Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Gambaran Skala Nyeri Pada Balita Yang Imunisasi di Puskesmas Puter Bandung Maidartati, Maidartati; Irawan, Erna
Jurnal Keperawatan BSI Vol 6, No 2 (2018): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.816 KB) | DOI: 10.31311/jk.v6i2.4935

Abstract

ABSTRAK Imunisasi erat kaitannya dengan jarum suntik yang dapat menimbulkan kecemasan, penghindaran bahkan dapat meyebabkan distres pada anak selama kunjungan ke pelayanan kesehatan untuk mendapatkan vaksin. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi gambaran nyeri anak pada saat diimunisasi di Puskesmas Puter Bandung. Metode penelitian dilakukan dengan cara observasional, responden penelitian orang tua anak balita yang melakukan imunisasi. Pengukuran nyeri setelah dilakukan imunisasi menggunakan Modified behavior pain scale (MBPS). Pengambilan responden dengan cara Accidental sampling dengan jumlah 50 responden, selanjutnya dilakukan Analisa data univariate menggunakan prosentase. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar 36 responden (72%) termasuk kedalam skala nyeri berat dengan median >7, dan hampir setengahnya 14 responden (28%) masuk kedalam skala nyeri ringan dengan nilai median < 7.  Sebagai tenaga pelayanan kesehatan baiknya kita harus memperhatikan respon anak terhadap tindakan tersebut, yang pada akhirnya dapat mengurangi nyeri pada anak.Kata kunci: balita, immunisasi, nyeri,  ABSTRACTImmunization is closely related to syringes which can cause anxiety, avoidance and even cause distress in children during visits to health services to get vaccines. The purpose of this study was to identify the picture of child pain when immunized at Puter Bandung Health Center. The research method was carried out by observational, research respondents were parents of children under five who were immunizing. Pain measurement after immunization using Modified behavior pain scale (MBPS). Taking respondents by accidental sampling with a number of 50 respondents, then conducted univariate data analysis using a percentage. The results showed that 36 respondents (72%) were included in the scale of severe pain with a median> 7, and nearly half of the 14 respondents (28%) entered the mild pain scale with a median value <7. As a health care worker, we should pay attention to the response children against these actions, which in turn can reduce pain in children.Keywords: anxiety, childs, immunitation
Efektivitas Terapi Kompres Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Pada Remaja Di Bandung Maidartati, Maidartati; Hayati, Sri; Hasanah, Afifah Permata
Jurnal Keperawatan BSI Vol 6, No 2 (2018): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.431 KB) | DOI: 10.31311/jk.v6i2.4357

