Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

GAMBARAN STRESS GASTRITIS Purwo Suwignjo; Rita Darmayanti; Nadya Nadya; Maidartati Maidartati; Nurul Iklima
Jurnal Keperawatan BSI Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan di masyarakat dengan prevalensi yang cukup tinggi. Berdasarkan data Kementerian Republik Indonesia pada tahun 2019 mencatat bahwa kasus grastitis termasuk dalam sepuluh penyakit terbanyak di Indonesia. Di daerah kota bandung sendiri terdapat 8,976 (1,02%). Gastritis dapat mengalami kekambuhan dimana kekambuhan yang terjadi pada penderita gastritis dapat dipengaruhi oleh pengaturan pola makan yang tidak baik dan juga faktor stres. stres merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kekambuhan gastritis. Stres adalah sekumpulan perubahan fisiologis akibat tubuh terpapar terhadap bahaya atau ancaman. Stres dapat menimbulkan suatu pengaruh yang tidak menyenangkan pada seseorang berupa gangguan atau hambatan dalam pengobatan, mencetuskan kembali suatu gejala dari kondisi medis umum. Stres memiliki efek negatif melalui mekanisme neuroendokrin terhadap saluran pencernaan sehinggan beresiko untuk mengalami gastritis. Produksi asam lambung akan meningkat pada keadaan stres, misalnya pada beban kerja berat, panik, tergesa-gesa. Kadar asam lambung yang meningkat dapat mengiritasi mukosa lambung dan jika hal ini dibiarkan maka dapat menyebabkan terjadinya peradangan mukosa lambung atau gastritis. Penelitian ini dilakukan terhadap 60 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Ditemukan bahwa terdapat setengah dari responden mengalami stres sedang sebanyak 39 responden (65.0 %). Responden yang mengalami stres ringan sebanyak 17 responden (28.3 %) dan sedikit dari responden yang mengalami stres berat sebanyak 4 responden (6.7 %).
GAMBARAN POLA KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK PADA ANAK KELAS V DI SDN 071 SUKAGALIH Maidartati Maidartati; Nurul Iklima; Herlina Rosmayanti
Jurnal Keperawatan BSI Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia sekolah dasar cenderung lebih banyak jajan dibandingkan dengan mengkonsumsi makanan yang sehat. Dengan banyaknya jajan, orang tua tidak dapat mengontrol apa yang dikonsumsi oleh anaknya seperti halnya makanan kariogenik. Dampak dari konsumsi makanan kariogenik yang berlebihan menyebabkan karies gigi pada anak. Karies gigi adalah kerusakan pada gigi akibat demineralisasi jaringan keras seperti enamel, dentin, dan sementum yang disebabkan oleh banyak faktor yaitu mikroorganisme, gigi, waktu, dan pola makan kariogenik pada anak kelas V SDN 071 Sukagalih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran pola konsumsi makanan kariogenik. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah siswa/siswi kelas V SDN 071 Sukagalih sampel yang digunakan sebanyak 43 anak. Teknik sampling pada penelitian ini adalah purposive sampling.Analisa data menggunakan analisis univariat menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian ini yaitu sebagian besar (69,8 %) atau 30 anak berjenis kelamin laki-laki, sebagian besar (69,8 %) atau 30 anak berusia 11 tahun, dan sebagian besar (65,1%) atau sebanyak 28 anak mempunyai pola konsumsi makanan kariogenik yang kurang baik. Dari hasil penelitian pola konsumsi makanan kariogenik masih kurang baik diharapkan orang tua lebih memperhatikan kebiasaan makan anak disekolah dan bagi guru dan pihak UKS bisa memberikan edukasi pada anak usia sekolah dasar mengenai dampak mengkonsumsi makanan kariogenik.
HUBUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU BULLYING PADA ANAK DI SDN 058 BANDUNG Wijayanti, Anita Putri; Maidartati, Maidartati; Billqie, Lizzy
