based on inquiry-reflective learning that connects the cognitive, affective, and spiritual dimensions of students. This model provides a theoretical contribution to the development of Islamic education epistemology as well as a practical contribution to the design of dialogical, contextual, and transformative Islamic Religious Education (PAI) learning