Abstract

ABSTRAKMenstruasi merupakan salah satu tanda remaja putri mengalami pubertas. Menstruasi seringkali menimbulkan nyeri pada remaja putri, terutama dibagian perut yang menjalar hingga ke paha, rasa nyeri ini disebut dismenore. Hal tersebut dapat membuat konsentrasi belajar remaja putri berkurang sehingga dismenore perlu diatasi. Cara mengatasi dismenore ada 2 yaitu secara farmakologis (menggunakan obat-obatan) dan secara non farmakologis, salah satunya kompres hangat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kompres hangat terhadap dismenore pada remaja putri. Desain penelitian ini berupa Pra-Eksperimen dengan menggunakan pendekatan One-Group Pra test- Post test Design. Sampel remaja putri kelas VII dan VIII yang mengalami dismenore sebanyak 47 siswi pada bulan Juli - Agustus tahun 2017. Teknik sampling penelitian ini adalah Purposive Sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan thermometer air, lembar observasi skala nyeri dismenore Numerik Rating Scale (NRS) dan lembar informed consent. Berdasarkan hasil distribusi frekuensi diketahui bahwa sebelum dilakukannya intervensi (pemberian kompres hangat) tingkat dismenore (nyeri haid) sebagian dikategorikan nyeri sedang yaitu 23 orang (48.9%), sebagian kecil dikategorikan nyeri ringan 14 orang (29,8%), dan nyeri berat 10 orang (21,3%), serta tidak satupun yang dikategorikan tidak nyeri & nyeri sangat berat. Setelah dilakukan terapi kompres hangat, sebagian besar yang mengalami nyeri ringan yaitu 33 orang (70.2%), sebagian kecil dikategorikan nyeri sedang 13 orang (27.7%), dan sangat sedikit dikategorikan tidak nyeri 1 orang (2,1%). Setelah di Uji Wilcoxon Signed Ranks. Hasil penelitian ini menunjukkan P-value = 0,000 dimana P-value < 0,05, sehingga Ho ditolak, artinya terdapat efektivitas pemberian kompres hangat penurunan nyeri haid (dismenore) pada remaja usia 13-15 Kota Bandung.Kata Kunci: Dismenore, Efektivitas kompres hangat, Remaja putri  ABSTRACTMenstruation is one of the signs of adolescent girls experiencing puberty. Menstruation often causes pain in young women, especially in the abdomen that spreads to the thighs, this pain is called dysmenorrhea. This can make the concentration of learning teenage daughter is reduced so that dysmenorrhea needs to be overcome. How to overcome dysmenorrhea there are 2 that is pharmacologically (using drugs) and non pharmacologically, one of them warm compress. This study aims to determine the effectiveness of warm compresses against dysmenorrhea in young women. The design of this research is Pre-Experiment using One-Group Pre-test-Post Test Design approach. Samples of girls of grade VII and VIII who experienced dysmenorrhea as many as 47 female students in July - August 2017. Sampling technique of this research is Purposive Sampling. The instrument used was water thermometer, observation scale of dismenorrhizal pain Numeric Rating Scale (NRS) and informed consent sheet. Based on the results of the frequency distribution it is known that prior to the intervention (warm compress) the dysmenorrhea rate was partially categorized as moderate pain, ie 23 people (48.9%), a minority was categorized as mild pain 14 people (29.8%), and severe pain 10 people (21.3%), and none of which are categorized as not painful and very severe pain. After a warm compress therapy, most of those with mild pain were 33 (70.2%), some were moderately painful 13 people (27.7%), and very few were categorized as painless 1 person (2.1%). After the Wilcoxon Signed Ranks Test the results of this study show P-value = 0,000 where P-value <0.05, so Ho is rejected, meaning there is effectiveness of warm compresses decrease menstrual pain (dysmenorrhea) in adolescents aged 13-15 years.Keywords: Effectiveness warm compress, dysmenorrhea
Gambaran Pengetahuan Orangtua Tentang Toilet Training pada Anak Usia Toddler di Puskesmas Pasir Kaliki Maidartati Maidartati; Dhea Dwiyanti Latif
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.227 KB) | DOI: 10.31294/jabdimas.v1i1.2848

Abstract

AbstrakToilet training pada anak merupakan suatu usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol dalam melakukan buang air besar dan buang air kecil. Suksesnya toilet training tergantung pada kesiapan yang ada pada diri anak dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran pengetahuan ibu tentang toilet training pada anak usia toddler di Wilayah Kerja Puskesmas Pasir Kaliki kota Bandung. Metode penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia toddler. Sampel penelitian ini sebanyak 32 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data menggunakan prosentase. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa setengahnya (50%) termasuk dalam kategori pengetahuan baik, hampir setengahnya responden (41%) termasuk dalam kategori pengetahuan cukup, dan sebagian kecil responden (9%) termasuk dalam kategori pengetahuan kurang. Saran bagi Puskesmas diharapkan peran perawat komunitas sebagai edukator untuk meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki anak usia toddler terkait dengan toilet training melalui pendidikan kesehatan atau penyuluhan di Wilayah Kerja Puskesmas Pasir Kaliki Kota Bandung.Kata kunci : orang tua, pengetahuan, toillet training  AbstractToilet training in children is an attempt to train the child to be able to control in performing defecation and urination. The success of toilet training depends on the readiness of the child and the family. Measurement is the result of human sensing. This study aims to identify a description of mother's knowledge about toilet training in toddler age children in Pasiki Working Area Pasir Kaliki Bandung. This research method is descriptive. The population in this study were mothers with toddler age children. The sample of this study were 32 respondents. Sampling technique using Random Sampling. The instrument used is a questionnaire. Data analysis using percentage. From the results of this study it is known that half (50%) included in the category of good knowledge, almost half of respondents (41%) included in the category of knowledge enough, and a small percentage of respondents (9%) included in the category of less knowledge. Suggestion for Puskesmas expected role of community nurse as educator to improve knowledge of mother with toddler age child related to toilet training through health education or counseling in work area of Pasir Kaliki health center Bandung.Keywords: Parents, Knowledge, Toillet Training
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GASTRITIS PADA REMAJA DI BANDUNG Maidartati Maidartati; Tita Puspita Ningrum; Priska Fauzia
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 3, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v3i1.4654