Jurnal Keperawatan BSI Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying adalah perilaku yang tidak menyenangkan yang dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman atau terluka. Biasanya terjadi berulang kali, berat atau ringan dan pasti menyebabkan cedera. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyatakan bahwa pada tahun 2023, terjadi empat insiden perundungan salah satunya Sekolah Dasar. Kejadian bullying di sekolah sekarang menjadi perhatian utama karena efeknya yang permanen pada korbannya. Perilaku bullying dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya faktor dari dalam diri pelaku, dalam diri korban, keluarga, media, sekolah, kondisi linkungan serta faktor teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran kelompok teman sebaya dengan perilaku bullying pada anak usia sekolah dasar di sekolah SDN 058 Babakan Ciparay Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional dan menggunakan desain cross sectional study dengan jumlah sampel 112 siswa kelas 4,5 dan 6 yang diambil dengan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data di analisis menggunakan Uji Spearman dan diperoleh nilai p = 0,000 yang berarti p < a sehingga disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara peran kelompok teman sebaya dengan perilaku bullying pada anak usia sekolah dasar. Memahami peran teman sebaya dalam bullying dan mengembangkan program intervensi yang memperkuat peran positif mereka. Pihak sekolah dapat menerapkan program edukasi berkelanjutan dalam deteksi dan pencegahan bullying, serta mengevaluasi efektivitas program anti-bullying.
GAMBARAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG ATRAUMATIC CARE DI RUMAH SAKIT Maidartati, Maidartati; Hayati, Sri; Al Fatih, Hudzaifah; Rahima, Putti
Jurnal Keperawatan BSI Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Atraumatic Care merupakan pendekatan dalam perawatan anak yang bertujuan untuk meminimalkan atau menghilangkan rasa sakit dan ketakutan yang dialami anak selama menjalani perawatan medis. Mengingat pentingnya penerapan prinsip ini dalam memberikan perawatan yang berkualitas, pengetahuan, sikap, dan perilaku perawat menjadi faktor krusial yang perlu dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan perawat tentang prinsip Atraumatic Care di Ruang anak. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan sebanyak 35 perawat yang bekerja di Ruang Anak. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan perawat terkait Atraumatic Care. Data dianalisis dengan menggunakan distribusi frekuensi untuk menggambarkan karakteristik responden serta hasil pengukuran variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang Atraumatic Care (57,14%). Analisis menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan penerapan prinsip Atraumatic Care dalam praktik sehari-hari di antara perawat. Hal ini menunjukkan perlunya intervensi berupa pelatihan berkelanjutan dan program pendampingan yang lebih efektif. Berdasarkan hasil penelitian ini, direkomendasikan untuk meningkatkan program pendidikan dan pelatihan bagi perawat, yang berfokus pada pengetahuan dalam menerapkan Atraumatic Care. Pengambil kebijakan di rumah sakit juga diharapkan untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan Atraumatic Care dalam upaya perbaikan layanan kesehatan anak.
Perawatan Berat Bayi Lahir Rendah IRAWAN, ERNA; Maidartati, Maidartati; tania, mery; Iklima, nurul; Saputra, anggi; Khasanah, umi
Bhakti Sabha Nusantara Vol. 3 No. 2 (2024): Bhakti Sabha Nusantara
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/bsn.v3i2.297

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) diartikan sebagai bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gr. Berdasarkan studi epidemiologi, BBLR mempunyai resiko kematian 35 kali lebih besar dibandingkan bayi yang lahir dengan berat badan normal. pada tahun 2018, prevalensi BBLR masih cukup tinggi. Prevalensi berat badan lahir rendah (BBLR) diperkirakan 21% dari seluruh kelahiran di dunia dengan batasan 4,5% - 40% dan lebih sering terjadi di negara-negara berkembang, di Asia angka kejadian BBLR yaitu 42,7% Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah dengan cara memberikan pendidikan kesehatan kepada orang tua yang datang ke poliklinik anak. Selain itu peserta penyuluhan diberikan leaflet yang berisi materi tentang BBLR sehingga materi tentang BBLR dapat dibaca kembali ketika sudah pulang.
Identifying Barriers to Optimal Pain Management in ICU Nurses: A Cross-Sectional Analysis Iklima, Nurul; Maidartati, Maidartati; Irawan, Erna; Nurlianawati, Lia; Nuryanti, Lisna
Journal Medical Informatics Technology Volume 3 No. 1, March 2025
Publisher : SAFE-Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37034/medinftech.v3i1.67

Abstract

Pain is a sensitive indicator in the nursing process, so assessment and pain management are the key factors to determining the quality of care and patient satisfaction, especially in critical care areas. The poor handling of pain can have a negative impact on critical patients. Pain management is influenced by internal factors and external factors. Internal factors are knowledge and attitudes while external factors are factors of organizational support and professional authority. This study aims to analyze the factors associated with the implementation of pain management. This study is a quantitative study with an analytic correlation design. The total sample of 84 nurses was taken using the total sampling technique. Data were collected using five questionnaires, namely Regarding Pain Knowledge and Attitudes Survey questionnaire, Perceived Organizational Support, Nursing Autonomy, and Current Practice Related to Pain Assessment and Pain Management. The results showed that the implementation of pain management was quite optimal (51.2%), factors related to the value (p <0.005), The dominant factors contribution score (35.7% for knowledge). The implementation of pain management is quite optimal, but there are some obstacles related to the implementation of pain management including knowledge, attitudes, and professional authority. Nurses are expected to increase their knowledge and competence through education and training to maintain the quality of the implementation of pain management.
The Impact of Early Weaning on Nutritional Status of Children Aged 6–24 Months in Cinambo Maidartati, Maidartati; Iklima, Nurul; Irawan, Erna; Sari, Putri Puspita; Wijayanti, Anita Putri
Journal Medical Informatics Technology Volume 3 No. 1, March 2025
Publisher : SAFE-Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37034/medinftech.v3i1.69

Abstract

The weaning period is critical as it marks the transition from breastfeeding to solid foods, during which infants are particularly susceptible to nutritional disorders. The optimal weaning age is generally around two years, as breastfeeding until this age significantly supports a child's growth. Factors influencing weaning include parental education, economic status, parental employment, and the age of weaning. The timing of weaning is related to nutritional status since a child's diet shifts from exclusively breast milk to a combination of breast milk and solid foods, with increased energy and nutritional needs. This study investigates the relationship between weaning age and nutritional status in children aged 6-24 months at Puskesmas Cinambo, Bandung City. Employing a cross-sectional analytical design, the population includes mothers of children in this age range, totaling 534 respondents. Accidental sampling yielded 118 respondents over one week. Data were collected through questionnaires and analyzed using univariate and bivariate methods, with significance set at p<0.05. Results indicated that 52.5% of respondents had normal nutritional status, while 47.5% were undernourished. Most weaning ages were found to be inappropriate, with 66.1% weaning before the recommended age of 24 months. The Spearman Rank test revealed a significant relationship (p=0.020), confirming H1. In conclusion, there is a relationship between weaning age and nutritional status in children aged 6-24 months at Puskesmas Cinambo. Health services should provide regular education on appropriate weaning practices to enhance the nutritional status of this age group.
Lindungi Matamu dari Layar: Bijak Pakai Gadget, Sehatkan Penglihatan Saputra, Anggi; Maidartati, Maidartati; Khasanah, Umi
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 3 (2025): Volume 4, Nomor 3, Juni 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v4i3.498