Abstract

Gastritis adalah peradangan yang mengenai mukosa lambung, dan mengakibatkan pembengkakan mukosa lambung di dalam saluran pencernaan. Keluhan yang dirasakan itu nyeri, dampaknya membuat lambung mengalami kerusakan jika sering kosong karena lambung meremas hingga dinding lambung luka. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yg berhubungan dengan kejadian gastritis pada remaja di Bandung. Jenis metode penelitian ini menggunakan korelasi, pendekatan cross-sectional, populasi penelitian semua siswa/i di Bandung . Sampel penelitian ini adalah siswa/i SMK Bandung dengan jumlah 150 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental sampling. Analisa data menggunakan univariat prosentase dan analisa bivariat menggunakan uji Spearman-Rank. Hasil penelitian didapatkan kejadian gastritis  sebagian besar atau sebanyak 59 responden (59%) mengalami gastritis. Hasil statistik pada usia dengan kejadian gastritis diperoleh nilai p-value 0.002 dengan nilai ɑ<0.05. tidak terdapat hubungan antara faktor jenis kelamin dengan kejadian gastritis. terdapat hubungan antara faktor pola makan dengan kejadian gastritis. tidak terdapat hubungan antara faktor konsumsi alkohol dengan kejadian gastritis. terdapat hubungan antara faktor konsumsi kopi dengan kejadian gastritis. terdapat hubungan antara faktor merokok dengan kejadian gastritis. terdapat hubungan antara faktor kecemasan dengan kejadian gastritis. Saran untuk remaja dan masyarakat agar melakukan pencegahan kejadian gastritis dengan membuka wawasan seluas-luasnya, dan sebagai bahan pertimbangan agar mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian gastritis pada remaja, dan terhindar dari gastritis yang tidak baik untuk kesehatan.Gastritis is inflammation that affects the gastric mucosa, and results in swelling of the gastric mucosa in the digestive tract. The complaint that is felt is pain, the impact of which causes damage to the stomach if it is often empty because the stomach squeezes until the stomach wall is abrasions. The aim of this research was to see the factors related to the incidence of gastritis in adolescents in Bandung. This type of research method using computers, cross-sectional approach, the study population of all students in Bandung, which is 100 students. The sample of this study were students of SMK PELITA 2 Bandung with a total of 150 respondents. Sampling using Accidental sampling technique. Data analysis using percentage univariate and bivariate analysis using Spearman-Rank test. The results showed that the incidence of gastritis was mostly or 59 respondents (59%) experienced gastritis. Statistical results on age with the incidence of gastritis obtained p value 0.002 with a value of ɑ <0.05. there is no relationship between sex factors and the incidence of gastritis. there is a relationship between dietary factors and the incidence of gastritis. there is no relationship between alcohol consumption and the incidence of gastritis. There is a relationship between coffee consumption and the incidence of gastritis. there is a relationship between smoking and the incidence of gastritis. there is a relationship between the incidence of the incidence of gastritis. Advice for adolescents and the public to prevent the incidence of gastritis by opening the broadest insight possible, and for consideration in order to see the factors associated with the incidence of gastritis in adolescents, and avoid gastritis that is not good for health.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMANDIRIAN PERAWATAN DIRI ANAK RETARDASI MENTAL RINGAN-SEDANG DI SLB CICALENGKA Maidartati Akbar Maidartati; eva Siti Aminah
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 1, No 2 (2019): Juli
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v1i2.2633