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam kegiatan komunikasi, belajar, dan bekerja. Gadget seperti smartphone, tablet, dan laptop menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas remaja. Namun, penggunaan gadget yang tidak bijak dapat menyebabkan gangguan kesehatan mata, seperti Computer Vision Syndrome (CVS). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa terkait dampak penggunaan gadget terhadap kesehatan mata dan upaya pencegahannya. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2025 di SMK Kencana Bandung dengan sasaran siswa kelas XI sebanyak 50 orang. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok terfokus, edukasi visual melalui leaflet, dan permainan edukatif berbasis digital. Hasil pre-test menunjukkan hanya 30,4% siswa memiliki pengetahuan baik, sedangkan hasil post-test meningkat menjadi 93%. Selain itu, 84% siswa berkomitmen menerapkan metode 20-20-20 dalam penggunaan gadget. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang interaktif dan menyenangkan dapat secara efektif meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan mata di era digital. Tindak lanjut dari kegiatan ini direkomendasikan dalam bentuk promosi kesehatan berkelanjutan di lingkungan sekolah.
HUBUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU BULLYING PADA ANAK DI SDN 058 BANDUNG Wijayanti, Anita Putri; Maidartati, Maidartati; Billqie, Lizzy
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying adalah perilaku yang tidak menyenangkan yang dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman atau terluka. Biasanya terjadi berulang kali, berat atau ringan dan pasti menyebabkan cedera. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyatakan bahwa pada tahun 2023, terjadi empat insiden perundungan salah satunya Sekolah Dasar. Kejadian bullying di sekolah sekarang menjadi perhatian utama karena efeknya yang permanen pada korbannya. Perilaku bullying dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya faktor dari dalam diri pelaku, dalam diri korban, keluarga, media, sekolah, kondisi linkungan serta faktor teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran kelompok teman sebaya dengan perilaku bullying pada anak usia sekolah dasar di sekolah SDN 058 Babakan Ciparay Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional dan menggunakan desain cross sectional study dengan jumlah sampel 112 siswa kelas 4,5 dan 6 yang diambil dengan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data di analisis menggunakan Uji Spearman dan diperoleh nilai p = 0,000 yang berarti p < a sehingga disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara peran kelompok teman sebaya dengan perilaku bullying pada anak usia sekolah dasar. Memahami peran teman sebaya dalam bullying dan mengembangkan program intervensi yang memperkuat peran positif mereka. Pihak sekolah dapat menerapkan program edukasi berkelanjutan dalam deteksi dan pencegahan bullying, serta mengevaluasi efektivitas program anti-bullying.
GAMBARAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG ATRAUMATIC CARE DI RUMAH SAKIT Maidartati, Maidartati; Hayati, Sri; Al Fatih, Hudzaifah; Rahima, Putti
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Atraumatic Care merupakan pendekatan dalam perawatan anak yang bertujuan untuk meminimalkan atau menghilangkan rasa sakit dan ketakutan yang dialami anak selama menjalani perawatan medis. Mengingat pentingnya penerapan prinsip ini dalam memberikan perawatan yang berkualitas, pengetahuan, sikap, dan perilaku perawat menjadi faktor krusial yang perlu dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan perawat tentang prinsip Atraumatic Care di Ruang anak. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan sebanyak 35 perawat yang bekerja di Ruang Anak. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan perawat terkait Atraumatic Care. Data dianalisis dengan menggunakan distribusi frekuensi untuk menggambarkan karakteristik responden serta hasil pengukuran variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang Atraumatic Care (57,14%). Analisis menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan penerapan prinsip Atraumatic Care dalam praktik sehari-hari di antara perawat. Hal ini menunjukkan perlunya intervensi berupa pelatihan berkelanjutan dan program pendampingan yang lebih efektif. Berdasarkan hasil penelitian ini, direkomendasikan untuk meningkatkan program pendidikan dan pelatihan bagi perawat, yang berfokus pada pengetahuan dalam menerapkan Atraumatic Care. Pengambil kebijakan di rumah sakit juga diharapkan untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan Atraumatic Care dalam upaya perbaikan layanan kesehatan anak.