Abstract

Anak  dengan retardasi mental memiliki keterlambatan salah satunya dalam perawatan diri misalnya dalam hal makan, ke kamar mandi, mencuci, membersihkan gigi, memakai pakaian dan lain sebagainya. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemandirian perawatan diri adalah dukungan keluarga. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah hubungan antara dukungan keluarga dengan kemandirian  anak retradasi mental ringan-sedang usia 6-13 tahun di Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan korelasi. Sampel dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak retardasi mental ringan-sedang usia 6-13 tahun yang berjumlah 40 responden . Teknik sampling yang digunakan adalah  teknik total sampling .Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Selanjutnya data di analisa univariat menggunakan presentase dan analisa bivariat menggunakan rumus Chi square. Hasil penelitian menunjukan  sebagian besar responden (72,5%) mendukung. Sementara itu sebagian besar responden (65%) memiliki kemandirian dalam kategori mandiri. Hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian perawatan diri anak retardasi mental dengan p-value 0,000 <0,05 yang artinya terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kemandirian. Perawat sebagai care giver  diharapkan dapat memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada keluarga siswa atau siswi penyandang retardasi mental terkait bagaimana cara mencuci tangan, mandi, makan dan lain sebagainya yang mencangkup perawatan diri.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perdarahan Postpartum Primer Sri Hayati; Maidartati; Mia Amelia
Jurnal Keperawatan BSI Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.074 KB)

Abstract

Abstrak Perdarahan postpartum merupakan penyebab penting kematian maternal khususnya di Negara berkembang salah satunya Indonesia. Hasil penelitian sebelumnya didapatkan data bahwa 67% kematian maternal disebabkan perdarahan terutama perdarahan postpartum primer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor predisposisi yaitu umur, pendidikan, jarak kelahiran, paritas dan anemia yang berhubungan dengan kejadian perdarahan postpartum primer di RSUD Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yang mengalami perdarahan postpartum primer di RSUD Kota Bandung dengan jumlah sampel sebanyak 28 kasus dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan data rekam medik. Dalam penelitian ini analisa univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian dengan uji Chi -Square didapatkan beberapa faktor yang berhubungan dengan perdarahan postpartum primer diantaranya umur, paritas, dan anemia dengan nilai p value < 0.05, dan terdapat dua faktor yang tidak berhubungan dengan perdarahan postpartum primer yaitu pendidikan dan jarak kelahiran dengan nilai p value > 0.05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak seluruh hipotesis dapat diterima. Hasil penelitian ini hendaknya memberikan informasi kepada tenaga kesehatan, dan juga masyarakat mengenai pemberian konseling tentang persiapan menghadapi persalinan, serta pentingnya pemeriksaan kehamilan, pencegahan perdarahan postpartum, dan juga makanan yang bergizi pada saat kehamilan. Kata kunci: Faktor-faktor Perdarahan Postpartum Primer , Rumah Sakit. Abstract Postpartum hemorrhage is an important cause of maternal death in developing countries, one of which is Indonesia. The results of previous studies obtained data that is 67% of maternal deaths caused by primary postpartum hemorrhage. This research discusses predisposing factors, that are age, education, birth spacing, parity and anemia associated with the incidence of primary postpartum hemorrhage in RSUD Kota Bandung. This research uses a quantitative method of correlation with design a cross sectional approach. This research uses a quantitative method of correlation with design a cross sectional approach. This research uses a quantitative method of correlation with design a cross sectional approach. The population in this research was maternity women who experienced primary postpartum hemorrhage in RSUD Kota Bandung with a total sample of 28 cases using the Accidental Sampling technique. Tools data collection using questionnaires and medical record. In this research univariate analysis uses frequency distribution tables and bivariate analysis uses Chi-Square. The results of the Chi-Square test found some factors related with primary postpartum hemorrhage that are age, parity, and anemia with p value <0.05, and two factors not related to primary postpartum hemorrhage that are education and birth spacing with p value > 0.05. It can be concluded that not all hypotheses can be accepted. The results of this research should provide information to health workers, and also the public about providing counseling about childbirth preparation, and the importance of antenatal care, prevention of postpartum hemorrhage, and also nutritious food during pregnancy.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Kota Bandung Maidartati; Sri Hayati; Hera Wahyuni
Jurnal Keperawatan BSI Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.861 KB)

Abstract

ABSTRAK Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan saat lahir kurang dari 2500 gram. Data jumlah BBLR terbanyak di Jawa Barat pada tahun 2017 yaitu di Kota Bandung sebanyak 3.147 kasus. Di RSUD Kota Bandung angka kejadian BBLR dari tahun 2016 hinggatahun 2018 mengalami fluktuasi dan masih belum mencapai target yang telah ditetapkan yaitu maksimal sebanyak 7%. Penyebab BBLR dibagi menjadi tiga faktor yaitu faktor Ibu seperti usia ibu, paritas, anemia, komplikasi pada kehamilan seperti perdarahan antepartum, pre- eklamsia dan antenatal care dan faktor janin seperti hidramnion dan kehamilan kembar serta faktor lingkungan seperti sosioekonomi. Tujuan penelitian ini untuk Mengidentifikasi faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadian berat bayi lahir rendah (BBLR) di RSUD Kota Bandung. Teknik sampling yang digunakan adalah Accidental Sampling dengan jumlah responden sebanyak 82 responden. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara faktor usia dengan BBLR nilai p value sebesar 0,585. Terdapat hubungan antara faktor paritas dengan BBLR dengan nilai p value sebesar 0,029. Tidak terdapat hubungan antara faktor kehamilan kembar dengan BBLR dengan nilai p value sebesar 0,248 Terdapat hubungan antara faktor preeklamsia dengan BBLR dengan nilai p value sebesar 0,038 Terdapat hubungan antara faktor sosio ekonomi dengan BBLR. Faktor sosio ekonomi pendidikan dengan nilai p value sebesar 0,003 dan faktor pendapatan keluarga dengan nilai p value 0,024. Kata kunci : Bayi berat lahir rendah, Usia, Paritas, Kehamilan kembar, Preeklamsia, Pendidikan, penghasilan keluarga. ABSTRACT Low birth weight babies (LBW) are babies born with birth weight less than 2500 grams. The highest number of LBW in West Java in 2017 was 3,147 in the city of Bandung. In Bandung City Hospital, the LBW incidence rate from 2016 to 2018 has fluctuated and still has not reached the set target, which is a maximum of 7%. The causes of LBW are divided into three factors namely maternal factors such as maternal age, parity, anemia, complications in pregnancy such as antepartum hemorrhage, pre-eclampsia and antenatal care and fetal factors such as hydramnios and twin pregnancies and environmental factors such as socioeconomic factors. The purpose of this study was to identify the factors associated with the incidence of low birth weight (LBW) in Bandung City Hospital. The sampling technique used was Accidental Sampling with 82 respondents. The results showed there was no relationship between the age factor with LBW p value of 0.585. There is a relationship between parity factor with LBW with p value of 0.029. There is no relationship between twin pregnancy factors with LBW with a p value of 0.248 There is a relationship between the factors of preeclampsia with LBW with a p value of 0.038 There is a relationship between socioeconomic factors with LBW. Socioeconomic factors of education with a p value of 0.003 and family income factors with a p value of 0.024. Keys Word : Low birth weight babies, Age, Parity, Twin Pregnancy, Preeclampsia, Education, family income.
Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Pemberian Imunisasi Dasar Di Puskesmas Kabupaten Bandung Maidartati; Ida Yuli Yuniarti
Jurnal Keperawatan BSI Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.236 KB)

Abstract

Imunisasi merupakan salah satu pencegahan penyakit menular khususnya penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Dalam pemberian imunisasi, peran orang tua khususnya ibu menjadi sangat penting, karena orang terdekat dengan bayi dan anak adalah ibu. Pengetahuan dan pendidikan ibu akan mempengaruhi perilaku ibu dalam pemberian imunisasi dasar pada bayi dan anak, sehingga dapat mempengaruhi status imunisasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan dengan perilaku Ibu dalam pemberian Imunisasi dasar di Puskesmas Kabupaten Bandung. Metode penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian adalah ibu yang melakukan imunisasi dasar di Puskesmas Kabupaten Bandung. Metode pengumpulan data menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel penelitian adalah 42 responden. Selanjutnya dilakukan Analisa data Univariat menggunakan Prosentase dan Bivariat menggunakan Chi-Squaere. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar yaitu 26 (61,9%) responden melakukan imunisasi dasar lengkap. Selanjutnya hampir setengahnya sebanyak 17 (40,5%) responden dengan pengetahuan baik dan sebagian besar yaitu 25 (59,5%) responden berperilaku positif. Hasil analisa data pada uji Chisquare diperoleh p-value 0,000 artinya terdapat hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku ibu dalam pemberian imunisasi dasar di Puskesmas Kabupaten Bandung. Diharapkan kepada tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan penyuluhan kesehatan tentang imunisasi untuk meningkatkan pengetahuan dengan perilaku ibu tentang imunisasi.
HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN KEJADIAN GASTRITIS PADA REMAJA SMK Yanti Budiyanti; Maidartati; Tita Puspita Ningrum
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.6 KB)

Abstract

Gastritis merupakan peradangan tentang mukosa lambung yang mengakibatkan pembengkakan mukosa lambung di dalam saluran pencernaanDampak dari gastritis membuat lambung mengalami kerusakan jika sering kosong karena lambung meremas hingga dinding lambung lecet atau luka (Muhith & Siyoto, 2016). Data yang di dapat dari World Health Organization (WHO), 2013 dalam Tusasakinah et al, 2017. Insiden gastritis di dunia terus meningkat setiap tahunnya pada tahun 2012 kejadian gastritis sekitar 1,8–2,1 juta, pada tahun 2013 penderita gastritis meningkat sekitar 1,9–2,2 juta dari jumlah penduduk setiap tahunnya, gastritis biasanya dianggap sebagai suatu hal yang remeh namun gastritis merupakan awal dari sebuah penyakit yang dapat menyusahkan seseorang. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kecemasan dengan kejadian gastritis pada remaja di SMK Bandung Bandung. Jenis metode penelitian ini menggunakan korelasi, pendekatan cross-sectional, populasi penelitian semua siswa/i SMK Bandung berjumlah 150 dan dengan sampel 100 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental sampling Analisa data univariat ini hanya untuk menghasilkan distribusi frekuensi dan presentasi dari tiap variabel, dengan rumus P = (f/n) x 100%, dan analisa bivariat menggunakan uji Spearman-Rank. Hasil statistik kecemasan dengan kejadian gastritis diperoleh nilai p-value 0.000 dengan nilai ɑ<0.05. Kesimpulan terdapat hubungan signifikan antara kecemasan dengan kejadian gastritis.
PENGARUH POSITIVE SELF TALK THERAPY TERHADAP KECEMASAN PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS BABAKAN SARI KOTA BANDUNG Erna Irawan; Mery Tania; Annisa Fadillah; Maidartati Maidartati; Purwo Suwignjo
Jurnal Keperawatan BSI Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah suatu kondisi ketika tekanan darah pada dinding arteri terlalu tinggi. Kecemasan adalah gangguan kesehatan jiwa yang paling banyak didapat di masyarakat yang berkaitan dengan hipertensi. Penanganan hipertensi bukan hanya terapi pengobatan atau terapi farmakologi namun juga dapat menggunakan terapi non-farmakologi. Positive self talk therapy dapat menjadi intervensi dalam penanganan kecemasan pada penderita hipertensi karena dengan berkomunikasi positif dengan diri sendiri dapat meningkatkan rasa percaya diri, membuat diri menjadi lebih positif dan mampu mengatasi situasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh positive self talk therapy terhadap kecemasan pada penderita hipertensi di Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimen kuantitatif dengan desain penelitian one group pretest posttest. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dan jumlah sampel 25 responden. Analisis data menggunakan uji statistic non parametric Wilcoxon untuk melihat perbedaan pretest dan posttest dalam menentukan hasil intervensi. Hasil analisis data menunjukan bahwa terdapat perbedaan nilai sebelum dan setelah dilakukan intervensi dengan nilai p value = 0,001 (<0,05) yang artinya terdapat pengaruh positive self talk therapy terhadap kecemasan pada penderita hipertensi di Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam pemberian intervensi pada penderita hipertensi yang mengalami kecemasan dan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan atau dapat dikembangkan lebih lanjut untuk melakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Positive Self Talk Theray.